Waspada Katarak Kongenital Jika Bayi Tidak Peka Dalam Penglihatan

Share Dan Tag Teman Kamu Di :

  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Waspada Katarak Kongenitak Jika Bayi Tidak Peka Dalam Penglihatan

    Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata yang semula jernih dan bersih. Dengan adanya kekeruhan tersebut maka sinar dari luar tidak dapat masuk kedalam saraf mata melalui pupil/bulatan hitam pada bagian tengah bola mata sehingga seseorang akan rabun atau tidak dapat melihat apapun.

    Jangan salah bahwa katarak tidak hanya dialami oleh lanjut usia, tapi bisa dialami oleh semua kalangan usia termasuk bayi baru lahir (katarak kongenital). Katarak kongenital adalah katarak yang ditemukan pada bayi, pada umumnya ditemukan pada umur 3 bulan. Katarak jenis ini dapat terjadi di kedua mata bayi (bilateral) maupun sebelah mata bayi (unilateral). Keruh/buram di lensa terlihat sebagai bintik putih jika dibandingkan dengan pupil hitam yang normal dan dapat dilihat dengan mata telanjang. Penyebab dari katarak ini pada umumnya adalah infeksi dari ibu saat kehamilan.

    Penyebab Katarak Kongenital

    Katarak kongenital muncul pada bayi baru lahir karena berbagai alasan seperti keturunan (genetik), infeksi, masalah metabolisme, diabetes, trauma (benturan), inflamasi dan akibat reaksi obat seperti pengggunaan anti biotik.
    Selain itu juga dapat muncul dengan sporadic, atau dapat juga disebabkan oleh kelainan kromosom, penyakit metabolis (galaktosemia), infeksi seperti campak atau rubella (penyebab paling lazim), rubeola, chicken pox, cytomegalovirus, herpes simplex, herpes zoster, poliomyelitis, influensza, virus Epstein-Barr, sifilis, dan toxoplasmosis.

    Pemeriksaan Pada Katarak Kongenital

    Pemeriksaan mata yang menyeluruh oleh seorang dokter ahli mata (opthamologist) dapat mendiagnosa dini katarak kongenital. Pemeriksaan untuk pencarian penyebab, dapat membutuhkan pemeriksaan dari dokter yang berpengalaman di bidang kelainan genetik dan test darah, atau dengan sinar X.

    Tanda-tanda Katarak Kongenital

    1. Terdapat warna putih pada bagian kornea mata atau pada bagian mata yang berwarna hitam.

    2. Mata terlihat tidak fokus melihat objek yang diberikan.

    3. Penglihatan bayi terlihat tidak peka dengan lingkungan atau tidak menoleh ketika ada orang di sampingnya

    4. Bila bayi sudah bisa merangkak, maka ia sering menabrak barang bahkan tembok.

    Pengobatan Katarak Kongenital

    Jika dibiarkan, katarak kongenital dapat menghambat penglihatan anak dan bahkan juga bisa menyebabkan kebutaan pada anak. Untuk itu, diperlukan operasi katarak sesegera mungkin untuk menghilangkan lensa alami anak Anda. Operasi katarak pada bayi ini harus dilakukan sedini mungkin untuk menjamin penglihatan bayi cukup bisa untuk berkembang dengan normal. Beberapa ahli berpendapat bahwa waktu untuk melakukan operasi katarak kongenital adalah antara usia 6 minggu sampai 3 bulan.

    Setelah operasi pengangkatan lensa mata anak yang terkena katarak kongenital, lensa mata anak kemudian bisa digantikan dengan lensa buatan, atau anak juga bisa memakai lensa kontak atau kacamata setelah operasi. Tanpa beberapa tindakan koreksi tersebut setelah operasi, penglihatan anak Anda mungkin akan berkurang dan perkembangan penglihatan normal bayi akan terhambat.

    Pemulihan Setelah Proses Operasi Katarak Kongenital

    proses pemulihan penglihatan pada bayi juga akan lebih lama karena pada bayi tidak dapat ditanam lensa buatan ( Intra Ocular Lens ), sehingga bayi harus diberi kacamata tebal agar dapat belajar melihat. Secara berkala bayi harus kontrol untuk pemeriksaan apakah sudah timbul kekeruhan kembali atau kacamata harus diganti ukurannya.

    Kacamata untuk bayi pasca operasi katarak sangat tebal ukurannya sehingga tidak nyaman dilihat dan dipakai, namun harus dipaksa agar sinar dapat masuk ke saraf mata dan mata bayi tidak malas di kemudian hari.

    Apabila sudah lebih besar, dapat dilakukan terapi pada mata yang sudah terlanjur malas dan dapat dilakukan pemasangan lensa tanam sehingga penglihatan lebih jelas dan lebih nyaman.

    Penulis : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd.Keb - September 19, 2018
    Diskusi Dari:
    Wiwin Kusmawati

    Selamat siang bu bidan… nama saya Rara Farahtain usia saya sekarang 17 tahun. Akhir-akhir ini saya sering mengalami keputihan yang sepertinya tidak normal. Karena jumlah keputihannya yang banyak dan mengeluarkan bau serta gatal pada vagina. Saya khawatir karena kondisi ini, yang ingin saya tanyakan bagaimana cara mengatasi keputihan yang tidak normal yang bisa saya lakukan sendiri sebelum saya periksa ke dokter? Terimkasih bu bidan, saya tunggu jawabannya…

    Perlu Jawaban
    Diskusi Dari:
    Intan Royana

    Selamat pagi bu bidan, saya sedang hamil 7 bulan dan saya sering merasakan kram, saya mau bertanya apakah kram bisa dihindari ? bagaimana caranya kalau memang kram bisa dihindari ?

    Perlu Jawaban
    Diskusi Dari:
    Rhiyad Suhpriatin

    Siang bu, saya mau tanya. Saya adalah seorang ibu menyusui, terkadang puting saya terasa sangat gatal serta timbul bercak putih pada puting payudara saya, apakah ini termasuk kanker atau bagaimana bu? bagaimana cara menanganinya?

    Dijawab Oleh : Rhiyad Suhpriatin
    Diskusi Dari:
    Day

    Persalinan pertama saya mengalami gangguan medis yang mengharuskan saya operasi caesar, dan yang mau saya tanyakan adakah resiko bagi saya yang sebelumnya melakukan operasi caesar, dan lantas dikehamilan kedua saya ingin memlih jalan persalinan normal ? Mohon penjelasannya bu bidan

    Dijawab Oleh : Day
    Diskusi Dari:
    Santana jaya

    Selamat malam. Saya riza dari bandung. Mau menanyakan jika asi yang d bekukan didalam freezer yang menggunakan botol kaca kemudian ketika d cairkan dan botol kaca pecah tiba tiba. Apakah Asi yang masih membeku tersebut bisa d manfaatkan atau d buang saja padahal pantat botol kaca sudah pecah. Mohon informasinya karena banyak ibu2 beranggapan sayang ketika asi d buang padahal saya berfikirnya bahwa itu bahaya karena takut ada pecahan kaca. rizausman5@gmail.com

    Dijawab Oleh : Santana jaya