Risiko Tinggi pada Kehamilan dengan Gagal Ginjal

???

Pada kehamilan normal terdapat perubahan bermakna baik pada struktur maupun fungsi dari saluran kemih. Keadaan ini terjadi sebelum usia kehamilan 14 minggu karena pengaruh hormon yang melemaskan lapisan-lapisan otot saluran kemih. Pada fungsi ginjal juga terjadi peningkatan segera setelah konsepsi (pembuahan).

Gagal ginjal merupakan komplikasi yang sangat gawat dalam kehamilan dan nifas karena dapat menimbulkan kematian atau kerusakan fungsi ginjal yang tidak bisa sembuh lagi. Penyakit ginjal kronis (CKD) merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia.

Kehamilan dengan Kelainan Ginjal Kronis

Kehamilan dengan kelainan ginjal kronis merupakan kehamilan dengan resiko yang sangat tinggi. Karena kehamilan sendiri bisa menyebabkan kelainan-kelainan pada ginjal seperti infeksi saluran kemih, hipertensi dan lain sebagainya. Pandangan bahwa perempuan yang menderita penyakit ginjal sebaiknya menghindari kehamilan, telah ada sejak abad lalu. Bayi dipercaya akan kurang baik dan pasien yang menderita penyakit ginjal disarankan melakukan terminasi kehamilan. Nanun saat ini, data-data mengenai perempuan hamil dengan transplantasi ginjal sejak tahun 2000 telah memberikan hasil yang menggembirakan dan sebagian besar perempuan yang mempunyai gangguan fungsi ginjal kehamilanya bisa dilanjutkan.

Ginjal menyekresi hormon dan enzim yang membantu pengaturan produksi eritrosit, tekanan darah serta metabolisme kalsium dan fosfor. Ginjal membuang sisa metabolisme dan menyesuaikan ekskresi air dan pelarut. Dalam kehamilan terdapat perubahan-perubahan fungsional dan anatomik ginjal dan saluran kemih. Ginjal akan memanjang kurang lebih 1 cm dan kembali normal setelah melahirkan. Ureter (bagian yang mengantarkan urin dari ginjal menuju kandung kemih) juga mengalami pemanjangan, melekuk dan kadang berpindah letak namun akan kembali normal pada 8-12 minggu setelah melahirkan.

Kehamilan dengan Kelainan Ginjal Akut

Gagal ginjal akut adalah suatu kondisi di mana ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya secara normal yang terjadi secara akut/tiba-tiba dan tidak berlangsung lama. Biasanya disebabkan oleh infeksi E. coli, gagal ginjal terjadi sebagai akibat dari obstruksi struktur fungsional terkecil dalam ginjal.
Ibu hamil bisa terkena gagal ginjal dengan alasan yang sama dengan yang tidak hamil, misalnya karena infeksi dan kurangnya cairan. kehamilan dapat menyebabkan gagal ginjal akut, sebagai contoh ibu mengalami mual muntah yang berlebihan sehinga akan kehilangan sejumlah cairan dan dibiarkan terlalu lama.

Wanita hamil dengan gagal ginjal akut harus dengan segera dirawat di rumah sakit dan diobati dengan pemberian cairan dan bakterisida (antibiotik). jika fungsi ginjal tidak membaik, kemungkinan perlu dilakukan dialisis, yaitu permurnian darah dengan mesin hinga ginjal puling. Ginjal bersifat reversibel. Dalam beberapa kasus, ginjal tidak lagi berfungsi dengan baik dan pasien diharuskan melanjutkan cuci darah.

Gagal ginjal akut sangatlah jarang, dan merupakan komplikasi serius selama kehamilan. Gagal ginjal akut selama kehamilan bisa disebabkan oleh penyakit yang sering dialami pada wanita hamil misalnya preeklami. pengobatan dengan dialisis diperlukan hingga ginjal berfungsi kembali.

Penyebab Gagal Ginjal

Terjadinya gagal ginjal disebabkan oleh beberapa penyakit serius yang diderita oleh tubuh secara perlahan-lahan berdampak pada kerusakan organ ginjal. Adapun beberapa penyakit yang sering kali berdampak kerusakan ginjal diantaranya :

1. Penyakit tekanan darah tinggi

2. Penyakit Diabetes Mellitus

3. Adanya sumbatan pada saluran kemih (batu, tumor, penyempitan/striktur)

4. Kelainan autoimun, misalnya lupus eritematosus sistemik

5. Menderita penyakit kanker (cancer)

6. Kelainan ginjal, dimana terjadi perkembangan banyak kista pada organ ginjal itu sendiri (polycystic kidney disease)

7. Rusaknya sel penyaring pada ginjal baik akibat infeksi atau pun dampak dari penyakit darah tinggi.

Adapun penyakit lainnya yang juga dapat menyebabkan kegagalan fungsi ginjal apabila tidak cepat ditangani antara lain adalah; Kehilangan carian banyak yang mendadak (muntaber, perdarahan, luka bakar), serta penyakit lainnya seperti penyakit Paru (TBC), Sifilis, Malaria, Hepatitis, Preeklampsia, Obat-obatan dan Amiloidosis. Penyakit gagal ginjal berkembang secara perlahan kearah yang semakin buruk dimana ginjal sama sekali tidak lagi mampu bekerja sebagaimana funngsinya. Dalam dunia kedokteran dikenal 2 macam jenis serangan gagal ginjal, akut dan kronik.

