Stroke di Usia Remaja Meningkat Hingga 54%

Banyak masyarakat berpikir bahwa penyakit stroke hanya menyerang kaum lanjut usia. Risiko stroke kian bertambah dan menyerang seluruh usia mulai dari bayi, balita, anak, remaja, dewasa dan lanjut usia. Pada pertengahan tahun 2000 hingga awal 2010, penelitian yang dipublikasikan di Neurology menunjukkan adanya peningkatan stroke sekitar 54% terhadap usia muda

Penyebab Utama Stroke Pada Remaja

Remaja yang mengalami stroke sering memiliki satu atau lebih dari masalah medis yang mempengaruhi pembekuan darah dan stroke di antaranya kondisi-kondisi di bawah ini.

1. Anemia sel sabit

Anemia sel sabit adalah kondisi darah turunan dan menyebabkan penggumpalan darah yang disebabkan oleh proses disebut ‘sickling,’ atau perubahan karakteristik dalam bentuk sel-sel darah merah dalam menanggapi stres fisik seperti infeksi. Gumpalan darah ini dapat terbentuk di mana saja pada bagian tubuh, dan jika gumpalan darah terbentuk di otak atau dalam perjalanan ke otak, maka akan menyebabkan stroke.

2. Kelainan pembuluh darah bawaan

Contohnya seperti aneurisma otak dan malformasi arteri mungkin bisa menyebabkan umpalan, berdampak pada stroke iskemik, tetapi lebih cenderung akan pecah, menyebabkan stroke hemoragik.

3. Penyakit jantung atau malformasi jantung

Dapat mengakibatkan detak jantung yang tidak teratur, masalah fungsi jantung atau serangan jantung, yang semuanya dapat menyebabkan stroke. Penyakit jantung bawaan umumnya didiagnosis pada usia yang sangat dini, tetapi para remaja harus melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur untuk mendeteksi dan menangani jenis masalah yang terjadi.

4. Hipertensi

Tidak umum terjadi pada remaja, dan itu biasanya merupakan tanda dari penyakit medis seperti ketidakseimbangan hormon. Hipertensi yang tidak diobati dapat mengganggu pembuluh darah dan dapat menyebabkan penyakit jantung atau stroke.

5. Infeksi

Infeksi berat, dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh dan sel-sel darah hingga dapat meningkatkan penggumpalan darah, serta mengakibatkan stroke.

6. Migrain

Remaja yang menderita migrain mengalami tingkat stroke sedikit lebih tinggi, dan harus melakukan evaluasi medis menyeluruh untuk menentukan apakah migrain berat atau hanya migrain ringan atau bahkan gejala mini stroke.

7. Kanker

Meningkatkan pembentukan gumpalan darah akibat perubahan fisiologi tubuh dan juga sebagai konsekuensi dari beberapa pengobatan antikanker.

8. Kolesterol tinggi

Ada beberapa gangguan metabolisme bawaan yang bisa menyebabkan kadar kolesterol darah naik, dan dapat menyebabkan penyakit jantung serta penyakit serebrovaskular, meningkatkan risiko stroke.

9. Terapi hormon, penggunaan steroid, pil KB, dan kehamilan remaja

Semua dapat mengubah hormon tubuh, fisiologi pembuluh darah dan fungsi pembekuan darah, meningkatkan risiko stroke.

10. Trauma kepala

Menyebabkan gangguan dalam tubuh dan berdampak pada stroke iskemik atau hemoragik bagi usia muda.

11. Obat-obatan

Dapat menyebabkan stroke pada usia berapa pun. Penggunaan rokok, minuman energi, pil kafein atau narkoba merupakan faktor-faktor risiko besar untuk stroke.

Gejala Stroke Pada Remaja

Tidak umum bagi remaja untuk mengalami stroke. Para remaja mungkin tidak mengeluh terkait gejala-gejala penyakit. Bila anak remaja Anda memiliki gejala berikut, dia sebaiknya mendapatkan perawatan medis segera:

a) Nyeri kepala berat

b) Perubahan penglihatan

c) Lemas

d) Kebingungan

e) Kesulitan berbicara

f) Kesulitan dalam memahami

g) Tingkah laku yang tidak biasa

h) Penurunan kewaspadaan

i) Kesulitan berjalan

j) Keseimbangan yang buruk

Cara Tepat Mencegah Penyakit Stroke de Usia Muda

a) Mengelola emosi

Sebuah studi menjelaskan bahwa orang yang lekas marah dan agresif mungkin berada pada risiko yang lebih tinggi terserang stroke.

b) Olahraga

Cara tepat mencegah penyakit stroke di usia muda yang terbaik adalah melakukan olahraga secara rutin. Riset menujukkan, orang yang melakukan olah raga secara rutin, risikonya terserang penyakit stroke berkurang 57 persen.

c) Menjaga berat badan agar tetap ideal

Jika memiliki kelebihan berat badan (obesitas) dapat menimbulkan beberapa penyakit berbahaya seperti diabetes, stroke, dan jantung. Oleh sebab itu, usahakanlah untuk tidak memiliki berat badan lebih saat usia produktif.

d) Konsumsi air putih

Minum air putih yang baik yaitu 8 gelas dalam sehari. Tubuh manusia tentu membutuhkan cairan untuk membantu melakukan aktivitas setiap harinya. Air putih ini memiliki banyak khasiat bagi kesehatan tubuh. Selain itu, air putih dapat Anda manfaatkan untuk membantu penurunan berat badan.

