Penyebab Utama Kematian Ibu Saat Melahirkan

Mayoritas penyebab kematian ibu yang terjadi di negara berkembang dikarenakan akibat komplikasi kehamilan, persalinan serta buruknya kinerja pelayanan kesehatan. Hari ini, curhatbidan.com akan membahas secara rinci mengenai penyebab utama kematian ibu saat melahirkan.

Pendarahan adalah penyebab paling mungkin ketiga, kematian bagi wanita di negara-negara berpenghasilan rendah (Organisasi Kesehatan Dunia “WHO”, 2008)

Angka dari WHO (2008) menunjukan bahwa pendarahan ibu merupakan penyebab paling mungkin ketiga, dengan angka yang mencapai 58.000 kematian. Sedangkan aborsi yang tidak aman menjadi penyebab kematian ibu nomor ke lima, dengan angka yang mencapai 24.000 kematian.

Penyebab Utama Kematian Ibu Saat Melahirkan

Penyebab utama kematian ibu diklarisifikasikan sebagai langsung dan tidak langsung. Penyebab langsung berkaitan dengan komplikasi dari kehamilan, persalinan dan periode pasca-partum. Dikatakan penyebab langsung untuk kematian ibu mencapai 80%. Sedangkan penyebab tidak langsung, berkairan dengan kondisi medis yang dapat di perburuk oleh tuntutan fisiologis kehamilan. Gambaran singkatnya ialah sebagai berikut :

A. Penyebab Langsung

Penyebab ini tidak dapat diprediksi, karena bisa jadi merupakan kecelakaan saat proses persalinan, bisa juga karena kondisi ibu yang tiba-tiba drop / melemah, dan kondisi lainnya.

1. Pendarahan

  • Penyebab ini menyumbang sekitar 25% dari kematian ibu saat melahirkan dan risiko yang paling serius secara tunggal untuk kesehatan ibu.
  • Pendarahan hebat atau kehilangan darah ini bisa terjadi selama kehamilan, persalinan atau post-partum
  • Pendarahan yang tidak terkontrol dapat dengan cepat menyebabkan kematian tanpa intervensi medis.
  • Namun, kondisi ini bisa diobati dengan transfuse darah, oxytocics (obat yang menginduksi kontraksi uterus untuk menghentikan pendarahan) atau penghapusan manual plasenta.

2. Sepsis Atau Infeksi

  • Penyebab ini menyumbang sekitar 15% dari kematian ibu saat melahirkan.
  • Terkait dengan kebersihan yang buruk dan pengendalian infeksi pada saat persalinan yang kurang baik, atau adanya infeksi menular seksual yang tidak diobati selama kehamilan.
  • Kondisi ini dapat dicegah atau dikelola dengan standar yang tinggi untuk pengendalian infeksinya, pengujian prenatal yang tepat dan pengobatan infeksi ibu yang tepat, juga penggunaan yang tepat dari antibiotic intravena atau intramuscular selama periode persalinan dan post-partum.

3. Gangguan Hipertensi

  • Penyebab ini menyumbang sekitar 12% dari kematian ibu saat melahirkan
  • Pre-eklampsia atau dikenal juga sebagai toksemia kehamilan ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi), proteinurea (protein dalam urin, atau pembengkakan edema umum), juga berat badan. Jika tidak diobati dengan pengobatan yang tepat dapat menyebabkan eklampsia.
  • Eklampsia ditandai dengan gagal ginjal, kejang, dan koma selama kehamilan atau pasca-partum. Dapat menyebabkan kematian ibu atau bahkan sang bayi,
  • Pre-eklampsia dapat diidentifikasi pada periode prenatal dengan memantau tekanan darah, skrining urin untuk protein , dan melalui penilaian fisik oleh sang dokter yang sudah ahlinya.
  • Pengobatan yang tersedia untuk kondisi ini saat melahirkan termasuk penggunaan obat penenang atau obat anti-convulsant.

4. Proses Persalinan Yang Terlalu Lama Atau Terhambat

  • Penyebab ini menyumbang sekitar 8% dari kematian ibu saat melahirkan.
  • Biasanya disebabkan oleh CPC atau sefalopelvik disproporsi, disproporsi antara ukuran kepala janin dan panggul ibu, yang menyebabkan lamanya bayi keluar, atau bisa juga karena posisi janin saat pengiriman. Bisa di sebut sebagai bayi sunsang.
  • Peningkatan insiden antara perempuan dengan status gizi buruk.
  • Penggunaan metode persalinan pervaginam yang dibantu, seperi forceps, vacuum extractor, atau melakukan bagian Caesar yang dapat mencegah hasil yang merugikan.
  • Terjadinya CPC yang menjadi penyebab utama dari fistula obstetric.