Gagal ginjal mendadak (acute renal failure) merupakan komplikasi yang sangat gawat dalam kehamilan dan nifas, karena dapat menimbulkan kematian atau kerusakan fungsi ginjalyang tidak bisa sembuh lagi. Penderita yang mengalami gagal ginjal mendadak ini sering dijumpai pada kehamilan muda 12-18 minggu, dan kehamilan telah cukup bulan. Pada kehamilan muda, sering diakibatkan oleh abortus septic karena infeksi kuman. Gambaran klinik lain yaitu berupa komplikasi, dan adanya tanda-tanda oligouria (produksi urin sedikit) dan pembekuan darah intravaskuler. Kerusakan ini dapat sembuh kembali bila kerusakan tubulus tidak terlalu luas dalam waktu 10-14 hari.

Seringkali dilakukan tindakan tindakan histerektomi untuk menagatasinya, akan tetapi ada peneliti yang menganjurkan tidak perlu melakukan operasi histerektomi (operasi pengangkatan rahim dan kandungan) asalkan penderita diberikan antibiotic yang adekuat dan intensif serta dilakukan dialysis (proses perpindahan molekul) terus menerus sampai fungsi ginjal baik.
Lain halnya dengan nekrosis kortikal (penyebab gagal ginjal akut), biasanya dihubungkan dengan solusio plasenta, preeklamsi berat atau eklamsi, (IUFD) kematian janin dalam kandungan yang lama, emboli air ketuban (cairan ketuban masuk ke dalam sirkulasi darah), reaksi transfuse darah atau pada perdarahan banyak yang dapat menimbulkan iskemi (ketidakcukupan suplai darah ke jaringan atau organ tubuh).
Penderita dapat meninggal dalam waktu 7-14 hari setelah timbulnya anuria (ketidakmampuan untuk buang air kecil baik karena tidak dapat menghasilkan urin atau memiliki sumbatan di sepanjang saluran kemih). Kerusakan jaringan dapat terjadi di beberapa tempat yang tersebar atau ke seluruh jaringan ginjal.

Pada masa nifas sulit diketahui sebabnya, sehingga disebut sindrom ginjal idiopatik postpartum. Penanggulangan pada keadaan ini, penderita diberi infuse, atau transfusi darah, diperhatikan keseimbangan elektrolit dan cairan dan segera dilakukan hemodialisis bila ada tanda-tanda uremia. Banyak penderita membutuhkan hemodialis secara teratur atau dilakukan transplantasiginjal untuk gagal ginjal.

Pencegahan Gagal Ginjal pada Kehamilaan

Gagal ginjal dalam kehamilan ini dapat dicegah bila dilakukan:

1. Penangan kehamilan dan persalinan dengan baik

2. Perdarahan, syok, dan infeksi segera diatasi atau diobati dengan baik

3. Pemberian tranfusi darah dengan hati-hati.

Faktor Resiko Gagal Ginjal

a. Retensi Urin

Bentuk uterus yang meregang mengakibatkan rasa nyeri ketika BAK dan retensi urin akut, dan lebih jauh lagi akan menyebabkan peradangan pada kandung kemih (cystitis).

b. Ureter yang pendek

Wanita yang memiliki ureter yang pendek menyebabkan sisa urin tertinggal dan menjadi sumber infeksi.

c. Trauma Jalan Lahir

Trauma dapat terjadi saat persalinan, ketika bagian dasar kandung kemih dan leher janin berada dalam posisi yang sulit.

Tanda dan Gejala

Adapun tanda dan gejala terjadinya gagal ginjal yang dialami penderita secara akut antara lain :

1. Bengkak mata dan kaki

2. Nyeri pinggang hebat (kolik)

3. Kencing sakit dan sedikit

4. Demam

5. Kencing merah /darah

6. Sering kencing.

7. Lemas dan tidak ada tenaga

8. Tidak nafsu makan, mual dan muntah

9. Bengkak pada bagian perut

10. Kencing berkurangdan gatal gatal

11. Sesak napas

12. pucat/anemi

Penyebab Gagal Ginjal pada Kehamilan

Komplikasi seperti hipertensi dan preeklamsi lebih sering pada perempuan dengan penyekit ginjal polikistik (keturunan dimana sekelompok kista muncul di dalam ginjal). Kehamilan tampaknya tidak menyebabkan perburukan atau akselerasi/percepatan perjalanan penyakit. Komplikasi yang dapat terjadi adalah abortus, janin yang terinfeksi, kelahiran prematur dan IFUD. Hal ini akan lebih berisiko bila tidak ditangani.

