Tips Menjalani Kehamilan Bagi Ibu Penderita Diabetes

Sebanyak 9,2% wanita menderita diabetes gestational, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), dan untuk wanita ini pada khususnya, bayi mereka memiliki risiko lebih tinggi lahir dengan berat badan tinggi dan komplikasi saat melahirkan. Bayi yang lahir dengan gula darah rendah (hipoglikemia) mungkin harus berada di NICU selama beberapa hari setelah dilahirkan.

Selain itu, wanita dengan diabetes yang di diagnosa sebelum kehamilan memiliki risiko lebih tinggi mendapat komplikasi, termasuk keguguran atau cacat lahir. Saat kehamilan berlanjut, wanita dengan diabetes memiliki risiko tekanan darah tinggi, preeklamsia, eklamsia, prematur, dan partus lama, operasi caesar dan komplikasi terkait lainnya. Lantas bagaimana cara merawat kehamilan bagi diabetesi? Berikut ini tips menjalani kehamilan bagi ibu penderita diabetes.

Tips Menjalani Kehamilan Bagi Ibu Penderita Diabetes

Konsultasi dengan dokter
Menurut seorang profesor endokrinologi dan kedokteran klinis di Keck School of Medicine of the University of Southern California di Los Angeles, Dr. Lois Jovanovci, mengungkapkan bahwa “Apabila Anda memiliki riwayat diabetes dan berencana untuk hamil, Anda harus membicarakannya dengan dokter untuk memastikan kadar A1C Anda normal, membicarakan obat-obatnya, atau jika perlu minta rujukan ke ahli gizi. Wanita dengan diabetes tipe 1 harus meminta dokternya untuk melakukan tes fungsi ginjal, tes tiroid dan pemeriksaan mata karena kondisi lain dapat bertambah buruk.”

Turunkan berat badan
Menurut seorang Obgyn bersertifikat di Los Angeles, Dr. Jennifer Lang mengungkapkan bahwa,”menurunkan berat badan dapat dimulai dari awal mereka mengetahui bahwa dirinya sedang hamil”.

Cobalah untuk mengonsumsi makanan yang berbasis sayuran dan hindari gula yang berlebihan, pengawet, makanan olahan dan makanan yang tinggi lemah jenuh.

Lebih banyak bergerak
Menurut Miarina Chaparro yang berupakan pendidik diabetes bersertifikat di Miami mengungkapkan,”Latihan akan membantu Anda memetabolisme makanan secara  lebih baik, mengontrol glukosa darah dan membantu mengendalikan berat badan selama dan setelah kehamilan.”

Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menyarankan agar wanita hamil setidaknya bergerak selama 15 menit dengan cara melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu.

Hitung karbohidrat
Saat Anda merencanakan makanan, cobalah untuk mengetahui berapa banyak karbohidrat dalam setiap makanan tersebut dan batasi jumlah yang Anda makan. Jika tidak, maka hal tersebut bisa meningkatkan gula darah.

Segera atasi morning sickness
Untuk mengatasi morning sickness, alangkah baiknya Anda makan setiap dua hingga tiga jam pada siang hari untuk mencegah rasa mual. Apabila Anda mengambil insulin atau pil, man beberapa biskuit asin sebelum turun dari tempat tidur saat pagi hari. Kemudian, ambil obat Anda untuk memastikan makanan di perut Anda tidak naik lagi ke kerongkongan.

Jus sayur
Solusi minum jus sayuran hijau segar merupakan sumber folat dan kalsium yang baik bagi tubuh. Mereka bahkan dapat mengontrol nafsu makan dan mencegah Anda mengidam gula. Namun, hindari jus yang mengandung banyak buah, karena mereka dapat meningkatkan gula darah Anda.

Perhatikan apa saja yang Anda minum
Saat Anda hamil, Anda dituntut untuk minum banyak air putih dan pastikan untuk menghindari jus, soda, minuman olahraga dan pemanis dalam kopi dan teh. Alangkah baiknya, Anda mengganti mereka dengan suatu minuman yang tidak berkalori dan memiliki karbohidrat. Karena mereka dapat menjadi sumber pertama yang menaikkan gula darah Anda.

