Tips Untuk Wanita Yang Takut Hamil Dan Melahirkan

Membicarakan kehamilan tentu menjadi salah satu topik yang menarik bagi ibu-ibu muda di luar sana yang mendambakan kehamilan dan kehadiran si buah hati di tengah-tengah keluarga kecil mereka. Namun ternyata, tidak semua wanita bisa merasakan antusias kebahagaiaan ketika mendapat berita kehamilan. Beberapa diantaranya bahkan meragukan tentang bagaimana hebatnya momentum kehamilan. Dan yang lebih parah lagi adalah ketika sebagian dari wanita-wanita tersebut menganggap masa kehamilan sebagai pengalaman yang mengerikan dan menakutkan.

Curhat Bidan,- Ketakutan yang dialami wanita akan kehamilan dan melahirkan juga punya anak ternyata termasuk jenis fobia kehamilan. Fobia tersebut dalam istrilah psikologi disebut Tokophobia. Fobia jenis ini merupakan sebuah kondisi dimana seorang wanita memiliki rasa takut untuk hamil dan melahirkan seorang anak. Sangat penting bagi wanita yang memiliki fobia tersebut untuk mengatasinya. Terlebih jika wanita yang belum pernah merasakan hamil sebelumnya. Karena ternyata fobia Tokophobia sekunder, terjadi pada wanita yang pernah mengalami hamil dan melahirkan, memicu rasa takut akan kehamilan yang bisa terjadi lagi.

Pada dasarnya Tokophobia merupakan jenis fobia yang memiliki tingkatan berbeda pada tiap-tiap wanita. Biasanya, ketakutan tersebut bisa muncul saat usia remaja, dan berkembang seiring berjalannya usia mereka. Biasanya, ketakutan ini juga membawa pilihan bagi para wanita untuk memilih operasi caesar dalam memilih metode melahrkan yang mereka anggap aman dan jauh dari ketakutan.

Namun yang jelas, ketakutan akan hal tersebut tetap harus diatasi dengan baik, nah berikut ini adalah Tips Untuk Wanita Yang Takut Hamil Dan Melahirkan seperti yang dilansir dari laman boldsky, apa saja? Ini dia selengkapnya.

  • Memberikan Dukungan.

Memberikan dukungan adalah tips yang paling baik, yang bisa dilakukan oleh pasangan yang memiliki ketakutan terhadap kehamilan dan melahirkan. Wanita yang  memiliki fobia seperti ini, sangat penting bagi suami-suami untuk memberinya dukungan serta perhatian. Dengan berada disampingnya, kemudian berbicara padanya mengenai bagaimana sudut pandangnya tentang masa kehamilan mungkin bisa membantu menyadarkan bahwa kehamilan bukanlah sesuatu yang harus ditakutkan. Hamil memang penting, namun lebih penting lagi membuat pasangan Anda dapat menjalani kehamilan yang bahagia.

  • Memahami akan ketakutan yang dialaminya.

Lakukan komunikasi yang terbuka dengan pasangan dan cobalah untuk mengerti dan memastikan tentang bagian mana saja dari kehamilan yang membuatnya merasa takut. Beberapa wanita merasa ketakutan karena makhluk asing yang nantinya akan tumbuh di dalam perut mereka, namun beberapa diantaranya merasa ketakutan akan rasa sakit saat melahirkan yang akan dideritanya. Dengan memahami tentang rasa kekhawatiran mereka, ini bisa membantu Anda sebagai pasangan dalam merancang rencana yang tepat untuk dapat mengatasi fobia kehamilan pasangan Anda.

  • Memiliki pengetahuan lebih.

Daripada hanya membayangkan saja, akan lebih baik jika mengetahui lebih banyak tentang informasi yang benar seputar kehamilan. Dimana kehamilan merupakan proses fisiologis yang harus dijalani dengan sukarela oleh mereka yang mengalaminya. Hindari berada dalam sebuah forum atau laman diskusi dimana orang bisa mengungkapkan sesuatu yang bebas tanpa mengetahui apapun dari kebenaran bukti ilmiahnya. Jauh-jauhlah dari tiap-tiap mitos yang beredar dan sebaiknya perbanyak membaca buku-buku kedokteran tentang masalah kehamilan.

  • Menjadi positif dalam segala hal.

Berikanlah pengertian jika diluar sana ada jutaan wanita yang telah menjalani pengalaman hamil yang aman dan lancar termasuk ibu Anda.

  • Konsultasikan lagi dengan Dokter.

Terdapat sebuah situasi dimana Anda perlu untuk langsung menemui pakarnya. Jangan dulu merasa berkecil hati dan malu tentang perkara ini, karena Anda bukanlah satu-satunya wanita yang menghadapi masalah seperti ini. Melakukan konsultasi langsung dengan ahlinya seperti dokter kandungan ataupun bidan, merupakan ide terbaik untuk kebanyakan wanita dalam mengatasi fobia.

Bagaimana? Tidak sulit bukan untuk mengatasi ketakutan tersebut? Terlebih jika dibantu dengan beberapa tips diatas. Semoga kehamilan dan melahirkan yang Anda nanti berjalan normal, dan lancar. Salam sehat selalu untuk Bunda dan keluarga.

Citra Dewi Amd.Keb - March 15, 2017
Diskusi Dari:
wastini

Selamat pagi bu bidan saya mau bertanya istri saya mengalami haid yang tidak lancar setelah melahirkan namun di awal nipas haid istri saya lancar-lancar saja. Dan setelah itu selama 3 bulan istri saya tidak haid juga mohon penjelasannya apakah ini normal?

Dijawab Oleh : wastini
Diskusi Dari:
Putri Kintamani

Selamat sore, saya mau tanya bu bidan. Apa yang bisa menjadi menu paling tepat sebagai makanan pengganti ASI untuk si kecil ? Mohon dijawab, Terimakasih

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Rani Anggraeni

Sore bu bidan.
Saya saat ini tengah mengandung usia kehamilan tua, dan ini adalah kehamilan kedua saya. Saat persalinan saya yang pertama, saya kurang begitu banyak memiliki tenaga. Kata teman-teman saya, lebih baik pada persalinan kali ini saya ngemil jadi tenaga saya bisa bertambah. Yang mau saya tanyakan, jika saya makan atau ngemil dalam proses tahapan persalinan apakah berbahaya atau tidak? Terimakasih

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Gita Febian

bagi saya pasangan suami istri muda sangat susah menemukan gspot pada istri saya, takutnya tidak memuaskan. Bagaimana cara kita menemukan g spot pada pasangan kita ?

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Dwickadeck Doen

Saya mau tanya nih bu bidan seputar rambut bayi, anak saya berumur 1,5 tahun tapi pertumbuhan rambut nya kok sedikit sekali yah. Kira-kira penyeba nya apa saja yah ? saya lihat teman sebayanya rambutnya bagus semua bu bidan. saya khawatir sekali terlebih anak saya itu perempuan.

Dijawab Oleh : Dwickadeck Doen