Resiko Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada Kehamilan


Sesak nafas saat hamil merupakan salah satu hal yang umumnya terjadi saat beraktivitas dan juga saat istirahat. Keluhan ini dapat bersifat fisiologis (normal). Saat hamil, terjadi pembesaran rahim yang diikuti dengan perubahan hormon sehingga dapat mempengaruhi rongga dada.

Dengan meningkatnya rahim, akan mendorong diafragma (lapisan antara rongga perut dan dada) ke bagian rongga dada. Perubahan hormon dalam kehamilan dapat mempengaruhi saluran dan mukosa pernafasan. saat hamil terjadi perubahan jumlah darah di trimester pertama dan meningkat secara maksimum dibandingkan saat tidak hamil. Hal ini meningkatkan kerja jantung ibu. Sesak nafas saat hamil dapat saja normal. Namun, penting bagi kita untuk membedakan antara sesak nafas yang bersifat fisiologis (normal) atau karena penyakit tertentu (ISPA). Keluhan sesak juga berkaitan dengan organ jantung serta paru-paru. Beberapa keluhan yang patut diwaspadai seperti keluhan sesak mendadak disertai bunyi mengik, memiliki riwayat alergi atau asma, sesak disertai nyeri dada, demam, batuk yang berdahak/disertai darah, bibir atau ujung kuku anda mulai kebiruan dan penurunan berat badan secara drastis. Jika terjadi keluhan tersebut, menandakan adanya Infeksi pada saluran pernafasan (ISPA).

Hal ini tentu berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin. Infeksi saluran pernafasan dibagi menjadi 2 yaitu :

Infeksi Saluran Pernafasan Atas

Organisme penyebab infeksi saluran pernafasan atas adalah virus, rinovirus, influenza, parainfluenza dan bakteri seperti streptokokus pneumonia, hemofilus influenza dan lain-lain. Gejala yang umum yaitu penyumbatan saluran hidung, lendir, nyeri tenggorokan, batuk kering atau produktif, sakit kepala dan demam ringan. Tidak ada dampak serius dari infeksi saluran pernafasan atas terhadap kehamilan dan terapinya biasanya bersifat simptomatik dengan antibiotik yang sama dengan perempuan yang tidak hamil.

Infeksi Saluran Pernafasan Bawah

Infeksi saluran pernafasan bawah di bagi atas infeksi akut (bronkitis, pneumoni) dan infeksi kronis (tuberkulosis).

A. Bronkitis akut

Bronkitis akut disebabkan oleh virus dan bakteri. Diagnosis ditegakkan berdasarkan adanya batuk produktif tanpa di sertai demam, sesak nafas, dapat ditemukan gejala pada saluran pernafasan atas. Penderita harus istirahat baring, minum banyak, dan di beri obat bronkodilator. Bila dugaan infeksi bakteri, terapi pilihan adalah amoksilin dan eritromisin (antibiotik). Biasanya tenaga kesehatan akan melakukan pemeriksaan dahak untuk tes kepekaan kuman, kemudian di berikan anti biotika yang lebih tepat.

B. Pneumonia

Pneumonia merupakan infeksi saluran pernafasan bawah yang melibatkan alveolus dan bronkiolus (saluran pernapasan pada bagian paru-paru). Serangan asma dan pneumonia pada kehamilan merupakan penyebab kematian terbesar non obstetri (bukan dari masalah kandungan) setelah serangan jantung. Pneumonia dibagi menjadi 2 :

1. Pneumonia bakterial

Gejalanya batuk berdahak, sesak dan nyeri dada. Biasanya ibu hamil dengan pneumonia memerlukan intubasi (tindakan medis berupa memasukan tabung melalui mulut atau hidung untuk menghubungkan udara luar dengan kedua paru). Hal ini perlunya diagnosis dini, penanganan yang efektif dan pemantauan yang ketat. Penangananya pemberian antibiotika melalui intravena (pembuluh darah) atau obat yang diminum untuk pneumonia tanpa komplikasi. Bila terdapat komplikasi dapat diberikan antibiotik yang sesuai. Anjuran untuk mengikuti vaksin terhadap pneumonia dengan proteksi 60-70%. Vaksinasi ini dapat di ikuti oleh ibu hamil yang sehat, ibu dengan gangguan imunologi, infeksi HIV, diabetes, penyakit jantung, paru, ginjal, dan asplenia (tidak adanya limpa).

