Waspadai Pengaruh Hipertiroid pada Kehamilan

Share Dan Tag Teman Kamu Di :

  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb

  • Hipertiroid adalah keadaan hipermetabolik, yang ditandai dengan adanya takikardia, penurunan berat badan, goiter, dan exoftalmus. Pemeriksaan laboratorium yang mendukung terjadinya hipertiroid adalah peningkatan FT4 dan penurunan TSH. Hipertiroid terjadi pada 1 : 2000 dari kasus kehamilan yang ada, dan 95 % disebabkan oleh penyakit autoimun Grave. Penyebab yang lainnya, adalah struma multinodular,, adenoma toksik, tiroiditis, kelebihan intake hormon tiroid

    Kelainan tiroid merupakan kelainan endokrin tersering yang ditemukan selama kehamilan. Berbagai perubahan hormonal dan metabolik terjadi selama kehamilan, menyebabkan perubahan kompleks pada fungsi tiroid maternal (kehamilan). Hipertiroid adalah kelainan yang terjadi ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan dari kebutuhan tubuh.

    Wanita hamil dengan eutiroid memunculkan beberapa tanda tidak spesifik yang mirip dengan disfungsi tiroid sehingga diagnosis klinis sulit ditegakkan. Sebagai contoh, wanita hamil dengan eutiroid dapat menunjukkan keadaan hiperdinamik seperti peningkatan curah jantung, takikardi ringan, dan tekanan nadi yang melebar, suatu tanda-tanda yang dapat dihubungkan dengan keadaan hipertiroid.

    Disfungsi tiroid autoimun umumnya menyebabkan hipertiroidisme dan hipotiroidisme pada wanita hamil. Kelainan endokrin ini sering terjadi pada wanita muda dan dapat mempersulit kehamilan, demikian pula sebaliknya. Tiroiditis postpartum adalah penyakit tiroid autoimun yang terjadi selama tahun pertama setelah melahirkan. Penyakit ini memberikan gejala tirotoksikosis transien yang diikuti dengan hipotiroidisme yang biasanya terjadi pada 8-10% wanita setelah bersalin.

    Penyakit Grave terjadi karena adanya suatu proses autoimun, dimana terdapat antibody tiroid yang menempel dan mengaktivasi reseptor TSH sehingga akan terjadi hiperfungsi dari kelenjar tiroid. Hipertiroid dalam kehamilan dapat terjadi pada ibu dengan penderita Grave kemudian menjadi hamil, atau hipertiroid yang baru diketahui saat hamil, bahkan dapat terjadi hipertiroid yang baru muncul saat persalinan. Penyakit Grave pada kehamilan menjadi lebih berat pada awal kehamilan, dan akan mengalami remisi pada trimester akhir. Fluktuasi gambaran klinik penyakit Grave selama kehamilan disebabkan oleh perubahan sistem imun tubuh ibu selama hamil.

    Fungsi Kelenjar Tiroid Bergantung pada Tiga Faktor

    1. Peningkatan konsentrasi HCG yang merangsang kelenjar tiroid dikarenakan rantai alfa yang identik dengan struktur TSH sehingga mampu merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi hormone tiroid

    2. Peningkatan ekskresi iodide yang menurunkankonsentrasi iodin plasma

    3. Peningkatan TBG selama trimester pertama.  Estrogen merangsang peningkatan sintesis TBG, memperpanjang waktu paruh dalam sirkulasi, dan menyebabkan peningkatan konsentrasi TBG serum. Hormone tiroid sangat penting untuk perkembangan otak bayi dan sistem saraf. Tiroid janin memproduksi iodium saat usia kehamilan 10-12 minggu dan pengaturannya dipengaruhi oleh TSH hipofisis sampai usia kehamilan 20 minggu. Serum TSH, TBG, FT4, dan T3 janin akan meningkat sesuai dengan usia kehamilan dan akan mencapai level sesuai dengan orang dewasa pada usia kehamilan 36 minggu. TSH tidak melewati plasenta, T4 dan T3 melewati plasenta dalam jumlah sedikit.

    Dampak Hipertiroid pada Kehamilan

    1. Abortus spontan

    2. Preeklampsia

    3. Persalinan kurang bulan (prematur)

    4. IUGR (bayi meninggal dalam kandungan)

    5. BBLR (berat badan bayi rendah)

    6. Gagal jantung

    7. Krisis tiroid

    8. Kebocoran protein ginjal

    Gejala Hipertiroidisme pada Kehamilan

    Gejala hipertiroidisme dapat diabaikan, karena beberapa dapat meniru perubahan hormonal seorang wanita pada kehamilan normal misalnya

    1. Merasa terlalu panas ketika orang lain merasa nyaman

    2. Detak jantung yang cepat

    3. Tangan gemetar

    4. Berat badan turun meskipun Anda cukup makan

    5. Hambatan pertumbuhan dalam kandungan / IUGR

    6. Kelelahan dan / atau kesulitan tidur

    7. Merasa kesal dan cemas

    Faktor yang menyebabkan hipertiroid pada Kehamilan

    Penyebab umum dari tiroid yang terlalu aktif pada wanita hamil adalah penyakit Graves. Penyakit ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menjadi terlalu aktif dan bentuk antibodi (protein kekebalan tubuh) yang menyerang tiroid. Hal ini menyebabkan kelenjar untuk memperbesar dan membuat terlalu banyak hormon tiroid.

