×

Waspada Virus Cacar Monyet! Jangan Sampai Menyerang Keluarga Anda

Bagikan Artikel :

Waspada Virus Cacar Monyet!

Setelah virus flu singapura yang datang menyerang banyak anak-anak Indonesia, kini ada lagi virus Monkeypox atau cacar monyet. Viru sini dilaporkan semakin menyebar di luar negeri. Meskipun hingga saat ini belum muncul laporan kasus di Indonesia, namun sebaiknya kita tetap waspada. Sebab penyakit ini dikategorikan berbahaya, mudah menular dan dapat menular melalui percikan droplet.

Penularan cacar monyet ini bisa terjadi melalui kontak erat manusia atau benda yang terkontaminasi dengan virus cacar monyet. Penyakit ini termasuk penyakit zoonis yang artinya dapat menular dari hewan ke manusia.

Gejala Cacar Monyet

Orang yang terinfeksi virus monkeypox akan mulai menunjukkan gejala pertamanya setelah 6-16 hari setelah paparan. Periode ketika virus belum aktif memperbanyak diri di dalam tubuh ini dikenal dengan masa inkubasi. Masa inkubasi virus cacar monyet bisa berkisar antara 6-13 hari. Namun, bisa juga terjadi dalam rentang yang lebih panjang, yakni 5-21 hari.

Namun, selama tidak memunculkan gejala seseorang tetap bisa menularkan virus cacar monyet kepada orang lain. Gejala awal penyakit ini sama dengan cacar air yang disebabkan infeksi virus, yaitu memunculkan gejala mirip penyakit flu.

Dilansir dari WHO, kemunculan gejala cacar monyet terbagi dalam dua periode infeksi, yaitu periode invasi dan periode erupsi kulit.

  1. Periode invasi
    Periode invasi terjadi dalam 0-5 hari setelah terinfeksi virusnya pertama kali. Saat seseorang berada dalam masa invasi, dirinya akan menunjukkan beberapa gejala cacar monyet, seperti: demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), sakit punggung, nyeri otot dan lemas parah (asthenia).
    Pembengkakan kelenjar getah bening itulah yang menjadi ciri pembeda antara cacar monyet dengan jenis cacar lainnya. Infeksi cacar non-variola, seperti cacar air dan cacar api, tidak menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening.
    Pada kasus gejala yang parah, orang yang terinfeksi bisa saja mengalami masalah kesehatan lainnya di masa awal infeksi. Seperti kasus yang diteliti dalam studi Clinical Manifestations of Human Monkeypox. Kelompok pasien yang terpapar virus melalui mulut atau saluran pernapasan menunjukkan gangguan pernapasan seperti batuk, radang tenggorokan, dan hidung berair. Sementara itu, pasien yang tergigit langsung oleh binatang yang terinfeksi juga mengalami mual dan muntah selain demam.
  2. Periode erupsi kulit
    Periode ini terjadi pada 1-3 hari setelah demam muncul. Gejala utama dalam fase ini adalah munculnya ruam kulit. Ruam pertama kali muncul di wajah dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Wajah dan telapak tangan serta kaki adalah area yang paling terdampak ruam ini.
    Kemunculan ruam juga bisa ditemukan pada membran mukosa yang terletak di tenggorokan, area alat kelamin, termasuk jaringan mata dan kornea. Ruam yang terbentuk biasanya diawali dengan bintik-bintik hingga berubah menjadi vesikel atau lenting, yaitu lepuhan kulit yang berisi cairan. Dalam waktu beberapa hari, ruam akan berubah mengering membentuk kerak (keropeng) di kulit.
    Perkembangan ruam mulai dari bintik hingga menjadi keropeng di kulit umumnya terjadi dalam waktu kurang lebih 10 hari. Butuh waktu sekitar tiga minggu hingga seluruh keropeng pada kulit tubuh bisa mengelupas dengan sendirinya.

Kapan harus pergi ke dokter?

Jika Anda merasa melakukan kontak dengan seseorang atau hewan liar yang terinfeksi monkeypox, segera konsultasikan ke dokter. Terlebih jika Anda baru saja melakukan perjalanan ke daerah di mana wabah ini berasal.

Apabila Anda mengalami gejala seperti yang telah disebutkan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Pengobatan juga membantu mencegah timbulnya penyakit komplikasi.
Meskipun cacar monyet merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya (self-limited disease), tapi gejalanya dapat mengganggu dan membuat tidak nyaman. Apalagi penyakit ini cenderung sembuh lebih lama dibandingkan penyakit cacar lainnya.

Penyebab cacar monyet

Virus cacar monyet merupakan virus yang berasal dari hewan (virus zoonosis). Diketahui virus ini semula ditransmisikan oleh gigitan hewan liar seperti tupai. Namun, para peneliti juga menemukan bahwa virus ini menginfeksi sekelompok monyet yang sedang diteliti. Dari sinilah, penyakit ini dinamakan cacar monyet.

