×

Bunda, Pandai-pandailah Mengelola Keuangan Keluarga

Bagikan Artikel :

Bunda, Pandai-pandailah Mengelola Keuangan Keluarga

Bunda, jangan kaget apabila setelah berumah tangga kebutuhan akan semakin bertambah. Apalagi jika sudah dikaruniai seorang anak. Oleh karena itu Bunda harus pandai mengatur keuangan keluarga. Karena tidak sedikit keluarga baru yang kurang harmonis dikarenakan pengaturan keuangan keluarga yang kurang tepat.
Nah agar keuangan stabil pasangan suami istri harus saling terbuka terhadap keuangan dan kebutuhan. Jangan sampai Anda atau pasangan Anda berbohong, menipu, dan mengeluarkan uang yang terlalu banyak, yang menyebabkan semua kepercayaan dalam hubungan menjadi hilang. Nah agar tragedi ini tidak terjadi, Bidan Citra akan memberikan tips nya.

Cara Mengatur Keuangan Keluarga

  1. Mulailah Berbicara Mengenai Keuangan
    Tips pertama cara mengatur keuangan keluarga baru adalah jalin komunikasi. Berbicara mengenai keuangan Anda kepada pasangan adalah hal yang penting dibicarakan sebelum Anda menikah. Jika Anda belum pernah ngobrolin keuangan, sebaiknya Anda secepatnya melakukannya.
    Bicarakan mengenai cara pasangan Anda ngurus uang, tabungan, deposito, investasi, asuransi dan visi ke depannya. Anda juga harus membicarakan mengenai siapa yang akan mengatur keuangan keluarga Anda.
  2. Diskusikan Kondisi Keuangan Anda
    Tips kedua cara mengatur keuangan keluarga baru adalah obrolin kondisi keuangan Anda. Salah satu cara yang paling sederhana adalah kasih tahu pasangan Anda mengenai rekening saldo.
    Anda dapat mengetahui siapa calon pasangan, dari cara Dia mengelola keuangan. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan yang sangat diperlukan di dalam membina hubungan rumah tangga yang harmonis.
  3. Buatlah Dana Darurat
    Jika Anda belum mempunyai tabungan dana darurat, pertimbangkanlah untuk mulai membuatnya.
    Dana darurat adalah dana yang dialokasikan dan ditabung untuk hal-hal yang tidak terduga, seperti terkena PHK, keluarga ada yang sakit, bencana alam, ataupun rumah yang tiba-tiba perlu diperbaiki akibat bocor.
    Dana darurat ini sebaiknya mempunyai nilai sekitar 6-12 bulan dari nilai pengeluaran bulanan keluarga Anda.
    Mulai membuat dana darurat sebaiknya menjadi prioritas karena hal ini dapat memberikan keamanan keuangan keluarga Anda dan melindungi keluarga Anda dari ancaman-ancaman yang tidak terduga.
  4. Buatlah Budgeting
    Budgeting bukan hanya penting bagi perusahaan, tetapi bagi keluarga juga sangatlah penting, apalagi untuk keluarga baru.
    Anda sebaiknya membuat budget untuk setiap bulannya, sehingga Anda dapat mengatur limit uang yang dapat dibelanjakan untuk membeli makanan, makan di luar, dan untuk entertainment.
    Hal ini juga diperlukan agar tidak terkena lilitan utang, seperti utang kartu kredit.
    Budgeting ini dapat dimulai dengan me-review pengeluaran selama beberapa bulan lalu untuk memastikan berapa besar yang sudah Anda habiskan dan apakah lebih besar daripada pemasukan Anda atau tidak.
    Selanjutnya Anda dapat merencanakan limit setiap kategori pengeluaran bulanan Anda, mengalokasikan dana untuk pengeluaran tidak terduga, seperti biaya perbaikan kendaraan maupun biaya berobat ke dokter.
  5. Mengontrol Budget yang Sudah Dibuat
    Tidaklah cukup dengan hanya membuat budget untuk keuangan keluarga Anda. Anda harus memastikan untuk mengontrol budget yang sudah dibuat sebelumnya dengan menggunakan Sistem Budgeting Amplop.
    Sistem amplop ini adalah suatu sistem yang membagi uang berdasarkan masing-masing kategori dan memasukkan uang tersebut ke dalam masing-masing amplop. Sayangnya sistem ini cukup ribet.
    Sistem ini sangatlah efektif untuk cara mengatur keuangan keluarga baru, karena Anda dapat menghemat pengeluaran bulanan. Coba gunakan Aplikasi Finansialku untuk memudahkan Anda mencatat keuangan harian.
  6. Buatlah Pertemuan Mingguan untuk Membahas Keuangan Keluarga
    Diskusi rutin mengenai keuangan adalah cara satu-satunya cara untuk membuat keuangan Anda aman. Anda dan pasangan dapat membahas mengenai anggaran, tagihan yang jatuh tempo, hasil investasi Anda dan lain sebagainya.
    Pertemuan mingguan ini berfungsi untuk mendiskusikan kondisi keuangan Anda dan mencari solusi permasalahan keuangan.
  7. Menabunglah Dana Pensiun
    Apakah Anda sudah menikah atau belum, Anda perlu memastikan Anda memiliki finansial yang tetap untuk jangka panjang. Salah satunya adalah menabung untuk masa pensiun.
