×

Tips Mengatasi Anak Yang Nempel Terus Dengan Bunda

Bagikan Artikel :

Tips Mengatasi Anak Yang Nempel Terus Dengan Bunda

Anak yang lengket dengan ibunya adalah hal yang wajar. Tapi kadang saking lengketnya bunda sampai tidak bisa melakukan pekerjaan rumah. Tiap kali di tinggal ke dapur atau toilet saja selalu merengek. Sampai akhirnya suami mengira bunda malas-malasan karena pekerjaan rumah belum selsai. Nah bunda kali ini Bidan Citra akan share cara untuk mengatasi hal ini. Simak di bawah ini ya!

Alasan Si Kecil Lengket Dengan Bunda

  1. Hanya Bunda yang bisa diandalkan
    Anak yang terlalu nempel dengan Bunda dianggap hanya ibunya yang mampu melakukan segalanya.Bunda selalu ada saat si Kecil takut, atau selalu menolong saat si Kecil terluka, atau selalu menemaninya saat ia sakit. Dari sana, akan timbul pemahaman bahwa hanya Bunda yang bisa membantunya.
  2. Rasa tidak aman atau takut dengan orang lain
    Jika si kecil mengalami trauma bentakan atau kekerasan biasanya akan takut jika ditinggal ibunya. Bunda yang menitipkan si Kecil ke pengasuh sebaiknya perlu memantau apabila si Kecil nempel terus dan sering menangis atau mengamuk apabila Bunda mau pergi.

Cara Mengatasi Si Kecil Yang Lengket Dengan Bunda

  1. Libatkan keluarga di rumah
    Apakah Bunda selalu mengurus segala sesuatu untuk si Kecil seorang diri? Tak ada salahnya mendelegasikan beberapa tugas ringan ke Ayah atau nenek serta kakeknya.
    Hal ini tak hanya meringankan tugas Bunda, namun menumbuhkan rasa percaya anak. Ia akan melihat bahwa orang lain juga mampu melakukan apa yang Bunda lakukan.
  2. Hindari menarik diri
    Menarik diri dari anak yang sedang sangat menempel pada Bunda bukanlah hal yang bagus. Yang akan terjadi adalah, mereka akan lebih panik dan makin ingin nempel pada Bunda.
    Semakin Bunda menarik diri, semakin lengket ia akan terus berada di dekat Mama. Hal ini disebabkan oleh perasaan makin takut kehilangan sang Bunda.
  3. Perbanyak waktu keluarga
    Mungkin selama ini tidak sadar bahwa semua hanya dilakukan oleh Bunda saja. Tak ada salahnya memperbanyak waktu si Kecil bersama Ayah. Delegasikan beberapa hal sederhana untuk dilakukan oleh Ayah agar si Kecil bisa mengerti bahwa ia bisa mengandalkan orang lain.
    Tak lupa, ajak si Kecil lebih banyak bermain bersama Ayah supaya ia bisa mencari sumber kesenangan lain.
  4. Bicara sebelum pergi
    Saat Bunda harus meninggalkan ia sebentar, bicaralah dengan baik dan jujur. Katakan Bunda harus ke mana dan akan memakan waktu berapa lama. Pastikan untuk menepati janji Bunda. Dengan begitu, ia akan belajar percaya dengan perkataan orang lain dan jadi anak yang lebih percaya diri.
    Selama Bunda pergi, bisa meminta Ayah atau anggota keluarga lain untuk menemani si Kecil. Dengan begitu, mereka bisa mendekatkan diri sekaligus anak bisa belajar bersosialisasi.
    Menghadapi anak yang terlalu nempel memang butuh banyak kesabaran. Namun nikmati saja, karena masa-masa ini tidak akan terjadi selamanya.

About : Citra Dewi Amd. Keb

Citra Dewi Amd. Keb

Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : February 6, 2021

    Pertanyaan Pengunjung :

    Cara Menjaga Kehamilan Tetap Sehat Bagi Wanita Karir

  • Oleh : Ocha Setiani
  • 5 tahun yang lalu

    Selamat sore bu bidan,
    Saya sedang mengandung dan usia kandungan saya menginjak trimester 2. Namun, saya masih sibuk bekerja disalah satu perusahaan. Apakah hal ini bisa mempengaruhi kehamilan saya? Lantas bagaimana cara saya menjaga kehamilan dan janin tetap sehat?

    Apakah kehamilan saya normal?

  • Oleh : Ribka Veronika Tatengkeng
  • 7 tahun, 1 bulan yang lalu

    Selamat pagi Bu Bidan,

    Saya aneu, 25 tahun. Saat ini saya sedang hamil usia kandungan 2 bulan, tapi tidak ada tanda-tanda seperti payudara sakit dan membengkak, mual-mual di pagi hari seperti contoh tanda kehamilan umumnya. Apakah kehamilan saya normal?

    kehamilan

  • Oleh : winda dwipayani
  • 2 tahun, 10 bulan yang lalu

    saya telat haid sekitar 5 hari, hari pertama haid terakhir saya tanggal 9 oktober 2020 , berapakah usia kehamilan saya , dan usia kehamilan keberapakah lebih baik dilakukan usg ?

    dan apakah normal/tidak jika saya akhir2 ini serig diare setelah makan ?

  • Oleh : winda dwipayani
  • Susah hamil setelah keguguran

  • Oleh : Sanesi Amida
  • 4 tahun, 8 bulan yang lalu

    Siang Dok.
    Bulan 5 kemarin saya mengalami keguguran tanpa quret di usia kandungan yang memasuki usia 7minggu. Sekarang sudah bulan 12 kenapa susah untuk hamil lagi.
    Terimakasih

    payudara

  • Oleh : Puput Adenia
  • 2 tahun, 10 bulan yang lalu

    assalamualaikum dok saya mau tanya, umur saya 17thn mau 18thn besok Januari tapi puting susu saya gak menonjol gitu gak bentuk gitu lah dok. apakah nanti itu masih bisa membentuk ya dok? dan umumnya puting susu itu membentuk pada umur berapa dok?

  • Oleh : Puput Adenia
  • Tanya Bidan