Waspada Kanker Tulang! Nyeri Sendi Disertai Benjolan yang Tidak Kunjung Sembuh

Tulang sering dianggap hanya sebagai rangka, pelindung, dan penunjang tubuh. Walaupun rangka juga melakukan fungsi tersebut, tulang sebenarnya adalah organ yang sangat dinamis yang secara tetap melakukan remodeling, dan mengubah bentuk untuk dapat beradaptasi pada kekuatan-kekuatan sehari-hari yang menekannya.

Selain itu, tulang menyimpan nutrien penting, mineral, dan lipida dan menghasilkan sel darah yang memelihara tubuh serta berperan penting dalam perlindungan tubuh terhadap infeksi.

Namun fungsi tulang akan tidak berjalan jika mengalami gangguan kesehatan seperti gangguan tulang karena posisi tubuh yang salah dan gangguan tulang karena penyakit. Salah satu gangguan tulang karena penyakit yang paling mematikan adalah kanker tulang. Kanker tulang adalah pertumbuhan sel baru yang abnormal (neoplasma), progresif dimana sel-sel nya tidak pernah menjadi dewasa. Neoplasma merupakan masa abnormal dari jaringan, yang pertumbuhannya pesat dan tidak terkoordinasi dari pada jaringan normal dan berlangsung lama serta berlebihan setelah perhentian stimulus yang menimbulkan perubahan tersebut.

Penyebab Kanker Tulang

1. Genetik

Beberapa kelainan genetik dikaitkan dengan terjadinya keganasan tulang, misalnya sarcoma jaringan lunak atau soft tissue sarcoma (STS). Dari data penelitian diduga mutasi genetic pada sel induk mesinkin dapat menimbulkan sarcoma.

2. Radiasi

Keganasan jaringan lunak dapat terjadi pada daerah tubuh yang terpapar radiasi seperti pada klien karsinoma mamma dan limfoma maligna yang mendapat radioterapi. Memperkirakan resiko terjadinya sarcoma pada klien penyakit Hodgkin yang diradiasi adalah 0,9%.

3. Bahan Kimia

Bahan kimia seperti dioxin dan Phenoxyherbicide diduga dapat menimbulkan sarkoma..

4. Trauma

Sekitar 30% kasus keganasan pada jaringan lunak mempunyai riwayat trauma. Walaupun sarkoma kadang-kadang timbul pada jaringan sikatriks lama, luka bakar, dan riwayat trauma.

5. Limfedema kronis

Limfedema akibat operasi atau radiasi dapat menimbulkan limfangiosarkoma dan kasus limfangiosarkoma pada ekstremitas superior ditemukan pada klien karsinoma mammae yang mendapat radioterapi pasca-mastektomi.

6. Infeksi

Keganasan pada jaringan lunak dan tulang dapat juga disebabkan oleh infeksi parasit, yaitu filariasis. Pada klien limfedema kronis akibat obstruksi, filariasis dapat menimbulkan limfangiosrakoma.

Jenis-Jenis Kanker Tulang

1. Kondrosarkoma

Kondrosarkoma merupakan tumor tulang ganas yang terdiri dari kondrosit anaplastik yang dapat tumbuh sebagai tumor tulang perifer atau sentral. Tumor ini paling sering menyerang laki-laki berusia diatas 35 tahun. Gejala yang paling sering adalah massa tanpa nyeri yang berlangsung lama. Contoh lesi perifer sering kali tidak menimbulkan gejala-gejala tertentu untuk jangka waktu yang lama dan hanya merupakan pembesaran yang dapat diraba dan hampir tidak menimbulkan gangguan. tetapi mungkin akan disusul dengan suatu pertumbuhan yang cepat dan agresif. Tempat-tempat yang paling sering ditumbuhi tumor ini adalah : pelvis, femur, tulang iga, gelang bahu dan tulang-tulang kraniofasial. Pada radiogram kondroskoma akan tampak sebagai suatu daerah radiolusen dengan bercak-bercak perkapuran yang tidak jelas. penatalaksanaan terbaik yang dilakukan pada saat ini adalah dengan eksisi radikal, tetapi bisa dilakukan juga dengan bedah beku, radioterapi, dan kemotrapi. untuk lesi-lesi besar yang agresif dan kambuh berulang-ulang, penatalaksanaan yang paling tepat mungkin adalah dengan melakukan amputasi.

