Penyebab, Ciri dan Penanganan Janin Tidak Berkembang

Curhat Bidan – Janin tidak berkembang merupakan salah satu gangguan kehamilan yang harus diwaspadai. Hal ini dikarenakan dari angka sekian kehamilan ada 1 atau 2 ibu hamil yang mengalami kondisi janin tidak berkembang. Janin tidak berkembang yaitu janin yang tidak dapat berkembang sebagaimana umurnya. Misalkan, janin berusia 3 bulan akan tetapi janin tersebut masih sama seperti janin yang berusia 2 bulan. Hal inilah yang disebut dengan janin tidak berkembang. Pada usia kehamilan 1 bulan sampai 3 bulan merupakan masa untuk mengetahui apakah janin berkembang atau tidak, sedangkan usia kandungan lebih dari 1- 3 bulan disebut dengan janin menginggal dalam kandungan.

Apakah janin yang tidak berkembang dapat dipertahankan ?

Apabila ada ibu hamil yang bertanya apakah janin yang tidak berkembang bisa dipertahankan dan dapat berkembang lagi jika diberikan nutrisi yang bergizi ? Tentu jawaban dari pertanyaan tersebut adalah tidak dapat dipertahankan dan harus dikeluarkan. Kenapa demikian? Karena bakal janin tersebut telah meninggal di dalam kandungan, meskipun diberi nutrisi banyak bakan janin tersebut tidak akan berkembang lagi. Janin yang benar-benar sudah tidak berkembang harus segera dikeluarkan supaya tidak menimbulkan masalah kesehatan yang serius bagi ibu.

Penyebab Janin Tidak Berkembang

Ibu hamil dengan usia kandungan 1-3 bulan sangatlah rentan mengalami janin tidak berkembang. Dengan mengetahui penyebab janin tidak berkembang berharap ibu hamil bisa menghindarinya.
Berikut ini penyebab jani tidak berkembang yang harus diketahui ibu hamil, diantaranya :

  1. Kurang Mengkonsumsi Asam Folat
    Ketika ibu hamil memeriksakan kandungan kebanyakan bidan atau dokter akan memberikan obat berupa asam folat. Pemberian asam folat bukan tanpa alasan, manfaat asam folat untuk ibu hamil merupakan nutrisi yang penting bagi janin ada dalam kandungan. Asam folat bermanfaay untuk perkembngan janin yang berada di dalam kandungan. Pertumbuhan janin tersebut disertai dengan organ-organ penting di dalamnya. Kekurangan asupan asam folat ketika hamil terutama pada saat hamil muda bisa menyebabkan janin tidak berkembang.
  2. Infeksi Rubella
    Rubella merupakan infeksi yang dapat menyebabkan janin di dalam kandungan tidak berkembang. Sama dengan herpes, virus rubella bisa masuk ke dalam plasenta. Apabila sudan masuk ke dalam plasenta, virus bisa mengganggu perkembangan janin, merusak janin sehingga tidak berkembang. Virus rubella juga bisa menyerang sistem imun tubuh ibu hamil sehingga konsidi tubuh ibu hamil tidak stabil.
  3. Infeksi Herpes
    Ibu hamil yang memiliki penyakit menular seksual (PMS) seperti herpes dapat membuat janin yang ada di dalam kandugannya tidak berkembang. Pemeriksaan infeksi sebelum hamil sangatlah penting. Virus herper bisa masuk kedalam plasenta, merusak janin dan membuat janin tidak berkembang.
  4. TORCH
    Torch adalah virus yang sangat ditakutkan bagi sebagian wanita. Hal ini dikarnakan TORCH dapat menyebabkan berbagai macam masalah kandungan dan gangguan kehamilan. Torch tidak boleh disepelekan karena dapat menyebabkan keguguran berulang-ulang, janin tidak berkembang secara berulang. Torch juga bisa menyebabkan janin meninggal di dalam kandungan maupun di luar kandungan sesaat telah melahirkan.

    TORCH merupakan infeksi yang timbul oleh Citi Mengalo Virus. Virus akan menyerang sistem imun tubuh ibu dan menyerang janin di dalam kandungan. Bagi penderita TORCh haruslah rutin melakukan pemeriksaan baik sebelum hamil maupun saat hamil, karena perkembangan virus torch harus terpantau oleh dokter.

  5. Perokok Aktif ataupun Pasif
    Bahaya merokok saat dalam keadaan hamil baik aktif maupun pasif dapat berdampak buruk bagi janin yang ada di dalam kandungan. Apabila ibu hamil sering merokok dan terkena asap rokok, bisa menyebkan janin tidak berkembang. Untuk itu disarankan menjauhi rokok.
  6. Anemia
    Ibu hamil yang mengalami anemia selama kehamilannya bisa menyebabkan janin tidak berkembang. Hal ini dikarenakan jumlah sel darah merah yang sedikit dan membuat pasokan darah ke janin menjadi berkurang sehingga menyebabkan janin berhenti pertumbuhannya dan tidak berkembang.

