Water Birth Mampu Mengurangi Nyeri Bersalin

Share Dan Tag Teman Kamu Di :

  •  

    Para bidan dan sejumlah dokter kandungan mengatakan bahwa menggunakan air sebagai media dalam proses persalinan mampu mengurangi stres dan mengurangi komplikasi pada bayi. Metode melahirkan di dalam air atau water birth semakin populer dan menjadi trend persalinan. Selain mampu mereduksi rasa sakit, persalinan di dalam kolam berisi air hangat juga membuat ibu hamil memiliki tenaga lebih untuk mengejan. Berdasar laporan Waterbirth Internasional, metode ini membutuhkan sebuah kolam bersalin khusus berisi air dengan suhu 95-100 derajat Fahrenheit. Sangat disarankan menghindari penggunaan bathtubs atau kolam anak kecil, karena sulit akan mempertahankan suhu yang tepat.

    Melahirkan di dalam air membantu ibu hamil merasa lebih rileks sehingga dapat mengurangi rasa sakit saat persalinan. Dalam rendaman air, kulit akan memiliki elastisitas lebih besar, sehingga memperkecil risiko robek pada jalan lahir bayi. Melahirkan dalam air juga bermanfaat untuk bayi. Medium air memudahkan transisi bayi dari rahim, berisi cairan ketuban, ke dunia luar. Bayi akan bernapas dalam air, karena dia tidak akan mulai menggunakan paru-parunya sampai dia dibawa ke udara dalam 10 detik pertama setelah lahir.

    Manfaat Water Birth Bagi ibu

    • Ibu akan merasa lebih relaks karena semua otot yang berkaitan dengan proses persalinan menjadi elastis.

    • Metode ini juga akan mempermudah proses mengejan. Sehingga rasa nyeri selama persalinan tidak terlalu dirasakan.

    • Di dalam air proses pembukaan jalan lahir akan berjalan lebih cepat

    • Air bersifat menenangkan dan membuat nyaman ibu yang akan melahirkan

    • Air hangat akan meningkatkan energi calon ibu pada proses kelahiran (pembukaan lanjut)

    • Air sedikit “mengurangi” berat badan ibu sehingga ibu dapat bergerak dengan bebas

    • Air hangat juga akan meningkatkan kontraksi uterus secara efisien, demikian juga aliran darah, yang pada akhirnya membuat pernapasan otot-otot rahim menjadi jauh lebih baik, berkurangnya rasa sakit pada ibu dan lebih banyak oksigen bagi bayi

    • Pencelupan di air seringkali membantu menurunkan tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh kecemasan ibu

    • Air hangat dapat mengurangi pelepasan hormon stres, sehingga membuat ibu mengeluarkan hormon endorfin yang berfungsi sebagai penghambat rasa sakit

    • Air menyebabkan perineum menjadi lebih elastis dan santai, yang akan mengurangi kejadian sobekan pada vagina saat melahirkan

    • Air menyediakan perasaan pribadi yang membebaskan segala hambatan, kecemasan dan ketakutan.

    Manfaat Water Birth Bagi bayi

    1. Menurunkanrisiko cedera kepala bayi.

    2. Air hangat (suhu 37 derajat Celcius) menyediakan lingkungan seperti di rahim

    3. Peredaran darah bayi akan lebih baik, sehingga tubuh bayi akan cepat memerah setelah dilahirkan.

    4. Selain memberikan banyak manfaat terhadap ibu dan bayi, setidaknya terdapat dua hal yang berkaitan antara manusia dengan air. Hal ini juga yang menjadikan bahan pertimbangan pemilihan air sebagai media persalinan, yaitu :

    a) Sebagian besar manusia sangat nyaman dan respon dengan air

    b) Tubuh manusia terdiri dari sebagian besar air, yaitu :

    • Janin 3 hari terdiri dari 97% air

    • Janin 8 bulan terdiri dari 81% air

    • Manusia dewasa 50-70% air (tergantung kandungan lemaknya)

    Salah satu hal yang paling sering ditanyakan oleh pasien mengenai water birth adalah kekhawatiran bahwa bayi akan menghisap air. Kekhawatiran tersebut terjawab oleh sebuah penelitan bahwa :

    • Bayi dalam rahim mendapatkan oksigen melalui tali pusat, dari plasenta

    • Cairan yang dihasilkan paru secara kimia sama dengan cairan lambung. Cairan ini keluar ke mulut dan ditelan janin

    • Paru-paru bayi selama di dalam rahim berisi semacam cairan yang pekat, sehingga air tak bisa masuk ke dalamnya.

    • Temperatur air yang mendekati tubuh ibu menyebabkan bayi tidak terangsang untuk bernafas

    • Pada saat bayi lahir kadar prostaglandin nya masih tinggi dan otot diafragma dalam tubuhnya belum bekerja.

