Penyebab Tegang Di Perut Ibu Hamil Selama Kehamilan

Selama masa kehamilan bunda, pasti secara keseluruhan merasakan gangguan kehamilan yang satu ini, yaitu merasakan tegang seperti kejang di perutnya.

Tegang yang terjadi diperut ini sebenarnya terjadi di bagian otot perut. Penyebab otot perut menegang pada ibu hamil pun terjadi karena berbagai alasan dan berbeda tiap-tiap periode kehamilan. Berikut ini selengkapnya mengenai Penyebab Tegang Di Perut Ibu Hamil Selama Kehamilan berdasarkan periodenya.

– Pada periode Trimester pertama.

Dalam periode usia kehamilan trimester petama, biasanya ibu hamil akan mengeluhkan rasa sakit karena tegang di bagian perut. Diantara semuanya, keluhan yang paling umum menyerupai rasa sakit perut seperti saat menjelang menstruasi. Kondisi ini tidak perlu Anda khawatirkan karena ternyata tegang perut yang terjadi pada trimester pertama ini dipengaruhi oleh peningkatan hormon progesteron dan juga relaksin yang menyebabkan sambungan tulang diantara bagian rahim mengalami peregangan. Walaupun tidak berbahaya, jika rasa sakit akibat tegang di perut ini belangsung sampai usia kehamilan 10 hingga 12 minggu, disegerakan untuk melakukan pemeriksaan ya bun!

Selain itu, tegang perut selama kehamilan trimester pertama juga dapat terjadi akibat kondisi ibu yang mengalami perut kembung. Kondisi ini harus diwaspadai jika disertai rasa sakit hingga kram pada sisi peruyt bagian bawah serta menyebabkan flek kecokelatan karena itu bisa berarti pendarahan yang akan membahayakan ibu dan juga janin.

Ada lagi penyebab lainnya yang menyebabkan perut ibu tegang / kram / kejang selama kehamilan trimester petama, yaitu pertanda kehamilan Ektopik. Artinya adalah kehamilan ini berarti kehamilan yang terjadi di luar rahim sehingga menyebabkan sel telur tidak berada pada tempatnya. Dampak terburuk dari kondisi ini selain menyebabkan rasa sakit juga menyebabkan ibu mengalami pendarahan dan keguguran. Maka dari itu, waspadai jika nyeri di perut dan tegang yang terjadi semakin menjadi-jadi.

– Periode trimester kedua.

Perut tegang yang terjadi pada ibu hamil usia kehamilan di periode trimester kedua terjadi rasa tegang yang awalnya ditengah perut, lalu berpindah ke bagian bawah perut kanan ataupun kiri. Kondisi ini terjadi dikarenakan bagian struktur tali yang fungsinya mempertahankan rahim agar tetap berada pada dinding perut (ligamentum) menyebabkan rasa sakit, dan kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan karena tidak berbahaya. Dalam mengatasinya, cukup beristirahat dengan rileks dengan duduk atau tiduran menggunakan bantal yang tinggi.

Seperti tadi, jika kondisi ini berkelanjutan disarankan untuk bunda segera melakkan pemeriksaan lebih lanjut pada dokter kandungan atau bidan terdekat guna mengetahui penyebabnya.

– Di periode kehamilan trimester akhir.

Perasaan tegang di perut pada kehamilan trimester akhir pada ibu hamil, terjadi karena perut ibu yang semakin membesar, dan mengakibatkan terjadinya tekanan di kandung kemih yang berada di bagian dalam perut bawah.

Jika kondisi infeksi terjadi di saluran kemih pada ibu hamil, maka hal ini kemungkinan besar juga akan berdampak pada kemunculan rasa sakit di perut. Beberapa diantara gejala yang berkaitan dengan infeksi saluran kemih yaitu nyeri dan tegang di perut bagian bawah, juga punggung dan seringkali berpotensi menimbulkan kontraksi.

Selain penyebab yang membahayakan, kondisi tegang di perut saat kehamilan trimester akhir juga ada yang merupakan hal biasa dan tidak perlu dikhawatirkan. Yaitu karena janin di dalam perut yang smeakin membesar dan membuat bagian badan seperti kepala serta gerakan aktif bayi di dalam seperti tendangan yang terlalu kuat. Hal ini bisa menyebabkan ibu mengalami kontraksi ringan. Adapun hal yang perlu diwaspadai adalah ketika ibu hamil mengalami sakit di perut yang tidak hanya berupa tegang dan kram, tapi rasa sakit yang tidak tertahankan walaupun telah beristirahat sekalipun.

Normal tidaknya penyebab dari tegang di perut yang terjadi pada Bunda, mudah-mudahan dapa terjawab dari artikel kami. Semoga bermanfaat dan sehat selalu untuk bunda dan si buah hati. Salam!

Citra Dewi Amd.Keb - December 14, 2016
Diskusi Dari:
Ocha Setiani

Selamat sore bu bidan,
Saya sedang mengandung dan usia kandungan saya menginjak trimester 2. Namun, saya masih sibuk bekerja disalah satu perusahaan. Apakah hal ini bisa mempengaruhi kehamilan saya? Lantas bagaimana cara saya menjaga kehamilan dan janin tetap sehat?

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Aolia SucCie Priyatna

Selamat siang bu bidan, saya mau tanya. Adakah umur ideal bagi anak untuk disunat ? Sekarang ini umur anak saya baru menginjak 2 tahun. Apakah usianya masuk kriteria untuk disunat atau belum ? Mohon penjelasannya bu bidan. Terimakasih.

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Ivie Suci

Halo dok, saya Resy saat ini usia bayi saya 2 minggu dan saat usia 4 hari bayi saya disinar selama 2 hari, selama disinar bayi saya diberikan susu formula untuk antisipasi dehidrasi dan pulang kerumah banyak bayi saya banyak bab. Tapi sampai sekarang ini sekitar 9 hari dengan full asi belum bab juga, padahal minum asinya banyak dan buang air kecilnya juga cukup banyak. Ada yang harus dikhawatirkan ga yah dok ?

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Anonymous

Selamat pagi bu bidan saya ingin konsultasi nih saya punya anak usianya baru 4 bulan ketika buang air besar fasesnya berwarna gelap, mulanya berwarna hijau gelap makin kesini fasesnya cenderung kehitaman. Apakah itu normal bu bidan dan kebetulan anak saya minum sufor sama ASI cuma lebih banyak minum sufor daripada ASI. Mohon jawabannya

Dijawab Oleh :
Diskusi Dari:
Aryanto Id

assalamu’alaikum
bu bidan, saya ingin tanya dong kemaren anak saya berumur 4 bulan katanya harus diberikan vaksin DPT namun kemaren pas jadwal imunisasi lagi demam jadi saya telat memberikan vaksin nya. apakah itu tidak berbahaya ? apakah masih bisa diberikan imunisasi DPT tersebut ? terima kasih sebelumnya

Perlu Jawaban