    Rencanakan masa pensiun Anda dengan aplikasi Finansialku agar Anda mendapatkan manfaat yang besar serta Anda mengetahui berapa dana yang Anda butuhkan untuk masa pensiun Anda.
    Banyak pasangan muda yang terlambat menyiapkan dana hari tua. Kami berharap agar Anda tidak terlambat melakukan persiapan pensiun.
  8. Berbagi Tanggung Jawab
    Pengelolaan uang melibatkan kedua belah pihak. Bekerja sama dan berbagi tanggung jawab dalam menentukan sesuatu terlebih untuk menentukan masalah keuangan.
    Sebagai contoh, suami dan istri harus ikut serta dalam pengambilan keputusan, menentukan anggaran, dan membayar tagihan.
    Berbagi tanggung jawab penting untuk dilakukan. Jika tidak, salah satu pihak akan merasa tidak dihargai. Dalam rangka menjaga keharmonisan rumah tangga pastikan Anda dan pasangan saling terbuka mengenai masalah keuangan.
  9. Pergunakanlah Pendekatan Harmonis dalam Membahas Keuangan Keluarga
    Jika pasangan Anda boros dan menggunakan uang melebihi anggaran, jangan langsung marah serta berfikiran negatif kepadanya, tanyakan dahulu apa yang menjadi penyebab pasangan Anda melakukannya.
    Anda dan pasangan harus menghadapi masalah yang terjadi, diskusikan masalah, dan cari solusi yang pas dalam menyusun kembali anggaran yang lebih baik. Selesaikan masalah dengan cinta, ingatlah bahwa saat ini Anda dan pasangan merupakan sebuah keluarga.
  10. Bekerja Sama Sebagai Tim
    Untuk bekerja layaknya sebuah tim, Anda dan pasangan harus memiliki tujuan dan pemikiran yang sama.
    Bangun motivasi dan lakukan hal-hal positif agar Anda dan pasangan semakin mengerti satu sama lain.
    Rencana keuangan akan berhasil dilakukan jika Anda dan pasangan mau menjalankannya dengan baik. Sadari kekuatan dan kelemahan masing-masing untuk membawa sinergi pada tujuan yang ingin Anda capai.
  11. Jujur
    Kejujuran merupakan kunci sukses dari segala hal, terutama dalam hal mengelola keuangan rumah tangga. Apa pun yang terjadi ceritakanlah pada pasangan anda walaupun masalah yang Anda ceritakan akan membuatnya marah. Jangan khawatir, karena ketika pasangan Anda mulai tenang, perlahan ia akan mendengarkan alasan Anda selama alasan tersebut masuk akal.
    Terbiasa jujur serta saling terbuka akan berdampak baik untuk Anda dan pasangan, jika anda memiliki masalah keuangan segera selesaikan, karena tak jarang sebuah keluarga hancur hanya karena pasangan sering berbohong masalah uang.
  12. Percaya Kepada Pasangan Anda
    Sama seperti perusahaan, idealnya keluarga juga memiliki satu orang yang dipercaya untuk memegang serta mengatur pengeluaran.
    Tidak ada aturan yang menyebutkan siapa yang berhak menjadi bendahara karena dalam keluarga hal itu bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing orang.
    Anda hanya perlu mempercayai pasangan Anda untuk mengelola keuangan bila memang pasangan Anda telah ditunjuk sebagai bendahara. Anda tidak perlu terlalu sering bertanya kepada pasangan Anda berapa uang yang telah dihabiskan, atau digunakan untuk apa uang yang ada.
    Belajar untuk melepaskan kontrol dan saling percaya dengan pasangan. Menggunakan rekening bersama adalah cara yang baik untuk mempraktikkan hal ini.
  13. Belajarlah dari Satu Sama Lain
    Jangan angga diri Anda sebagai orang yang paling mengerti dan berhak atas penanganan keuangan keluarga, karena bisa jadi pasangan Anda tahu lebih banyak atau lebih berpengalaman dan disiplin tentang penanganan uang.
    Disaat posisi kita yang lebih tahu pun, kita harus tetap meminta pendapatnya dalam merencakan dan menggunakan keuangan keluarga.
    Anda atau pun pasangan Anda memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Contoh, seorang istri akan lebih tahu tentang diskon dalam berbelanja kebutuhan sehari-hari dan seorang suami akan lebih faham dalam urusan investasi. Jadi Anda bisa berbagi mengenai hal tersebut dengan pasangan.
  14. Asuransi
    Anda harus mulai memikirkan bagaimana melindungi keluarga baru yang saat ini Anda miliki. Melindungi aset Anda merupakan hal yang penting karena aset Anda memiliki risiko. Miliki asuransi kesehatan, jiwa, kendaraan dan lain-lain.
    Sebelum memilih dan menentukan asuransi pastikan asuransi tersebut sesuai dengan kebutuhan keluarga Anda serta janganlupa pastikan premi yang wajib dibayar sesuai dengan kemampuan keuangan Anda dan keluarga.

