Curigai Solusio Plasenta Jika Terdapat Pengeluaran Darah pada Kehamilan

Share Dan Tag Teman Kamu Di :


  • Plasenta merupakan bagian yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin. Plasenta memiliki peran sebagai tempat pertukaran zat, penghasil hormon yang berguna selama kehamilan. Melihat pentingnya peranan plasenta, maka bila terjadi kelainan pada plasenta akan menyebabkan gangguan pertumbuhan janin ataupun penyulit pada proses persalinan. Kelainan pada plasenta dapat berupa gangguan fungsi dari plasenta, gangguan implantasi plasenta, maupun pelepasan plasenta sebelum waktunya yang disebut solusio plasenta.

    Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau seluruh permukaan maternal plasenta dari tempat implantasinya (penempelan) yang normal pada sebelum waktunya yakni antara minggu 20 (sebelum lahirnya bayi). Plasenta secara normal terlepas setelah bayi lahir.

    Plasenta dapat terlepas hanya pada pinggirnya saja (ruptura sinus marginalis), dapat pula terlepas lebih luas (solusio plasenta parsialis), atau bisa seluruh permukaan maternal plasenta terlepas (solusio plasenta totalis). Perdarahan yang terjadi akan merembes antara plasenta dan miometrium (lapisan uterus/rahim) untuk seterusnya menyelinap di bawah selaput ketuban dan akhirnya memperoleh jalan ke kanalis servikalis dan keluar melalui vagina, menyebabkan perdarahan eksternal.

    Adapun bagian plasenta sekitar perdarahan masih melekat pada dinding rahim, darah tidak keluar dari uterus (rahim), tetapi tertahan di antara plasenta yang terlepas dan uterus sehingga menyebabkan perdarahan tersembunyi. Secara klinis solusio plasenta dibagi ke dalam berat ringannya gambaran klinik sesuai dengan luasnya permukaan plasenta yang terlepas, yaitu solusio plasenta ringan, sedang, dan berat

    Solusio Plasenta Ringan

    Luas plasenta yang terlepas tidak sampai 25% atau ada yang menyebutkan kurang dari bagian. Jumlah darah yang keluar biasanya kurang dari 250ml. Komplikasi terhadap ibu dan janin belum ada.

    Solusio Plasenta Sedang

    Luas plasenta yang terlepas telah melebihi 25%, namun belum mencapai separuhnya (50%). Jumlah darah yang keluar lebih banyak dari 250 ml tetapi belum mencapai 1000 ml. Gejala-gejala dan tanda-tanda sudah jelas seperti nyeri pada perut yang terus menerus, denyut janin menjadi cepat, hipotensi, dan takikardi.

    Solusio Plasenta Berat

    Luas plasenta yang terlepas sudah melebihi 50%, dan jumlah darah yangkeluar melebihi 1000 ml. Gejala dan tanda klinik jelas, keadaan umum disertai syok, dan hampir semua janinnya telah meninggal. Komplikasi koagulopati dan gagal ginjal yang ditandai pada oligouri biasanya telah ada.
    Kejadian solusio plasenta cenderung menurun dengan semakin baiknya perawatan antenatal (kehamilan) sejalan dengan semakin menurunnya jumlah ibu hamil usia dan paritas tinggi dan membaiknya kesadaran masyarakat berperilaku lebih higienis (bersih)