2. Osteosarcoma

Osteosarcoma merupakan penyakit ganas sistemik yang terjadi pada sel tulang, komponen hematopietik (proses pembentukan komponen sel darah ) pada tulang, tulang rawan dan bahan sinovial (bagian sendi pada tulang). Dalam klinis osteosarcoma dapat dibagi dalam osteosarcoma primer dan sekunder. Osteosarcoma primer jarang djumpai kebanyakan metastase dari tempat atau jaringan lainnya. Sedangkan osteosarcoma sekunder sering terjadi pada pinggul, tulang belakang, tulang paha dan lainnya.

3. Sarkoma Ewing

Sarkoma Ewing paling sering terlihat pada anak-anak dalam usia belasan dan tempat yang paling sering adalah korpus tulang-tulang panjang. Penampilan kasar adalah berupa tumor abu-abu lunak yang tumbuh ke reticulum sumsum tulang dan merusak korteks tulang dari sebelah dalam. Dibawah periosteum terbentuk lapisan-lapisan tulang yang baru diendapkan paralel dengan batang tulang.

4. Multiple Myeloma

Tumor ini merupakan perpaduan antara salah satu tumor diatas, misalnya jika seorang pasien kanker tulang didiagnosa mengidap kanker tulang jenis osteosarcoma namun di sisi lain dia juga mengalami kondrosarcoma

Tanda dan Gejala

1. Rasa sakit (nyeri) atau pembengkakan ekstremitas yang terkena (biasanya menjadi semakin parah pada malam hari dan meningkat sesuai dengan progresivitas penyakit).

2. Pembengkakan pada tulang atau di atas tulang dan persendian serta pergerakan yang terbatas

3. Keterbatasan gerak

4. Fraktur patologik

5. Menurunnya berat badan

6. Teraba massa; lunak dan menetap dengan kenaikan suhu kulit di atas massa serta distensi pembuluh darah maupun pelebaran vena.

7. Gejala-gejala penyakit metastatik meliputi nyeri dada, batuk, demam, berat badan menurun dan malaise

Pemeriksaan Diagnostik

a. Tes darah

Tes darah merupakan metode yang dilakukan untuk mengetahui adanya penyakit kanker tulang melalui perubahan yang terjadi di dalam darah. Adapun kegunaan lain dari metode ini adalah untuk memastikan bahwa pasien bukan menderita penyakit lain.

b. Biopsi

Biopsi merupakan metode diagnosis yang dilakukan dengan cara pengambilan sampel dari tulang yang terindikasi penyakit kanker tulang. Kemudian sampel tersebut diteliti lebih lanjut oleh dokter di laboratorium. Kegunaan dari tes ini yaitu untuk mengetahui keberadaan kanker tulang pada tubuh pasien. Selain itu, metode ini dapat mengetahui tingkatan dari keparahan penyakit kanker tulang yang dialami oleh pasien. Metode biopsi diyakini sebagai metode yang paling akurat untuk mendiagnosis penyakit kanker tulang.

c. Pemindaian dengan sinar X

Metode ini adalah metode diagnosis yang dilakukan dengan cara pemindaian melalui sinar x-ray. Tes ini dapat mengetahui adanya kerusakan pada tulang yang dialami oleh pasien yang mengidap penyakit kanker tulang. Selain itu, kegunaan tes ini dapat mengetahui adanya pertumbuhan tulang yang tidak wajar akibat penyakit kanker tulang.

d. Pemindaian tulang

Pemindaian tulang merupakan metode yang dilakukan dengan cara menyuntikkan sejumlah bahan yang mengandung radioaktif ke dalam pembuluh darah. Kemudian bahan radioaktif tersebut nantinya akan diserap oleh tulang. Tingkat penyerapan dapat diketahui apabila tulang tersebut bermasalah. Tulang yang bermasalah atau tidak normal akan lebih cepat dalam melakukan penyerapan daripada tulang yang tidak bermasalah atau normal. Metode ini dinilai lebih akurat dan lebih rinci dalam mendapatkan informasi mengenai tulang dibandingkan dengan pemeriksaan yang dilakukan melalui sinar X.

e. MRI Scan

MRI Scan merupakan metode atau tes yang dilakukan dengan cara pemindaian melalui gelombang radio dan medan magnetik. Tes ini dapat mengetahui tingkat keparahan dari penyebaran kanker yang ada di dalam tulang. Metode hasil dari MRI Scan ini adalah berupa gambar digital yang nantinya akan dipelajari oleh dokter. Kualitas gambar yang dihasilkan memiliki resolusi yang tinggi, sehingga membantu dokter dalam melakukan diagnosa. Selain itu, gambar yang dihasilkan dari MRI Scan ini terlihat lebih rinci dan jelas.

f. CT Scan

Metode ini berguna untuk mengetahui adanya penyebaran kanker tulang pada organ tubuh lain yang ada disekitarnya. CT Scan merupakan metode yang dilakukan dengan menggunakan rangkaian sinar X dan bantuan komputer. Hasil yang didapatkan berupa gambar bagian tubuh dalam bentuk tiga dimensi. Gambar ini dapat membantu dokter dalam melakukan diagnosis terhadap pasien, karena gambar yang dihasilkan lebih terlihat rinci.