2. Pneumonia influenza

Dampak pada kehamilan yaitu peningkatan kejadian skizofrenia (gangguan mental kronis yang menyebabkan penderitanya mengalami delusi, halusinasi, pikiran kacau, dan perubahan perilaku) setelah bayi mulai dewasa. Penatalaksanaanya pemberian obat supportif (pengobatan yang diarahkan untuk menjaga integritas fisiologis (keadaan normal) atau sampai daya penyembuhan pasien berfungsi untuk meniadakan kebutuhan perawatan lebih lanjut. Anjurkan penggunaan vaksin influenza pada semua ibu hamil di musim influenza (oktober-mei) tanpa memandang usia kehamilan.

3. TBC (tuberkulosis)

Gejala awal TBC dalam kehamilan adalah batuk berdahak, batuk berdarah, demam, penurunan berat badan, anoreksia, lemas, dan pada pemerikasan foto toraks terdapat tanda-tanda pertumbuhan bakteri TBC. Pada trimester pertama hindari foto toraks karena efek radiasi seidiktpun masih berdampak negatif pada sel-sel muda janin. Dampak TBC pada kehamilan salah satunya bayi lahir prematur, IUGR (bayi meninggal dalam kandungan), berat badan bayi lahir rendah (kurang dari 2,5kg), infeksi plasenta dan infeksi pada janin yang menyebabkan tuberkulosis kongenital (terinfeksi TBC sejak lahir). Penatalaksanaanya yaitu sebelum hamil seorang perempuan penderita TBC perlu konseling mengenai pengaruh kehamilan dan TBC, serta pengobatanya. Perbaiki keadaan gizi dan pola sehari-hari. Pemberian obat selama 6 bulan dan jangan ada yang terlewat satu hari pun (pengobatan sama dengan ibu yang tidak hamil).

Asma

Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Pada kehamilan asma akan berdampak pada komplikasi seperti preeklampsia, IUGR (bayi meninggal dalam kandungan), kurangnya oksigen pada bayi sehingga menyebabkan janin distres/gawat janin dan resiko bayi tertular asma. Penangananya hindari lingkungan yang mampu menyebabkan asma kambuh, pemeriksaan secara ketat fungsi paru dan kesejahteraan janin, pemberian obat bronkodilator (memperlancar pernapasan).

Citra Dewi Amd.Keb - July 25, 2018
Diskusi Dari:
Via

ibu bidan, saya mau bertanya tentang istri saya yang mengalami buang-buang air mencret, katanya perutnya tidak enak seperti ada bunyi air deras, dia juga punya maag. apa bahaya nanti buat janin di dalam perutnya?

Dijawab Oleh : Via
Diskusi Dari:
Anonymous

Buk bidan kenapa ea bayi saya klo tidur bunyi nya gro grok usianya 4blan

Dijawab Oleh :
Diskusi Dari:
Alfiyah

Dok saya mau bertanya, akhir akhir ini saya sering kali merasakan susah tidur atau insomnia. Akibat insomnia, di kantorpun kerjaan menjadi menumpuk dan konsentrasi tidak seperti biasanya. Saya mau bertanya, bagai mana cara mengatasi insomnia akut ini?

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Dinda vika

Dok saya mau bertanya, terakhir istri saya kan haid pada tanggal 8 februari hingga tanggal 14 februari. Namun setelah 1 minggu bersih dari haid, kemudian pada tanggal 20, 21, 22 istri saya mengeluarkan darah yang memang terbilang kecil hanya sebesar cendol tapi bergumpal. Namun, setiap hari hanya ada 1 gumpalan saja yang keluar ini. Yang saya mau tanyakan, ini kira kira kenapa ya dok dengan kondisi istri saya? berbahaya tidak dok, mohon penjelasannya, terimakasih.

Perlu Jawaban

Siang ibu bidan, saya mau tanya apa ibu hamil yang mual-mual dan eneg saat makan itu wajar? Saya juga kehilangan nafsu makan jadinya, solusinya gimana ya?

Perlu Jawaban