e) Tidur yang cukup

Tidur lebih dari jam 10 malam dapat meningkatkan risiko stroke hingga 63%. Studi menunjukkan seseorang 2 kali lebih besar mengembangkan sindrom metabolik, yaitu kondisi kesehatan yang meningkatkan risiko stroke serta penyakit jantung dan diabetes jika tidurnya kurang dari 7 jam perhari.

f) Mengkonsumsi makanan sehat

Anda bisa mengkonsumsi makanan sehat seperti buah-buahan, daging tanpa lemak, atau sayuran. Dengan mengkonsumsi makanan sehat dapat membantu Anda untuk mencegah penyakit berbahaya seperti stroke, darah tinggi hipertensi atau penyakit jantung.

g) Jangan terlalu sering mengonsumsi makanan yang mengandung lemak

Berlebih, atau juga banyak garam. Makanan-makanan tersebut dapat memicu penyakit stroke dan juga darah tinggi. Bagi seseorang yang berusia sebaiknya mengurangi akanan di atas, dan usahakan untuk mengonsumsi susu dengan rendah lemak.

Cara Terapi Stroke Ringan

Ada beberapa cara terapi stroke yang perlu dijalani penderita agar potensi serangan tidak berulang hingga serangan stroke kedua kalinya

a. Fisioterapi

Terapi ini ditujukan untuk mengobati otot-otot yang mengalami kelainan pada
penderita stroke ringan. Metode yang digunakan pun beragam mulai dari pemijatan (massage), latihan-latihan otot (exercise) hingga menggunakan alat bantu berupa alat terapi stroke.

b. Terapi sel punca atau stem cell

Metode ini mulai dilakukan Indonesia sejak 2007 lalu. Pada dasarnya, terapi ini digunakan untuk mengobati penyakit jantung, diabetes hingga untuk perawatan ecantikan. Cara kerja stem cell pada penyakit stroke yaitu dengan menggandakan sel-sel baru sehingga dapat menggantikan sel-sel yang rusak atau mati. Untuk terapi satu ini di Indonesia menunjukkan hasil yang cukup memuaskan.

c. Terapi obat-obatan

Pengobatan stroke ringan melalui terapi obat-obatan antara lain dengan obat antiplatelet dan antikoagulan yang mana obat-obatan tersebut membantu proses pembekuan darah. Pasien stroke ringan biasanya juga memiliki penyakit yang mencetuskan serangan stroke seperti hipertensi dan hiperkolesterol. Untuk mencegah serangan berulang, maka penderita wajib mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterolnya. Salah satu cara yaitu dengan mengonsumsi obat-obat hipertensi dan hiperkolesterol sesuai resep dari dokter.

d. Terapi psikologis

Nah, terapi terakhir namun tak kalah pentingnya adalah terapi psikologis. Seorang penderita yang terkena serangan stroke ringan pasti sangat terpukul karena serangan seringkali terjadi secara tiba-tiba. Pada saat seperti ini, penderita rentan terpuruk dan merasa sangat tertekan yang dapat berpotensi mengakibatkan penyakitnya bertambah parah. Oleh karena itu, terapi psikologis ini sangat dibutuhkan. Terapi ini dapat dilakukan oleh anggota keluarga atau tenaga kesehatan yang mengetahui cara merawat pasien stroke dan bertujuan meningkatkan semangat hidup penderita

Citra Dewi Amd.Keb - July 25, 2018
Diskusi Dari:
Milda

Selamat siang, mohon sarannya ya bu bidan untuk jenis persalinan apa yang baik untuk saya nanti. Saat ini saya mengandung usia 5 bulan. Saya mempunyai riwayat penyakit asma, namun memang sejak saya mengandung penyakit saya tidak pernah kambuh lagi. Sebaiknya saya menjalani persalinan normal atau harus operasi caesar ya? Saya juga baru pertama kali hamil dan ada sedikit rasa takut akan rasa sakit nanti saat persalinan. Terimakasih sebelumnya.

Dijawab Oleh : Milda
Diskusi Dari:
Indri Ekawaty

Selamat pagi ibu bidan, saya sedang hamil usia 7 bulan, kok saya sering merasa perut saya tegang dan debaynya bergerak tapi saat debaynya gerak di vagina saya terasa ngilu, apakah itu bisa dbilang kontraksi palsu? Mohon penjelasannya?

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Gigin Gumay

Selamat siang ibu bidan. Saat ini usia kandungan saya sudah semakin membesar, namun saya masih bingung untuk proses persalinan. Hal yang saya ingin tanyakan, persalinan seperti apa yang harus saya lakukan, dan apa manfaat yang bisa di dapatkan ketika saya melakukan persalinan dengan cara itu?

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Anonymous

Malam Dok…!
Dok,saya mau tanya kenapa hampir setiap pagi hari,setelah sarapan,,sering mual2 dan muntah2…usia kehamilan saya saat ini sudah 10 minggu…
Terima kasih atas jawabannya dok…!

Dijawab Oleh :
Diskusi Dari:
Atha

Pagi dok, saya mau bertanya, 3 bulan yang lalu saya melakukan operasi pengangkatan penyakit tumor payudara. Saat ini sudah 2 hari saya sering kali merasakan nyeri dibagian dada yang bisa datang secara tiba tiba. Biasanya saat bergerak saya merasakan sakit dan menghambat aktivitas saya. Saya mau bertanya, apa yang menyebabkan hal ini terjadi? apakah mungkin ini efek samping dari operasi tersebut?

Perlu Jawaban