    Wanita yang sering mual dan muntah atau mereka mengharapkan anak kembar dapat terjadi hipertiroidisme sementara. Disebut tirotoksikosis gestasional sementara, hipertiroidisme ini adalah karena tingginya kadar hormon kehamilan yang disebut human chorionic gonadotropin atau hCG. Karena menyelesaikan pada minggu 14 sampai 18 kehamilan, wanita tidak perlu obat antitiroid untuk mengobati kondisi ini.

    Cara Mendeteksi Hipertiroid pada Kehamilan

    Paling sering, wanita mengetahui mereka hipertiroid sebelum mereka hamil. Untuk mendeteksi hipertiroid, dokter melakukan pemeriksaan fisik dan perintah tes darah untuk mengukur kadar hormon tiroid Anda. TSH rendah ditambah tingkat tinggi T4 (juga disebut tiroksin) menunjukkan hipertiroidisme. Tes lain untuk hipertiroid adalah tes penyerapan yodium radioaktif. Tes ini mengukur berapa banyak yodium tiroid Anda menyerap

    Cara Pengobatan Hipertiroidisme pada Kehamilan

    Selama kehamilan, pilihan pengobatan untuk wanita hamil dengan hipertiroidisme akibat penyakit Graves adalah obat antitiroid. Obat ini mencegah tiroid dari produksi hormon tiroid yang terlalu banyak. Wanita hamil dengan Graves hipertiroidisme harus memulai terapi obat antitiroid.

    Pada trimester pertama kehamilan, merupakan obat pilihan untuk mengobati hipertiroidisme adalah propylthiouracil (PTU). Obat antitiroid seperti methimazole dapat menyebabkan cacat lahir jika dikonsumsi selama awal kehamilan. PTU lebih disarankan daripada methimazole untuk dikonsumsi pada 3 bulan pertama dari kehamilan, karena efek teratogenik (penyebab gangguan janin) pada PTU lebih rendah dibandingkan dengan methimazole. Trimester pertama ini adalah masa pembentukan organ, sehingga sangat rentan terjadi gangguan pembentukan organ pada janin. Sedangkan pada trimester kedua dan ketiga, methimazole lebih disarankan untuk dikonsumsi dibandingkan dengan PTU, karena risiko efek samping gangguan fungsi hati lebih besar pada PTU dibandingkan methimazole.

    Setelah trimester pertama, para ahli merekomendasikan beralih dari PTU ke methimazole. Hal ini karena dalam kasus yang jarang PTU dapat menyebabkan kerusakan hati yang parah. Kedua obat sama-sama efektif. Bicaralah dengan dokter Anda tentang manfaat dan risiko dari obat-obatan ini, dan yang merupakan pilihan terbaik bagi Anda.

    Obat antitiroid dapat mengobati kebanyakan kasus penyakit Graves pada kehamilan. Jarang, beberapa wanita mungkin perlu operasi untuk menghapus bagian dari tiroid. Waktu terbaik untuk operasi ini selama kehamilan trimester kedua (bulan 4-6). Wanita yang sedang hamil seharusnya tidak menerima perawatan dengan yodium radioaktif. Obat ini biasanya terdapat radioaktif yang dapat menghancurkan kelenjar tiroid pasien dan juga dapat membahayakan tiroid bayi yang belum lahir itu. Sementara menyusui. Wanita yang menyusui untuk tidak mendapatkan perawatan yodium radioaktif. Mereka mungkin melanjutkan terapi obat antitiroid jika mereka mengambil obat yang mereka ditentukan.

    Bayi yang Dilahirkan dari Ibu dengan Hipertiroid

    Kebanyakan orang dengan penyakit Graves memiliki antibodi diukur dalam darah mereka dikenal sebagai thyroid stimulating imunoglobulin. Pada wanita hamil dengan penyakit Graves, antibodi ini dapat melintasi plasenta ke bayi. Meskipun tidak sering terjadi, hal ini dapat menyebabkan penyakit tiroid dan masalah medis lainnya untuk bayi yang baru lahir. Semua bayi yang baru lahir dari ibu dengan penyakit Graves yang positif untuk antibodi tersebut harus diperiksa untuk tanda-tanda masalah tiroid dan dirawat jika perlu untuk beberapa tindakan.

    Penulis : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd.Keb - July 23, 2018
    Diskusi Dari:
    Reny Anggra

    Sore bu bidan.
    Saya saat ini tengah mengandung usia kehamilan tua, dan ini adalah kehamilan kedua saya. Saya mau tanya, jika saya makan atau ngemil dalam proses tahapan persalinan apakah berbahaya atau tidak? Terimakasih

    Perlu Jawaban
    Diskusi Dari:
    ade

    Selamat sore. Saya adalah lulusan d3 kebidanan dan saat ini bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Jawa Timur. Saya juga sangat tertarik dalam dunia media dan publikasi kesehatan. Apakah saya bisa menjadisalah satu kontributor Curhat Bidan? terimakasih

    Dijawab Oleh : ade
    Diskusi Dari:
    Putri Kintamani

    Bu bidan saya wanita usia 27 tahun, saat ini saya sedang mengandung usia 5 bulan. Yang mau saya tanyakan apakah normal jika saya sering pipis dan bagaimana cara mengatasinya?

    Dijawab Oleh : Putri Kintamani
    Diskusi Dari:
    Ummu khalid

    Pada ibu hamil dengan mengkonsumsi semangka baik ndag dokter.

    Dijawab Oleh : Ummu khalid
    Diskusi Dari:
    Asti Anisa

    Selamat pagi, saya mau bertanya, bagaimana cara mengatasi kaki bengkak saat hamil? Terima kasih

    Dijawab Oleh : Asti Anisa