×

Parents, Jangan Memaksa Anak Untuk Meminta Maaf Ya! Ini Dampaknya

Bagikan Artikel :

Parents, Jangan Memaksa Anak Untuk Meminta Maaf Ya! Ini Dampaknya

Meminta maaf adalah salah satu etika yang patut dimiliki oleh setiap orang ketika melakukan kesalahan. Berani meminta maaf juga termasuk ke dalam perilaku ksatria. Orang-orang yang terbiasa meminta maaf, juga kerap tampil menjadi orang yang berani bertanggung jawab serta tidak lari dari kesalahannya. Kita sebagai orang tua tentu menginginkan anak-anak tumbuh dengan karakter tersebut.

Sama seperti magic words lain seperti ‘tolong’, ‘terima kasih’, dan ‘permisi’, mengucapkan kata ‘maaf’ juga harus dipelajari oleh anak sejak dini. Akan tetapi, meskipun orang tua perlu mengajarkan anak meminta maaf, memaksanya untuk meminta maaf seperti ketika mereka merebut mainan teman, memukul kakaknya, atau melempar barang justru bisa menjadi hal yang berdampak negatif.

Related Posts :

    Ada beberapa dampak negatif jika parents memaksa anak untuk meminta maaf. Apa saja dampak yang mungkin muncul bila orang tua memaksa anak meminta maaf? yuk simak di bawah ini!

    1. Membuat Anak Kebingungan
      Balita masih memiliki sifat egosentris. Mereka bukanlah anak egois. Kemampuan sosial-emosional balita untuk merasakan empati atau memahami sudut pandang orang lain belum berkembang sempurna. Keterampilan sosial yang penting ini memang baru berkembang di masa akhir usia balita.
      Ketika mereka belum dapat memahami perasan orang lain, mereka tidak bisa merasa bersalah atas tindakan mereka yang dianggap menyakiti atau merugikan orang lain. Ketika mereka dipaksa untuk meminta maaf, mereka justru akan kebingungan dan tidak bisa mengidentifikasi emosinya sendiri.
    2. Mengajarkan bahwa ‘Maaf’ Hanyalah Formalitas
      Jamie Perillo, LPC., psikolog anak dan psikoterapis keluarga di Connecticut, AS mengatakan bahwa sering kali anak-anak meminta maaf hanya agar keluar dari masalah. Sebab, ketika anak tidak mau meminta maaf, mereka khawatir orang tuanya akan marah atau orang lain akan menjauh dari mereka.
      Sehingga, mereka akan memandang bahwa meminta maaf hanyalah formalitas yang harus mereka lakukan tiap kali ada orang yang bilang, “Ayo, minta maaf dulu!” Tidak akan ada ketulusan yang dimiliki anak karena mereka memang benar-benar belum memahami kesalahan mereka.
    3. Membuat Anak Malu
      Sebagai orang dewasa, Anda mungkin sering menggembar-gemborkan bahwa meminta maaf tidak akan mengurangi harga diri seseorang. Akan tetapi, untuk mengucapkan maaf, bahkan bagi orang dewasa pun, tidaklah mudah. Masih saja ada perasaan tidak nyaman yang mengganjal.
      “Mengucapkan maaf bisa menimbulkan rasa malu, dan itu tidak membantu,” ujar Perillo. Apalagi, bila Anda memaksa mereka minta maaf di depan umum.
    4. Membuat Anak Berbohong
      Psikolog dan penulis Positive Discipline in Everyday Parenting, Joan Durrant memperingatkan bahwa memaksa seorang anak untuk meminta maaf ketika mereka tidak memahami kesalahannya dan kerugian akan berdampak buruk di masa kecilnya. “Jika mereka tidak merasakannya pada saat itu, Anda melatih mereka untuk berbohong,” ujarnya.
      Berbohong dalam hal apa? Berbohong mengenai perasaan mereka sendiri bahwa mereka merasa bersalah dan berjanji tidak akan mengulanginya, padahal sebetulnya mereka tidak paham atas perbuatannya dan janji yang dibuatnya sendiri. Agar tetap terlihat baik adalah salah satu dari empat Alasan Balita Berbohong
    5. Membuat Anak Takut
      Durrant juga mengatakan bahwa dalam jangka panjang, memaksa seorang anak untuk meminta maaf dapat menyebabkan lebih banyak risiko. “Karena mereka belajar bahwa meminta maaf adalah sesuatu yang Anda lakukan hanya ketika seseorang yang berkuasa memaksanya,” ucapnya.
    6. Menyebabkan Anak Tantrum
      Ketika sepupunya menangis saat anak Anda merebut mainannya, ia juga merasakan emosi kemarahan, kekecewaan, atau kekesalan di saat yang bersamaan. Mendatanginya dan memintanya untuk minta maaf tiba-tiba tanpa memvalidasi emosi anak terlebih dahulu, justru akan membuat anak merasa diabaikan. Mereka akan bingung dengan ledakan emosinya sendiri sehingga lebih berisiko tantrum.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : December 28, 2021

