×

Durasi Cuti Melahirkan Dari Berbagai Negara

Bagikan Artikel :

Durasi Cuti Melahirkan Dari Berbagai Negara

Bu bidan mau nanya nih, bunda-bunda cuti melahirkan berapa lama? Rata-rata 3 bulan ya. Tapi kalau liat negara lain kayaknya enak ya, cuti lama ditemani suami pula. Berbeda dengan negara kita, suami hanya diberi cuti 2 hari. Padahal ibu baru melahirkan butuh banyak bantuan, terlebih ibu-ibu yang single fighter alias berdua saja (ibu dan bayi). Sehingga banyak ibu yang mengalami depresi hingga post partum blues.

Ngomong-ngomon soal cuti melahirkan. Kali ini Bidan Citra akan share beberapa aturan cuti melahirkan di berbagai negara. yuk simak di bawah ini!

Related Posts :

    Durasi Cuti Melahirkan Dari Berbagai Negara

    1. Jepang
      Orangtua boleh mengajukan cuti (libur) dari kantor tanpa harus berhenti dari pekerjaan tersebut sampai si anak berusia 1 tahun. Selama cuti, sebagai ganti dari gaji, mereka tetap mendapat tunjangan dari pemerintah sebesar setengah dari gaji mereka. Wah, menarik! Ayah dan Bunda bisa mengajukan cuti melahirkan selama satu tahun. Bahkan pegawai negeri di Jepang bisa mengajukan cuti sampai 3 tahun. Namun, tentunya sebelum mengajukan cuti ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, diantaranya pegawai yang sudah bekerja lebih dari satu tahun di tempat yang sama. Kemudian, pastikan jika ia mengambil cuti satu tahun, setelahnya ia masih akan bekerja di tempat tersebut, dalam arti tidak terikat kontrak kerja lain.
    2. Arab Saudi
      Pekerja wanita di Arab Saudi mendapatkan hak cuti melahirkan sebanyak 70 hari. Dengan 28 hari sebelum persalinan dan sisanya setelah melahirkan. Selama cuti tersebut, gaji ibu dibayarkan sebanyak 50 persen dari gaji normalnya. Pemerintah Arab Saudi juga memberikan izin bagi ibu yang ingin menyusui anaknya selama satu jam setiap hari kerja. Cuti untuk ayah pun diberikan, yang sebelumnya tidak ada hak untuk hal tersebut. Baru-baru ini cuti melahirkan untuk ayah ditambah menjadi 3 hari yang sebelumnya hanya 1 hari.
    3. Inggris
      Negara Inggris menerapkan kebijakan wanita pekerja mendapatkan hak nya untuk cuti melahirkan selama 52 minggu dan 90 persen gaji dari pekerja wanita tersebut masih tetap dibayarkan. Para ayah juga mendapatkan hak nya untuk cuti sebagai salah satu bentuk dukungan untuk mengasuh anak di usia dini. Selain itu peran ayah juga pentik untuk menyukseskan pemberian ASI kepada sang buah hati.
    4. Kanada
      Tahukah Moms saat ini angka kelahiran di Kanada adalah 1,61%? Angka tersebut masih dibawah dari yang dibutuhkan untuk menopang kebudayaan di negaranya. Oleh karena itu, pemerintah Kanada diharuskan menggalakkan laju penambahan penduduknya, agar populasi di Kanada terus berkembang. Pekerja wanita yang melahirkan di negara ini dapat jatah cuti selama setahun, tapi syaratnya lumayan rumit. Setidaknya harus bekerja lebih dari 600 jam dan sudah membayar asuransi karyawan selama setahun. Setelah semua terpenuhi, mereka berhak dapat cuti selama 52 minggu dengan 55% gaji di 17 minggu pertama dan penyesuaian setelahnya.
    5. Swedia
      Salah satu negara yang memiliki kebijakan cuti melahirkan terlama adalah Swedia. Dengan tingkat kelahiran rendah, Swedia membuat peraturan cuti yang luar biasa menguntungkan bagi ibu hamil. Tidak tanggung-tanggung, cuti yang diberikan adalah selama 420 hari atau setahun lebih 2 bulan. Dan tidak cuma itu, si ibu yang sedang cuti tersebut juga tetap mendapatkan haknya sebesar 80% dari keseluruhan gajinya setiap bulan. Hal ini tentu saja bertujuan agar para ibu di sana tergiur untuk memiliki anak karena fasilitas cuti yang diberikan negara sangat lama. Wah, menarik sekali ya, Moms!
    6. Norwegia
      Norwegia mungkin adalah negara terbaik untuk para pekerja wanita yang melahirkan. Hal tersebut karena di negara ini, masa cuti untuk ibu melahirkan adalah sebanyak 36 sampai 46 minggu. Untuk mereka yang cuti pendek, gajinya akan diberi 100%. Sedangkan mereka yang mengambil masa cuti terlama, tetap mendapatkan 80% gajinya.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : August 30, 2021

    Pertanyaan Pengunjung :

    Haid tidak teratur

  • Oleh : Fitri Fitri
  • 1 tahun, 3 bulan yang lalu

    Dok apakah haid tidak teratur bisa hamil

  • Oleh : Fitri Fitri
  • Asi

  • Oleh : Santana jaya
  • 4 tahun, 2 bulan yang lalu

    Selamat malam. Saya riza dari bandung. Mau menanyakan jika asi yang d bekukan didalam freezer yang menggunakan botol kaca kemudian ketika d cairkan dan botol kaca pecah tiba tiba. Apakah Asi yang masih membeku tersebut bisa d manfaatkan atau d buang saja padahal pantat botol kaca sudah pecah. Mohon informasinya karena banyak ibu2 beranggapan sayang ketika asi d buang padahal saya berfikirnya bahwa itu bahaya karena takut ada pecahan kaca. rizausman5@gmail.com

    Haid tidak lancar setelah melahirkan

  • Oleh : wastini
  • 4 tahun, 7 bulan yang lalu

    Selamat pagi bu bidan saya mau bertanya istri saya mengalami haid yang tidak lancar setelah melahirkan namun di awal nipas haid istri saya lancar-lancar saja. Dan setelah itu selama 3 bulan istri saya tidak haid juga mohon penjelasannya apakah ini normal?

    Bingung dengan seseorang yang ngasih harapan ke kita ngajak serius sedangkan dia

  • Oleh : fajar prasetyo
  • 2 tahun, 8 bulan yang lalu

    Dia tadinya mau ngajak serius sama saya dan saya juga mau serius sama dia …dan sedangkan dia punya pacar.
    Dia pernah ditinggal pacarnya nikah ?
    Saya takut kalau dia masih punya fikiran kalau menganggap cwo itu sama semua?

    Nyeri Setelah Buang Air Kecil

  • Oleh : Bang Andre
  • 5 tahun, 3 bulan yang lalu

    Di usia saya yang baru menginjak 19 tahun, saya sering kali merasakan perih setelah buang air kecil, padahal saya belum menikah. Apakah hal ini berbahaya bagi kesehatan saya? Dan apa biasanya yang menyebabkan rasa perih itu sering muncul setelah buang air kecil ini?

  • Oleh : Bang Andre
  • Tanya Bidan