×

Tips Memilih Baju Bayi Baru Lahir

Bagikan Artikel :

Tips Memilih Baju Bayi Baru Lahir

Bumil sudah mempersiapkan baju-baju untuk si Kecil belum? Atau masih bingung dengan bahan yang cocok agar terhindari dari masalah kulit? Memang membeli baju untuk bayi baru lahir itu memang perlu banyak pertimbangan ya, Ma. Apalagi kulit bayi yang baru lahir, sangat berpotensi kena masalah. Kulit bayi memang cukup rawan, mulai dari biang keringat, ruam, gatal. Penyebabnya masalah kulit si Kecil ini bisa karena salah memilih baju.

Memilih model saja tidak cukup, tapi juga harus memilih bahan yang benar-benar nyaman untuk si Kecil. Nah kali ini Bidan Citra bakalan share tips-tips untuk memilih baju si kecil.

Related Posts :
    1. Beli baju bayi sesuai kebutuhan
      Sebelum kelahiran si Kecil biasanya Mama sudah banyak beli persediaan baju ya. Apalagi kalau ini anak pertama, pasti sudah banyak banget persediaan baju yang dibeli. Padahal semuanya belum tentu sesuai dengan kebutuhan.
      Usahakan juga jangan sampai kalap ketika membeli, prioritaskan apa yang memang sedang menjadi kebutuhan si Kecil.
    2. Perhatikan kenyamanan dan keamanan si Bayi
      Memilih baju bayi itu harus mengutamakan kenyamanan ya, Ma. Meskipun si Kecil belum bisa berbicara jika merasa tidak nyaman, tapi mereka bisa berekspresi lewat tangisan.
      Bicara soal kenyamanan, Mama perlu menghindari banyaknya aksesoris saat membeli baju. Terkadang banyak orangtua yang tergoda dengan pernak-pernik atau aksesoris di baju bayi, sehingga dibeli dan dipaksakan untuk dipakai. Padahal ini akan membuat si Kecil terganggu bahkan membahayakan, takut aksesoris yang ada di baju justru tertelan dan membuatnya tersedak.
    3. Pilih ukuran yang tepat
      Saat memilih baju, Mama perlu menghindari memilih baju yang pas dengan tubuh si Kecil. Pahami juga ukuran baju bayi itu berbeda-beda. Ada yang ukurannya bertuliskan newborn, 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan 12 bulan dan lainnya. Perhatikan, bahwa Mama tidak bisa memastikan ukuran baju berdasarkan usia, melainkan ukuran tubuh si Bayi. Pastikan bahwa ukuran yang dibeli cukup pas.
      Pertumbuhan bayi itu tumbuh dengan cepat, tanpa Mama sadari. Agar tidak menghabiskan banyak uang hanya untuk membeli baju lagi karena cepat sempit, usahakan Mama membeli baju dengan ukuran sedikit lebih besar. Lagipula ukuran baju yang terlalu pas, tidak nyaman untuk bergerak juga membuat tubuh tertekan dan menghambat peredaran darah.
    4. Pilih bahan yang nyaman dan aman
      Bahan menjadi salah satu yang harus diperhatikan Mama ketika ingin membeli baju Si Kecil. Bayi yang baru lahir kulitnya masih sangat sensitif. Mama perlu selektif dan memperhatikan apapun yang akan digunakan untuk menghindari kulit si Kecil iritasi
      Mama bisa mencari bahan kain katun, dimana bahan ini bisa lembut dan menyerap keringat. Kain katun juga cukup fleksibel ketika dipakai si Kecil sehingga memudahkannya bebas bergerak. Jadi, Mama tidak perlu khawatir lagi nih kalau si Kecil rewel karena bajunya tidak nyaman.
      Di daerah tropis yang lumayan gerah, Mama bisa memilih bahan katun atau serat bambu yang lembut, halus, dan menyerap keringat.
      Yuk Ma, pilih bahan terbaik agar anak pun senang memakainya!
    5. Persiapkan untuk musim hujan
      Mengingat cuaca tidak menentu, Mama jangan lupa untuk menyiapkan beberapa pilihan outfit saat musim hujan. Mama bisa membelikan beberapa pilihan seperti jaket, sweater atau model lainnya untuk menghangatkan si Kecil dari hawa dingin.
    6. Cari yang praktis
      Banyak hal yang akan terjadi pada bayi, mulai dari sering buang air kecil atau buang air besar sehingga membuat aktivitas pemakaian baju ke si Kecil jadi lebih sering.
      Darisini Mama bisa belajar untuk memahami baju mana yang lebih memudahkan aktivitas pada si Kecil. Pilihlah baju yang mudah dilepas dan dipasang kembali agar tidak sulit memakainya. Hindari juga yang terlalu banyak kancing karena ini akan cukup merepotkan.
    7. Pastikan baju bayi baru lahir aman dari bahan kimia untuk mencegah iritasi kulit
      Menggosokkan jari kamu ke permukaan baju bayi yang akan dibeli bukan satu-satunya cara mengetahui baju tersebut aman untuk bayi. Baju bayi memang sebaiknya terbuat dari kain yang lembut, tapi kamu harus memastikan tidak ada bahan kimia di baju tersebut. Misalnya, tidak mengandung zat pewarna yang mudah luntur. Pastikan baju bayi memenuhi standar yang baik untuk pakaian anak. Agar lebih aman, jangan lupa untuk mencuci baju baru sebelum dipakai.
    8. Pilih baju bayi minim aksesori
      Perhatikan model pakaian bayi yang akan kamu beli. Meski baju bayi kini banyak yang unik modelnya dan menarik saat digunakan, sebaiknya tetap pilih yang simpel, sehingga mudah dipakaikan pada bayi yang baru lahir. Usahakan pakaian bayi tidak menggunakan kerah yang malah membuat bayi menjadi tidak nyaman.
      Hindari pula memilih baju bayi dengan banyak aksesori, termasuk berupa boneka mungil yang ditempel di bajunya. Aksesori pun berisiko tertelan oleh bayi, terutama jika dia sudah aktif menggerakkan tangannya dan hobi memasukkan berbagai benda ke dalam mulut.
    9. Pilih baju bukaan depan yang mudah dilepas
      Pilih baju bukaan depan yang mudah dilepas. (Foto: Shutterstock)
      Lalu, untuk pengaitnya, pilih pakaian yang menggunakan kancing jepret, bukan kancing biasa karena khawatirnya bayi bisa meraihnya dan berisiko tertelan. Selain itu, hindari pengait yang terletak di bagian punggung karena akan membuatnya terganggu saat tidur. Untuk memudahkanmu mengganti popok, carilah pakaian dengan bukaan di bagian bawah. Baju bayi yang mudah dibuka juga akan memudahkanmu saat akan memandikan bayi.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : February 22, 2020