    Pertanyaan Pengunjung :

    Istri hamil 4 bulan sering merasakan sakit di perut

  • Oleh : Marini Sjola Manoppo
  • 5 tahun, 8 bulan yang lalu

    Maaf bu bidan saya mau tanya. istri saya hamil 5 bulan dan sering merasakan rasa sakit pada perut, apakah itu tanda gejala penyakit ataukah itu hanya reaksi sang bayi di dalam kandungan ?

    Mencegah hamil BO

  • Oleh : Nini Andini
  • 2 tahun, 3 bulan yang lalu

    Mlm dok, sy ingin brtanya
    7hari lalu sy kgguran karna BO, di usia 10w..
    Kapan waktu hamil yg tepat ya dok setelah kgguran? Agar di kehamilan selanjutnya tidak trjadi hamil BO lagi,
    Terimakasih sebelmnya

    ada benjolan di dekat anus

  • Oleh : Neng Atna Julianti
  • 5 tahun, 3 bulan yang lalu

    selamat siang ibu bidan saya mau tanya, saya sedang hamil tapi ada benjolan di anus, tidak berdarah hanya terasa perih dan sering mulas saat babnya, ada ga obat yang bisa diminum tapi aman untuk ibu hamil? terima kasih, saya tunggu jawabannya 🙂

  • Oleh : Neng Atna Julianti
  • Mengenai PD

  • Oleh : Agustina Fariantini
  • 5 bulan yang lalu

    Habis buka youtube gak sengaja sih kak ada curhatan ibu ibu yang sama kayak saya alami, selama menyusui kalau telat menyusui kadang mrongkol sering bermasalah kak, kemaren kok ada dikasih obat boleh minta pendapatnya.

  • Oleh : Agustina Fariantini
  • Haid sedikit

  • Oleh : Ndah Jumaidah
  • 2 tahun, 8 bulan yang lalu

    Dok saya sudah menikah 7bulan, haid saya selalu teratur siklusnya 22-24 hari, saya terakhir haid tanggal 15 maret dengan volume yang seperty biasanya 6 hari,
    Tapi pas harusnya tanggal 5 april saya haid itu tidak haid hanya kram perut ajah, dan selama semnggu itu saya selalu keputihan encer bening tidak gatal dan tidak berbau, tanggal 12 apr saya kluar darah bercak2 sja hanya 2 jam saya pikir haid tapi kok tidak sebnyak yg biasanya saya tespek negatf .saya periksa ke dokter spog katanya bukan penyakit, trs masuk ke bulan mei saya slalu kputihan encer bening dan tgl 6 mei sya harusnya sy haid cuman kluar bercak kuning, tgl 7 kliar bercak coklat tp sedikit tdk pakai pembalut
    Smpai tgl 8 saya kputihan encer lagi
    Apa itu normal dok .saya tspek ngatf trs

    Tanya Bidan