Resiko pada Bayi Baru Lahir dengan Ensefalokel


Kelainan kongenital merupakan kelainan dalam pertumbuhan struktur bayi yang timbul sejak kehidupan hasiI konsepsi (pembuahan). Kelainan kongenital merupakan sebab penting terjadinya abortus (keguguran), IUFD (bayi lahir di dalam kandungan) dan kematian segera setelah lahir. Kematian bayi dalam bulan-bulan pertama kehidupannya sering diakibatkan oleh kelainan kongenital yang cukup berat, hal ini seakan-akan merupakan suatu seleksi alam terhadap kelangsungan hidup bayi yang dilahirkan. Bayi yang dilahirkan dengan kelainan kongenitaI besar, umumnya akan dilahirkan sebagai bayi berat lahir rendah (BBLR).

Bayi berat lahir rendah dengan kelainan kongenital berat, 20% meninggal dalam minggu pertama kehidupannya. Kelainan kongenital dapat di deteksi dengan beberapa cara pemeriksaan misalnya pemeriksaan ultrasonografi (USG), pemeriksaan air ketuban dan darah janin.

Salah satu kelainan kongenital adalah ensephalokel, yaitu suatu kelainan tabung saraf yang ditandai dengan adanya penonjolan meningens (selaput otak) dan otak yang berbentuk seperti kantung melalui suatu lubang pada tulang tengkorak. Ensefalokel disebabkan oleh kegagalan penutupan tabung saraf selama perkembangan janin. Bisa di belakang kepala, puncak kepala, atau di antara dahi dan hidung. Melalui celah inilah, sebagian struktur otak dan selaput otak keluar. Akibat kelainan ini kelumpuhan anggota gerak, keterlambatan perkembangan, retardasi mental, dan kejang yang berulang.

Faktor Penyebab Ensefalokel

1. Infeksi

2. Faktor usia ibu yang terlalu muda (< 20 tahun) atau terlalu tua ketika hamil (>35 tahun)

3. Mutasi genetik

4. Serta pola makan yang tidak tepat sehingga mengakibatkan kekurangan asam folat. Sebaiknya sebelun hamil, ibu sangat disarankan mengonsumsi asam folat dalam jumlah cukup.

Proses Terjadinya Ensefalokel

Ensefalokel disebabkan oleh kegagalan penutupan tabung saraf selama perkembangan janin. Kegagalan penutupan tabung saraf ini disebabkan oleh gangguan pembentukan tulang cranium saat dalam uterus (rahim) seperti kurangnya asupan asam folat selama kehamilan, adanya infeksi pada saat kehamilan terutama infeksi TORCH, mutasi gen (terpapar bahan radiologi), obat–obatan yang mengandung bahan yang terotegenik. Ensefalokel disebabkan oleh defek tulang kepala (lubang tulang kepala), biasanya terjadi dibagian occipitalis, nasal, frontal, atau parietal.

Gejala Ensefalokel

1. Hidrosefalus

2. Kelumpuhan keempat anggota gerak

3. Mikrosefalus (kelainan otak dengan ukuran kepala lebih kecil dari ukuran kepala rata-rata)

4. Gangguan penglihatan, keterbelakangan mental, dan pertumbuhan.

5. Ataksia (kecacatan dengan koordinasi fisik, seperti berjalan, keseimbangan, ucapan, penglihatan dan menelan).

6. Kejang

Penatalaksanaan pada Bayi dengan Ensefalokel

1. Cegah infeksi perlukaan ensefalokel waktu lahir, menutup luka dengan kasa steril setelah lahir.

2. Persiapan operasi dilakukan sedini mungkin untuk mencegah infeksi otak yang sangat berbahaya. Biasanya dilakukan pembedahan untuk mengembalikan jaringan otak yang menonjol kedalam tulang tengkorak, membuang kantung dan memperbaiki kelainan kraniofasil (kelainan yang mengenai kranio tulang kepala)

3. Pasca operasi perhatikan luka agar tidak basah, ditarik atau digaruk bayi, perhatikan mungkin terjadi hidrosefalus, ukur lingkar kepala, pemberian antibiotik dan pemeriksaan rutin pada tenaga kesehatan.

Pencegahan Kelainan Kongenital Pada Bayi

Bagi ibu yang berencana hamil, ada baikya mempersiapkan jauh jauh hari. Misalnya, mengkonsumsi makanan bergizi serta menambah suplemen yang mengandung asam folat. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya beberapa kelainan yang bisa menyerang bayi. Sumber asam folat banyak didapatkan dari:

1. Sayuran seperti bayam, asparagus, brokoli, lobak hijau, selada romaine, kecambah.

2. Kacang segar atau kering, kacang polong, gandum, biji bunga matahari.

3. Produk biji-bijian yang diperkaya (pasta, sereal, roti)

4. Buah-buahan tinggi asam folat seperti jeruk, tomat, nanas, melon , jeruk bali, pisang, strawberry, alpukat, pisang

5. Susu

6. Putih Telur
Selain itu deteksi dini pemeriksaan toksoplasma atau TORCH sebelum kehamilan, petimbangkan kembali kehamilan pada usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun. Lakukan pemeriksaan rutin ketika kehamilan pada bidan atau dokter kandungan

Citra Dewi Amd.Keb - July 23, 2018
Diskusi Dari:
Mbak aty

Selamat siang dok, saya kan sering membunyikan bagian jari dan juga persendian saya saat sedang pegal. Apakah hal ini berbahaya dok bagi kesehatan?

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Ramadhan

Obat apa yg di gunakan untuk menghilangkan kebiasaan menghisap tangan pada anak

Dijawab Oleh : Ramadhan
Diskusi Dari:
ANGGUN

Usia sy saat ini 36 tahun. Dan berencana utk program kehamilan. Apakah beresiko dgn usia sy sekarang? Dua kali kehamilan tidak ada masalah. Terima kasih

Dijawab Oleh : ANGGUN
Diskusi Dari:
Risky nur

Malem dok, say hamil berusia 1bulan, saya ada asma, tapi semua tes lebih dan ronsen nya bagus semua, tidak menandakan penyakit paru-paru, saat asma mau kambuh pasti selalu batuk terlebih dahulu, pertanyaan saya bahayakah untuk janin saya dok

Dijawab Oleh : Risky nur
Diskusi Dari:
liya

bu bidan, yang ingin aku tanyakan adalah ketika pms sudah datang namun haid tidak kunjung tiba, apakah itu tidak apa2 ? semenjak menikah, siklus haid saya jadi kacau padahal sebelum menikah siklus haid saya 30 hari

Dijawab Oleh : liya