×

Penanganan Kehamilan di Luar Kandungan/Kehamilan Ektopik

Bagikan Artikel :

Kehamilan ektopik merupakan hasil pembuahan yang menempel/berimplantasi serta tumbuh ditempat yang tidak semestinya namun masih di sekitar organ reproduksi dalam.

 


 

Sebagian besar kehamilan ektopik tumbuh di bagian tuba (berkisar 95 – 98 %). Kehamilan di luar kandungan/KET tumbuh di organ reproduksi dalam pada bagian yang sempit bukan tempat ideal untuk pertumbuhan bayi. Misalnya bagian saluran penghubung antara rongga rahim dengan indung telur (ovarium) yang hanya sebesar pangkal lidi, Kehamilan leher rahim (servikalis), dibagian rahim (tetapi tidak di dalam rongga rahim), leher rahim dan tanduk rahim (kornu).

Faktor Penyebab Kehamilan Ektopik

a) Riwayat kehamilan ektopik sebelumnya Risiko paling besar untuk kehamilan ektopik angka kekambuhannya 15% setelah kehamilan ektopik pertama dan meningkat sebanyak 30% setelah kehamilan ektopik yang kedua

b) Penggunaan kontrasepsi spiral dan pil progesterone Kehamilan ektopik meningkat apabila ketika hamil masih menggunakan kontrasepei spiral (3 – 4 %). Pil yang mengandung hormone juga meningkatkan kehamilan ektopik karena pil progesteron dapat mengganggu pergerakan sel rambut silia di saluran tuba yang membawa sel telur yang sudah dibuahi untuk menempel/berimplantasi ke dalam rahim

c) Kerusakan dari saluran tuba yang sudah dibuahi mengalami kesulitan melalui saluran tersebut sehingga menyebabkan telur melekat dan tumbuh didalam saluran tuba. Factor resiko yang menyebabkan gangguan saluran tuba diantaranya merokok dan penyakit radang panggul

Tanda dan gejala Kehamilan Ektopik

a. Nyeri perut. Gejala ini yang paling sering dijumpai dan terdapat pada hampir semua penderita. Nyeri perut ini datang setelah mengangkat berat,buang air besar tapi kadang kadang juga waktu pasien sedang beristirahat. Gejala ini berhubungan dengan apakah kehamilan ektopik sudah ruptur.

b. Shock karena hypovolaemia (kekurangan volume cairan)

c. Amenorhoe (berhentinya menstruasi)

d. Perdarahan pervaginam (dalam jumlah yang sedikit)

e. Nyeri bahu dan leher Karen perangsangan digfragma

f. Nyeri pada palpasi (pada pemeriksaan panggul)

g. Perut tegang dan agak kembung

Related Posts :

    Pemeriksaan Penunjang

    Pemeriksaan urin dapat dilakukan untuk mengetahui kehamilan seseorang sedangkan untuk mengetahui kehamilan ektopik seorang dokter dapat melakukan pemeriksaan panggul untuk mengkonfirmasi dan merasakan perut yang keras dan juga dapat dilakukan USG untuk menggambarkan isi rahim, karena pemeriksaan ini dapat melihat dimana lokasi kehamilan baik di rahim, saluran tuba, indung telur maupun tempat lain.

    Komplikasi Kehamilan EktopikTerganggu (KET)

    a. Pada pengobatan konservatif, yaitu bila kehamilan ektopik terganggu telah lama berlangsung (4-6 minggu), terjadi perdarahan ulang, Ini merupakan indikasi operasi.

    b. Infeksi

    c. Sterilitas

    d. Pecah bagian dari tumbuhnya hasil pembuahan misalnya di tuba falopii

    Berdasarkan Tempatnya Kehamilan di Luar Kandungan Terdiri Dari :

    1. Kehamilan Servikal

    Kehamilan servikal jarang terjadi. Nidasi terjadi dalam selaput lender servik. Dengan tumbuhnya telur,servik menggembung. Pada implantasi di serviks, dapat terjadi perdarahan tanpa disertai nyeri, dan kemungkinan terjadinya abortus spontan sangat besar. Jika kehamilan tumbuh sampai besar, perdarahan / ruptur yang terjadi sangat berat, sehingga sering diperlukan tindakan histerektomi total.

    2. Kehamilan Ovarial

    Jarang terjadi dan biasanya berakhir dengan rupture pada hamil muda. Pada kenyataannya kriteria ini sulit diidentifikasi, karena umumnya telah terjadi kerusakan jaringan ovarium. Pertumbuhan trofoblas yang luas, dan perdarahan menyebabkan bagian permukaan kabur, sehingga pengenalan implantasi permukaan ovum sukar ditentukan secara pasti.

    3. Kehamilan Tuba

    Kejadian kehamilan tuba ialah 1 di antara 150 persalinan. Ovum yang dibuahi dapat berkembang disetiap bagian oviduktus yang menyebabkan kehamilan tuba. Menurut tempatnya penempelan hasil pembuahan (nidasi) dapat terjadi di :

    a. Kehamilan ampula (dalam ampula tuba)

    b. Kehamilan isthmik (dalam isthmus tuba)

    c. Kehamilan interstisil (dalam pars interstitialis tubae)

    d. Kehamilan infundibulum tuba

    e. Kehamilan abdomoinal primer atau sekunder

    4. Kehamilan Interstisial

    Jika terjadi ruptur maka akan mengalami perdarahan hebat karena bagian ini banyak pembuluh darah, sehingga dalam waktu yang singkat dapat menyebabkan kematian.

