×

Tuntutan Dalam Pernikahan Yang Memicu Pertengkaran

Bagikan Artikel :

Tuntutan Dalam Pernikahan Yang Memeicu Pertengkaran

Bagi pasangan suami istri, pasti punya harapan dong dalam pernikahan Anda. Tapi hati-hati kalau harapan kita berubah jadi tuntutan yang tidak realistis. Karena terlalu banyak tuntutan dalam pernikahan bisa memicu pertengkaran yang akhirnya bikin penikahan berantakan. Jadi menuntut boleh tapi harus di batasi ya! Ingat bahwa orang yang kita cintai tidak akan nyaman apabila terlalu di intervensi. Dan tentu Anda tidak mau dong orang yang dicintai tidak merasa nyaman dengan diri Anda? Nah tuntutan yang bagaimana yang bisa memicu pertengkaran dalam pernikahan?. Oke, kali ini Bidan Citra bakal share beberapa tuntutan yang bikin rumah tangga goyah.

Tuntutan Yang Membuat Pertengkaran

  1. Menuntut pasangan untuk berubah
    Merubah karakter dan kebiasaan orang bukanlah hal yang mudah. Anda butuh kesabaran yang ekstra dan strategi yang kreatif sehingga pasangan bisa merubah kebiasaan yang kurang baik.
  2. Menutuntut pasangan untuk melakukan semua hal sesuai dengan standar kita
    Standar setiap orang berbeda-beda. Jangan paksakan pasangan untuk melakukan sesuatu sesuai standar Anda. diskusilah dengan baik bersama pasangan Anda.
  3. Menuntut pasangan untuk tidak menghabiskan waktu dengan teman-temanya atau keluarganya lagi.
    Teman dan keluarga itu adalah kebutuhan dalam bersosialisasi. Ingat bahwa manusia adalah mahkluk social. Biarkan pasangan Anda bersosialisasi, bercengkerama dengan dunianya.
  4. Menuntut pasangan untuk membuat kita selalu bahagia
    Pasangan Anda manusia biasa, bukan paranormal yang tahu semua yang membuat anda bahagia, dia juga bisa jenuh, sedih, kecewa, marah dll. Sehingga tidak akan pernah ada pasangan yang selalu membuat Anda terus dalam kebahagiaan.
  5. Menuntut pasangan untuk bisa membaca pikiran kita
    Jika Anda ingin pasangan Anda tahu apa yang sedang Anda pikirkan, maka bicaralah dan komunikasi dengan baik.
  6. Menuntut pasangan meninggalkan hobinya
    Jangan larang pasangan untuk melakukan hobinya, karena hal itu bisa bermanfaat untuk melepas kepenatan. Apabila terlalu menyita waktu cobalah untuk bicarakan baik-baik. Cari waktu dan strategi yang tepat agar pasangan sadar dan bisa memperbaiki tanpa harus kehilangan hobinya.
  7. Menuntut pasangan untuk selalu setuju dengan kita
    Ini adalah statement yang sangat egois, kata “iya” dari pasangan itu adalah hal yang sangat penting. Dalam pernikahan segala keputusan harus kesepakatan bersama.
  8. Menuntut pasangan membelikan barang-barang mewah
    Barang-barang mewah memang memuaskan hati, tapi jangan memberatkan pasangan. Jika mampu gak masalah, tapi jika tidak mampu jangan memaksakan.

Pasangan Anda Bukan Doraemon

Mereka yang dapat mempertahankan pernikahan hingga usia tua bukan berarti kehidupan rumah tangganya aman-aman saja. Ketahuilah, cara tiap pasangan menyelesaikan masalah itu berbeda-beda.
Oleh karena itu, jika Anda menginginkan kehidupan rumah tangga yang awet dan bahagia bersama pasangan, sebisa mungkin hindari tuntutan yang mengundang pertengkaran. Pasangan Anda bukan doraemon atau peramal yang mempu menuruti segala tuntutan Anda.

Related Posts :

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : July 26, 2019

    Pertanyaan Pengunjung :

    Pendarahan setelah melakukan hubungan badan

  • Oleh : Reni Ristiani
  • 9 bulan, 4 minggu yang lalu
  • Oleh : Reni Ristiani
  • Keputihan Yang Tak Normal

  • Oleh : Muhammad Hanif Maulana
  • 4 tahun, 11 bulan yang lalu

    Siang dok, saya baru saja menikah 1 minggu lalu. Sebelum menikah, memang saya memiliki masalah dengan seputar kesehatan keputihan yang sedikit berwarna hijau dengan jumlah yang memang cukup lumayan banyak. Namun, setelah saya menikah, sering kali saya merasakan rasa gatal setelah melakukan hubungan intim, dan bahkan pada pertama kalinya berhubungan keputihan ini semakin banyak dan bahkan membuat saya risih dan takut suami berpaling. Saya mau bertanya, apaklah hal ini merupakan salah satu hal yang normal pada awal berhubungan seks atau bahkan ini berbahaya? Terus bagai mana cara mengatasi masalah kesehatan yang satu ini agar keputihan hilang dari bagian vagina ini.

  • Oleh : Muhammad Hanif Maulana
  • permisi dok saya mau tanya janin saya sehat atau tidak

  • Oleh : masnah
  • 1 tahun, 1 bulan yang lalu

    permisi dok saya mau tanya janin saya sehat atau tidak

  • Oleh : masnah
  • kontributor Curhat Bidan

  • Oleh : ade
  • 3 tahun, 1 bulan yang lalu

    Selamat sore. Saya adalah lulusan d3 kebidanan dan saat ini bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Jawa Timur. Saya juga sangat tertarik dalam dunia media dan publikasi kesehatan. Apakah saya bisa menjadisalah satu kontributor Curhat Bidan? terimakasih

    Pertanyaan

  • Oleh : Ganda Yana
  • 1 tahun, 2 bulan yang lalu

    Dok,apa emng bener kalo penis bersentuhan dengan vagina bisa hamil?

  • Oleh : Ganda Yana
  • Tanya Bidan