Perbedaan Antara Wanita Subur Dan Tidak Subur

Share Dan Tag Teman Kamu Di :

  • Curhat Bidan – Ketika masa usia pernikahan mulai menginjak tahun kedua dan belum ditemukannya tanda – tanda mereka akan hamil tentu akan menambah pikiran dan membuat banyak wanita cemas. Dan kali ini kami akan membahas informasi tentang perbedaan antara wanita subur dan tidak subur dengan ketentuan batasan usia wanita tidak lebih dari 34 tahun serta bebas dari rokok, tidak mengkonsumsi obat – obatan serta tidak minum alkohol.

    Berdasarkan laporan yang diungkapkan oleh salah satu situs yaitu suite101 “Wanita yang berusia di bawah 34 tahun dan tidak merokok memiliki peluang untuk bisa hamil sebanyak 90%”.

    Penyebab wanita sulit hamil tidak bisa hanya karena faktor dari kaum wanita saja tapi juga kesuburan pria dan waktu melakukan hubungan suami istri yang mungkin kurang tepat.

    Ketahui Perbedaan Antara Wanita Subur Dan Tidak Subur

    Ciri – Ciri Wanita Subur

    • Berasal dari keluarga yang mempunyai banyak anak dan itu bisa menjadi point penting kalau keturunannya juga akan mudah mendapatkan banyak anak.
    • Berat Badan Normal

      Berat badan yang tidak sesuai dapat mengganggu keseimbangan hormon serta keberhasilan ovulasi dan dalam satu kasus yang pernah ditemukan bisa menghentikan ovulasi.

      Dan wanita yang melakukan olaharaga secara berlebihan juga bisa menjadi mandul karena kekurangan lemak di dalam tubuh dan obesitas atau kelebihan berat badan bisa menyebabkan wanita kemandulan permanen karena meningkatkan sindrom ovarium.

    • Tidak Menggunakan Alat Konstrasepsi

      Wanita yang telah menyuntikan hormon untuk meningkatkan kesuburannya dan mempercepat proses kehamilannya membutuhkan waktu 1 tahun agar bisa kesuburannya bisa kembali normal.

    • Bebas Dari Penyakit Menular Seksual

      Mereka yang terserang penyakit menular seksual lebih memiliki peluang besar untuk mandul seperti gonore dan klamidia yang bisa menyebabkan radang panggul dan menyebar ke organ reproduksi.

    • Tidak Merokok

      Sekarang ini bukan hanya pria dewasa yang mengkonsumsi rokok tapi remaja, anak dan wanita juga sudah banyak yang menjadi perokok aktif meskipun mereka sudah tau efek negatif dari rokok. Dan wanita perokok berat bisa mengalami penurunan tingkat kesuburan hingga 43% dan 3 kali lebih mungkin mengalami kemandulan terlebih jika pasangan mereka juga perokok ini akan menambah resiko untuk mandul.

    • Tidak Stress

      Salah satu faktor terbesar untuk menghambat kemampuan wanita untuk bisa hamil adalah stress, tidak ada yang bisa menduga kapan terjadinya stress pada setiap orang.

      Saat sedang stress wanita memproduksi hormon prolaktin dan kortisol yang secara aktif akan mengganggu dan menghentikan proses ovulasi. Dan apabila hal ini terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama akan membuat sistem kekebalan tubuh berkurang.

    Sedangkan ciri atau tanda wanita yang tidak subur, berikut di bawah ini lebih lengkapnya :

    • Merokok

      Berdasarkan banyak penelitian yang telah dilakukan wanita yang tidak merokok mempunayi peluang lebih besar untuk bisa cepat hamil daripada yang merokok terlebih jika perokok berat. Sekitar 43% wanita yang perokok bisa menurunkan kesuburannya, ini karena kandungan kimia yang ada di dalam rokok yang dapat merusak sel telur dan mengakibatkan ovulasi secara sporadis.