Penatalaksanaan Medik

Penatalaksanaan tergantung pada tipe dan fase dari tumor tersebut saat didiagnosis. Tujuan penatalaksanaan secara umum meliputi pengangkatan tumor, pencegahan amputasi jika memungkinkan dan pemeliharaan fungsi secara maksimal dari anggota tubuh atau ekstremitas yang sakit. Penatalaksanaan meliputi pembedahan, kemoterapi, radioterapi, atau terapi kombinasi. Osteosarkoma biasanya ditangani dengan pembedahan atau radiasi dan kemoterapi. Protokol kemoterapi yang digunakan biasanya meliputi adriamycin (doksorubisin) cytoksan dosis tinggi (siklofosfamid) atau metrotexate dosis tinggi (MTX) dengan leukovorin. Agen ini mungkin digunakan secara tersendiri atau dalam kombinasi. Bila terdapat hiperkalsemia (tingkat kalsium di dalam darah berada di atas normal), penanganan meliputi hidrasi dengan pemberian cairan normal intravena, diuretika, mobilisasi dan obat-obatan seperti fosfat, mitramisin, kalsitonin atau kortikosteroid. Tujuan dari penatalaksanaan adalah untuk menghancurkan atau mengangkat jaringan maligna dengan menggunakan metode yang seefektif mungkin. Secara umum penatalaksanaan osteosarkoma ada dua, yaitu:

1. Pada pengangkatan tumor dengan pembedahan biasanya diperlukan tindakan amputasi pada ekstrimitas yang terkena, dengan garis amputasi yang memanjang melalui tulang atau sendi di atas tumor untuk control lokal terhadap lesi primer. Beberapa pusat perawatan kini memperkenalkan reseksi lokal tulang tanpa amputasi dengan menggunakan prosthetik metal atau allograft untuk mendukung kembali penempatan tulang-tulang.

2. Kemoterapi. Obat yang digunakan termasuk dosis tinggi metotreksat yang dilawan dengan factor citrovorum, adriamisin, siklifosfamid, dan vinkristin.

Citra Dewi Amd.Keb - July 24, 2018
Diskusi Dari:
Day

Persalinan pertama saya mengalami gangguan medis yang mengharuskan saya operasi caesar, dan yang mau saya tanyakan adakah resiko bagi saya yang sebelumnya melakukan operasi caesar, dan lantas dikehamilan kedua saya ingin memlih jalan persalinan normal ? Mohon penjelasannya bu bidan

Dijawab Oleh : Day
Diskusi Dari:
Anonymous

Dok apa bisa orng yg hamil baru 20 hari bisa keguguran.
Dan apa saja ciri² keguguran tersebut dok .apa yg kluar pada saat keguguran hamil 20 hari apakah hanya drh yg kluar / sdh bentuk dok

Dijawab Oleh :
Diskusi Dari:
debbyaprilyulia

selamat siang bu bidan, saya mau menanyakan tentang keputihan yang terkadang menggumpal, saya belum menikah, apakah ini berbahaya? dan bagaimana cara mengatasinya, ditunggu jawabannya ya bu

Perlu Jawaban

Selamat pagi Bu Bidan,

Saya aneu, 25 tahun. Saat ini saya sedang hamil usia kandungan 2 bulan, tapi tidak ada tanda-tanda seperti payudara sakit dan membengkak, mual-mual di pagi hari seperti contoh tanda kehamilan umumnya. Apakah kehamilan saya normal?

Dijawab Oleh : Ribka Veronika Tatengkeng
Diskusi Dari:
Vita Ratnasari

Halo bu bidan, nama saya Alena. Katanya kalau berhubungan intim ketika kita sedang masa subur itu bisa lebih cepat untuk mendatangkan kehamilan. Karena saya sedang menunda kehamilan dan melakukan hubungan intim saat sedang tidak subur bisa terjadi kehamilan atau tidak ya ? Terima kasih sebelumnya.

Perlu Jawaban