Ternyata Tidak Memberikan ASI Pada Bayi Bisa Menyebabkan Anak Mengalami Rabun Senja

Share Dan Tag Teman Kamu Di :

  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Ternyata Tidak Memberikan ASI Pada Bayi Bisa Menyebabkan Rabun Senja

    Rabun senja bisa dialami oleh seluruh kalangan usia bahkan bayi baru lahir pun bisa mengalaminya. Rabun senja (nyctalopia) adalah gangguan penglihatan kala senja atau malam hari, atau pada keadaan cahaya remang-remang. Rabun senja ini merupakan manifestasi defisiensi vitamin A yang paling awal. Pada rabun senja, mata terlihat normal hanya saja penglihatan menjadi menurun saat senja tiba atau tidak dapat melihat di dalam lingkungan yang kurang cahaya. Rabun senja paling banyak dialami oleh anak-anak, pada anak berusia 1 sampai 3 tahun hal ini bisa terjadi karena makanan yang diberikan pada  anak  tidak mengandung vitamin A.

    Selain itu bayi yang tidak diberikan ASI berisiko terkena rabun senja karena sumber vitamin A terdapat pada ASI. Bila kekurangan vitamin A, anak akan mudah terkena infeksi dan terancam mengalami rabun senja, mata menjadi kering, selaput lendir dan selaput bening mata mengalami kekeringan.

    Penyebab Rabun Senja Pada Anak

    a. Konsumsi makanan yang tidak mengandung cukup vitamin A atau provitamin A untuk jangka waktu yang lama

    b. Bayi tidak diberikan ASI Eksklusif

    c. Menu tidak seimbang (kurang mengandung lemak, protein, seng/Zn atau zat gizi lainnya) yang diperlukan untuk penyerapan vitamin A dan penggunaan vitamin A dalam tubuh.

    d. Adanya gangguan penyerapan vitamin A atau pro-vitamin A seperti pada penyakit-penyakit antara lain penyakit pankreas, diare kronik, Kurang Energi Protein (KEP) dan lain-lain sehingga kebutuhan vitamin A meningkat.

    e. Adanya kerusakan hati, seperti pada kwashiorkor dan hepatitis kronik, menyebabkan gangguan pembentukan RBP (Retinol Binding Protein) dan pre-albumin yang penting untuk penyerapan vitamin A.

    f. Bayi yang tidak pernah diberikan ASI

    g. Bayi yang usia di atas 6 bulan dan tidak diberi MPASI yang sehat

    h. Bayi dengan berat badan lahir rendah

    i. Bayi yang sering sakit seperti batuk, diare atau malaria

    j. Anak-anak yang menderita infeksi (TBC, campak, diare, pneumonia)

    Ciri-ciri Rabun Senja Pada Anak

    a. Daya pandang menurun, terutama pada senja hari atau saat ruangan keadaan ringan, sel batang retina sulit beradaptasi di ruang remang-remang atau kurang setelah lama berada di cahaya terang.

    b. Penglihatan menurun pada senja hari, yaitu penderita tidak dapat melihat di lingkungan yang kurang cahaya, sehingga disebut juga buta senja.

    c. Terjadi kekeringan mata,

    d. Bagian putih menjadi suram

    e. Anak mudah tersandung dan tidak dapat berjalan dalam keadaan redup/kurang cahaya.

    Pengobatan Rabun Senja

    Pengobatan rabun senja atau nyctalopia akan disesuaikan dengan tingkat keparahan dan faktor penyebabnya. Pengobatan rabun senja yang ringan misalnya dengan penggunaan lensa kontak atau kaca mata, dapat menjadi pilihan bagi penderita.

    1. Apabila penyebabnya adalah kekurangan vitamin A, penanganannya adalah dengan mengatur menu makan dan pemberian suplemen vitamin A akan diberikan.

    2. Jika anak mengalami katarak/katarak kongenital, operasi dapat dilakukan untuk mengganti lensa mata yang buram dengan lensa mata bening buatan.

    3. Untuk penipisan kornea yang parah dan sudah tidak bisa diatasi dengan lensa kontak, jalur operasi mungkin diperlukan.

    4. Jika rabun senja disebabkan oleh miopi, cara mengatasinya yaitu menggunakan kacamata yang disesuaikan dengan minus Anda.

    5. Kondisi rabun senja yang disebabkan oleh faktor genetik umumnya tidak dapat diobati. Dalam hal ini, pasien akan disarankan untuk tidak melakukan aktivitas tanpa penerangan cukup pada malam hari.

