×

Beberapa Hal Yang Harus Dipersiapkan Untuk Persalinan Di Tengah Pandemi Covid 19

Bagikan Artikel :

Beberapa Hal Yang Harus Dipersiapkan Untuk Persalinan Di Tengah Pandemi Covid 19

Menghadapi pandemic covid 19 yang menakutnkan saat hamil besar sangatlah sulit. Saat kehamilan menginjak trimester 3 harusnya pemeriksaan semakin sering. Bagusnya 2 minggu sekali. Tapi Karena adanya virus corona ini membuat pemeriksaan menjadi ribet. Misalnya harus booking dulu karena dibatasi. Lalu saat dilakukan pemeriksaan suami tidak bisa ikut ke dalam ruanga, dan lain-lain.

Apalagi jika bersalin, beberapa klinik persalinan di tutup. Kalaupun buka ibu yang hendak bersalin hanya diantar oleh satu orang dan tidak boleh ada keluarga yang besuk. Hal ini menjadi tekanan tersendiri bagi ibu hamil.

Status Covid-19 sebagai virus baru membuat dunia medis belum menemukan obat definitif yang terbukti ampuh dapat menghentikan infeksinya. Beragam pertanyaan pasti muncul di benak ibu hamil, khususnya yang sudah mulai menghitung hari untuk menghadapi persalinan.

Yang Perlu Diwaspadai

Ibu hamil termasuk dalam populasi berisiko utama pada pandemi Covid-19. Ibu hamil wajib segera berkonsultasi ke dokter kandungannya jika mengalami gejala flu atau gejala yang sama dengan Covid-19. Segera ke fasilitas kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan Covid-19. Paparan virus yang ditemukan lebih awal akan membuat dokter bisa merekomendasikan perawatan terbaik untuk keselamatan ibu dan bayi.

Perbedaan Penanganan Ibu Hamil Yang Positif Covid-19 Saat Persalinan

Ibu hamil yang positif Covid-19 harus diisolasi sebelum dan setelah persalinan. Pembatasan interaksi juga dilakukan. Yang artinya, Anda tidak diperkenankan untuk menerima kunjungan dari siapapun juga selama masa isolasi. Tapi, bukan berarti ayah tidak bisa mendampingi ibu. CDC merekomendasikan ayah untuk menggunakan alat pelindung diri yang biasa dipakai para petugas medis saat mengunjungi ibu. Durasi kunjungan dibatasi dan ayah diminta untuk tidak menyentuh apapun ketika mengunjungi ibu di kamar isolasi. Ayah tidak boleh berada di dalam kamar isolasi ketika tenaga medis tengah mengambil sampel untuk diperiksa di laboratorium. Tapi, apapun anjuran yang ditetapkan rumah sakit serta petugas medis, sebaiknya dipatuhi demi memperkecil risiko penularan. Ibu akan diperbolehkan pulang, jika gejala Covid-19 sudah berkurang dan terpenting hasil pemeriksaan swab menunjukkan 2 kali negatif.

Ibu Bersalin Yang Positif Covid 19 Tidak Menular Kepada Bayinya

Sampai saat ini belum terbukti bisa ditularkan. Berdasarkan penelitian di Wuhan, Tiongkok, ibu yang positif Covid-19, sesaat setelah persalinan bayi menjalani serangkaian tes laboratorium. Hasilnya, tak ada virus Covid-19 pada bayi yang baru dilahirkan itu. Virus tidak ditemukan dalam darah bayi serta sampel yang diambil dari hidung dan tenggorokan.

Jenis Persalinan Ibu Yang Positif Covid 19

Setiap ibu hamil yang positif covid 19 akan melahirkan secara caesar untuk memperkecil transmisi penularan virus dari ibu ke bayi melalui jalan lahir. Hal ini karena ketika ibu bersalin normal maka dikhwatirkan bayi akan tertular dari berbagai cairan.

