×

Mentimun Sama Sekali Tidak Memicu Keputihan

Bagikan Artikel :

Mentimun Sama Sekali Tidak Memicu Keputihan

Mentimun adalah salah satu makanan yang memiliki gizi baik. Namun banyak masyarakat yang keliru mengenai mentimun yang mampu menyebabkan keputihan. Sehingga beberapa wanita enggan mengonsumsi timun karena untuk menghindari keputihan. Sebetulnya tidak ada jenis buah-buahan dan sayuran yang menimbulkan keputihan. Penyebab keputihan bukanlah faktor makanan akan tetapi infeksi dari bakteri, jamur, parasit dan virus.

Mentimun justru mengandung kandungan air yang cukup tinggi dan memiliki manfaat untuk kesehatan. Kandungan vitamin A, B dan C, mineral, magnesium, kalium, mangan dan silika mampu merawat kulit, melancarkan pencernaan dan mengobati diabetes. Selain itu, adanya kandungan asam malonat yang berfungsi mengurangi berat badan dan kandungan kukurbotasin C untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah penyakit hepatitis.

Keputihan Hal yang Normal

Keputihan termasuk dalam hal yang wajar terjadi karena dipengaruhi oleh perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh. Hal ini ditandai dengan keluarnya cairan dengan warna yang jernih, jumlah yang tidak terlalu banyak, serta tidak menimbulkan bau tidak sedap. Biasanya, keputihan yang normal terjadi menjelang awal masa subur. Meskipun terkadang membuat tidak nyaman, keputihan ini justru dianggap sebagai hal yang baik dalam menjaga kesehatan organ reproduksi wanita dan mencegah datangnya masalah vagina kering atau infeksi vagina.

Tanda-tanda Keputihan Tidak Normal

Adapun keputihan yang tidak normal yang ditandai dengan cairan yang berwarna kekuningan atau kehijauan, adanya darah pada cairan tersebut, hingga munculnya bau amis yang menyengat, rasa gatal pada sekitar vagina, hingga gatal-gatal pada perut bagian bawah. Pakar kesehatan menyebutkan masalah keputihan ini kerap kali disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, hingga parasit. Hal ini tidak ada hubunganya sama sekali antara mentimun dengan datangnya masalah keputihan.

Faktor Penyebab Keputihan

Mentimun secara medis tidak pernah terbukti sebagai penyebab keputihan. Beberapa penyebab keputihan di antaranya :

1. Infeksi Bakterial, karena penggunaan alat kontrasepsi spiral atau IUD, melakukan hubungan seksual dengan banyak pasangan dan lain-lain. Biasanya ditandai dengan keputihan yang tipis, warna putih keabuan, dan berbau amis.

2. Infeksi jamur candida, biasanya dipicu oleh faktor luar dan dalam diri sendiri seperti kehamilan, obesitas, pil KB, daya tahan tubuh yang menurun, iklim yang panas dan lembab, dan obat-obatan steroid, antibiotik, atau diabetes. Hal ini ditandai dengan keluhan keputihan yang berwarna putih cair seperti krim, berbau, dan gatal.

3. Infeksi parasit, biasanya Trichomonas vaginalis, yang terjadi karena penyakit hubungan seksual atau kontak dengan tempat duduk toilet atau kertas tisu yang sudah tercemar parasit ini. Tandanya lendir yang cair berwarna putih kekuningan, tebal, berbusa, dan berbau.

4. Infeks virus, disebabkan karena penyakit hubungan seksual dan dianggap sebagai pencetus kanker mulut rahim.

5. Kurang menjaga kebersihan vagina seperti jarang mengganti celana dalam atau pembalut. Selain itu membilas vagina dari arah yang salah, yaitu dari arah anus ke arah depan vagina. Sehingga hal ini akan menybabkan bakteri dari anus akan masuk ke vagina.

6. Memakai pakaian dalam yang ketat dan dari bahan sintetis.

7. Tidak menjalani pola hidup sehat seperti makan tidak teratur, tidak pernah olahraga, istirahat kurang, stres dan lain-lain

Related Posts :

    Sudah menghindari beberapa faktor penyebab keputihan yang tidak normal, tapi tetap saja ada. Makanya minum bersih wanita setiap hari. Ternyata bersih wanita ini ampuh mengatasi dan mencegah keputihan yang tidak normal.

    bersih wanita
    Untuk konsultasi dan pemesanan klik tombol WhatsApp di bawah ini

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : July 17, 2018

    Pertanyaan Pengunjung :

    Faktor yang berpengaruh agar memiliki bayi kembar

  • Oleh : Siska zumrotul fauziah
  • 1 tahun, 7 bulan yang lalu

    Selamat pagi bu bidan saya mau bertanya apa saja faktor yang dapat berpengaruh agar memiliki bayi kembar pada keluarga yang tidak mempunyai riwayat anak kembar. Mohon penjelasannya

    cara mengatasi alergi dingin

  • Oleh : lusia
  • 1 tahun, 8 bulan yang lalu

    Selamat siang bu bidan saya mau bertanya bagaimana cara mengatasi alergi dingin pada anak. Anaks aya berusia 10 tahun dan sering batuk berdahak bahkan sudah 2 minggu. Saya pernah bawa anak saya periksa ke dokter spesialis anak dan katanya batuk yang anak saya derita akibat dari cuaca dingin. mohon penjelasannya apakah anak saya harus bergantung terus pada obat

    sy sudah mau memasuki 40 minggu tp blm ada kontraksi sebenarnya cm kontraksi palsu aj trus ..gmn caranya bisa kontraksi asli dok sy jg takut klo dokter malah menyarankan secar… makasih

  • Oleh : demetriusnies67
  • 10 bulan, 2 minggu yang lalu

    sy sudah mau memasuki 40 minggu tp blm ada kontraksi sebenarnya cm kontraksi palsu aj trus ..gmn caranya bisa kontraksi asli dok sy jg takut klo dokter malah menyarankan secar… makasih

    apakah boleh ibu hamil pakai inhaler?

  • Oleh : Day
  • 5 bulan, 4 minggu yang lalu

    apakah tidak apa apa jika ibu hamil penderita asma menggunakan inhaler? apa pengaruhnya pada bayi di dalam kandungan?

    Amankah episiotomi saat persalinan?

  • Oleh : Muhammad Hanif Maulana
  • 2 tahun, 5 bulan yang lalu

    Selamat sore bu bidan, saat ini saya sedang mengandung usia 8 bulan, dan setelah melakukan USG ternyata bayi saya mempunyai berat badan yang tergolong bayi besar. Kata dokter, saya lebih baik melakukan episiotomi. Tetapi saya ragu dan takut akan rasa sakitnya, dan apakah episiotomi itu amak dilakukan? Mohon penjelasannya, terimakasih

  • Recent Topics

  • Baru-baru ini :

  • Follow Kami Di :

  • Tanya Bidan