Cara Mendidik Anak Sesuai Tumbuh Kembang dan Usianya

Share Dan Tag Teman Kamu Di :

  • Tanya bidan,- Mendidik anak sudah menjadi tanggung jawab orang tua yang harus diemban dengan baik. Setiap anak memiliki keunikan dan keistimewaan sendiri. Pola asuh yang baik dari orang tua dapat menumbuhkan sisi keunikan dan keistimewaan mereka dan menjadikan mereka sebagai orang yang sukses di masa depan. Untuk membentuk pribadi anak yang baik, sebaiknya Anda sebagai orang tua perlu mendidik anak sesuai dengan fase tumbuh kembang dan usia anak. Maka dari itu, disini kami akan mencoba berbagi tips bagaimana cara mendidik anak sesuai tumbuh kembang dan usianya.

    Cara Mendidik Anak Sesuai Tumbuh Kembang dan Usianya

    Anak-anak ibaratnya seperti selembar kertas putih dan orang tuanya lah yang nantinya akan memberikan warna. Artinya, baik atau buruknya tingkah laku anak merupakan hasil dari orang tuanya dalam mendidik anak-anak mereka. Maka dari itu, mendidik anak tidak boleh dianggap sepele, enteng, dan remeh. Karena pendidikan yang diberikan akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kepribadian mereka. Berikut ini ulasan terkait beberapa cara mendidik anak.

    Mendidik anak usia 0-6 tahun
    Di usia ini anak mengalami masa tumbuh kembang yang sangat cepat atau sering disebut juga Golden Age atau usia emas. Hal ini dikarenakan, rangsangan motorik, emosional dan kognitif sangat mudah dipelajari anak.

    Di masa-masa seperti ini, sebaiknya Anda mengajarkan nilai-nilai kejujuran, tanggung dan kemandirian tanpa adanya paksaan. Selain itu, penting sekali bagi orang tua untuk memberikan kebutuhan nutrisi mereka dengan baik, biarkan mereka berkreatifitas, jangan banyak marah, jangan banyak memberi larangan, pahami posisi mereka yang saat itu otaknya sedang berkembang pesat. Biarkan mereka untuk mencoba segala yang baru, namun masih dalam pengawasan orang tua. Dan perlu diingat juga, dengan memperlakukan anak sebagai raja disini bukan berarti lantas Anda memanjakan mereka dalam batas yang tidak wajar.

    Mendidik anak usia 7-14 tahun
    Di masa ini anak akan menghadapi masa pubertas. Sehingga, peran orang tua yang sebelumnya hanya mengawasi anak, kini di usianya yang sekarang orang tua berperan untuk membimbing anak. Salah satu cara mendidik anak di usia ini yaitu orang tua harus mengjarkan nilai-nilai kedisiplinan dan ajarkan pada mereka juga untuk konsekuen terhadap apa yang mereka lakukan.

    Selain disiplin, orang tua juga perlu menanamkan sikap kemandirian mengurus dirinya sendiri seperti cuci piring sendiri sehabis makan, cuci pakaian sendiri, menyetrika dan membantu orang tua dalam pekerjaan rumah. Hal ini bertujuan untuk membentuk dirinya sendiri supaya tidak selalu bergantung pada orang lain.

    Mendidik anak usia 15-21 tahun
    Di usia ini anak sudah masuk fase remaja dan akan cenderung memberontak. Maka dari itu, Anda sebagai orang tua perlu menempatkan diri dan memperlakukan anak sebagai sahabat dan ajaklah ia untuk bekerja sama serta lepaskan mereka untuk mandiri.

    Umumnya, diusia ini anak sudah mulai mencari jati diri mereka. Ia dapat dengan mudah terpengaruh dengan lingkungan, mengalami banyak peristiwa emosi dan sensitif terkait dirinya. Maka dari itu, disini Anda sebagai orang tua harus peka terhadap kondisi anak. Ajaklah anak untuk saling bercerita tentang kesehariannya tanpa adanya paksaan dari kita. Kita bisa memulai dengan berinisiatif bercerita kepadanya sehingga ia pun tidak malu untuk bercerita kepada kita sebagai orang tua. Selain mendekati anak, Anda juga perlu mendekati teman-temannya. Sehingga Anda bisa mengontrol mereka tanpa harus mengekangnya.

