×

Tips Puasa Aman Bagi Ibu Menyusui

Bagikan Artikel :

Tips Puasa Aman Bagi Ibu Menyusui

Bunda, bukan berarti Anda tidak ikut menjalankan puasa hanya karena sedang menyusui ya. Karena pada dasarnya, puasa atau pun penurunan asupan kalori tidak akan memengaruhi produksi ASI. Jika terjadi penurunan berat badan saat berpuasa, kondisi ini hanya akan memengaruhi kandungan lemak dalam ASI, bukan jumlahnya. Jadi mulai sekarang tidak perlu khawatir lagi.

Tips Menyusui Aman Dibulan Puasa

  1. Pilih menu yang aman
    Hindari menu yang terlalu pedas atau asam karena berisiko iritasi pada lambung. Batasi gula dan garam agar lebih sehat.
  2. Sahur mendekati imsak
    Durai perut kosong jadi lebih efektif, yang penting waktunya harus cukup untuk makan dan minum serta mengunyah dan menelan dengan baik.
  3. Tidak memaksakan diri
    Bunda dengan tekanan darah rendah atau tinggi, diabetes gestasiona, gangguan pencernaan tidak disarankan berpuasa.
  4. Batalkan puasa jika
    Badan terasa lemas, gemetar, berkunang-kungan, keluar keringat dingin, diare atau mimisan.
  5. Tetap makan 3 kali sehari
    Sahur adalah pengganti sarapan, santapan berbuka adalah pengganti makan siang dan makan lagi setelah solat teraweh adalah pengganti makan malam.
  6. Istirahat yang cukup
    Puasa bagi ibu menyusui akan terasa berat, karena tubuh seringkali terasa lemas setelah memberikan ASI. Untuk itu beristirahatlah yang cukup untuk memulihkan kondisi fisik maupun psikis, agar produksi ASI tetap baik dan lancar.

Menyusui Saat Puasa Tidak Akan Berdampak Buruk Bagi Bayi

Kuantitas dan kualitas ASI tidak terpengaruh dengan seberapa banyak makanan yang Anda konsumsi. Oleh karena itu, menyusui saat puasa tentu tidak akan memengaruhi kesehatan bayi Anda. Bayi Anda bisa tetap memeroleh semua nutrisi yang ia butuhkan untuk tumbuh kembangnya. Berat badan bayi juga tidak terpengaruh oleh kondisi ibu yang berpuasa selama menyusui. Yang terpenting, bayi Anda tetap menyusu dengan baik. Semakin sering bayi Anda menyusu, semakin bisa ia mencukupi kebutuhannya, dan semakin lancar juga produksi ASI Anda. Ini merupakan siklus yang saling menguntungkan antara ibu dan bayi.
Namun, ASI Anda mungkin akan sedikit berubah tergantung dari apa yang Anda makan dan berapa banyak. Perlu Anda ketahui bahwa makanan sumber lemak yang Anda konsumsi saat puasa dapat memengaruhi jenis lemak yang terkandung dalam ASI, walaupun tidak memengaruhi jumlah lemak dalam ASI.
Tubuh Anda akan mengambil cadangan lemak dari tubuh jika jumlah lemak dari makanan tidak cukup untuk memproduksi ASI. Jadi, tetap perhatikan berapa banyak dan apa saja makanan yang Anda konsumsi saat puasa. Jangan sampai berat badan Anda menurun drastis saat puasa karena ini dapat berpengaruh pada jenis lemak yang terkandung dalam ASI.

About : Citra Dewi Amd. Keb

Citra Dewi Amd. Keb

Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : May 6, 2019

    Pertanyaan Pengunjung :

    Kehamilan

  • Oleh : Atik Tika
  • 1 tahun, 2 bulan yang lalu

    Assalamualaikum, maaf bu dokter saya mewakili teman saya mau bertanya, teman saya kan sudah tidak heid dari semenjak bulan mei 2019 setelah bulan juni akhir ternyata belum haid juga katanya, lalau pas tanggal 25 juni akhir teman saya melakukan test pack dan hasilnya negatif, tapi pas masuk bulan juli awal juga belum haid dan pas tanggal 9 juli di cek lagi hasilnya fositif, di tes lagi tanggal 12 juli juga masih fositif, dan di coba di tes lagi tanggal 23 juli juga masih fositif, tapi yg membuat anehnya kata teman saya dia sama sekalai tidak merasakan mual muntah atau tanda tanda hamil seperti biasanya yaitu perut buncit, sering pipis dll.hanya yg dirasakan yaitu tidak haid seperti biasanya saja. Yg mau di tanyakan jd sebenarnya teman saya itu sedang hamil atau tidak bu dokter, dan solusi nya apa untuk memastikan teman saya hamil atau tidak itu soalnya teman saya tidak mau di cek langsung ke dokter atau bidan dia orangnya penakut dokter. Terima kasih sekian pertanyaan saya mohon di jawab ya bu dokter.

    Cara menunda kehamilan

  • Oleh : Sumarni
  • 1 tahun, 7 bulan yang lalu

    Assalamu allaikum…bu bidan.sy mau tanya.sya sdah 8 blan hbis mlahirkan.tpi suami dan ibu mertua sya kurang stuju dngan KB.tpi sya ragu tkut hamil lgi.agar sya tdak hmil lgi,bgaimana caranya dok?terimakasi

    Hubungan intim

  • Oleh : Ulla Ulla
  • 8 bulan, 3 minggu yang lalu

    Halo dok saya mau tanya…saya suda menika dan suda punya ank rencananya saya tidak mengikuti kb..maunya saya kb sendiri maaf(d keluarin d luar).dan yg mau saya tanyakan.kata temen2 saya walaupun d keluarin d luar masih bisa hamil..katanya karena pas suami merangsang atu ejakulasi dini..keluar cairan putih bening itu bisa menyebab kan k hamilan..bukan hanya maaf (sepermanya).apa benar itu ya dok..?

    Tips bagi ibu menyusui yang berpuasa

  • Oleh : ii ihah
  • 3 tahun, 5 bulan yang lalu

    Selamat pagi bu, saya mau konsultasi nih saat ini anak saya baru saja menginjak usia 6 bulan dan saya sudah berniat mau puasa. Apakah ada dampaknya jika saya puasa sama produksi ASI saya dan apa ada tips bagi ibu menyusui yang berpuasa? mohon penjelasannya trims

    Tentang kb iud

  • Oleh : Asyifa Lestari
  • 2 bulan, 2 minggu yang lalu

    Assalamualaikum
    Bu saya mau tanya sya udh 16 bulan pke kb IUD tp haid selalalu lama dan bnyak hampir sebulan, dan kaya pendarahan gtu semakin bergerak semakin banyak yg keluar, kenapa ya, apa saya harus ganti kb?
    Trs apa kb suntik bisa membuat kegemukan? Saya binggung kalo ganti mau pke kb apa?

    Tanya Bidan