Tips Ibu Hamil Menjaga Kebugaran Tubuh Saat Berpuasa

Saat janin ibu hamil menunjukkan tanda-tanda pembuahan dan perkembangan yang berangsur setiap harinya, juga proses pembentukan organ-organ yang diakhiri dengan masa persalinan, semuanya adalah proses kehamilan yang sempurna. Sebagaimana yang kita ketahui jika pertumbuhan janin yang berlangsung hingga kurang lebih sembilan bulan ini diawali dengan beberapa tahapan-tahapan tertentu.

Nah, bunda tahu kan sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan, dan masih ada yang bertanya-tanya sebenarnya bolehkan ibu hamil ikut berpuasa? Sebenarnya, untuk ibu hamil di bulan Ramadhan sudah diberikan dispensasi untuk tidak apa-apa jika tidak berpuasa. Hal ini menyangkut asupan nutrisi kepada janin.

Walaupun sebagian besar dari ibu hamil merasa kuat menjalankan puasa, namun tetap harus dipeharikan asupan nutrisi untuk janin dan jangan sampai terabaikan. Para ahli kesehatan juga berpendapat jika ibu hamil yang berpuasa dengan ibu hamil yang tidak berpuasa, jika mendapat asupan nutrisi yang sama, maka keduanya tidak akan berbeda baik dari segi kesehatan dan kecerdasan bayi setelah lahir nanti. Akan tetapi, saat mulai memasuki trimester kedua dan ketiga, ada kemungkinan jika kekuatan untuk melakukan puasa lebih tinggi dibandingkan dengan ibu hamil pada trimester pertama dengan gejala-gejala kehamilan yang mengganggu.

Tidak hanya menahan untuk mengkonsumsi makanan yang sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan, puasa yang dilakukan ibu hamil berarti juga menjaga agar asupan nutrisi tetap masuk pada saat berbuka dan sahur. Maka dari itu, sebaiknya sebelum ibu hamil memutuskan untuk berpuasa, silahkan konsultasikan terlebih dahulu pada dokter atau bidan untuk mengetahui apakah janin sehat dan mendukung jika ibu melakukan puasa.

Jika Anda termasuk ibu hamil yang aktif, sebaiknya tetap jaga kebugaran tubuh jika tetap melaksanakan kegiatan keseharian agar terhindar dari rasa letih yang berlebihan. Terlebih jika sambil melakukan puasa, sebaiknya ibu hamil menyediakan energi lebih agar tetap semangat.

Namun tidak perlu bingung, disini kami akan memberikan Tips Ibu Hamil Menjaga Kebugaran Tubuh Saat Berpuasa, agar kuat dalam menjalankan puasa, dan tetap sehat.

Berikut tips selengkapnya :

1. Saat sahur dimulai, pastikan untuk memiliki nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan janin dan menjaga kesehatan selama puasa. Komposisi nutrisi yang dianjurkan adalah karbohidrat kompleks, lemak, protein hewani dan protein nabati. Jangan lupa juga untuk konsumsi sayuran dan buah-buahan agar pencernaan tetap lancar dan ibu terhindar dari wasir.

2. Mengkonsumsi makanan dengan porsi yang sedikit namun sering. Hal ini berlaku tidak hanya pada ibu hamil saja. Biasanya saat berpuasa, nafsu makan akan menurun, sehingga makan kita hanya sedikit karena merasa mudah kenyang. Namun pada ibu hamil, ingatlah jiak kesehatan janin juga harus diperhatikan dan dijaga. Caranya yaitu dengan mengatur porsi makanan menjadi lebih kecil, namun dengan intensitas sering dan gizi yang tidak boleh terlewatkan.

3. Lebih banyak minum air putih. Akibat kurangnya minum sepanjang hari terlebih saat berpuasa, bisa-bisa menyebabkan dehidrasi. Untuk itu, penuhi kebuthan minum air 8 gelas perhati. Dan saat berpuasa, ibu bisa minum 4 gelas di saat sahur, 4 gelas setelah berbuka namun tidak dengan minum yang terburu-buru karena bisa dibagi waktu dalam beberapa kesempatan.

4. Beristirahat yang cukup. Mengatur waktu istirahat ibu hamil, penting untuk kesehatan janin selama puasa nanti.

5. Mengkonsumsi Vitamin jika diperlukan. Namun perlu diperhatikan jika tidak sembarang Vitamin bisa dikonsumsi ibu hamil saat puasa. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau bidan dan tanyakan apa dan bagaimana keperluan Vitamin yang harus bunda dapatkan.

6. Olahraga Yoga. Melakukan Yoga sesaat menjelang berbuka puasa dapat dilakukan oleh ibu hamil, namun tidak boleh terlalu sering.

7. Minum susu ibu hamil. Sebenarnya, minum susu ibu hamil tidak terlalu diwajibkan, namun bunda masih bisa tetap mengknsumsi susu ibu hamil saat sahur dan berbuka guna membantu perkembangan janin.

Nah bagaimana? Mudah bukan tips diatas. Jadi, jangan ragu lagi jika bunda ingin ikut berpuasa, pastikan persiapan dan kesiapan yang matang jangan lupa juga untuk konsultasikan terlebih dahulu pada dokter atau bidan Anda. Semoga bermanfaat.

Citra Dewi Amd.Keb - April 28, 2017
Diskusi Dari:
Pipit Winartii

Selamat siang dok…
Saya mau bertanya. Saat ini saya sudah berusia 33 tahun dan sudah telat menstrulasi selama 2 bulan, dan sering merasakan mual layaknya orang hamil, khusunya di pagi dan malam hari. Namun ketika saya mengecek dengan menggunakan test pack hasilnya justru negatif. Yang saya mau tanyakan apakan ada kemungkinan saya hamil sedangkan hasil test peck menunjukan negatif?

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Claudia harapankita

Saya mau bertanya bolehkah meminum jamu tradisonal untuk memperlancar haid dan mencegah kehamilan? karena datang bulan saya sering tidak teratur sehingga saya kesulitan untuk menghitung massa subur. dan benarkah nanas bisa mencegah kehamilan atau itu hanyalah mitos belaka? terimakasih mohon dibalas pertanyaan saya.

Dijawab Oleh : Claudia harapankita
Diskusi Dari:
ANGGUN

Usia sy saat ini 36 tahun. Dan berencana utk program kehamilan. Apakah beresiko dgn usia sy sekarang? Dua kali kehamilan tidak ada masalah. Terima kasih

Dijawab Oleh : ANGGUN
Diskusi Dari:
Salma Syarifah Latipah

Hai mba bidan, saat ini saya sedang hamil besar dan kemungkinan sekitar 3-4 minggu lagi saya melahirkan. Kemarin saya sempat ngobrol ngobrol di forum tentang persalinan. Dan katanya, agar persalinan lancar, bisa pakai metode hipnosis. Apakah itu benar? Mohon pencerahannya ya. Thanks

Dijawab Oleh : Salma Syarifah Latipah
Diskusi Dari:
Ivie Suci

Halo dok, saya Resy saat ini usia bayi saya 2 minggu dan saat usia 4 hari bayi saya disinar selama 2 hari, selama disinar bayi saya diberikan susu formula untuk antisipasi dehidrasi dan pulang kerumah banyak bayi saya banyak bab. Tapi sampai sekarang ini sekitar 9 hari dengan full asi belum bab juga, padahal minum asinya banyak dan buang air kecilnya juga cukup banyak. Ada yang harus dikhawatirkan ga yah dok ?

Perlu Jawaban