    Di usia yang disebut masuk kedalam usia labil ini, tentunya anak sering memberontak terhadap orang tuanya. Namun, meski demiian para orang tua dilarang untuk memarahi dan menghardik anak di hadapan adik-adiknya ataupun di depan kakaknya. Karena hal ini bisa menjatuhkan harga diri anak dan sebaiknya jalinlah pendekatan yang baik kepada anak.

    Mendidik anak di usia 21 tahun keatas
    Di usia yang memasuki dewasa ini kita sebagai orang tua dituntut untuk memberikan kepercayaan dan kebebasan pada anak. Maksud dari kebebasan disini bukan berarti Anda membiarkan anak untuk berbuat sebebas-bebasnya. Maksudnya, biarkanlah anak bertindak dengan alasan yang jelas dan masuk akal selama hal itu tidak menyalahi aturan.

    Peran Anda sebagai orang tua disini hanya cukup mengawasi dan memberikan pengarahan jika mereka mengalami kesulitan. Biarkanlah anak untuk berlathi membuat keputusan dan melaksanakannya, kita sebagai orang adalah dengan mendoakannya.

    Setiap orang tua menginginkan anaknya menjadi orang yang sukses dunia akhirat, maka dari itu berikanlah didikan yang tepat dan benar, rawatlah anak dengan baik dan selalu doakan mereka. Karena, anak merupakan aset yang sangat berharga dan memberikan manfaat untuk orang tuanya kelak dimasa depan. Semoga cara diatas bisa membantu Anda dalam mendidik buah hati Anda.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Citra Dewi Amd.Keb - January 11, 2017
    Diskusi Dari:
    Dian Poenya Raizo

    Selamat siang bu bidan, saya mau tanya nih. Saya punya anak laki-laki yang baru masuk SD kelas 1. Waktu di TK dulu ia rajin belajar dan selalu nurut sama orang tua. Tapi sekarang beda bu bidan, ia jadi malas belajar di rumah, pengennya main terus. Saya jadi sedikit frustasi juga.

    Bagaimana yah bu caranya supaya anak saya mau belajar kembali di rumah ? kasihan juga guru les nya udah dateng ke rumah, dia nya gak mau belajar. Mohon solusinya bu bidan, Terimakasih

    Perlu Jawaban
    Diskusi Dari:
    Aryanto Id

    assalamu’alaikum
    bu bidan, saya ingin tanya dong kemaren anak saya berumur 4 bulan katanya harus diberikan vaksin DPT namun kemaren pas jadwal imunisasi lagi demam jadi saya telat memberikan vaksin nya. apakah itu tidak berbahaya ? apakah masih bisa diberikan imunisasi DPT tersebut ? terima kasih sebelumnya

    Perlu Jawaban
    Diskusi Dari:
    Rani Anggraeni

    Sore bu bidan.
    Saya saat ini tengah mengandung usia kehamilan tua, dan ini adalah kehamilan kedua saya. Saat persalinan saya yang pertama, saya kurang begitu banyak memiliki tenaga. Kata teman-teman saya, lebih baik pada persalinan kali ini saya ngemil jadi tenaga saya bisa bertambah. Yang mau saya tanyakan, jika saya makan atau ngemil dalam proses tahapan persalinan apakah berbahaya atau tidak? Terimakasih

    Perlu Jawaban

    Selamat pagi Bu Bidan,

    Saya aneu, 25 tahun. Saat ini saya sedang hamil usia kandungan 2 bulan, tapi tidak ada tanda-tanda seperti payudara sakit dan membengkak, mual-mual di pagi hari seperti contoh tanda kehamilan umumnya. Apakah kehamilan saya normal?

    Dijawab Oleh : Ribka Veronika Tatengkeng
    Diskusi Dari:
    Ratu

    Pagi Bu Bidan, sodara saya kemarin mengalami keguguran yang diakibatkan oleh kehamilan anggur atau kosong. Namun, hal itu sebelumnya tidak diketahui oleh keluarga kami dan sebelumnya juga kami menyangka sodara saya mengalami kehamilan normal.

    Nah, belajar dari pengalaman sodara saya, bagaimana cara mengetahui lebih dini mengenai hamil anggur itu? dan adakah gejala yang membedakannya?

    Dijawab Oleh : Ratu