    Pertanyaan Pengunjung :

    Tentang hubungan seksual

  • Oleh : Teguh Roy
  • 1 tahun, 7 bulan yang lalu

    Saya hubungan seksual 5 kali dengan pacar saya tanpa menggunakan kondom tpi sperma nya keluar di luar itu dapat hamil apa tidak

    cara gunakan pil kb

  • Oleh : siti siti
  • 1 tahun, 7 bulan yang lalu

    Dok saya punya sodara nih dia ngga mau hamil dulu apa boleh setelah berhubungan intim minum pil kb?berbahaya atau tidak? Terimakasih

    Tips cara menjemur bayi yang benar

  • Oleh : reinaldo9976
  • 3 tahun, 3 bulan yang lalu

    Selamat pagi bu bidan saya destian saya saat ini mempunyai bayi yang berumur 1 bulan setengah, katanya sinar matahari memiliki manfaat yang baik ya bagi bayi. Namun ada juga yang mengatakan saat bayi di jemur jangan langsung terkena sinar matahari. Yang sanya mau tanyakan bagaimana cara menjemur bayi yang benar ya mohon jawabannya

    Apa obat diare yang aman untuk anak usia 3 tahun ?

  • Oleh : Yuli Ani
  • 4 tahun, 2 bulan yang lalu

    Sore dok, adik saya usia 3 tahun sekarang ini sedang mengalami masalah pencernaan. Sering buang air besar, sudah diobati tapi belum juga sembuh. Kira – kira obat yang aman untuk mengobati diare pada anak usia 3 tahun apa dok ? Terima kasih dok sebelumnya.

    Merasa tidak nyaman di MissV

  • Oleh : azizah Rahmani putri
  • 2 bulan, 1 minggu yang lalu

    Assallamualaikum bu bidan,
    Saya umur 19 tahun dan belum sama sekali melakukan hubungan seksual. sudah 2 minggu an saya merasakan tidak nyaman di lubang vagina saya, seperti ada yang mengganjal atau merasa ada gelembung di dalam lubang vagina,kadang kalo di buat duduk itu terjadi Queefing (tidak berbau). Setelah Queefing tetap saja terasa gelembung di lubang vagina dan sangat tidak nyaman. Kejadian itu terjadi setiap malam,di jam tidur. apakah itu termasuk ke dalam penyakit yg berhubungan dengan kandungan atau semacam nya? Tindakan apa yang harus saya lakukan?

    Tanya Bidan