Wanita hamil dengan fungsi ginjal yang cukup tanpa hipertensi yang berarti dapat melanjutkan kehamilan sampai cukup bulan walaupun biasanya bayinya lahir dismatur (kelebihan bulan) akibat insufiensi plasenta. Apabila penyakit sudah berat, apalagi disertai tekanan darah yang sangat tinggi, biasanya kehamilan berakhir dengan abortus dan persalinan kurang bulan atau janin mati dalam kandungan (IUFD).

Penanganan Kelainan Ginjal pada Kehamilan

a) Konservatif, dengan mengobati gejala yang timbul sampai akhir kehamilan

b) Paliatif, dengan melakukan terminasi kehamilan bertujuan untuk mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh proses tuberkulosis.

c) Radikal, yang terdiri atas nefektomi atau kombinasi aborsi dan nefektomi. Nefrektomi merupakan pilihan apabila tuberkulosis hanya terjadi pada satu ginjal.

Pencegahan penyakit Ginjal pada Ibu Hamil

a) Jangan menahan buang air kecil

Penyaringna darah adalah fungsi utama yang dilakukan oleh ginjal. ketika proses penyaringan dilakukan, maka jumlah kelebihan cairan limbah yang disimpan didalam kandung kemih perlu segera dibuang. Meskipun kandung kemih bisa menampung lebih banyak urin, namun ingin BAK dirasakan saat kandung kemih sudah terisi dengan 120-150 ml urin. jika terus menahan BAK makakandung kemih membentang lebih dari kapasitasnya. hal ini mempengaruhi filtrasi ginjal.

b) Mengurangi asupan garam

Garam adalah sumber yang meningkatkan kadar natrium dan diet. Natrium tinggi tidak hanya meningkatkan tekanan darah, tetapi juga memicu pembentukan batu ginjal.

c) Minum banyak air putih setiap hari

Air sangat penting untuk membantu agar tetap terhidrasi, serta membantu ginjal untuk membuang semua racun dari dalam tubuh. air juga membantu tubuh untuk mempertahankan volume dan konsentrasi darah. hal ini juga membantu pencernaan dan mengontrol suhu tubuh. jadi pastikan terhindar dari dehidrasi dengan mendapatkan jumlah cairan yang cukup setiap hari

Citra Dewi Amd.Keb - July 24, 2018
Diskusi Dari:
Anonymous

Siang dok, saya mau tanya. Anak saya umur 3 bulan lebih belum bisa miring apalagi tengkurap, apa itu tidak apa-apa dok ? bagaimana caranya agar anak saya bisa cepat miring dan tengkurap ? Terimakasih

Dijawab Oleh :
Diskusi Dari:
Mbak aty

Siang.. bu sya pernah terkena yeast cell kemudian dksh obat neo gynoxa. Dan skrng saya sedang hamil,, apakah saya perlu cek urin lengkap lagi tidak ya utk mengecek msh ada yeast cell atau tidak

Dijawab Oleh : Mbak aty
Diskusi Dari:
Didin Bajarudin

Selamat siang bu bidan, saya mau tanya. Bagaimana caranya mengatasi ruam pada kulit bayi berumur 6 bulan yah ? Semalam muncul ruam merah pada kulit bayi saya. Mohon sarannya bu bidan, supaya bayi saya tak rewel terus akibat gatal pada ruam tersebut.

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Anonymous

Selamat sore buk,,
saya mau tanya seputar kehamilan pasca operasi kehamilan ektopik di saluran tuba….pada bulan maret saya mengalami kehamilan ektopik,umur janin sudah 2 bulan,kemudian dokter menyarankan agar saya melakukan operasi karena KE sudah hampir pecah…jadi saya dan suami memutuskan untuk melakukan operasi pada bulan maret lalu…dokter menyarankan pasca operasi 3 bulan untuk melakukan hidrotubasi…tapi saya belum melakukannya meskipun sekarang sudah 3 bulan pasca operasi…yang ingin saya tanyakan,apakah saya bisa langsung program hamil aja tanpa hidrotubasi???mengingat keadaan keuangan dan rasa ketakutan saya terhadap efek samping dari hidrotubasi…mohon pencerahannya

Dijawab Oleh :
Diskusi Dari:
Novita dwi

Selamat siang dok, saya mau tanya kalau mau konsumsi obat tapi konsumsi kopi dulu itu gak papa? Kalu misalkan boleh, paling di kasih jarak berapa jam sebelum mengkonsumsi obat? Jika saya konsumsi kopi sebelum obat, bagai mana dampaknya bagi kesehatan?

Dijawab Oleh : Novita dwi