Pola hidup sehat dan kehati-hatian
Diabetes gestasional adalah diabetes tipe 2 yang tidak terdiagnosis, bahkan studi menunjukkan 36 hingga 60% wanita dengan diabetes gestasional akan mengembangkan diabetes tipe 2 dalam waktu 5 hingga 10 tahun kemudian. Maka dari itu, bagi Anda yang memiliki diabetes gestasional, penting sekali untuk membicarakannya dengan dokter mengenai pemanatuan glukosa darah dan membuat perubahan gaya hidup yang lebih sehat setelah kehamilan tersebut.

Gunakan teknologi

Carilah aplikasi yang dapat membantu untuk memantau kadar gula darah, makanan atau menghitung karbohidrat berupa sensor dan monitor glukosa darah setiap hari.

Itulah beberapa tips menjalani kehamilan bagi penderita diabetes. Semoga info bidan ini bisa membantu Anda dalam memecahkan masalah yang mungkin kini Anda hadapi dan semoga Anda selalu diberikan kesehatan. Aamiin

Citra Dewi Amd.Keb - November 28, 2016
Diskusi Dari:
Aolia SucCie Priyatna

Selamat siang bu bidan, saya mau tanya. Adakah umur ideal bagi anak untuk disunat ? Sekarang ini umur anak saya baru menginjak 2 tahun. Apakah usianya masuk kriteria untuk disunat atau belum ? Mohon penjelasannya bu bidan. Terimakasih.

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Pipit Winartii

Selamat siang dok…
Saya mau bertanya. Saat ini saya sudah berusia 33 tahun dan sudah telat menstrulasi selama 2 bulan, dan sering merasakan mual layaknya orang hamil, khusunya di pagi dan malam hari. Namun ketika saya mengecek dengan menggunakan test pack hasilnya justru negatif. Yang saya mau tanyakan apakan ada kemungkinan saya hamil sedangkan hasil test peck menunjukan negatif?

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Alfiyah

Selamat siang bu bidan saya mau bertanya. Apakah penggunaan Kb itu aman untuk wanita yang baru menikah? Soalnya saya sering mendengar jika wanita yang baru menikah sebaiknya tidak menggunakamn KB karena dapat membuat rahim kering dan sulit hamil nantinya. Apakah itu benar mohon penjelasannya

Dijawab Oleh : Alfiyah
Diskusi Dari:
Sahputri Ramadhani

Saya mau menanyakan tentang cara menghitung kehamilan wanita yang memiliki haid tidak teratur. bUlan lalu saya masih haid dan terakhir nya pada tanggal 29 Agustus. Pada minggu ke 2 setelah terakhir menstrulasi, tepatnya apda tanggal 18 Oktober saya merasakan mual mual dan saya cek ternyata positif hamil. Sebelumnya saya sering kali memiliki masalah dengan mestrulasi yakni waktu yang tidak teratur yang bahkan bisa saja telat hingga 3 bulan lamanya. Yang mau saya tanyakan, bagai mana cara menghitung kehamilan pada orang yang memiliki masalah dengan haid yang tak lancar ini, apakah bisa dihitung sama dengan orang yang memiliki siklus haid yang normal?

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
uye (wanita)

selamat pagi bu bidan. Saya mau tanya, saya baru saja menikah bulan maret kemarin. Dan setelah menikah hingga sekarang saya hanya mengalami satu kali datang bulan yaitu pada tanggal 15 april lalu. kemudian saya mencoba tes menggunakan tespack. Namun hasilnya negatif. Saya dan suami masih penasaran. Hingga seminggu kemudian kamipun tes ulang menggunakan tespeck, namun hasilnya masih negatif. apa yang terjadi pada saya bu bidan? apa saya hamil? tetapi mengapa hasil di tespeck negetif? mohon jawabannya bu bidan..

Dijawab Oleh : uye (wanita)