    Faktor Penyebab Solusio Plasenta

    1. Usia terlalu muda (<20tahun)/usia terlalu tua (>35tahun)

    2. Preeklampsia

    3. Hipertensi kronik

    4. Ketuban pecah dini

    5. Khemilan ganda

    6. Hidramnion

    7. Wanita Perokok

    8. Trombofilia

    9. Pengguanaan kokain

    10. Riwayat Solusio Plasenta

    11. Mioma dibelakan plasenta

    12. Trauma abdomen dalam Kehamilan

    Tanda dan Gejala Solusio Plasenta

    1. Tanda dan Gejala Solusio Plasenta Ringan

    Gejala dan tanda klinis yang klasik dari solusio plasenta adalah terjadinya perdarahan yang berwarna merah tua keluar melalui Vagina, nyeri perut dan uterus/rahim tegang terus menerus mirip his partus prematurus (kontraksi pada persalinan kurang bulan/prematur). Adalnya hematom (kumpulan darah tidak normal di luar pembuluh darah) yang berukuran beberapa sentimeter terdapat pada permukaan maternal plasenta. Tanda vital ibu dan janin masih baik. Pada pemeriksaan tidak dijumpai kelainan kecuali pada palpasi (meraba) sedikit terasa nyeri lokal pada tempat terbentuknya hematom (kumpulan darah tidak normal di luar pembuluh darah). Walaupun belum memerlukan intervensi segera keadaan ringan ini perlu dimonitor terus sebagai upaya mendeteksi keadaan bertambah berat. Pemeriksaan USG berguna untuk mendeteksi luasnya solusio terutama pada solusio plasenta sedang atau berat.

    2. Tanda dan Gejala pada Solusio Plasenta Sedang

    Rasa nyeri pada perut yang terus menerus, denyut jantung janin biasanya telah menunjukkan gawat janin, perdarahan yang keluar tampak lebih banyak, takikardia (detak jantung seseorang di atas normal dalam kondisi beristirahat), hipotensi (tekanan darah rendah), kulit dingin, oliguria (produksi urin sedikit/kurang), kadar fibrinogen (salah satu protein yang disintesis oleh hati) berkurang antara 150-250 mg/100ml, dan mungkin kelainan pembekuan darah dan gangguan fungsi ginjal sudah mulai ada. Rasa nyeri bersifat menetap, tidak hilang timbul seperti pada his yang normal. Perdarahan pervaginam jelas dan berwarna kehitaman. Pada pemantauan keadaan janin dengan kardiotokografi/ CTG (alat memantau kesejahteraan janin) bisa jadi telah ada deselerasi lambat. Perlu dilakukan tes gangguan pembekuan darah.

    3. Tanda dan Gejala pada Soluso Plasenta Berat

    Pada solusio plasenta berat perut sangat nyeri dan tegang serta keras seperti papan disertai perdarahan berwarna hitam. Oleh karena itu, palpasi (pemeriksaan dengan meraba/menyentuh) bagian-bagian janin tidak mungkin dilakukan. Jika dalam masa observasi tinggi fundus bertambah/perut semakin membesar berarti perdarahan baru masih berlangsung. Pada rahim terlihat membulat, denyut jantung janin tidak terdengar lagi akibat gangguan anatomik dan fungsi plasenta. Keadaan umum menjadi buruk disertai syok. Adakalanya keadaan umum ibu jauh lebih buruk dibandingkan perdarahan yang tidak seberapa keluar dari vagina.

    Penangan Solusio Plasenta

    Terapi solusio plasenta akan berbeda beda tergantung pada usia kehamilan serta status ibu dan janin. Pada janin yang hidup dan matur (cukup bulan usia 37-42 minggu), dan apabila persalinan pervaginam tidak terjadi dalam waktu dekat, sebagian besar akan memilih seksiosesaria darurat.

    a. Solusio Plasenta ringan

    Solusio plasenta ringan jarang ditemukan di rumah sakit. Pada umumnya didiagnosis secara kebetulan pada pemeriksaaan USG oleh karena tidak memberikan gejala klinik yang khas. Apabila kehamilannya kurang dari 36 minggu dan perdarahan kemudian berhenti, perut tidak menjadi nyeri, dan uterus tidak tegang, maka penderita harus diobservasi dengan ketat. Apabila perdarahan berlangsung terus dan gejala solusio plasenta bertambah jelas atau dengan pemeriksaan USG daerah solusio plasenta bertambah luas maka dilakukan terminasi kehamilan

    b. Solusio Plasenta Sedang dan Berat

    Pada solusio plasenta sedang sampai berat dilakukan perbaikan keadaan umumterlebih dahulu dengan resusitasi 4airan dan transfusi darah. Bila janin masih hidup biasanya dalam keadaan gawat janin, dilakukan seksio sesarea, kecuali bila pembukaan telah lengkap. Pada keadaan ini dilakukan amniotomi, drip oksitosin dan bayi dilahirkan dengan ekstraksi forcep. Apabila janin telah mati dilakukan persalinan pervaginam dengan cara melakukan amniotomi, drip oksitosin. Bila bayi belum lahir dalam waktu 6 jam, dilakukan tindakan seksio sesarea.