    5. Kehamilan Abdominal Primer

    Dimana telur dari awal mengadakan implantasi dalam rongga perut dengan cirri-ciri tuba dan ovarium normal, tidak terdapat fistula utero-plasenter,dan implantasi umumnya di sekitar uterus.

    6. Hamil Abdominal Sekunder

    Yang asalnya kehamilan tuba dan setelah pecah/rupture. Biasanya plasenta terdapat pada daerah tuba, permukaan belakang rahim dan penyokong rahim (ligamentum latum). Ada kalanya hamil abdominal sekunder ini mencapai umur cukup bulan,tapi hal ini jarang terjadi,yang lazim ialah bahwa janin mati sebelum mencapai usia yang cukup untuk persalinan/maturitas (bulan ke 5 atau ke 6) karena pengambilan makanan kurang sempurna.

    Penatalaksanaan Kehamilan Ektopik Terganggu

    Penatalaksanaan Karena kehamilan ektopik mengancam nyawa maka deteksi dini dan pengakhiran kehamilan adalah tata laksana yang disarankan. Pengakiran kehamilan dapat dilakukan melalui :

    a. Obat–obatan Dapat diberikan apabila kehamilan ektopik diketahui sejak dini. Obat yang digunakan adalah methotrexate (obat anti kanker)

    b. Operasi Untuk kehamilan yang sudah berusia lebih dari beberapa minggu. Operasi adalah tindakan yang lebih aman dan memiliki angka keberhasilan lebih besar dari pada obat obatan

    Wanita yang Mengalami Riwayat KET Masih Bisa Hamil

    Wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik dapat kembali hamil dan memiliki kehamilan serta persalinan yang normal. Jika riwaya kehamilan ektopik yang lalu penangannanya hanya dengan obat maka kedua Ovarium masih bisa menghasilkan sel telur, namun jika salah satu saluran telur telah diangkat, tetap masih dapat hamil karena Ovarium lainnya masih berfungsi dengan normal. Sekitar 65% wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik dapat kembali hamil dalam waktu 18 bulan setelah terjadinya kehamilan ektopik.

    Pencegahan Kehamilan Ektopik

    Berhenti merokok akan menurunkan kehamilan ektopik dan berhubungan seksual secara aman seperti menggunakan kondom, setia pada satu pasangan akan melindungi seseorang dari penyakit menular seksual yang pada akhirnya dapat menjadi penyakit radang panggul, karena penyakit radang panggul dapat menyebabkan jaringan perut pada pada saluran tuba yang akan meningkatkan risiko terjadinya kehamilan ektopik

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : July 25, 2018

    Pertanyaan Pengunjung :

    Cara Untuk Menghilangkan Luka Yang Hitam

  • Oleh : Opik Taufik
  • 4 tahun, 4 bulan yang lalu

    Selamat pagi dok. Saya memiliki bekas luka yang memang cukup hitam dibagian kulit dan susah sekali untuk hilang. Saya mau bertanya, apakah ada cara yang bisa dilakukan untuk mengembalikan masalah kulit hitam ini pada kulit agar seperti warna kulit semula? Jika ada, bagai mana caranya?

  • Oleh : Opik Taufik
  • Ejakulasi dini

  • Oleh : Hendra Pratama
  • 1 tahun, 9 bulan yang lalu

    Halo dokter, saya mau bertanya, kenapa ya setiap kali saya berhubungan intim dengan istri, baru pemanasan saja rasanya penis mau mengeluarkan air mani, dan ketika penis penetrasi ke vagina istri, terkadang tidak sampai satu menit, sudah ejakulasi/keluar air mani, pertanyaannya apakah ini dikatakan ejakulasi yg cukup parah atau normal, dok, dan bolehkah berhubungan intim yg kedua kali dalam satu malam, karena yg kedua kalinya itu agak lama mencapai ejakulasinya, walaupun penis agak pegel?

    Puting susu pria

  • Oleh : Terima Harapan Zai
  • 6 bulan, 2 minggu yang lalu

    Cara mengatasi puting susu pria yang menonjol

    Program Hamil

  • Oleh : Fajar
  • 3 tahun, 11 bulan yang lalu

    Saya sudah menikah kira kira 5 bulanan. Saat ini saya sedang melakukan program hamil. Saya dan suami berharap segera memiliki keturunan. Namun sayang, suami saya merupakan perokok aktif dan sangat susah untuk berhenti merokok. Yang saya mau tanyakan apakah program hamil saya akan terjadi meski sang suami merupakan perokok aktif?

    Penanganan herpes zoster

  • Oleh : puji
  • 2 tahun, 6 bulan yang lalu

    Selamat malam Bu bidan mau saya Santi Nuranti ibu satu anak usia 23thn,Bu saya sedang hamil 18week dan terdistraksi terkena herpes,awalnya flu dan Kuti pada lengan memerah dan perih lama kelamaan an bergelembung seperti luka bakar apa ini termasuk herpes zoster Bu?? Apa bahaya untuk janin saya?? Penanganan yg tepat itu apa ya??

    Tanya Bidan