×

Lakukan Ini Jika Bunda Pasca Melahirkan Sering Dinyinyirin

Bagikan Artikel :

Lakukan Ini Jika Bunda Pasca Melahirkan Sering Dinyinyirin

Kadang secara tidak sengaja kita suka memberikan komentar kepada orang lain tanpa diminta. Memang sebetulnya tidak ada maksud jahat, tetapi kita juga tidak tahu bagaimana perasaan orang yang kita komentarin saat itu. Bisa jadi hari itu moodnya kurang baik atau sedang tertimpa musibah, yah kita gak pernah tau bukan?

Apalagi ketika menjadi ibu baru, dengan suasana yang baru ditambah lagi dengan komentar-komentar yang kurang nyaman. Bisa membuat baby blues lho! Bunda sering dengar tentang baby blues atau postpartum depression akhir-akhir ini? Atau malah suka ikutan nyinyirin mereka yang mengalami baby blues atau postpartum depression?

Nah baby blues ini bisa disebabkan karena nyinyiran atau komentar-komentar pedas dari lingkungan lho bun. Apa saja salah satu komentar yang kurang bagus untuk dilontarkan ?

  1. Sudah lahiran kok perutnya masih besar ya?
  2. Kok kerja terus, gak urus anak?
  3. Habis lahiran kok jadi kucel ga takut suaminya ke wanita lain?
  4. Habis lahiran gendutan ya?
  5. Lagi hamil jangan males, tidur terus?
  6. Kenapa Caesar, gak mau sakit ya?
  7. Kok pake sufor sih, gak mau nyusuin ya?
  8. Kok bayi baru lahir langsung pakai pampers? Males nyuci popok ya?
  9. Bayi sudah 1 bulan kok kecil banget kaya bayi baru beberapa hari, suka nyusu gak?
  10. Baru anak satu aja pakai baby sitter, memang sibuk apa?
  11. Kok bayinya banyak biang keringet, suka dibersihin gak?
  12. Anaknya sakit-sakitan, gak bisa ngurus anak ya?
  13. Anaknya kok hitam ya, mirip siapa sih?
  14. Hidung anaknya pesek ya, padahal kakaknya ganteng
  15. Anak ibu rewel ya, anak sebelah anteng-anteng aja

Tips Menghadapi Nyinyiran Pedas

  1. Cuek
    Cuek dan tidak menghiraukan cibiran orang lain adalah cara yang ampuh menghadapi body shaming. Sulit memang, khususnya bagi bunda yang tidak terbiasa bersikap cuek terhadap pendapat orang lain. Namun, cara ini bisa dicoba sesekali. Cobalah untuk tidak menanggapi setiap kata-kata dari orang lain terkait tampilan fisik bunda.
  2. Positif Thinking
    Berpikir positif atau positif thinking memang perlu bunda miliki. Jangan anggap kekurangan bunda sebagai penghalang kebahagiaan saat ini. Toh bunda baru saja dikaruniai bayi yang sangat berharga. Banyak orang diluar sana yang sedang mengharapkan kehadiran anak selama bertahun-tahun. Untuk itu bunda perlu bersyukur dan tidak memikirkan cibiran orang lain.
  3. Cintai Diri Sendiri
    Pepatah mengatakan bahwa, “Orang pertama yang mencintai Anda adalah diri Anda sendiri”. Rasa-rasanya hal ini cocok menjadi motivasi hidup bunda saat ini. Temukan kebahagiaan diri bunda saat ini dan mulailah mencintai diri sendiri beserta hal-hal di sekeliling bunda.
  4. Temukan Perspektif Lain Tentang Arti Kecantikan
    Mendengar pendapat buruk tentang tampilan fisik memang sungguh menjengkelkan. Hal ini karena bunda memiliki pendapat tentang arti kata kecantikan yang sama dengan orang lain. Untuk itu temukan perspektif lain tentang arti kecantikan. Misalnya cantik bukan hanya jika memiliki tubuh yang proporsional namun, cantik juga berarti memiliki pola pikir positif dan hati yang lapang untuk menerima pendapat negatif dari orang lain.
  5. Bergaul dengan Orang yang Berbeda
    Mungkin saja bunda sudah tidak tahan dengan cibiran orang lain. Untuk itu, tinggalkan orang tersebut dan bergaulah dengan orang yang berbeda. Cobalah untuk menjalin pertemanan dengan orang-orang yang memberikan dampak positif bagi kehidupan bunda.
  6. Lakukan Kesibukan Lain
    Alih-alih hanya fokus pada cibiran orang lain, lebih baik lakukan hal yang lebih bermanfaat. Misalnya salurkan hobi bunda sembari mengurus anak atau mulailah berolahraga untuk tubuh yang lebih sehat. Toh kesehatan anda lebih penting daripada bentuk tubuh.
  7. Hindari Konfrontasi Secara Online
    Satu hal yang harus diingat bahwa body shaming bisa dilakukan di mana saja termasuk di dunia maya khususnya media sosial. Untuk itu sebaiknya hindari konfrontasi online, termasuk hindari mengupload foto pasca melahirkan yang bisa memicu body shaming. bunda juga bisa mengatur siapa saja yang bisa melihat foto-foto pribadi bunda. Pastikan orang-orang yang melihat adalah sosok yang bisa menerima bunda apa adanya.
  8. Lawan Kembali
    Hal lainnya yang bisa bunda lakukan saat seseorang melakukan body shaming terhadap bunda adalah melawan kembali. Walaupun cara ini bukanlah cara yang ampuh karena meski bunda melawan kembali tidak ada yang berubah. Kebanyakan orang yang melawan kembali tetap saja terluka. Melawan kembali bukan masalah menang atau kalah, namun masalah kepercayaan diri. Lawan kembali dengan cara tidak terpengaruh terhadap cibiran orang lain. Menunjukkan perilaku yang tetap positif dan tidak balik menjelekkan adalah salah satu cara ampuh untuk melawan balik.