    Komplikasi Solusio Plasenta

    1) Anemia

    2) Gangguan pembekuan darah

    3) Syok akibat kehilangan darah

    4) Gagal ginjal

    5) Kegagalan organ tubuh lainnya.

    6) Asupan nutrisi dan oksigen pada bayi

    7) Serta kelahiran prematur

    8) IUFD (bayi terlahir dalam keadaan meninggal)

    Pencegahan Solusio Plasenta

    a. Mengonsumsi suplemen asam folat, zat besi yang diresepkan bidan ataupun dokter spesialis kandungan

    b. Memeriksakan kondisi kandungan secara rutin selama masa kehamilan minimal 4 kali pada masa kehamilan(1 kali pada trimester pertama, 1 kali pada trimester ke dua, 2 kali pada trimester ke 3). Agar lebih aman sebaiknya lakukan pemeriksaan setian satu bulan sekali.

    c. Mengobati riwayat penyakit kronis terlebih dahulu seperti tekanan darah (hipotensi maupun heipertensi)

    d. Tidak menggunakan narkoba.

    e. Berhenti merokok aktif maupun pasif

    f. Tidak terlalu banyak aktifitas

    g. Olah raga yang cukup seperti senam hamil

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Citra Dewi Amd.Keb - July 24, 2018
    Diskusi Dari:
    priscillaledoux

    Selamat pagi bu bidan, saya Dila usia 32 tahun. Saat ini saya sedang hamil 5 bulan. Namun akhir-akhir ini saya cepat sekali merasa lelah bu bidan, tidak bersemangat dan pengennya tiduran terus. Ada tips ga bu bidan buat mengatasi rasa lelah saat hamil. Mohon jawabannya

    Dijawab Oleh : priscillaledoux
    Diskusi Dari:
    Alfiyah

    Selamat siang bu bidan, saya mau nanya bagaimana cara merawat kulit bayi yang baru lahir. Bulan lalu saya melahirkan dan masih bingung untuk perawatan kulit anak saya. Saya takut salah pakai produk untuk bayi karena kulit bayi baru lahir katanya sangat sensitif mohon di jawab ya bu bidan terima kasih sebelumnya

    Dijawab Oleh : Alfiyah
    Diskusi Dari:
    Ramadhan

    Siang Dok. Saya wanita berusia 27 Tahun. Kemarin saya melakukan kuret di Rumasakit. Tetapi kenapa ya, ko setelah kuret ini saya merasakan meriang dan demam walau demam tidak begitu tinggi. Selain itu, saya juga merasakan rasa nyeri pada bagian perut bawah, rasa pegal pegal serta badan yang tiba tiba menjadi lemas. Kira kira ini masalah kesehatan apa ya dok? Apakah mungkin ini terjadi akibat adanya infeksi setelah melakukan kiret? Terus apa yang bisa di lakukan untuk membantu menghilangkan masalah kesehatan ini?

    Dijawab Oleh : Ramadhan
    Diskusi Dari:
    Sheila Marwah

    Selamat pagi bu bidan, saya mau tanya gimaana sih cara mengatasi mata lelah karena sering di depan komputer? apa perlu saya memakai kacamata? tolong di jawab yah bu bidan, terimakasih:)

    Perlu Jawaban
    Diskusi Dari:
    Riri

    Siang dok, saya penderita masalah kesehatan kelenjar getah bening, apakah penyakit ini bisa mematikan?

    Dijawab Oleh : Riri