Tahapan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 0-15 Bulan

Setiap anak memiliki perkembangan motorik yang berbeda. Baik perkembangan motorik kasar anak ataupun perkembangan motorik halus anak. Namun kedua perkembangan motorik tersebut sangat penting untuk menunjang perkembangan tubuh anak. Dan perbedaan anak dalam perkembangan motorik yang sangat menonjol adalah pada usia bayi.

Setiap bayi berdasarkan usainya dapat mengalami perkembangan motorik yang berbeda-beda. Dan hal tersebut adalah hal yang masih di anggap wajar. Kondisi umumnya di pengaruhi oleh stimulasi yang di berikan kepada bayi oleh orang tua. Saat anda memberikan stimulasi yang tepat dan sesuai usia bayi, maka usaha anda untuk membuat perkembangan bayi sesuai dengan usianya akan lebih optimal.

Adapun pengertian motorik kasar pada bayi adalah mencakup gerakan-gerakan otot-otot besar seperti otot tungkai dan lengan pada bayi. seperti bayi dapat melakukan gerakan berupa menendang, menjejak, meraih, mengengkat leher dan menoleh. Dan perkembangan tersebut harus selalu di pantau dan di stimulasi agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Dan berikut akan kami paparkan tahapan perkembangan motorik kasar anak yang normal sesuai dengan usianya.

  • Usia 0-1 bulan

Pada saat bayi sudah lahir, bayi memiliki gerakan refleks untuk menggerakan tangan dan kakinya secara sederhana. Sedangkan pada usia 1 bulan, ia mulai belajar untuk mengangkat tangan atau pun kakinya ke atas.

  • Usia 2 bulan

Pada usia ini, bayi pada umumnya telah bisa engangkat kepalanya, telungkup dan mengankat kepalanya saat telungkup. Namun tidak menutup kemungkinan juga, bayi telah melaukan perkembangan ini sebelum usia 2 bulan

  • Usia 3-4 bulan

Pada usia ini biasanya bayi telah bisa memiringkan badan saat telungkup. Latihan gerakan ini dapat membunyikan main dari arah samping atau memanggil namanya.

  • Usia 4-6 bulan

Perkembangan motorik kasar anak pada usai ini adalah berupa uaha bayi untuk telungkup sendiri, dan sangat membutuhkan bantuan orang tua untuk menstimulasinya secara berulang sampai ia biasa. Dan pada usia ini pula bayi bisa duduk sendiri. Namun orang tua telah biasa mempeosisikan bayi duduk saat di gendong.

  • Usia 6-7 bulan

Pada usia ini bayi umunya bisa duduk sendiri tanpa di bantu ataupun sandaran, meski cuma sebentar.

  • Usia 8-10 bulan

Pada 8 bulan bayi sudah bisa duduk sendiri selama 10 menit, dan pada usia 9-10 buln bayi udah bisa duduk sendiripada usia 8-10 buklan juga merupakan masa bayi untuk belajar merangkak, meski pada usia 6-7 ada pula yang sudah bisa merangkak. Tapi tidak semua bayi merangkak dalam tahapan ini sebelum berdiri dan berjalan.

  • Usia 10-12 bulan

Pada usia 4-6 bulan, anak sangat senang bila di posisikan berdiri dalam pangkuan kita. Adapun anak dapat berdiri sendiri umumnya terjadi pada anak telah memasuki usia 10-12 bulan.

  • Usia 12-15 bulan

Dalam rentan waktu usia ini, perkembangan moorik kasaera anak adalah dapat berjalan sendiri. Meski begitu, banyak pula bayi yang baru bisa berjalan lebih dari rentan waktu 12-15 bulan atau sebaliknya. Namun apabila dalam usia 19 bulan anak belum juga bisa berjalan di takutkan adanya gangguan motorik kasar, sehingga anda dapat segera berkonsultasi dengan bidan atau dokter.

Setelah anak melalui tahap perkembangan sebelumnya seperti duduk, merangkak dan berdiri. Adapun beberapa stimulasi motorik kasar anak yang harus para orang tua berikan adalah berdiri, berjalan ke depan, berjalan ke belakang, berjalan berjingkat, melompat,berlari, berdiri satu kaki, menendang bola dn lainya.

Keterlambatan perkembangan motorik anaka salah satunyanadalah karena kurangnya stimulasi yang di berikan. Mka dri itu, sangat di sarankan untuk melakukan stimulasi sesuai dengan usia bayi untuk menunjang perkembangan motrorik kasara anak serta motorik halus anak secara optimal. Anda juga tak perlu khawatir karena setiap anak memiliki kemamapuan yang berbeda ketika memiliki kemampuan motoriknya. Namun meski demikian,  kenali pula rentan waktu normal dan abnormal perkembangan motorik pada anak.

Citra Dewi Amd.Keb - November 15, 2016
Diskusi Dari:
Dinda vika

Dok saya mau bertanya, terakhir istri saya kan haid pada tanggal 8 februari hingga tanggal 14 februari. Namun setelah 1 minggu bersih dari haid, kemudian pada tanggal 20, 21, 22 istri saya mengeluarkan darah yang memang terbilang kecil hanya sebesar cendol tapi bergumpal. Namun, setiap hari hanya ada 1 gumpalan saja yang keluar ini. Yang saya mau tanyakan, ini kira kira kenapa ya dok dengan kondisi istri saya? berbahaya tidak dok, mohon penjelasannya, terimakasih.

Perlu Jawaban

Selamat pagi Bu Bidan,

Saya aneu, 25 tahun. Saat ini saya sedang hamil usia kandungan 2 bulan, tapi tidak ada tanda-tanda seperti payudara sakit dan membengkak, mual-mual di pagi hari seperti contoh tanda kehamilan umumnya. Apakah kehamilan saya normal?

Dijawab Oleh : Ribka Veronika Tatengkeng
Diskusi Dari:
Jenni

Selamat siang dok, saya mau bertanya. Saat ini usia pernikahan saya menginjak 2 minggu. Saat saya melakukan hubungan intim dengan suami saya pertama kalinya, tiba tiba saya merasakan gatal di bagian vagina yang tidak tertahankan. Selain itu, dari bagian vagina saya juga keluar cairan putih yang di sertai dengan kepingan putih seperti susu. Selain itu, saya juga sering merasakan gatal, perih dan juga sakit yang begitu dasyat ketika melakukan hubungan. Apakah ini merupakan hal yang serius bagi kesehatan?

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Anonymous

Anak saya umurnya 5 tahun, dia tipe anak engga bisa di suruh diam atau bahkan malah ngga dengerin apa yang orang tua bilang. Saya sebagai orang tua kadang merasa kesal karena susah diatur dan bingung mesti ngapain. Apakah menurut bu bidan, tipe anak seperti ini bagus dalam tumbuh kembangnya? dan bagaimana sikap orang tua sebaiknya dalam menghadapi anak yang seperti ini?

Dijawab Oleh :
Diskusi Dari:
Nelly Tampubolon

Bu umur saya 23 thn saya hmil sdah 7 minggu lbih tpi mngapa msih datang bercak darah sedikit ,apa pnyebabnya

Dijawab Oleh : Nelly Tampubolon