About : Citra Dewi Amd. Keb

Citra Dewi Amd. Keb

Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : November 28, 2020

    Pertanyaan Pengunjung :

    Bayi Usia 2 Minggu Belum BAB 9 Hari

  • Oleh : Ivie Suci
  • 2 tahun, 10 bulan yang lalu

    Halo dok, saya Resy saat ini usia bayi saya 2 minggu dan saat usia 4 hari bayi saya disinar selama 2 hari, selama disinar bayi saya diberikan susu formula untuk antisipasi dehidrasi dan pulang kerumah banyak bayi saya banyak bab. Tapi sampai sekarang ini sekitar 9 hari dengan full asi belum bab juga, padahal minum asinya banyak dan buang air kecilnya juga cukup banyak. Ada yang harus dikhawatirkan ga yah dok ?

    Ejakulasi dini

  • Oleh : Hendra Pratama
  • 2 tahun, 1 bulan yang lalu

    Halo dokter, saya mau bertanya, kenapa ya setiap kali saya berhubungan intim dengan istri, baru pemanasan saja rasanya penis mau mengeluarkan air mani, dan ketika penis penetrasi ke vagina istri, terkadang tidak sampai satu menit, sudah ejakulasi/keluar air mani, pertanyaannya apakah ini dikatakan ejakulasi yg cukup parah atau normal, dok, dan bolehkah berhubungan intim yg kedua kali dalam satu malam, karena yg kedua kalinya itu agak lama mencapai ejakulasinya, walaupun penis agak pegel?

    cesar

  • Oleh : Tania
  • 2 tahun, 10 bulan yang lalu

    maaf sebelumnya. saya mau tanya.
    istri saya melahirkan anak pertama dengan operasi cesar. sebab air ketuban sudah pecah pada bukaan 2. dan sekarang sudah hamil yg kedua, kata dokter kemungkinan besar harus di cesar. karena yg pertama cesar dan tidak boleh persalinan dibawa ke bidan karena tidak diperbolehkan suntik pacu. sampai sekarang bekas cesar masih terasa nyeri. padahal sudah 5 tahun. dan dokter menyarankan cesar sebelum waktu kontraksi. dikarenakan posisi bayi sampai minggu ke 37 masih belum turun.
    apakah cara seperti ini baik menurut islam? atau sebaiknya saya tunggu sampai kontraksi, kemudian dibawa kerumah sakit dan tunggu keputusan dari dokter di RS? apakah memang tindakan harus cesar atau normal.
    terimakasih

    Kehamilan

  • Oleh : Novia Vidiyana
  • 1 tahun, 11 bulan yang lalu

    Sya terakir haid tgl 28 juni 2019 , dan skrang saya mengalami tanda” , mual” , perut kram , payudara sakit apakah bisa di katakan sya hamil… tpi tgl menstruasi blum tiba …

    Haid Tidak Teratur

  • Oleh : Dinda vika
  • 2 tahun, 10 bulan yang lalu

    Dok saya mau bertanya, terakhir istri saya kan haid pada tanggal 8 februari hingga tanggal 14 februari. Namun setelah 1 minggu bersih dari haid, kemudian pada tanggal 20, 21, 22 istri saya mengeluarkan darah yang memang terbilang kecil hanya sebesar cendol tapi bergumpal. Namun, setiap hari hanya ada 1 gumpalan saja yang keluar ini. Yang saya mau tanyakan, ini kira kira kenapa ya dok dengan kondisi istri saya? berbahaya tidak dok, mohon penjelasannya, terimakasih.

    Tanya Bidan