Related Posts :

    Persiapan Persalinan Saat Covid 19

    1. Konfirmasi Pihak Rumah Sakit Seluk Beluk Kebijakan dan Prosedur Selama Pandemi
      Peraturan rumah sakit mengenai persalinan bisa saja berubah selama pandem ini berlangsung. Lakukan percakapan mendalam dengan dokter atau bidan yang menanganimu kelak, dan lebih baik lagi lakukan secara spesifik. Saat seseorang memahami apa yang diharapkan, ini akan membantu menghilangkan rasa takut.
      Tanyakan beberapa pertanyaan seperti apa yang harus dilakukan jika kontraksi mulai terjadi, seperti apa prosesnya. Ketika mendatangi rumah sakit, apakah ada pakaian khusus atau hal khusus yang harus dipakai, berapa perawat yang akan dikhususkan untuk merawatmu, dan sebagainya. Dokter dan pihak rumah sakit pastinya menjelaskan tentang perubahan kebijakan yang terjadi selama pandemi ini.
      Sementara itu, ketika sampai pada rencana untuk melahirkan, penting untuk menanyakan sebanyak mungkin pertanyaan yang kamu butuhkan, misalnya:
    2. Persiapkan Perangkat Teknologi Pendukung
      Di tengah penerapan physical distancing ini, rasanya akan sangat sulit untuk mendapatkan dukungan dari keluarga terdekat secara langsung selama proses persalinan. Kemungkinan ibu hanya akan ditemani oleh suami yang juga tetap harus menggunakan masker.
      Oleh karena itu, anda dapat mempersiapkan teknologi pendukung untuk bisa tetap terhubung dengan keluarga. anda bisa mempersiapkan smartphone atau gadget lainnya yang terhubung dengan internet supaya mudah melakukan video call. Pastikan untuk membawa semua perangkat lain yang dibutuhkan, seperti earphone, kabel charging, bahkan meja khusus gadget untuk kelak digunakan di rumah sakit.
    3. Kelola Stres dengan Baik
      Memiliki rencana kelahiran yang baik bisa membantu meringankan perasaan cemas yang akan ibu alami. Namun, ibu juga harus mengakui bahwa situasi pandemi ini telah membatasi aktivitas manusia. Ingatlah, anda tidak sendiri dalam menghadapi hal ini, banyak wanita di berbagai penjuru dunia yang sedang merasakan beban yang sama dengan anda.
      Untuk menenangkan dan meringankan rasa cemas anda bisa melakukan latihan peregangan tubuh, latihan pernapasan dan menelepon bidan jika perlu. Berfokuslah untuk merawat diri sendiri sebanyak mungkin. Konsumsi makanan sehat, cukupi kebutuhan cairan, letakkan tanganmu di perutmu dan nikmati kehamilan.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : April 24, 2020

    Pertanyaan Pengunjung :

    Keputihan dan nyeri haid

  • Oleh : El Shafilla
  • 1 tahun, 1 bulan yang lalu

    Umur saya 24 tahun saya sering keputihan berwarna putih tidak berbau apalagi jika mendekati siklus haid.kadang juga saya sering sakit pinggang seminggu sebelum haid dan sakit di bagian bawah perut saat berhubungan di waktu 2 atau 1 hari sebelum datang haid apakah itu normal?
    Dan saya juga pernah ada bercak merah setelah berhubungan dengan suami 1hari setelah haid

    hamil tapi masih perawan

  • Oleh : NIATMAWATI MENDROFA
  • 2 tahun, 10 bulan yang lalu

    maaf mau tanya..saya dan suami nikah sudah 7 bulan…dan saya alhamdulillah sudah hamil 5 bulan…masalahnya hymen saya masih utuh (intact) sampai sekarang,dokter menyarankan untuk operasi pembukaan hymen tapi saya takut…apakah apabila tidak dioperasi, hymen saya bisa sobek dengan sendirinya ataukah malah akan menutupi/mengganggu proses kelahiran anak saya nanti?

    Pendarahan

  • Oleh : githa
  • 2 tahun, 8 bulan yang lalu

    Saya hamil 8 minggu tp sblmnya tdk masalah tp saya ada flek dan dan darah saat pup. Rasanya kaya haid

    Kanker ovarium pada wanita remaja

  • Oleh : Rhiyad Suhpriatin
  • 1 tahun, 11 bulan yang lalu

    Selamat sore bu bidan, saya mau tanya Apakah kanker ovarium ini bisa menyerang wanita atau remaja berusia 20 tahunan? Sebab beberapa dari gejalanya dialami? Terimkasih.

    Apakah masturbasi mempengaruhi kesuburan?

  • Oleh : teenasuttor096
  • 3 tahun, 7 bulan yang lalu

    Selamat malam bu bidan saya mau tanya apakah onani atau masturbasi bisa mempengarhi kesuburan? Mohon jawabannya

    Tanya Bidan