Tips Merawat Kulit Bayi Agar Tetap Lembut dan Sehat

Sebagai orang tua baru, bunda tentu akan selalu menjaga dan melakukan perawatan pada bayinya dengan intens, terutama bayi perempuan. Salah satu jenis perawatan yang paling diperhatikan adalah kesehatan tubuh dalam dan juga kulit bayi agar tetap lembut dan bersih.

Kulit bayi yang cenderung lebih sensitif dibandingkan orang dewasa tentu harus mendapatkan perhatian lebih dari orang tua. Ada banyak hal yang harus bunda perhatikan, sehingga bunda membutuhkan beberapa tips merawat kulit bayi agar tetap lembut dan sehat secara alami seperti yang bidan online informasikan berikut ini.

Tips Merawat Kulit Bayi Agar Tetap Lembut dan Sehat


  1. Mandikan bayi bunda menggunakan air hangat dan gunakan sabun yang memiliki pH rendah sekitar 4,5 sampai 5.
  2. Jika bunda menemukan lapisan “vermix caseosa” di kulit bayi, jangan menggosoknya. Karena, lapisan tersebut bermanfaat untuk melindungi kulit bayi yang sensitif.
  3. Bilas tubuh bayi dengan bersih, serta pastikan tidak ada sisa sabun atau busa yang masih menempel pada kulit bayi.
  4. Keringkan tubuh bayi dengan handuk yang halus. Cara mengeringkannya dengan menepuk-nepuk, bukan menggosoknya untuk menghindari iritasi pada kulit bayi. Bunda juga harus memerhatikan lipatan tubuh bayi yang harus dikeringkan, karena jika tidak kering bisa memicu masalah ruam dan gatal pada daerah tersebut.
  5. Memberikan pijatan pada kulit bayi dengan menambahkan minyak zaitun atau baby oil.
  6. Bedaki bayi bunda agar kulitnya tampak semakin halus. Namun, jangan membedaki daerah liptan seperti leher, ketiak, paha, atau kelamin. Hal ini untuk menghindari bedak yang bercampur dengan keringat, yang bisa menyebabkan timbulnya iritasi.
  7. Untuk pakaiannya, sebaiknya bunda memilih pakaian berbahan katun yang lembut dan mudah menyerap keringat. Pakaian tersebut juga sebaiknya agak longgar untuk memudahkan bayi bergerak.
  8. Saat keluar rumah, sebaiknya siapkan payung atau topi untuk bayi agar tidak terkena sinar matahari langsungm, kecuali pagi hari. Dan jika cuaca dingin, sebaiknya lengkapi tubuhnya dengan jaket.
  9. Saat menjelang tidur, bunda harus memastikan sarung bantal dan seprai untuk bayi selalu dalam kondisi bersih dan rapih. Sedangkan untuk menghindari gigitan nyamuk, bunda bisa gunakan kelambu agar lebih aman untuk bayi.
  10. Ciptakan suhu kamar dan lingkungan yang bisa memberikan kenyamanan pada bayi, memerhatikan juga ventilasi kamar agar berfungsi dengan baik, serta memotong kuku bayi yang bisa menjadi tempat perkembang biakan kuman. Hal ini bisa memengaruhi kulit bayi ketika ia menggaruknya.

Ketika bayi mengalami masalah dengan kulitnya yang lebih sensitif dibandingkan bayi yang lainnya, bunda harus melakukan cara yang sedikit berbeda dari para bunda yang lainnya. Yaitu dengan memakaikan body lotion khusus bayi yang tidak mengandung bahan kimia seperti pewarna dan pewangi, jangan memandikan bayi terlalu sering yang normalnya 2 kali sehari dengan mengondisikan cuaca saat itu, tidak menggunakan sabun antibakteri pada bayi karena bersifat keras, serta menggunakan baby oil saat mandi untuk memberikan kelembutan dan meringankan masalah yang terjadi.

Jika dirasa bunda sudah melakukan hal yang benar pada si kecil, bunda harus bisa konsisten dengan apa yang bunda lakukan tersebut. Namun, jika dirasa masih banyak kesalahan dalam merawat kesehatan kulit bayi, segera perbaiki yah bun agar si kecil bisa memiliki kulit yang lembut dan bersih. Kulit yang lembut dan sehat akan memberikan kenyamanan untuk sang bayi sendiri, maupun orang-orang di sekitar yang senang melihatnya, terutam bunda dan ayah yang menjadi orang tuanya sendiri.

Citra Dewi Amd.Keb - July 26, 2016
Diskusi Dari:
Lia Rachma

Pagi Dok. Saya wanita beru,ur 21 Tahun, mau bertanya kenapa ya kalau saya telat makan atau makan pedas perut saya sering panas dan juga keras dibagian perut sebelah kanan dan juga pusar. Apakah ini merupakan salah satu jenis masalah kesehatan yang berbahaya?

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Milda

Selamat pagi, maaf bu bidan saya ingin menanyakan perihal kehamilan saya yang disertai dengan gejala kaki bengkak dan kini usia kehamilan saya menginjal trimester 3. Apakah hal ini wajar dan bagaimana cara mengatasinya ?

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Ratu

Pagi Bu Bidan, sodara saya kemarin mengalami keguguran yang diakibatkan oleh kehamilan anggur atau kosong. Namun, hal itu sebelumnya tidak diketahui oleh keluarga kami dan sebelumnya juga kami menyangka sodara saya mengalami kehamilan normal.

Nah, belajar dari pengalaman sodara saya, bagaimana cara mengetahui lebih dini mengenai hamil anggur itu? dan adakah gejala yang membedakannya?

Dijawab Oleh : Ratu
Diskusi Dari:
Anonymous

Selamat sore buk,,
saya mau tanya seputar kehamilan pasca operasi kehamilan ektopik di saluran tuba….pada bulan maret saya mengalami kehamilan ektopik,umur janin sudah 2 bulan,kemudian dokter menyarankan agar saya melakukan operasi karena KE sudah hampir pecah…jadi saya dan suami memutuskan untuk melakukan operasi pada bulan maret lalu…dokter menyarankan pasca operasi 3 bulan untuk melakukan hidrotubasi…tapi saya belum melakukannya meskipun sekarang sudah 3 bulan pasca operasi…yang ingin saya tanyakan,apakah saya bisa langsung program hamil aja tanpa hidrotubasi???mengingat keadaan keuangan dan rasa ketakutan saya terhadap efek samping dari hidrotubasi…mohon pencerahannya

Dijawab Oleh :
Diskusi Dari:
Uchi Susilawati

Selamat siang Dok. Saya sudah menikah kurang lebih 2 tahunan. Sampai saat ini saya belum hamil juga. Memang dulu saya sempat merasakan haid yang tidak biasanya saya rasakan. Saat ini, saya sedang bekerja di pabrik dan meraskan haid yang tidak biasanya saya rasakan yang membuat saya lemas dan bahkan mengeluarkan gumpalan darah sebesar ati aya. Yang saya mau tanyakan itu berpengaruh tidak dengan masalah kehamilan? soalnya sampai sekarang saya belum hamil juga, padahal sami saya sudah ingin segera memiliki keturunan

Dijawab Oleh : Uchi Susilawati