    Tahapan Persalinan Water Birth

    Proses persalinan di air memiliki tahapan yang sama seperti melahirkan normal. Hanya saja dengan ibu berendam dalam air hangat, membuat sirkulasi pembuluh darah jadi lebih baik. Akibatnya akan berpengaruh pula pada kontraksi rahim yang jadi lebih efektif dan lebih baik. Sehingga waktu tempuh dalam proses persalinan ini lebih singkat dari pada proses melahirkan normal biasa.

    a) Ibu masuk ke dalam air ketika akan melahirkan, ibu mengalami fase pembukaan laten dan aktif. Saat fase aktif pembukaan sudah mencapai 5cm, ibu baru bisa masuk ke kolam air. Pada fase ini biasanya dibutuhkan waktu sebentar saja, sekitar 1-2 jam untuk menunggu kelahiran sang bayi.

    b) Sikap rileks, biasanya begitu ibu masuk ke dalam kolam air akan terasa nyaman dan hilang rasa sakitnya. Ibu dapat duduk dengan relaks dan bisa lebih fokus melahirkan. Dapat juga posisi lain seperti menungging.

    c) Mengedan seiring kontraksi. Di dalam air, mengedan akan lebih ringan, tidak menggunakan tenaga kuat yang biasanya membuat terasa lebih sakit. Air akan memblok rangsang-rangsang rasa sakit. Jadi, rasa sakit yang ada tidak diteruskan, melainkan akan hilang dengan sendirinya. Ditambah lagi kemampuan daya apung dari air yang akan meringankan saat mengedan. Mengedan mengikuti irama datangnya kontraksi. Bayi yang keluar juga tak perlu bantuan manipulasi tangan atau lainnya, kecuali terlihat agak seret keluarnya. Kontraksi yang baik akan mempercepat pembukaan rahim dan mempercepat proses persalinan. Apalagi dengan ibu berendam dalam air, dinding vagina akan lebih rileks, lebih elastis, sehingga lebih mudah dan cepat membukanya. Hal ini pula yang menyebabkan tak perlunya jahitan setelah melahirkan, kecuali bila memang ada robekan.

    d) Pengangkatan bayi. Setelah keluar kaki bayi dan tubuh seluruhnya, barulah bayi diangkat. Darah yang keluar tidak berceceran ke mana-mana, melainkan mengendap di dasar kolam, demikian pula dengan ari-ari bayi.Kontraksi rahim yang baik menyebabkan perdarahan yang terjadi pun sedikit.

    e) Ketika bayi keluar dalam air, mungkin orang khawatir bayi akan tersedak, namun, sebetulnya bila diingat prinsipnya, bayi hidup sembilan bulan dalam air ketuban ibu. Jadi, begitu dia lahir keluar ke dalam kolam, sebetulnya dia lahir ke lingkungan dengan kondisi yang hampir mirip dalam kandungan, yaitu ke dalam air dengan suhu yang sama seperti halnya ketika dalam rahim. Ketika bayi keluar dalam air, saat itu bayi belum ada rangsang untuk
    bernapas. Setelah diangkat ke permukaan barulah terjadi perubahan, timbul rangsangan untuk bernapas dan biarkan ia menangis. Setelah stabil kondisi pernapasannya, barulah digunting tali pusarnya. Mengingat melahirkan di air membuat sirkulasi oksigen ke bayi lebih baik, maka ketika bayi lahir tampak kulit yang lebih kemerahan.

    f) Artinya, oksigenisasi ke bayi lebih baik dan membuat paru-parunya pun jadi lebih baik. Bayi juga tampak bersih tak banyak lemak di tubuhnya. Kemudian bayi dibersihkan dengan disedot sedikit dan dibersihkan tali pusarnya.

    Ada Dua Metode Persalinan di Air

    • Persalinan di air murni. Ibu masuk ke kolam persalinan setelah mengalami pembukaan 6 (enam) sampai proses melahirkan terjadi.

    • Persalinan di air emulsion. Ibu hanya berada di dalam kolam hingga masa kontraksi akhir. Proses melahirkan tetap dilakukan di tempat tidur

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Citra Dewi Amd.Keb - July 25, 2018
    Diskusi Dari:
    Hilman Suhilman

    Pagi bu bidan, nama saya Saddam usia 26 tahun dan saya sudah menikah hampir dua tahun tapi belum memiliki anak. Setelah diperiksa, menurut dokter saya mengidap penyakit azoospermia karena leukosit tinggi. Saya masih mengkonsumsi obat dari dokter tapi ada cara lain kah bu bidan yang lebih alami ? Terima kasih mohon dijawab bu bidan.

    Dijawab Oleh : Hilman Suhilman
    Diskusi Dari:
    mahdi

    Siang dok. Saya Shelly. Anak saya yang berusia 1 bulan terkena pilek tapi tidak panas. Ada batuk sedikit jika sedang menyusui saja. Bagaimana cara menanganinya ? Apa perlu saya periksakan ke dokter ?

    Dijawab Oleh : mahdi
    Diskusi Dari:
    NIATMAWATI MENDROFA

    maaf mau tanya..saya dan suami nikah sudah 7 bulan…dan saya alhamdulillah sudah hamil 5 bulan…masalahnya hymen saya masih utuh (intact) sampai sekarang,dokter menyarankan untuk operasi pembukaan hymen tapi saya takut…apakah apabila tidak dioperasi, hymen saya bisa sobek dengan sendirinya ataukah malah akan menutupi/mengganggu proses kelahiran anak saya nanti?

    Dijawab Oleh : NIATMAWATI MENDROFA
    Diskusi Dari:
    Putri Kintamani

    Bu bidan saya wanita usia 27 tahun, saat ini saya sedang mengandung usia 5 bulan. Yang mau saya tanyakan apakah normal jika saya sering pipis dan bagaimana cara mengatasinya?

    Dijawab Oleh : Putri Kintamani
    Diskusi Dari:
    Tika

    Selamat pagi bu bidan, saya mau bertanya akhir-akhir ini saya sering mengalami sakit perut oh ya saya sedang hamil 7 bulan apakah hal ini normal atau berbahaya. Mohon jawabannya

    Dijawab Oleh : Tika