5. Aborsi Yang Tidak Aman

  • Kondisi ini menyumbang sekitar 13% dari kematian ibu saat melahirkan.
  • Di beberapa bagian dari akun aborsi yang tidak aman di dunia mencapat seperti dari kematian ibu.
  • Sekitar 67.000 kasus kematian aborsi yang terkait, terjadi setiap tahunnya di seluruh dunia.
  • Dapat dicegah dengan memberikan aborsi yang aman, pelayanan KB berkualitas, dan perawatan pasca-aborsi yang kompeten.

B. Penyebab Tidak Langsung

  • Kondisi ini menyumbang sekitar 20% dari kematian ibu.
  • Sudah ada kondisi medis sebelumnya, seperti anemia, malaria, hepatitis, penyakit jantung dan HIV/AIDS yang semuanya memang dapat meningkatkan risiko kematian ibu saat melahirkan.
  • Risiko hasil yang merugikan dapat dikurangi melalui identifikasi prenatal dan pengobatan serta ketersediaan pelayanan kebidanan darurat mendasar yang sesuai kegawatdaruratan kebidanan pada saat proses pengiriman.

Untuk setiap kematian ibu ada sekitar tiga puluh kali lebih banyak kasus penyakit kehamilan yang terkait atau cacat. Misalnya, fistula obstetri (pembukaan antara kandung kemih dan vagina) biasanya merupakan hasil dari persalinan yang terhambat. Hal ini menyebabkan inkontinensia (ketidakmampuan menahan kencing). Meskipun fistula dapat dicegah dengan perawatan kebidanan yang baik, mereka memiliki konsekuensi tragis bagi banyak perempuan, yang sering ditinggalkan dan terisolasi.

Nah itulah beberapa penyebab utama kematian ibu saat melahirkan, semoga bermanfaat. Jangan sungkan untuk bertanya kepada kami mengenai keluhan yang Anda miliki 🙂

Mungkin Anda tertarik juga untuk membaca :

Citra Dewi Amd.Keb - October 7, 2016
Diskusi Dari:
Salma Syarifah Latipah

Selamat pagi mba bidan,

Saat ini saya tengah mengandung usia kehamilan 8 bulan 1 minggu. Akhir akhir ini saya sering merasa sakit seperti orang yang mau melahirkan, dan kemarin rasa sakitnya sangat kuat seperti kontraksi yang biasanya datang ketika mau lahiran. Tapi kemarin saya cek ke dokter kandungan, katanya hal itu wajar saja dan kemungkinan bayi saya akan lahir sekitar 2-3 minggu lagi. Yang mau saya tanyakan, apakah hal tersebut wajar? Saya takut terjadi apa apa dengan bayi saya. Terimakasih, saya tunggu jawaban Anda.

Dijawab Oleh : Salma Syarifah Latipah
Diskusi Dari:
Alesha Zahra

Pagi ibu bidan, saya mau tau apa sih bahaya dari placenta previa pada kehamilan?ditunggu jawabannya, terima kasih

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Della Aprita

Pagi dok. Saya seorang ibu yang memiliki anak berusia 7 bulan. Saat ini anak saya sering kali mengeluarkan darah dari bagian hidungnya yang disertai dengan panas dan juga mata merah. Terusterang saya sebagai orang tua merasakan khawatir dengan keadaan anak saya yang masih balita ini. Kalau boleh tau ini itu jenis gejala penyakit apa ya dok? Tolong berikan penjelasannya, terimakasih.

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Rikha Fatimah

Halo bu bidan, saya wanita yang sudah menikah dan usia pernikahan saya 7 bulan tapi belum juga hamil. Saya juga sering menstruasi sambil merasakan nyeri dibagian perut kadang rasa sakit itu masih bisa saya tahan tapi beberapa kali rasa sakitnya tidak bisa saya tahan lagi dan harus minum obat dari dokter. Jika tidak diminum, saya bisa mual dan muntah setelah minum obat rasanya sakit berkurang. Jadi saya mau tanya bu bidan, apa di dalam alat reproduksi saya ada yang salah ? Mungkin kista atau apa ?

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Tivaa Rachmawati Putri

Siang bu bidan, saya sedang hamil muda anak pertama bu bidan. Katanya ada salah satu gangguan mental yang bisa terjadi pada ibu hamil muda yang dinamakan dengan “Baby Blues”. yang ingi saya tanyakan apa sih itu baby blues? benarkah sering menyerang ibu hamil muda? jika benar bagaimana cara saya untuk menghindarinya? lalu seperti apa gejala baby blues tersebut? saya khawatir bu, mohon untuk dijawab bu bidan. Terimakasih

Perlu Jawaban