×

Yuk Kendalikan Kondisi Emosional Saat Hamil

Bagikan Artikel :

Yuk Kendalikan Kondisi Emosional Saat Hamil

Setiap ibu hamil pasti mengalami perubahan fisik dan psikologis. Misalnya tubuh mengalami perubahan yang sangat signifikan, begitu pula emosi yang tak terkendali. Hal ini akan menyebabkan suasana hati yang cepat berubah dan menjadi masalah umum yang terjadi pada ibu hamil.

Penyebab Perubahan Suasana Hati

Kenyataan bahwa si ibu akan membawa kehidupan baru ke dalam dunia membangunkan semacam kekhawatiran dan ketakutan tersendiri di dalam dirinya. Pertanyaan-pertanyaan pun mulai berkelebat di dalam benaknya; Apakah saya mampu menjadi seorang ibu yang baik? Apa yang akan terjadi pada hubungan saya dan pasangan? Bagaimana dengan kehidupan romantisme dan seksual nantinya? Apakah ukuran tubuh saya akan seperti ini terus? Bagaimana dengan karier saya? Apakah saya akan berubah menjadi seperti ibu saya atau ibu si dia?

Cara-cara Mengendalikan Emosi

  1. Lakukan perawatan tubuh.
    Coba dengarkan suara hati dan pekalah pada kebutuhan tubuh. Misalnya melakukan creambath, pijat, senam hamil atau membaca dan melukis. Hal ini dilakukan agar anda merasa relaks.
  2. Tidur yang cukup
    Upayakan untuk tidur selama delapan jam setiap hari. Coba rasakan, ketika bangun suasana hati Anda pasti akan lebih baik. Jika di waktu malam Anda tidak bisatidur, usahakan untuk tidur di siang hari.
  3. Perhatikan asupan gizi
    Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan sesuai dengan kebutuhan ibu hamil akan membuat tubuh lebih bugar dan suasana hati Anda lebih baik dan lebih stabil.
  4. Berolahraga secara rutin
    Berolahragalah sesuai dengan porsi olahraga ibu hamil. Anda bisa mencoba mengikuti kelas yoga untuk ibu hamil. Konsultasikan hal ini dengan bidan atau dokter ahli kandungan terlebih dahulu untuk memastikan kondisi kehamilan
  5. Sistem pendukung
    Ketika mengalami masalah, bagilah kepada orang-orang di sekitar; pasangan, orangtua, atau sahabat-sahabat Mam. Mereka pasti akan mendukung. Jangan memendam masalah sendiri. Di samping itu, lewatkan waktu bersama teman-teman Anda dan orang-orang terkasih; misalnya untuk nonton film atau sekadar mengobrol.
  6. Mulailah terbuka pada suami
    Memiliki orang terdekat untuk dapat mengeluhkan perasaan anda adalah salah satu cara mengurangi fluktuasi mood selama kehamilan. Anda dapat membicarakan kekhawatiran anda sehingga dapat mengatasinya. Anda dapat membangun komunikasi dan bonding dengan suami anda. Anda dapat meminta agar suami anda untuk bersabar menghadapi perubahan emosi yang anda alami selama kehamilan

Dampak Perubahan Suasana Hati Terhadap Janin

Memahami efek kehamilan dalam pola pikir seseorang akan membantu Anda mengatur perubahan emosi. Akan lebih baik pula jika si ibu mengetahui bahwa tekanan emosional tidak memiliki efek negatif pada kondisi kehamilan. Pertumbuhan janin di dalam rahim akan cukup kuat dan sehat asalkan terus dipantau, dijaga, dan dipenuhi kebutuhannya. Meski memang kalangan kesehatan mengetahui, bahwa stres bisa tetap mempengaruhi si ibu hamil dan janinnya, namun belum ada indikator pastinya. Kalangan kesehatan saat ini hanya mengetahui bahwa stres bisa meningkatkan detak jantung dan sang janin bisa merasakan perubahan ini.
Yang mesti diwaspadakan bukanlah stresnya, tapi apa yang akan Anda lakukan untuk mengatasi stres tersebut. Apakah Anda akan melakukan hal-hal yang tak sehat untuk si bayi, misal, mengkonsumsi makanan tidak sehat, dan sebagainya. Supaya tidak membahayakan diri dan kehamilannya, berikut adalah strategi-strategi yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi rasa kegelisahan saat kehamilan:

About : Citra Dewi Amd. Keb

Citra Dewi Amd. Keb

Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : January 31, 2019

    Pertanyaan Pengunjung :

    Keguguran

  • Oleh : Linda Andriani
  • 11 bulan yang lalu

    Sore…
    apakah keluar darah pada kehamilan 3 bulan itu keguguran?

  • Oleh : Linda Andriani
  • Mencegah hamil BO

  • Oleh : Nini Andini
  • 1 tahun, 9 bulan yang lalu

    Mlm dok, sy ingin brtanya
    7hari lalu sy kgguran karna BO, di usia 10w..
    Kapan waktu hamil yg tepat ya dok setelah kgguran? Agar di kehamilan selanjutnya tidak trjadi hamil BO lagi,
    Terimakasih sebelmnya

    Hamil atau tidak

  • Oleh : Khanifah Syafira
  • 10 bulan, 3 minggu yang lalu

    Assalamuallaikum ibu bidan ..
    Saya mau tanya ..
    Saya sudah telat haid satu Minggu dan di keputihan saya ada bercak darah tapi cuma sedikit dan hanya terjadi dalam 2 hari .. setelah itu keputihan saya jadi banyak dan warnanya agak bening .. saya pikir saya hamil karna ciri2nya menuju ke arah tanda kehamilan tapi pas saya respek hasilnya negatif ..

    Apakah ada yang salah pada saya Bu ?

  • Oleh : Khanifah Syafira
  • Bayi tidak mau menyusui

  • Oleh : Dewi Tyas Ningrum
  • 6 bulan, 2 minggu yang lalu

    Malem bu.sya mau tanya,soal anak sya yang gk mau mnyusu.sya kemaren hri mggu habis kecelakaan spda motor trus periksa ke rs dkasih obat.stelah it anak sya mnum asi sya ya mau tp bru dikenyut trus dilepas nangis,dikenyut lg lepas lg nangis lg.sampe brulang kali.yang sya tnyakan knpa ya smenjak sya jtuh dan konsumsi obat anak sya spt gk mau mnyusui?

  • Oleh : Dewi Tyas Ningrum
  • Bagaimana Cara Menghadapi Anak yang Super Aktif dan Ngga Mau Diam

  • Oleh : leticiabauer1
  • 4 tahun, 6 bulan yang lalu

    Anak saya umurnya 5 tahun, dia tipe anak engga bisa di suruh diam atau bahkan malah ngga dengerin apa yang orang tua bilang. Saya sebagai orang tua kadang merasa kesal karena susah diatur dan bingung mesti ngapain. Apakah menurut bu bidan, tipe anak seperti ini bagus dalam tumbuh kembangnya? dan bagaimana sikap orang tua sebaiknya dalam menghadapi anak yang seperti ini?

    Tanya Bidan