Ciri – Ciri Ibu Hamil Mengalami Janin Tidak Berkembang

Ibu hamil kebanyakan tidak menyadari bahwa janin yang dikandungnya sudah tidak berkembang. Berikut ini  ciri janin tidak berkembang yang harus diketahui :

  1. Pendarahan
    Pendarahan hebat tanpa henti merupakan salah satu tanda janin tidak berkembang. Pendarahan ini seperti saat menstruasi. Ketika terjadi pedarahan hebat, jaringan yang membentuk bakal janin sedang luruh atau rontok.
  2. Nyeri Hebat
    Janin yang tidak berkembang akan meberikan ciri berupa nyeri yang hebat pada perut. Semakin lama nyeri akan tersebut akan semakin hebat. Beberapa saat setelah rasa nyeri, baru pendarahan akan muncul. Kondisi ini juga terjadi saat mengalami hamil anggur.
  3. Flek Terus Menerus
    Flek bercak darah yang muncul terus menerus merupakan salah satu tanda janin tidak berkembang. Flek bisa berwarna coklat ataupun berupa darah segar. Flek tidak akan berhenti bahkan bisa sampai 2 minggu lamanya. Flek yang normal biasanya diakibatkan pembesaran rahim dan akan berhenti selama 24 jam . Untuk itu ibu haruslah tahu mana flek yang normal dan tidak normal.

Penanganan Janin Tidak Berkembang

  1. Obat Pelunak Jaringan
    Mengatasi janin tidak berkembang pertama kalinya adalah dengan memberikan obat pelunak jaringan. Obat pelunak jaringan bisa digunakan untuk melunakkan janin dan serviks/leher rahim sehingga janin bisa keluar dengan sendirinya. Efek obat pelunak jaringan adalah akan merasakan nyeri meski rasa nyeri tidak terlalu dalam.
  2. Kuret
    Apabila hasil ISG menunjukan bahwa rahim belum bersih dari jaringan sisa janin maka dokter alan melakukan kuret terhadap ibu yang memiliki janin tidak berkembang. Kuret bermanfaat untuk membersihkan rahim supaya bisa hamil kembali. Rahim yang belum bersih dari sisa jaringan akan menimbulkan ibu terkena masalah kesehatan. Bagi ibu yang baru  melakukan kuret haru menunda kehamilan dalam rentang waktu 3 – 6 bulan. Hal ini dikarenakan rahim belum berfungsi secara normal sehingga apabila terjadi kehamilan akan menimbulkan masalah kesehatan yang lebih seruis.

  3. Mengontrol Kondisi Rahim
    Setelah melakukan kuret pihak medis akan meminta ibu untuk mengontrol kondisi rahimnya kembali. Setelah dikuret memanglah rahim akan bersih dari jaringan janin yang tidak berkembang, akan tetapi untuk memastikan kondisi rahim sudah benar-benar bersih pihak medis akan melakukan USG, karena dengan USG kondisi rahim akan terlihat.

Pencegahan yang harus dilakukan :

  1. Konsumsi Asupan Nutrisi yang Cukup
  2. Olahraga
  3. Hidup Sehat
  4. Rutin Periksa Kehamilan
  5. Hindari Nikah Muda
  6. Istirahat Cukup
  7. Memeriksan Kesehatan

Asupan nutrisi yang sehat, bergizi dan gaya hidup sehat menjadi kunci utama untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat. Pentingnya pemeriksaan pada masa kehamilan yang rutin bisa mengetahui perkembangan janin yang berada di dalam kandungan.

Citra Dewi Amd.Keb - September 14, 2016
Diskusi Dari:
Claudia harapankita

Saya mau tanya kemarin saya melakukan hubungan dengan suami saya tetapi kami berencana menunda momongan. yang jadi masalah tadi siang suami saya tidak sengaja mengeluarkan sperma setetes divagina(saya tidak terasa). lalu saya langsung minum pil KB ? apa pil KB bisa menunda kehamilan? atau pil kontrasepsi darurat jauh lebih manjur dan minum pil kb setelah berhubungan justru tidak berpengaruh dan kemungkinan kehamilan masih ada?
mohon penjelassannnya

Dijawab Oleh : Claudia harapankita
Diskusi Dari:
Asti Anisa

Sore dok, saat ini saya sedang hamil 7 minggu. Tapi kemarin, saya menemukan ada bercak darah atau flek pada celana dalam. Itu pertanda apa yah dok ? saya takut, apa itu menjadi tanda keguguran atau bagaimana ? Mohon penjelasannya yah dok. Terimakasih.

Dijawab Oleh : Asti Anisa
Diskusi Dari:
Muhammad Hanif Maulana

Selamat sore bu bidan, saat ini saya sedang mengandung usia 8 bulan, dan setelah melakukan USG ternyata bayi saya mempunyai berat badan yang tergolong bayi besar. Kata dokter, saya lebih baik melakukan episiotomi. Tetapi saya ragu dan takut akan rasa sakitnya, dan apakah episiotomi itu amak dilakukan? Mohon penjelasannya, terimakasih

Dijawab Oleh : Muhammad Hanif Maulana
Diskusi Dari:
Debby

Siang Bu Bidan,
Bayi saya usia 4 bulan sering muntah kalau sudah minum ASI. Muntahnya kadang banyak dan kadang sedikit. Apa penyebab bayi saya sering muntah ? Apa bayi saya baik-baik saja kalau sering muntah ?

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Iphunk Charger

Selamat sore bu bidan, saya mau tanya. Bagaimana caranya mengatasi ruam merah pada kulit bayi usia 4 bulan ? apakah bisa dengan bedak tertentu atau diberikan bahan-bahan agar terlihat aman ? mohon jawabannya. Terimakasih

Perlu Jawaban