Tips Cara Menghadapi Anak yang Selalu Berkata Kasar

Sudah menjadi kewajiban orang tua untuk membentuk pribadi anak agar menjadi orang yang santun dan cerdas. Namun, bagaimana jika lingkungan atau tempatnya bergaul justru memberikan kesan yang buruk bagi anak ? Baik kepada teman bermainnya maupun anda sebagai orang tuanya ?

Ketika orang tua mendengar sang anak mengucapkan kata-kata yang tidak pantas seperti itu, jangan langsung membentaknya, karena justru ini akan membuat si kecil tambah kasar dan menjadi seorang pembangkang. Tanya bidan merekomendasikan beberapa tips menghadapi anak yang sering berkata kasar untuk hasil yang lebih baik bagi kepribadiannya sendiri.

Tips Menghadapi Anak yang Sering Berkata Kasar

Mencari tahu penyebabnya

Hal pertama yang harus bunda lakukan adalah mencari tahu penyebab si kecil bisa terbiasa berkata kasar seperti itu. Kemungkinan besar ia terpengaruh dengan lingkungan tempat bermain, kemudian ketika ia mengeluarkan kata-kata kasar, orang di rumah malah menertawakannya. Hal inilah yang justru akan membuat perkataannya semakin menjadi-jadi.

Jangan langsung marah

Ini menjadi poin paling penting untuk orang tua. Jika anak melakukan kesalahan, bahkan ia telah berani mengucapkan kata-kata kasar, jangan langsung memarahinya. Karena seperti yang anda tahu, bahwa kebanyakan anak tidak paham sama sekali apa yang baru dia ucapkan tersebut.

Hal yang harus diperhatikan orang tua ketika menegur atau menasehati sang anak adalah “jangan kasar”. Bunda sendiri yang memberikan arahan pada anak untuk tidak berkata kasar, namun bunda sendiri yang justru mengucapkan kata-kata kasar pada si kecil. Hal ini tentu tidak adil bukan ?

Perlu orang tua ketahui juga, jika anak terbiasa dididik keras atau selalu dimarahi dengan kata-kata kasar, maka di waktu ia dewasa, ia akan mengalami gangguan kepribadian dengan menyakiti diri mereka sendiri, seperti menjadi seorang pecandu miras, narkoba, mencuri, bahkan perilaku seksual yang menyimpang. Ia pun akan menjadi pribadi yang lebih sentimen dibandingkan sebelumnya.

Mendampingi anak

Ketika masalah eksternal yang menjadi penyebab anak menjadi kasar, mungkin awalnya anda akan membatasi anak dalam pergaulan dengan lingkungan luar rumah. Namun tentunya bunda tak bisa terus seperti ini, karena anak membutuhkan teman dan tempat sosialisasi. Walaupun membuka jalan anak untuk bergaul, bunda harus bisa mendampingi anak. Jelaskan padanya dengan perlahan bahwa kata-kata kasar itu tidak baik.

Menjelaskan arti kata yang diucapkan anak

Jelaskan dengan tenang dan perlahan pada si kecil bahwa kata-kata yang ia ucapkan tersebut memiliki arti yang buruk dan bisa menyakiti orang lain. Jika anak tau bagaimana maksudnya, tentu ia akan paham dan kemungkinan besar tak akan mengulangi perkataan tersebut. Katakan pula padanya untuk tidak mengucapkan kata-kata tersebut kembali.

Membuat kesepakatan

Jika setelah dinasehati anak tetap melakukan hal yang sama, maka sebaiknya buat perjanjian atau kesepakatan bersamanya. Misalnya, Jika anak mengucapkan kata-kata yang kasar kembali, ia harus membereskan tempat tidurnya setiap hari. Perjanjian ini harus sesuai dengan usia si kecil bun. Dan satu lagi, jangan memberikan hukuman fisik padanya, karena justru anak akan cenderung takut dan dendam pada orang tuanya sendiri.

Nah, itulah beberapa tips cara menghadapi anak yang selalu berkata kasar akibat berbagai sebab. Semoga dengan cara seperti ini yang bunda terapkan pada si kecil, sehingga ia bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan anak yang patuh pada kedua orang tuanya.

Citra Dewi Amd.Keb - August 16, 2016
Diskusi Dari:
Hani fahrunnisa

Hi Bu Bidan, bayi saya belum berusia 6 bulan tapi sudah terlanjur saya beri MPASI seminggu ini, apa saya harus menghentikan pemberian MPASI atau dilanjutkan saja ?

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Himawan

Pagi bu Bidan, saya punya bayi usianya baru 8 bulan 10 hari. Setiap tidur di malam hari bayi saya selalu berkeringat. Apalagi saat terbangun dan saya kasih ASI, keringatnya malah semakin mengucur padahal AC diruangan sudah mencapai 23 derajat. Itu normal gak bu bidan ? Terima kasih.

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Anonymous

Saya sudah menikah kira kira 5 bulanan. Saat ini saya sedang melakukan program hamil. Saya dan suami berharap segera memiliki keturunan. Namun sayang, suami saya merupakan perokok aktif dan sangat susah untuk berhenti merokok. Yang saya mau tanyakan apakah program hamil saya akan terjadi meski sang suami merupakan perokok aktif?

Dijawab Oleh :
Diskusi Dari:
Dinda vika

Dok saya mau bertanya, terakhir istri saya kan haid pada tanggal 8 februari hingga tanggal 14 februari. Namun setelah 1 minggu bersih dari haid, kemudian pada tanggal 20, 21, 22 istri saya mengeluarkan darah yang memang terbilang kecil hanya sebesar cendol tapi bergumpal. Namun, setiap hari hanya ada 1 gumpalan saja yang keluar ini. Yang saya mau tanyakan, ini kira kira kenapa ya dok dengan kondisi istri saya? berbahaya tidak dok, mohon penjelasannya, terimakasih.

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Cheriesa Maradeka Kusuma

Siang dok, saya mau bertanya. 2 tahun lalu kami menikah, dan kami belum begitu menginginkan keturunan sehingga memutuskan untuk menggunakan KB. Saya menggunakan KB selama 1 tahun, dan kini sudah tidak menggunakan KB 1 tahun. Pertanyaan nya, kenapa saya tidak bisa hamil juga sampai saat ini, padahal saya sudah melepas KB tersebut 1 tahun yang lalu. Mohon penjelasannya dok

Perlu Jawaban