Bersyukur bagi Anda jika asuransi yang Anda gunakan ditanggung oleh perusahaan dimana Anda bekerja. Namun jika tidak, Anda harus melakukan perlindungan sendiri terhadap aset Anda.

Atur Keuangan Keluarga Sejak Dini

Pernikahan dan uang bisa menjadi hal yang rumit, tapi yang terbaik yang dapat Anda lakukan adalah bersikap terbuka dan jujur. Buatlah perencanaan yang solid untuk anggaran, pengeluaran dan investasi. Semakin cepat Anda melakukannya, semakin baik.
Jika Anda membentuk kebiasaan pengelolaan uang yang baik sebagai pasangan yang baru menikah, secara kompak Anda dan pasangan akan mampu menghadapi permasalahan di masa mendatang.

Related Posts :

    Manfaat Menejemen Keuangan Keluarga

    Manajemen keuangan yang baik juga membantu Anda untuk mengatur rencana jangka pendek dan panjang. Beberapa contoh: Anda berencana membeli rumah, memiliki anak, merencanakan tabungan demi kebutuhan buah hati, sampai dengan simpanan hari tua.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : July 4, 2019

    Pertanyaan Pengunjung :

    Pil Kontrasepsi

  • Oleh : Dian Poenya Raizo
  • 2 tahun, 5 bulan yang lalu

    Saya mau tanya kemarin saya melakukan hubungan dengan suami saya tetapi kami berencana menunda momongan. yang jadi masalah tadi siang suami saya tidak sengaja mengeluarkan sperma setetes divagina(saya tidak terasa). lalu saya langsung minum pil KB ? apa pil KB bisa menunda kehamilan? atau pil kontrasepsi darurat jauh lebih manjur dan minum pil kb setelah berhubungan justru tidak berpengaruh dan kemungkinan kehamilan masih ada?
    mohon penjelassannnya

    Mempertanyakan apakah keguguran apa tidak

  • Oleh : Santana jaya
  • 1 tahun, 12 bulan yang lalu

    Assalamualaikum dok saya mau tanya,saya mengalami keluar gumpalan darah dan rasa sakit pada bagian bawah perut apakah saya mengalami keguguran atau tidak

    Tanda2keperawanan

  • Oleh : Abdul Ghofar
  • 3 hari, 23 jam yang lalu

    Buk dokter saya mau tanyak
    ketika puting buah dada seseorang menonjol besar dan pinggang agak membesar pula apakah itu tanda seseorang yg sudah pernah melakukan hubungan intim

    Merasa tidak nyaman di MissV

  • Oleh : azizah Rahmani putri
  • 2 bulan, 2 minggu yang lalu

    Assallamualaikum bu bidan,
    Saya umur 19 tahun dan belum sama sekali melakukan hubungan seksual. sudah 2 minggu an saya merasakan tidak nyaman di lubang vagina saya, seperti ada yang mengganjal atau merasa ada gelembung di dalam lubang vagina,kadang kalo di buat duduk itu terjadi Queefing (tidak berbau). Setelah Queefing tetap saja terasa gelembung di lubang vagina dan sangat tidak nyaman. Kejadian itu terjadi setiap malam,di jam tidur. apakah itu termasuk ke dalam penyakit yg berhubungan dengan kandungan atau semacam nya? Tindakan apa yang harus saya lakukan?

    Wasir / Ambeien Saat Hamil

  • Oleh : Ririn
  • 3 tahun, 11 bulan yang lalu

    Selamat pagi, saat ini saya tengah mengandung usia 8 bulan. Beberapa hari yang lalu saya mengalami sembelit, yang berujung (mohon maaf) anus saya perih. Saya pikir itu akan sembuh dalam sehari, tetapi kini rasa sakit dan perih bertambah parah, juga seperti ada yang mengganjal. Saya mendiskusikannya dengan suami saya, dan kami rasa itu adalah wasir / ambeien. Yang mau saya tanyakan, apakah bagi ibu hamil itu adalah kondisi yang wajar, dan apakah akan berdampak buruk bagi persalinan saya yang hanya beberapa minggu lagi? Lalu bagaimana cara mengobatinya?
    Terimakasih

  • Oleh : Ririn
  • Tanya Bidan