Yuk Ikuti 7 Cara Mendidik Anak Secara Islami

Anak merupakan titipan Allah SWT yang mesti kita jaga dan kita cintai, tentu memberikan pendidikan anak dari mulai sejak dini harus kita lakukan. Kebiasaan-kebiasaan baik lah yang harus kita tanamkan agar kelak anak menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah SWT. Masih ingat dengan sabda Rasulullah bahwa amal yang tidak pernah putus salah satunya yaitu do’a dari anak-anak yang shaleh dan shalehah ? Lalu bagaimana kita mencetak dan mendidik generasi yang sesuai dengan syariat dan ajaran islam ? nah penasaran kan bagaimana sih parenting mendidik anak secara islami ? Yuk simak terus artikel di bawah ini :

Cara Mendidik Anak Secara Islami ala Rasulullah SAW

Semua orang tua pastinya menginginkan anak-anaknya shaleh dan shalehah. Oleh karena itu peran orang tua sangat penting sekali karena orang tua lah yang menjadi contoh dan suri tauladan untuk anak-anak kita. Berikut ini adalah tata cara mendidik anak sesuai dengan sabda Rasulullah SAW :

  1. Kenalkan Anak Tentang Tauhid
    Rasulullah SAW bersabda: “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah“. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailaha-illaallah“. Karena Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir mengucapkan “Lailaha-illaallah” kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apapun, tidak akan ditanyakan kepadanya.”
    Mengenalkan semua ciptaan Allah SWT sejak dini atau dengan sesering mungkin mengucapkan lafadz Allah secara terus menerus pada anak akan membuat anak terus menerus mengingat dan taat kepada Allah SWT.
    Ada 2 tahapan mengajarkan ilmu Tauhid secara sederhana. Pada tahap pertama anak memasuki usia 3 tahun ajarkan anak mengucapkan kalimat “Lailaha-illaallah” (Tiada Tuhan Selain Allah) sebanyak tujh kali. Dan tahap kedua yaitu ketika anak memasuki usia 3 tahun 7 bulan boleh bisa diajarkan kalimat “Muhammad Rasulullah“.
  2. Ajarkan Anak Tentang Shalat 5 waktu
    Ajarkan anak terlebih dahulu tentang arah kanan dan kiri pada anak usia 5 tahun lalu secara perlahan ajarkan arah kiblat dan mulai mengajak shalat. Ajaklah dia ketika berwudhu mulailah dengan membasuh muka dan kedua telapak tangannya sebelum melakukan shalat. Biasanya anak akan terbiasa bila orang tua nya terbiasa juga, beritahu juga kewajiban untuk melaksanakan shalat serta pemberian hukuman bila meninggalkan shalat pada usia sekitar 9 tahun. Biasakan juga untuk membawa peralatan shalat sejak dini
  3. Menerapkan Berbagai Amalan Sunnah dan Adab-Adab yang telah Diajarkan Rasulullah
    Kewajiban kita sebagai orang tua tidak hanya mengurus anak, memberikan makanan dan menyekolahkan mereka. Kewajiban kita sebagai orang tua lebih dari itu yaitu menanamkan akhlak yang baik, yang telah Rasulullah contohkan untuk kita. Berangkatlah dari hal-hal yang sangat sederhana misalnya saja mengajarkan adab makan dan minum menggunakan tangan kanan, tidak boleh bersuara saat makan, mengucapkan basmallah dan do’a sebelum dan sesudah makan, tidak boleh berbicara sebelum makan, berhenti makan sebelum kenyang. Atau kita juga bisa ajarkan adab ketika hendak dan bangun tidur, patuh kepada orang tua atau bergaul dengan teman, dan masih banyak lagi. Kebiasaan tersebutlah ternyata dapat memberikan efek positif dan insyaallah akan membentuk kebiasaan mereka sampai dewasa.
  4. Penuhi Hak-Hak Anak Berkaitan dengan Syariat Islam
    Ada beberapa hal yang harus dilakukan orang tua untuk memenuhi hak anak, seperti : Memberikan Anak sesuai dengan Islam, mengakikahkan anak (Perempuan satu ekor kambing dan anak laki-laki dua ekor kambing), memotong rambut anak pada hari ke-7 kelahirannya, mengajarkan anak membaca, mengaji dan menulis, dan tak kalah penting anak berhak mendapatkan warisan halal dari kedua orang tuanya baik berupa harta benda atau Ilmu agama islam.
  5. Menjalin kedekatan antara keluarga dengan Sharing Ilmu Bersama
    Bagi orang tua yang memiliki waktu yang sibuk karena pekerjaan, memanfaatkan waktu libur dan waktu luar setelah pulang kerja untuk anak-anak wajib dilakukan. Lakukan kebiasaan-kebiasaan baik seperti ibadah, olahraga, bermain di rumah, saling bercerita, atau hal positif lainnya. Karena hal tersebut dapat menumbuhkan rasa kedekatan anak antara orang tua dan dengan sanak saudara.
  6. Memberi Pengajaran Yang Menyenangkan dan Tidak Cenderung Membosankan
    Walaupun misalnya anak sudah disekolahkan, pengajaran pada anak-anak di rumah masih perlu dilakukan. Namun usahakan jangan membuat anak jenuh, lakukan berbagai inovasi atau cara sehingga pengajaran tentang islam asyik dilakukan, sehingga anak senang akan ilmunya dan mudah mengaplikasikannya. Contohnya saja, mengajari anak mengenai sunnah, bahasa arab, siroh nabawiyah dnegan media murotal. Atau bisa juga dengan cara menceritakan kisah-kisah teladan para nabi dan sahabat Rasulullah melalui video atau acara tv anak  yang beredukasi. Ajarkan juga pada mereka hikmah yang dapat diambil dari acara tersebut.
  7. Mengajari Anak tentang Hikmah yang Dapat Diambil dari Berbagai Kejadian
    Bila anak membuat kesalahan jangan langsung memarahi anak, misalnya saja anak bertengkar dengan adiknya karena berebutan mainan, jangan langsung menyalahkan mereka tapi ajarkanlah kepada mereka bahwa berebut mainan bukanlah hal yang baik seharusnya mereka bergantian memainkannya. atau bisa juga kejadian yang baik seperti anak mendapatkan juara kelas, nasihati anak supaya anak bersikap tawadhu dan menjauhi sifat sombong.

