Pengaruh Operasi Vaginoplasty Terhadap Tercapainya Kepuasan Seksual


Vaginoplasty adalah operasi yang dilakukan untuk mengencangkan dan menyempitkan lubang vagina. Peminat operasi ini terus meningkat sebagai operasi kosmetik. Biasanya wanita melakukan operasi ini dengan alasan agar bisa memberikan kepuasan yang maksimal saat melakukan hubungan seksual.  Wanita yang melakukan operasi vaginoplasty lebih banyak pada wanita yang telah melahirkan, menopause, obesitas dll. Sebagian besar wanita yang akan melakukan operasi vaginoplasty mengatakan bahwa pasanganya mengeluh longgar, tidak menggigit, tidak ada sensasi, kurang menggairahkan, dan tidak menyenangkan lagi.

Riwayat persalinan (terutama lebih dari 4), penuaan, dan faktor genetik seringkali menyebabkan otot vagina meregang, robek dan melemah. Diameter vagina membesar dan biasanya pasien merasa kehilangan sensasi dan kesenangan saat melakukanm hubungan seksual. Operasi vaginoplasty dapat mengembalikan kondisi vagina seperti saat sebelum kehamilan, meningkatkan kontrol otot untuk berkontraksi dan meregang, yang pada akhirnya akann mendatangkan kesenangan seksual untuk pasien dan pasanganya.
Operasi vaginoplasty seringkali ditemani dengan labioplasty, disebut sebagai vaginal rejuvenation (peremajaan kembali pada vagina). Operasi ini dilakukan untuk memperindah penampilan bibir vagina yang awalnya panjang bergelambir menjadi kecil dan kencang.

Alasan Wanita Melakukan Operasi Vaginoplasti

• Melahirkan

Adanya pertumbuhan ganas atau abses pada vagina

• Gangguan turunan yang memengaruhi vagina, uretra atau rektum

Prolaps uterin (rahim turun ke lubang vagina)

• Trauma pada area kelamin yang memengaruhi strukturnya. Prosedur ini juga biasanya dilakukan sebagai bagian dari operasi penggantian kelamin.

• Pembesaran diameter vagina

• Sobeknya vagina akibat trauma, perkosaan, danlain-lain

• Pembentukan vagina tidak sempurna

• Keruntuhan rahim, usus, kandung kemih, sebagian dinding vagina.

• Sukar menahan buang air kecil saat batuk

Teknik dan Prosedur Vaginoplasty

Operasi vaginoplasty dilakukan bisa dengan melakukan pembiusan umum atau pembiusan lokal. Tindakan berlangsung dalam satu hingga dua jam.
Tindakan vaginoplasty dilakukan dengan membuang jaringan yang berlebih, merapatkan/menyatukan jaringan penyokong dan otot dinding vagina
serta perineum (daerah antara vulva dan anus). Setelah itu jaringan dikencangkan dengan jahitan yang kuat dan mukosa dijahit tertutup sehingga vagina tampak kencang kembali.

Proses Pemulihan Tindakan Vaginoplasty

Dalam kurun waktu tersebut, lapisan mukosa akan pulih lebih dulu, dengan waktu kurang dari 1 minggu. Selanjutnya, disusul pemulihan jaringan otot dalam waktu kurang dari 3 minggu. Pemulihan terakhir adalah pada jaringan saraf, yang membutuhkan waktu hingga 6 minggu.

Ketidaknyaman saat melakukan operasi ini akan membuat wanita tidak bisa beraktivitas seperti biasanya selama beberapa hari. Setelah 2-4 hari, Anda mulai bisa beraktivitas seperti biasanya dan kembali berolahraga setelah 4 minggu. Penyembuhan sempurna baru dicapai setelah 6 minggu dan dapat kembali aktif secara seksual. Kadang pasien mengeluhkan adanya perdarahan ringan atau nyeri akibat pembengkakan pada daerah operasi. Namun biasanya akan hilang dalam waktu satu atau dua hari. Selama proses penyembuhan pasien dilarang untuk berhubungan seksual dalam waktu 6 minggu setelah operasi

Efek Operasi Vaginoplasty Terhadap Respon Seksual

Meskipun jaringan vagina dapat meregang, operasi mengencangkan jaringan vagina (vaginoplasty) tidak dapat menjamin respon seksual yang tinggi, karena keinginan, gairah, dan orgasme akan timbul pada tubuh seseorang secara alami.

Syarat dilakukanya Operasi Vaginoplasty

Operasi ini sebaiknya dilakukan pada wanita yang tidak ingin lagi memiliki anak. Jika masih ingin memiliki anak maka hasil operasi akan kembali dibuka saat ibu akan melahirkan untuk menghindari robekan yang tidak beraturan saat proses persalinan. Maka hasil operasi dengan biaya yang cukup tinggi ini menjadi sia-sia. Kecuali jika Anda melakukan persalinan yang telah direncanakan sejak awal dengan operasi caesar. Terlepas dari hal tersebut, jangan lupa untuk konsultasi terlebih dulu sebelum operasi dan lakukan tindak perawatan sesuai peunjuk dokter.

Citra Dewi Amd.Keb - July 19, 2018
Diskusi Dari:
Anonymous

Selamat siang bu bidan saya mau bertanya bagaimana cara mengatasi alergi dingin pada anak. Anaks aya berusia 10 tahun dan sering batuk berdahak bahkan sudah 2 minggu. Saya pernah bawa anak saya periksa ke dokter spesialis anak dan katanya batuk yang anak saya derita akibat dari cuaca dingin. mohon penjelasannya apakah anak saya harus bergantung terus pada obat

Dijawab Oleh :
Diskusi Dari:
Anonymous

Selamat siang,
Saya mau menanyakan usia kehamilan saya 6 minggu. Saya sempat terkena batuk kering sampai menekan di perut bahkan sampai keluar keputihan saat batuk. Saat hari ke 4 saya terjadi flek. Saya langsung periksa k dr kandungan. Saat di usg terdapat kantung janin tapi janin belum terlihat lalu dokter memeriksa menggunakan alat langsung dr dlm kandungan. Dan janin terlihat. Tapi detak jantung belum terlihat. Dr mengatakan bahwa resiko besar keguguran. Sehingga saya di minta bedrest dan diberi obat penguat. Yang saya tanyakan, apakah mungkin terdapat janin tapi tidak berkembang? Dan seberapa besar resiko bisa berkembang dengan normal? Dan apa yang harus saya lakukan selain bedrest? Mohon informasinya

Dijawab Oleh :
Diskusi Dari:
mahdi

Siang dok. Saya Shelly. Anak saya yang berusia 1 bulan terkena pilek tapi tidak panas. Ada batuk sedikit jika sedang menyusui saja. Bagaimana cara menanganinya ? Apa perlu saya periksakan ke dokter ?

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Silvia Rizkiana Sari

selamat siang ibu bidan, yang saya ingin tanyakan tentang kehamilan saya apakah normal perut terasa seperti kram, tegang dan sakit padahal kehamilan baru masuk trimester pertama dan ini pengalaman pertama saya hamil, apakah ini berbahaya atau tidak ya bu? Ditunggu jawabannya.

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Diranan

Halo Bu Bidan, saya mau tanya
Bayi saya umur 4 bulan setiap mau pipis gelisah dan kadang menangis dulu, baru setelah itu dia pipis, tapi tidak diserta demam. Apa kondisi ini normal ?

Perlu Jawaban