    • Alat Konstrasepsi

      Wanita yang sedang mengikuti program KB lalu berhenti karena akan merencanakan program kehamilan maka membutuhkan waktu hingga satu tahun untuk menunggu agar kondisinya kembali normal.

      Tubuh memerlukan waktu untuk bisa mengatur siklus haid dan ovulasi, meskipun sikuls menstruasi sudah kembali normal tapi proses ovulasi belum tentu normal sepenuhnya.

    • Kelebihan Berat Badan

      Ada banyak efek negatif yang ditimbulkan karena masalah berat badan, termasuk kemandulan. Berat badan yang tidak normal dapat mempengaruhi hormon yang ada di dalam tubuh dan kelebihan atau kekurangan berat badan bisa mengurangi peluang untuk bisa hamil serta yang lebih parahnya bisa menghentikan proses ovulasi.

    • Penyakit Menular Seksual

      Wanita yang bebas dari penyakit menular tentu saja tidak mempunyai hambatan untuk bisa hamil berbeda dengan mereka yang mengidap penyakit ini seperti klamidia dan gonore dan jika menyebar ke organ reproduksi dan menimbulkan jaringan pada area ovariumdan tuba fallopi sehingga mencegah terjadinya ovulasi dan melakukan hubungan intim dengan wanita yang mengidap penyakit ini bisa mengakibatkan kemandulan.

    • Stress

      Yang terakhir adalah stress, salah satu faktor yang tidak bisa diduga – duga. Ketika sedang merasa stress wanita akan memproduksi hormon prolaktin dan kortisol yang mampu menghentikan proses ovulasi. Jika hal ini terus terjadi bahkan dalam jangka waktu yang cukup panjang bisa menurunkan sistem imun atau kekebalan tubuh dan menguras banyak energi, mencegah terjadinya pelepasan dan menghambat kehamilan.

    Oleh karena itu apabila Anda sedang merencanakan program kehamilan sebaiknya menghindari apa yang bisa menyebabkan kemandulan, tapi sulitnya wanita hamil juga bisa karena masa subur pria yang kurang baik. Serta perbedaan di atas tidak sepenuhnya benar dan bisa menentukan kesuburan secara akurat.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Citra Dewi Amd.Keb - August 20, 2016
    Diskusi Dari:
    Dwi lestari

    Siang dok, saya mau tanya. Anak saya umur 3 bulan lebih belum bisa miring apalagi tengkurap, apa itu tidak apa-apa dok ? bagaimana caranya agar anak saya bisa cepat miring dan tengkurap ? Terimakasih

    Dijawab Oleh : Dwi lestari
    Diskusi Dari:
    destiana

    Selamat pagi bu bidan saya ingin konsultasi nih saya punya anak usianya baru 4 bulan ketika buang air besar fasesnya berwarna gelap, mulanya berwarna hijau gelap makin kesini fasesnya cenderung kehitaman. Apakah itu normal bu bidan dan kebetulan anak saya minum sufor sama ASI cuma lebih banyak minum sufor daripada ASI. Mohon jawabannya

    Dijawab Oleh : destiana
    Diskusi Dari:
    Hani fahrunnisa

    Hi Bu Bidan, bayi saya belum berusia 6 bulan tapi sudah terlanjur saya beri MPASI seminggu ini, apa saya harus menghentikan pemberian MPASI atau dilanjutkan saja ?

    Dijawab Oleh : Hani fahrunnisa
    Diskusi Dari:
    Mocil Ngocol

    Cara mengatasi disentri dok

    Dijawab Oleh : Mocil Ngocol
    Diskusi Dari:
    arronbustard86

    Malam bu,bulan kemarin saya melakukan pemeriksaan usg dan diketahui usia kandungan sy sudah 10minggu.hari ini jadwal saya melakukan pemeriksaan lagi di usia kehamilan 14minggu.yg ingin sy tanyakan apakah harus melakukan usg lagi atau tidak?terimakasih

    Dijawab Oleh : arronbustard86