Virus cacar monyet berasal dari genus Orthopoxvirus dalam keluarga Poxviridae. Virus yang termasuk dalam genus Orthopoxvirus meliputi virus variola penyebab cacar (smallpox), virus vaccinia (yang digunakan dalam vaksin cacar), dan virus cacar sapi.

Sebagian besar kasus cacar monyet yang dialami manusia disebabkan oleh penularan dari hewan. Virus yang berasal dari hewan dapat memasuki tubuh manusia melalui luka terbuka di kulit, saluran pernapasan, selaput lendir, dan mukosa (air liur).

Cara penularan cacar monyet

Penyakit ini diketahui dapat menular melalui kontak langsung dengan lesi kulit, darah, cairan tubuh, atau mukosa (air liur) yang mengandung virus. Namun, bagaimana hewan bisa sampai menularkannya pada manusia?

Related Posts :

    Di Afrika, penularan dari hewan ke manusia diketahui terjadi melalui kontak sehari-hari dengan monyet, tupai, dan tikus Gambia yang terinfeksi. Menurut CDC, penularan cacar air dari hewan ke manusia juga bisa terjadi lewat gigitan hewan, kontak langsung dengan cairan atau lesi kulit hewan atau kontak tidak langsung dengan permukaan benda yang terkontaminasi virus.

    Kasus penularan monkeypox dari satu orang ke orang lain umumnya sangat minim. Penularan virus cacar monyet antar manusia seringnya berlangsung dari droplet yang berasal dari saluran pernapasan orang yang terinfeksi.

    Tidak hanya melalui paparan droplet yang dikeluarkan saat bersin atau batuk oleh orang yang terinfeksi, penularan virus dari droplet juga bisa berlangsung saat melakukan kontak tatap muka secara rutin dengan orang yang terinfeksi. Virus ini juga dapat berpindah dari tubuh ibu hamil ke dalam janin melalui plasenta.

    Faktor-faktor risiko

    1. Melakukan kontak secara langsung tanpa memakai alat pelindung dengan bintang liar.
    2. Melakukan kontak dekat dengan monyet yang terinfeksi virus penyakit ini.
    3. Mengonsumsi daging dan bagian tubuh lain binatang liar, apalagi tanpa terlebih dulu dimasak hingga matang.
    4. Merawat orang yang mengalami cacar monyet.
    5. Melakukan penelitian terhadap virus monkeypox di laboratorium.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : June 2, 2022

    Pertanyaan Pengunjung :

    Payudara kecil

  • Oleh : Hairatul Hasanah
  • 2 tahun, 8 bulan yang lalu

    Dok mau tanya nih aku udah hampir beumur 20th, cuma kenapa ya payudara aku seperti kurang besar dari normalnya gitu, mohon penjelasannya dok?

    Menstruasi dengan durasi dan banyak haid yg sedikit

  • Oleh : miranda borosi
  • 2 tahun, 2 bulan yang lalu

    bu sy mau bertanya selama ini menstruasi sy lancar dn tidak ada suatu hal yg aneh . Namun bulan lalu dn bulan ini sy rasa menstruasi sy memiliki durasi singkat sekitar 2 atau 3 hari dengan aliran darah yg tdk sebanyak biasanya . Setiap kali menstruasi sy biasa merasakan skit namun tidak terus menerus tiap bulan . Tpi 2 bln ini skit dn sy tidak tau itu apakah ada pengaruhnya atau tidak . Apakah menurut ibu bidan yg sy rasakan masih dalam keadaan normal ??

  • Oleh : miranda borosi
  • Cara mengatasi gigi anak berantakan

  • Oleh : Reny Anggra
  • 6 tahun, 4 bulan yang lalu

    Selamat pagi, bu bidan saya mau curhat dong anak saya sekarang umur 5 tahun giginya cenderung hitam-hitam dan berantakan sekali. Anak saya juga susah bila di suruh sikat gigi bu bidan, saya takut nanti gigi anak saya makin berantakan saat tumbuh gigi baru. Gimana cara mengatasinya yah bu bidan ? Ditunggu balasan nya yah bu bidan

    Tentang gatal dan panas ditempt yg gatal saat sedang hamil

  • Oleh : Dwi saputro
  • 3 tahun, 2 bulan yang lalu

    Selamat malam
    Istri saya mengalami gatal gatal dan bintik merah dan di sekitar gatal itu terasa panas apa itu bawaa n bayi??

    Maslaah pada vagina

  • Oleh : Yaya Siti
  • 1 tahun, 1 bulan yang lalu

    Bu bidan saya ingin bertanya kemaren ssya melakukan hubungan seks nah pas hubungan tersebut si penis belum terlalu masuk sampai dalam dan saya sudah merasakan sakit nah esok nya saya mengeluarkan darah dari vagina disertai mual dan pusing itu kenapa ya Bu bidan terimakasih

  • Oleh : Yaya Siti
  • Tanya Bidan