Benarkah Lilitan Tali Pusat Harus Dilahirkan dengan Operasi Caesar ?

Share Dan Tag Teman Kamu Di :


  • Tali pusat berperan penting dalam kelangsungan tumbuh kembang janin karena berfungsi sebagai sumber oksigen, nutrisi dan pembuangan zat-zat sisa. Gerakan janin dalam rahim yang aktif pada tali pusat yang panjang, kemungkinan besar dapat terjadi lilitan tali pusat. Tali pusat dapat membentuk lilitan sekitar badan, bahu, tungkai atas/bawah dan leher. Keadaan ini juga bisa dijumpai pada air ketuban yang berlebihan (polihidramnion), tali pusat yang panjang dan bayi yang kecil.

    Lilitan tali pusat dapat diketahui lewat pemeriksaan USG. Tidak semua lilitan tali pusat harus berujung dengan operasi caesar, tapi proses persalinan pervaginam bisa dilakukan dengan pemantauan ketat dan observasi denyut jantung janin. Bila denyut jantung terganggu, persalinan diakhiri dengan bedah sesar.

    Tanda-tanda Adanya Lilitan Tali Pusat

    1. Pada bayi dengan usia kehamilan lebih dari 34 minggu, namun bagian terendah janin (kepala atau bokong) belum memasuki pintu atas panggul.

    2. Pada janin sungsang atau melintang yang menetap, meskipun telah dilakukan usaha untuk memutar janin.

    3. Terjadi tanda penurunan detak jantung janin di bawah normal, terutama pada saat kontraksi rahim.

    4. Menghalangi proses kelahiran Lilitan tali pusat menyebabkan lamanya proses persalinan.

    Hal ini terjadi karena pada saat proses turunnya kepala bayi ke dasar panggul akan tertahan oleh lilitan yang menyebabkan tali pusat menjadi pendek. Walaupun demikian kehamilan dengan adanya lilitan tali pusat pada janin masih bisa dilahirkan secara normal/pervaginam. Dokter atau bidan akan memotong tali pusat pada saat kepala bayi sudah keluar dari jalan lahir. Namun jika lilitan tali pusat membuat bagian terendah janin tidak terjadi penurunan maka alternatif terakhir dilakukan operasi caesar.

    5. Warna air ketuban hijau

    Lilitan tali pusat bisa menyebabkan perubahan warna air ketuban menjadi hijau. Hal Ini bisa terjadi karena adanya tali pusat yang melilit dengan kencang bagian tubuh bayi sehingga bayi mengeluarkan menkonium. Maka air ketuban akan bercampur dengan mekonium dan berubah warna menjadi hijau

    Cara Mendeteksi Adanya Lilitan Tali Pusat

    Satu-satunya cara untuk mendeteksi adanya lilitan tali pusat pada janin adalah dengan pemeriksaan USG khususnya color doppler, dan USG 3 dimensi yang dapat memastikan adanya lilitan tali pusat.

    Lilitan Tali Pusat yang Kencang Bisa Membahayakan Janin

    Bayi yang banyak bergerak, maka menjadi alamiah jika sampai terlilit. Hal ini akan menjadi bahaya jika bayi tidak bergerak-gerak seperti pada umumnya. Lilitan yang sudah kencang yang mengakibatkan bayi tertekan, membuat kompresi pada pembuluh darah tali pusat. Ini membuat suplai darah yang ada di dalam tubuh berkurang. Padahal darah tersebut mengandung oksigen dalam proses pernafasan. Darah ini juga berguna untuk membawa zat gizi ibu hamil yang masih masuk ke tubuh bayi, yang berasal dari makanan ibu. Jika sampai suplai darah berkurang, maka darah yang mengandung makanan ini juga akan berkurang. Berbagai kejadian dan runtutan peristiwa ini akan membuat bayi mengalami masa sulit. Misalnya terjadi sesak napas dan janin mengalami distres.

    Cara Mengatasi Lilitan Tali Pusat

    Jika lilitan tali pusat baru satu lilitan biasanya masih bisa lepas kalau bayinya bergerak ke arah yang berlawanan. Dokter tidak bisa melakukan tindakan untuk membetulkan lilitan. Oleh karena itu bila kondisinya semakin parah maka terpaksa bayi dilahirkan lewat caesar. Pada beberapa kondisi, kasus lilitan tali pusat ini harus segera di terminasi atau dilahirkan sebelum menjadi fatal terhadap bayi.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Citra Dewi Amd.Keb - July 19, 2018
    Diskusi Dari:
    Sherly davies

    Selamat Siang Dok, Saya mau bertanya, saat ini saya sedang menunda kehamilan. Saya sering kali melakukan hubungan intim bahkan hingga 3 sampai 4 kali seharinya. Namun karena saya menunda kehamilan, saya selalu mengeluarkan sperma di luar. Yang saya mau tanyakan apakah dengan kondisi dan kebiasaan ini saya bisa hamil? dan apa dampak bahaya dan manfaat melakukan hubungan intim yang sering ini?

    Dijawab Oleh : Sherly davies
    Diskusi Dari:
    Indriana Puspa Aliansa

    Halo bu bidan, saya mau tanya, boleh tidak bayi usia 5 bulan diberi vitamin untuk daya tahan tubuhnya agar kuat ?

    Dijawab Oleh : Indriana Puspa Aliansa
    Diskusi Dari:
    debbyaprilyulia

    apakah bahaya dari ibu hamil yang baru terdeteksi virus toksoplasma?

    Dijawab Oleh : debbyaprilyulia
    Diskusi Dari:
    tickanevianti

    selamat siang, saya mau tanya sekarang saya memasuki umur kehamilan 30w berdasar hasil USG terakhir berat badan janin saya 1,04 kg apa berat tersebut kurang? dan jika saya berpuasa ramadhan apa di perbolehkan/ tidak karena faktor berat badan janin tersebut

    Dijawab Oleh : tickanevianti
    Diskusi Dari:
    Santana jaya

    Selamat malam. Saya riza dari bandung. Mau menanyakan jika asi yang d bekukan didalam freezer yang menggunakan botol kaca kemudian ketika d cairkan dan botol kaca pecah tiba tiba. Apakah Asi yang masih membeku tersebut bisa d manfaatkan atau d buang saja padahal pantat botol kaca sudah pecah. Mohon informasinya karena banyak ibu2 beranggapan sayang ketika asi d buang padahal saya berfikirnya bahwa itu bahaya karena takut ada pecahan kaca. rizausman5@gmail.com

    Dijawab Oleh : Santana jaya