Pemberian Analgesia Farmakologis untuk Pereda Nyeri Bersalin

Share Dan Tag Teman Kamu Di :

  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb

  • Sebagian besar persalinan selalu disertai rasa nyeri sedangkan rasa nyeri pada persalinan merupakan hal yang lazim terjadi, nyeri selama persalinan merupakan proses fisiologis dan psikologis.

    Berdasarkan hal tersebut maka mulai dikembangkan salah satu prinsip dasar obstetri modern yaitu mengurangi nyeri selama persalinan dengan menggunakan analgesia yang adekuat. Menekan rasa nyeri selama proses persalinan merupakan aspek yang esensial dalam perawatan obstetrik.

    Saat ini, tidak tersedia metode standar yang dapat mengontrol rasa nyeri tanpa menimbulkan efek samping terhadap ibu maupun janin yang dikandungnya. Secara umum terdapat dua metode analgesia dalam persalinan yaitu farmakologis dan non farmakologis. Adapun metode analgesia farmakologis diantaranya meliputi: Intrathecal Labor Analgesia (ILA), epidural analgesia, Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS), block paracervical, block sarafpudendal, dan lain sebagainya. Sedangkan metode analgesia non farmakologis meliput: pemijatan atau Massage, hipnosis atau hypnobirthing, relaksasi, perubahan posisi melahirkan, terapi bola-bola persalinan.

    Jenis-jenis Analgesia Farmakologis

    Metode-metode terdahulu yang biasanya digunakan untuk mengurangi rasa sakit pada saat persalinan, antara lain :

    1. Pethidine

    Satu metode pengurangan rasa sakit yang dilakukan dengan menyuntikan pethidine di paha atau pantat. Obat ini akan bereaksi dalam waktu 20 menit. Masa kerjanya bisa mencapai 4 jam dan dapat menimbulkan rasa kantuk (walaupun ibu tetap dalam keadaan sadar), dan kadang-kadang juga dapat menimbulkan rasa mual. Efek pethidine, yang merupakan turunan morfin, ini tidak hanya dirasakan oleh ibutetapi juga oleh janin. Janin ikut mengantuk dan agak lemas. Oleh karena itu, cara ini sudah jarang digunakan.

    2. Entonox

    Entonox merupakan metode pengurangan rasa sakit lewat inhalasi atau penghirupan, menggunakan campuran oksigen dan oksida nitrogen. Saat kontraksi dating, ibu dapat menghirup obat ini dengan menggunakan masker. Etonox bekerja langsung pada ptak ibu, dengan mematikan rasa sakit yang ditangkap oleh otak. Obat bius hirup ini memberikan efek ringan dan baru bekerja 30 menit setelah digunakan serta tidak berdampak apa pun pada janin.

    3. Tens

    Tens adalah singkatan dari Transcutaneous Electrical Nerves Stimulation. Salah satu metode pengurang rasa sakit bersalin dengan mesin yang sebagai sensor elektronik. Metode ini mudah digunakan dan tidak berbahaya untuk ibu karena tidak berupa obat. Punggung ibu akan ditempeli beberapa alat seperti elektroda, yang dapat mengirimkan arus listrik melalui saraf dipunggung ke rahim. Arus listrik ini akan menghambat jalur saraf yang mengirimkan rasa sakit ke otak. Selain itu, terdapat juga semacam alat pengontrol yang digunakan untuk mengatur kuantitas arus listrik yang disalurkan melalui punggung. Penggunaan TENS juga dapat memicu produksi hormon endorfin sebagai penghilang rasa sakit alami tubuh. Metode ini cukup merepotkan bagi ibu sehingga dirasa kurang nyaman.

    4. ILA

    ILA merupakan singkatan dari Intrathecal Labor Analgesia. Ini adalah metode pengurangan rasa sakit dengan system injeksi atau suntikan yang diberikan melalui sumsum tulang belakang ibu. Obat ini tidak berbahaya bagi janin karena bekerja hanya pada satu saraf dan tidak masuk ke pembuluh darah. Biasanya, metode ILA diberikan saat pembukaan belum terlalu besar atau ketika pembukaan baru mencapai 3–4 cm. Ibu akan tetap sadar kendati berada dibawah pengaruh bius ILA. Setelah obat ini diberikan kepada ibu, otot-otot kaki ibu akan merasa kesemutan, lalu lemas. Kontraksi rahim juga dapat melambat akibat suntikan ini, tetapi kelahiran tetap berjalan normal.

