Penyebab Kehamilan Postmatur, Ketika Bayi Terlambat Lahir

Selama ini kita hanya mengenai gangguan kehamilan pada ibu yaitu kelahiran bayi prematur. Dimana kondisi ini menjelaskan jika bayi lahir sebelum waktunya. Lalu, pernahkah Anda menemukan kasus tentang kelahiran bayi yang terlambat lahir? Ya, seharusnya dia lahir pada usia kehamilan trimester ketiga, atau 9 bulan, namun setelah 9 bulan ternyata bayi belum juga lahir? Dalam kasusnya memang ada, dan bahkan tidak jarang. Nah, untuk itu mari kita mengetahui lebih banyak tentang kondisi ini.

Penyebab Kehamilan Postmatur, Ketika Bayi Terlambat Lahir.

Walaupun bayi postmatur ini adalah kebalikan dari bayi prematur,  bukan berarti kelahiran bayi postmatur tanpa adanya resiko masalah kesehatan. Kedua kondisi ini justru sama-sama rentan terhadap gangguan kesehatan nantinya, dan mempengaruhi kelangsungan hidup.

Disebut dengan istilah Postmatur, jika kehamilan bayi yang biasanya hanya sampai 42 minggu, dan ini lebih dari 42 minggu. Kelahiran postmatur bahkan lebih umum dibandingkan dengan kelahiran prematur. Dalam data kesehatan yang mencakup hal tersebut, ada sekitar 7 persen dari bayi di dunia dilahirkan secara postmatur. Dalam perkiraaan 100 kelahiran saja, 7 diantaranya tercatat terlambat lahir. Namun ada dugaan, persentasi sebesar ini bisa muncul akibat kesalahan hitung di awal-awal kehamilan. Dan yang sudah pasti bahwa kehamilan postmatur ini hanya dihitung sebanyak 2 sampai 3 persen saja.

Yang terjadi pada janin di dalam perut saat Kehamilan Postmatur.

Setelah lewat dari 42 minggu masa kehamilan, biasanya plasenta telah menyusut sehingga mengurangi pasokan oksigen dan nutrisi yang diambil dari ibu untuk bayi di dalam kandungan. Dengan janin yang terus menerus tumbuh di dalam perut yang tidak kunjung lahir, menyebabkan cairan ketubah semakin berkurang. Dampak yang terjadi biasanya adalah tali pusat yang terjepit saay bayi hendak bergerak atau rahim berkontraksi. Akibat kesulitan dalam mendapatkan nutrisi yang terhambat, akhirnya bayi di dalam kandungan justru mulai menggunakan lemak dan karbihidratnya sendiri untuk menyediakan energi. Dengan pertumbuhan janin yang menjadi lambat terkadang menyebaban berat badan menurun. Bayi dengan kelahiran postmatur juga rentan dalam mengembangkan kadar gula darah rendah atau Hipoglemia, karena dengan sendirinya bayi kehabisan simpanan lemak dan juga karbohidrat.

Tidak hanya itu, masalah lainnya yang dapat terjadi pada bayi dengan kelahiran Postmatur, diantaranya :

  • Bayi mengalami sindrom dismaturitas (dysmaturity syndrome).

Bayi yang memiliki karakteristik insufisiensi plasenta seperti kulit yang kering, keriput, mengelupas, kuku dan rambut yang panjang, serta tubuh terlihat kurus akibat kekurangan gizi.

  • Sindrom aspirasi mekonium.

Selain itu, bayi juga mengeluarkan tinja (mekonium) ke dalam cairan ketuban dan kemudian terhirup oleh dirinya sendiri ke paru-paru. Hal ini dapat menyebabkan bayi dalam kandungan kesulitan bernapas dan berisiko mengembangkan komplikasi seperti infeksi paru-paru serta Hipertensi polmunar persisten.

  • Makrosomia.

Akibat kelahiran Postmatur sudah pasti bayi tumbuh terlalu besar sehingga lebih sulit untuk dilahirkan secara normal. Kondisi ini terjadi jika plasenta masih berfungsi dengan baik meskipun sudah melewati 42 minggu.

  • Menyebabkan kelahiran mati.

Bayi tidak bisa diselamatkan dan meninggal di dalam rahim.

Adapun faktor-faktor penyebab ibu hamil harus mengalami kelahiran bayi Postmatur, yaitu :

  • Memiliki riwayat kelahiran terlambat dalam keluarga atau pada kehamilan sebelumnya.
  • Kemungkinan bayi berjenis kelamin laki-laki.
  • Kehamilan ini merupakan riwayat umum terhadap kelahiran anak pertama.
  • Akibat berat badan ibu berlebih.
  • Terjadi kekeliruan estimasi penghitungan usia kehamilan.

Jika kondisi seperti ini tidak ingin terjadi, bukankah sangat penting untuk melaksanakan kontrol kehamilan seperti yang dianjurkan? Jadi, tetap jaga kondisi kesehatan bunda saat hamil, jangan sampai mengabaikan sesuatu yang dirasa salah pada kehamilan.

Semoga sehat selalu bunda dengan kehamilannya, salam!

Citra Dewi Amd.Keb - December 21, 2016
Diskusi Dari:
Ririn

Selamat pagi, saat ini saya tengah mengandung usia 8 bulan. Beberapa hari yang lalu saya mengalami sembelit, yang berujung (mohon maaf) anus saya perih. Saya pikir itu akan sembuh dalam sehari, tetapi kini rasa sakit dan perih bertambah parah, juga seperti ada yang mengganjal. Saya mendiskusikannya dengan suami saya, dan kami rasa itu adalah wasir / ambeien. Yang mau saya tanyakan, apakah bagi ibu hamil itu adalah kondisi yang wajar, dan apakah akan berdampak buruk bagi persalinan saya yang hanya beberapa minggu lagi? Lalu bagaimana cara mengobatinya?
Terimakasih

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Fauzi

Halo Bu Bidan, saya mau bertanya, bolehkah bayi mandi dengan air dingin ? Sejak umur berapa bayi boleh dimandikan dengan air dingin ?

Perlu Jawaban

Apakah ibu hamil yang punya kista harus menjalani persalinan dengan operasi caesar? Masalahnya usia kandunganku kini sudah 9 bulan tapi bayinya belum turun juga, tolong solusinya ya ibu bidan? terima kasih.

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Mocil Ngocol

Selamat pagi bu bidan. Saya mau tanya nih apakah miom dan kista termasuk penyakit kanker? dan apakah keduanya merupakan penyakit yang sama atau berbeda? jika berbeda, apa perbedaannya?
Terimakasih bu bidan, mohon di jawab yah:)

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Obey Hungkul

Selamat siang dok saya mau bertanya, saya telat haid 4hari tapi setelah di test pack hasilnya negatif dok, apa ada kemungkinan untuk saya hamil ? Atau bagaimana ya dok. Terimakasih

Dijawab Oleh : Obey Hungkul