×

Resiko Yang Terjadi Pada Ibu Setelah Operasi Caesar

Bagikan Artikel :

Resiko Yang Terjadi Pada Ibu Setelah Operasi Caesar

Setiap ibu hamil perlu mempersiapkan proses persalinan yang akan dipilihnya. Kebanyakan Bunda memilih persalinan normal karena diyakini pemulihan yang lebih cepat. Tapi sebaiknya Bunda perlu mempersiapkan keduanya. Hal ini karena banyak kemungkinan yang bisa terjadi dan mengubah semua rencana yang sudah bunda susun. Berbagai indikasi medis yang terjadi pada bunda, bisa menjadi pertimbangan bagi dokter untuk memutuskan dilakukannya operasi caesar.

Akan tetapi apapun alasannya, Bunda harus tahu bahwa layaknya operasi lain, operasi caesar tetap memiliki efek samping yang mungkin harus Bunda pertimbangkan. Efek samping ini tidak hanya mungkin terjadi pada Bunda, tetapi juga bisa terjadi pada Si Kecil. Ada beberapa efek yang bisa dialami oleh ibu operasi Caesar. Yuk simak di bawah ini!

Efek Operasi Caesar pada Ibu

  1. Bekas Luka
    Bunda tentu tahu bahwa luka sayatan di perut Bunda merupakan efek operasi caesar yang tidak akan hilang seumur hidup. Beberapa orang bisa mengakalinya agar luka itu tertutup dan tidak mengganggu penampilan fisik.
    Namun, seperti dikutip dari Boldsky, luka operasi caesar akan membuat jaringan parut yang terbentuk di tempat perut Bunda terpotong. Jaringan parut ini dapat menyebabkan masalah di kemudian hari dan akan cukup menyulitkan ketika suatu saat perlu menjalani operasi kritis lain di kemudian hari.
  2. Istirahat Total yang Memakan Waktu
    Efek operasi caesar yang juga cukup mengganggu adalah kebutuhan istirahat total hingga 3 bulan. Bagi sebagian besar Bunda yang bekerja, ini terkadang menjadi masalah. Bunda yang bekerja biasanya hanya mendapatkan cuti hamil selama 3 bulan dari pekerjaan. Ini bisa dimulai beberapa minggu sebelum hari lahiran tiba.
  3. Hernia
    Hernia adalah kondisi yang terjadi ketika organ dalam tubuh menekan dan mencuat melalui jaringan otot atau jaringan ikat di sekitarnya yang lemah. Ini bisa berasal dari luka dalam pada tubuh Bunda dan biasanya terjadi sebagai efek operasi caesar. Jika Bunda tidak mengambil istirahat yang layak setelah melahirkan, hernia bisa menjadi salah satu efek operasi caesar yang Bunda alami.
  4. Masalah dengan plasenta pada Kehamilan Selanjutnya
    Dikutip dari Mayo Clinic, semakin banyak operasi caesar yang Bunda lakukan, maka akan semakin besar peluang Bunda mengalami masalah dengan plasenta. Seperti masalah plasenta yang letaknya terlalu dalam atau dekat dengan dinding rahim (plasenta akreta) atau sebagian atau seluruhnya plasenta yang bisa menutupi bukaan serviks (plasenta previa). Kedua kondisi tersebut bisa berefek pada kelahiran yang prematur, pendarahan yang berlebihan, dan kebutuhan untuk transfusi darah serta pengangkatan rahim secara bedah (histerektomi).
  5. Komplikasi Terkait dengan Adhesi
    Adhesi atau jaringan parut yang lengket dengan organ atau bagian dari organ yang seharusnya tidak menyatu, biasanya berkembang atau selalu menjadi efek operasi caesar. Perlu Bunda tahu bahwa adhesi yang padat dapat membuat operasi caesar menjadi lebih sulit dan meningkatkan risiko cedera kandung kemih atau usus dan pendarahan yang berlebihan.
  6. Komplikasi Terkait Sayatan
    Efek operasi caesar seperti hernia, memiliki peluang untuk terjadi lagi atau bahkan lebih parah ketika jumlah sayatan perut sebelumnya ditambah. Penanganan dengan bedah mungkin diperlukan jika hal itu terjadi pada Bunda.
  7. Sakit Punggung
    Nyeri punggung efek operasi caesar paling sering terjadi karena anestesi epidural. Tetapi, ini bisa juga disebabkan oleh jaitannya. Setiap kali Bunda tertawa atau batuk, Bunda akan menarik otot-otot disekitar jahitan dan itu juga bisa menyebabkan sakit punggung.

About : Citra Dewi Amd. Keb

Citra Dewi Amd. Keb

Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : April 28, 2021

    Pertanyaan Pengunjung :

    Haid tidak teratur

  • Oleh : Selvi Anggereni
  • 2 tahun, 5 bulan yang lalu

    Mau nanya, tiap bulan saya selalu haid. Tapi durasi waktuna suka beda2. Sperti bulan 8,9,10 29 hari, kemudian bulan 11 menjadi 35 hari. Setelah itu bulan 12 menjadi 27 hari, dan bulan berikutnya 26 hari. Sudah hampir setahun saya menikah dan belum hamil juga. Apakah ini tanda2 bahwa saya kena PCO, dan haid saya termasuk haid yg tidak teratur..? Terima kasih sebelumnya

    Lendir saat berhubungan

  • Oleh : Majid Jid
  • 7 bulan yang lalu

    Halo dok, mau bertanya. Lendir apakah yg dikeluarkan miss v saat berhubungan. Dengan ciri kental dan licin. Awalnya menganggap sperma yg sudah keluar. Tetapi rasanya sperma belum dikeluarkan. Dan masih awal berhubungan

  • Oleh : Majid Jid
  • Program kehamilan

  • Oleh : Claudia anggelina
  • 3 tahun, 9 bulan yang lalu

    Dimana alamat untuk akupuntur kehamilan

    Konsultasi kehamilan

  • Oleh : Nelly Tampubolon
  • 3 tahun, 2 bulan yang lalu

    Bu umur saya 23 thn saya hmil sdah 7 minggu lbih tpi mngapa msih datang bercak darah sedikit ,apa pnyebabnya

    Kehamilan Setelah KB

  • Oleh : Nelly Tampubolon
  • 2 tahun, 11 bulan yang lalu

    Assalamualaikum bu bidan …

    Nama saya Disti Hanifa, saya sudah menikah sekitar 4 bulan ini dan kemarin saya mengaja menggunakan KB jenis suntik 1 bulan sekali untuk menunda kehamilan dan sudah 2 kali ini saya menggunakan KB suntik bu. Sekarang saya mau program hamil dan saya mau bertanya, untuk kembali mendapatkan kesuburan setelah KB berapa bulan bu ? Terus makanan apa aja yang harus saja hindari supaya program hamil saya lancar.

    Terima kasih.

    Tanya Bidan