    5. Patient controlled epidural analgesia (PCEA)

    PCEA mempunyai keuntungan lain dibanding bolus intermiten dan teknik infus kontinyu : analgesia yang diberikan sama dengan yang diberikan oleh bolus intertmiten dan infus kontinyu tetapi kepuasan maternal lebih besar dengan PCEA. Teknik PCEA sangat bervariasi. Ada yang menggunakan infus basal (anestetik lokal+opioid) yang memberikan analgesia pada sebagian besar parturian dan dosis bolus baru akan dilakukan parturian bila nyeri timbul dan sesuai kebutuhan. Teknik epidural kontinyu ini membutuhkan pemantauan ketat. Parturian harus dinilai setiap 1-2 jam , yaitu tekanan darah ibu, denyut jantung janin, kualitas analgesia, level sensoris, intensitas blok motoris, dan kemajuan
    persalinan.

    Indikasi Dilakukan Pemberian Analgesia Farmakologis

    Nyeri persalinan yang tidak tertahankan mendorong ibu bersalin mencari beberapa alternatif untuk mengatasi nyeri, diantaranya menggunakan operasi caesar dan obat penawar nyeri seperti analgetik dan sedatif. Sedangkan obat-obat tersebut dapat memberikan efek samping meliputi fetal hipoksia, resiko depresi pernafasan neonatus (bayi baru lahir), penurunan frekuensi denyut jantung dan peningkatan suhu tubuh ibu serta dapat menyebabkan perubahan pada janin.

    Efek Samping

    a) Penurunan tekanan darah

    b) Penurunan denyut jantung bayi

    c) Jika susunan saraf tidak sengaja tertusuk anda dapat merasakan sakit kepada dan berlanjut sampai beberapa hari, meskipun sakit kepala tersebut dapat hilang sendiri.

    d) Andadapat saja tidak merasakan dorongan bayi dan anda tidak tahu kapan harus mengejan, jika ini terjadi anestesi anda akan melakukan penyesuaian dosis obat bius

    Penulis : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd.Keb - July 20, 2018
    Diskusi Dari:
    Mohammad ikhsan

    Saya mau bertanya, kok akhir akhir ini saya sering sekali merasakan sakit pada bagian kaki dan tangan saya ya dok? Rasanya itu cenat cenut, muncul tiba tiba dan bahkan hilang secar tiba tiba. Ini sakit apa ya dok? Terus bagian mana agar ini tidak terjadi terus menerus?

    Dijawab Oleh : Mohammad ikhsan
    Diskusi Dari:
    Iis ismayanti

    Selamat pagi bu bidan, saya mau bertanya apakah ada pantangan makanan untuk anak yang saat ini baru sunat takutnya jika makan sembarangan akan berimbas pada luka sunat yang masih basah. Mohon penjelasannya trims.

    Dijawab Oleh : Iis ismayanti
    Diskusi Dari:
    wkjchu56042488

    bu bidan, saya ingin tau apa saja manfaat berenang bagi ibu hamil, itu saja ya bu 🙂

    Dijawab Oleh : wkjchu56042488
    Diskusi Dari:
    Santana jaya

    Selamat malam. Saya riza dari bandung. Mau menanyakan jika asi yang d bekukan didalam freezer yang menggunakan botol kaca kemudian ketika d cairkan dan botol kaca pecah tiba tiba. Apakah Asi yang masih membeku tersebut bisa d manfaatkan atau d buang saja padahal pantat botol kaca sudah pecah. Mohon informasinya karena banyak ibu2 beranggapan sayang ketika asi d buang padahal saya berfikirnya bahwa itu bahaya karena takut ada pecahan kaca. rizausman5@gmail.com

    Dijawab Oleh : Santana jaya
    Diskusi Dari:
    ade

    Pagi Bu Bidan saya mau tanya bagaimana cara mengajarkan anak untuk bisa sopan pada orang lain ? baik itu pada orang tua, teman sebayanya atau pada anak yang lebih kecil darinya ?

    Dijawab Oleh : ade