Anak adalah peniru yang baik oleh karena itu tunjukan perilaku yang baik juga jangan biasakan berbohong di depan anak, usahakan selalu tepati janji kepada anak, terapkan perilaku sabar, tegas dan disiplin. Usia anak-anak merupakan tahap “Golden Age” dimana pada tahap tersebut anak akan menyerap berbagai macam informasi dengan sangat cepat, oleh karena itu kita harus berhati-hati dalam mengajarkan sesuatu pada anak.

Sebenarnya masih banyak cara-cara mendidik anak secara islami yang harus kita ketahui, oleh karena itu simak terus berbagai macam tips parenting di curhat bidan lainnya. Semoga dapat menambah wawasan anda. SEMOGA BERMANFAAT

| Yuk Ikuti 7 Cara Mendidik Anak Secara Islami

Citra Dewi Amd.Keb - June 29, 2016
Diskusi Dari:
Claudia harapankita

Dok selama ini saya sering kali merasakan masalah dibagian hidung seperti hidung yang terasa perih sehingga membuat saya kesulitan untuk bernafas dimana hal ini sering juga disertai dengan adanya rasa sakit pada bagian kepala. Biasanya saya merasakan hal ini dimana saat musim dingin dok. Dulu saya sempat tinggal di daerah perkampungan yang udaranya sangat dingin sehingga tiap malam dan pagi hari saya sering merasakan masalah pada bagian hidung serta bersin bersin. Saya mau tanya, kira kira ini salah satu gejala penyakit apa ya dok? Terus berbahaya gak ya bagi kesehatan saya?

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Jenni

Bu bidan saya sekarang sedang mengandung anak k 2, dan saat ini usia kandungan saya 4 bulan. Namun dikehamilan saat ini saya khawatir karena ternyata IUD yang sebelumnya masih terpasang. Bagaimana langkah yang seharusnya saya lakukan, saya takut mempengaruhi janin saya. Karena ada yang menyebutkan bila dilepas akan mengakibatkan keguguran. Mohon penjelasanan bu bidan.

Terimakasih

Dijawab Oleh : Jenni
Diskusi Dari:
Uchi Susilawati

Assalamualaikum Selamat pagi bu bidan, saya mau tanya kita sebagai wanita kan akan mengalami fase fase sulit seperti menstruasi, hamil, pasca melahirkan dan lain sebagainya. Nah makanan seperti apa yang dianjurkan untuk kita (wanita) agar kesehatan kita tetap terjaga dan seimbang? agar kita tidak rentan lelah atau terserang penyakit. Terimkasih bu bidan Wassalam…

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Dessi Yudha Arisandy

Assalamualikum bu bidan, nama saya Filza Syafira. Saya mau bertanya kira – kira biaya untuk cek kesuburan suami istri butuh berapa ya ? Rincian pemeriksaannya seperti apa aja bu ? Terima kasih, mohon dijawab.

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Rennym

Siang dok, saya mau tanya kenapa ya ko di bagian bawah dagu saya ada benjolan yang apabila di pegang, di raba atau tersentuh itu sakit. Apa ada hubungannya dengan sariawan? Soalnya saat ini saya sedang sariawan, mohon penjelasannya dok

Dijawab Oleh : Rennym