    Pencegahan Rabun Senja Pada Bayi

    Rabun senja tidak dapat dicegah sepenuhnya, khususnya jika didasari oleh faktor genetik. Namun, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menekan tingkat keparahan kondisi, seperti:

    1. Mengonsumsi makanan dengan kandungan antioksidan dan mineral tinggi.

    2. Memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan, dan meneruskan sapai usian 1 tahun

    3. Mengonsumi suplemen vitamin A

    4. Berikan Imunisasi lengkap

    Kebutuhan Vitamin A Pada Bayi Untuk Menghindari Rabun Senja

    1. Bayi 0 hingga 6 bulan adalah sebanyak 3 x 50.000 IU.

    2. Bayi 6 hingga 11 bulan adalah sebanyak 100.000 IU (kapsul biru).

    3. Bayi 12 hingga 59 bulan adalah sebanyak 200.000 IU (kapsul merah)

    4. Ibu masa nifas adalah sebesar 400.000 IU (2X 200.000 IU pada hari yang berbeda).

    5. Ibu setelah masa nifas (ada juga kemungkinan sebagian hamil) adalah sebesar 10.000 IU/ hari atau 25.000 IU/ minggu .

    Cegah Rabun Senja Pada Bayi dan Anak

    Untuk mencegah rabun senja pada anak akan lebih baik apabila dicegah saat kehamilan, maka kecukupan vitamin A pada ibu hamil harus terpenuhi. Dan berikan ASI ekslusif pada bayi selama 6 bulang, setelah itu berikan MPASI yang benar dan kaya akan vitamin A misalnya makan buah dan sayur-sayuran yang kuning, orange, atau merah seprti jeruk, wortel dan lain-lain.

    Penulis : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd.Keb - October 5, 2018
    Diskusi Dari:
    Lusi

    Selamat sore buk,,
    saya mau tanya seputar kehamilan pasca operasi kehamilan ektopik di saluran tuba….pada bulan maret saya mengalami kehamilan ektopik,umur janin sudah 2 bulan,kemudian dokter menyarankan agar saya melakukan operasi karena KE sudah hampir pecah…jadi saya dan suami memutuskan untuk melakukan operasi pada bulan maret lalu…dokter menyarankan pasca operasi 3 bulan untuk melakukan hidrotubasi…tapi saya belum melakukannya meskipun sekarang sudah 3 bulan pasca operasi…yang ingin saya tanyakan,apakah saya bisa langsung program hamil aja tanpa hidrotubasi???mengingat keadaan keuangan dan rasa ketakutan saya terhadap efek samping dari hidrotubasi…mohon pencerahannya

    Dijawab Oleh : Lusi
    Diskusi Dari:
    Pipit Winartii

    Selamat Siang Dok,

    Istri saya seblumnya mempunyai siklus menstrusai 28 hari
    namun ini sudah lewat dari 28 hari apakah istri saya hamil

    salam,

    Dijawab Oleh : Pipit Winartii
    Diskusi Dari:
    debbyaprilyulia

    selamat siang bu bidan, saya mau menanyakan tentang keputihan yang terkadang menggumpal, saya belum menikah, apakah ini berbahaya? dan bagaimana cara mengatasinya, ditunggu jawabannya ya bu

    Dijawab Oleh : debbyaprilyulia
    Diskusi Dari:
    Tivaa Rachmawati Putri

    Siang bu bidan, saya sedang hamil muda anak pertama bu bidan. Katanya ada salah satu gangguan mental yang bisa terjadi pada ibu hamil muda yang dinamakan dengan “Baby Blues”. yang ingi saya tanyakan apa sih itu baby blues? benarkah sering menyerang ibu hamil muda? jika benar bagaimana cara saya untuk menghindarinya? lalu seperti apa gejala baby blues tersebut? saya khawatir bu, mohon untuk dijawab bu bidan. Terimakasih

    Perlu Jawaban
    Diskusi Dari:
    Adhy Putra Lautan

    Selamat Malam,dok saya mau tanya tentang mentruasi saya.
    Awalnya saya sekitar dua bulan tidak haid,lalu baru bulan ini haid,tapi dari tanggal 13 sampai dengan tgl 23 hari ini darah haid saya masih keluar,berbahaya atau tidak ya dok?
    Terima kasih.

    Dijawab Oleh : Adhy Putra Lautan