Inilah Akibatnya Jika Orang Tua Terlalu Memanjakan Anak

Share Dan Tag Teman Kamu Di :

  • CurhatBidan.com – Bagi semua orang tua, anak merupakan anugerah besar dar tuhan dan suda seharusnya orang tua untuk mencintai dan menyayangi anaknya, memberi perhatian, fasilitas, memenuhi kebutuhan anak, juga melakukan apa yang terbaik untuk anaknya.

    Tapi, bentuk kasih sayang orang tua pada anak bukan berarti harus menuruti semua keinginan anaknya, karena ada batasan-batasan tertentu dimana orang tua tidak harus terlalu memanjakan anak. Disini orang tua harus bisa memilah mana yang dibutuhkan anak dan mana yang hanya menjadi keinginan sang anak. Dan tidak semua keinginan anak haru dituruti karena hal tersebut bisa membuat anak menjadi manja.

    Pada dasarnya memanjakan anak yang berlebihan bisa dikatakan sebagai wujud kasih sayang orang tua yang baik. Tapi, tentunya akan memberikan pengaruh yang cukup buruk bagi anak. Ketika si anak tau dirinya dimanjakan, anak cenderung akan berada di zona nyaman yang lama kelamaan bisa membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang tidak mempunyai kecakapan sosial yang utuh.

    Hal tersebut bisa terjadi karena anak yang dimanjakan oleh orang tuanya cenderung tidak pernah diharuskan untuk memikirkan pemecahan pada setiap permasalahannya sendiri, sehingga kemampuan mereka untuk bernegoisasi pun ada pada tingkat rendah dibandingkan dengan anak yang mandiri. Ketidakmampuan tersebut bisa berlanjut sampai anak dewasa, dan menyebabkan anak terus bergantung pada orang tuanya. Selain itu, Ada beberapa akibat lainnya jika anak terlalu dimanjakan. Seperti yang sudah dirangkum pada artikel Curhat Bidan kali ini.

    Dampak Buruk Jika Terlalu Memanjakan Anak


    1. Anak Kurang Mandiri
    Ini karena ketergantungan anak pada orang tua yang setiap harinya selalu dimanja da menjadikan anak kurang mandiri. Ia merasa segala sesuatunya bisa dipenuhi oleh orang tuanya, sehingga ia menjadi lebih cenderung pada orang tua tanpa belajar untuk hidup mandiri sejak dini.

    2. Anak kurang bertanggung jawab
    Tanggung jawab merupakan hal yang penting bagi anak, jika memanjakan anak secara berlebihan hanya akan membebani kehidupan anak. Ini sama halnya dengan orang tua yang tidak mengajarkan anak untuk bertanggung jawab atas segala sesuatu, karena hanya mengandalkan orang tua.

    3. Anak kurang bisa mengatur waktu
    Apabila semua keinginan anak dipenuhi bahkan tidak tega jika anak melakukan kegiatan mudah atau kecil dalam rumah seperti merapikan tempat tidur, mengambil makanan sendiri, mencuci baju dan menatanya, atau yang lain sebagainya, akan membuat anak tidak bisa mengatur waktu dan senang berbuat seenaknya.

    4. Anak kurang kreatif dan inisiatif
    Bisa dilihat dengan membandingkan anak manja dengan anak yang dari kecil sudah belajar bekerja membantu orang tua, hasilnya tentu berbeda, pola pikir anak seperti itu akan lebih cenderung bersifat dinamis dibandingkan dengan anak manja. Biasanya, anak yang sering dimanja mempunyai pola pikir kurang inisiatif, kurang kreatif dan kurang dinamis.

    5. Sulit berinteraksi dengan lingkungan luar
    Anak yang terlalu dimanja akan terbiasa dengan kehidupan yang mudah dan menyenangkan karena segala sesuatu yang terpenuhi. Di lingkungan luar tanpa orangtua, tentu anak akan merasa kesulitan untuk menyesuaikan diri.

    6. Menumbuhkan sifat pemarah
    Anak yang dimanja sejak kecil akan terbiasa dengan segala sesuatu yang disiapkan oleh orang tua, keinginan yang terpenuhi, malas melakukan aktivitas kecil di rumah dan berbuat semaunya tentu ia akan lebih mudah marah jika ada kesalahan sepele orang tua yang tidak sesuai dengan keinginannya. Sifat pemarah tersebut juga akan mempengaruhi dalam kehidupan di luar rumah, baik itu tetangga, teman atau guru.

    7. Selalu mementingkan diri sendiri
    Terlalu memanjakan anak juga sama dengan mendidik anak untuk lebih mementingkan diri sendiri dari pada orang lain. Karena ia selalu ingin diperhatikan, disayangi, dan semua keinginannya harus dipenuhi tanpa melihat kepentingan orang lain.

    8. Anak mudah menyerah dan putus ada
    Karena terbiasa dengan kemanjaan, jadi ketika anak mengalami masa-masa sulit, ia akan mudah menyerah dan putus asa. Hal seperti ini sudah sering terjadi di masyarakat, mendidik anak dengan manja sama halnya dengan melemahkan mental anak.

    9. Sudah dewasa tapi pola pikir masih seperti anak-anak
    Pendidikan yang diberikan orang tua pada anaknya sangat berpengaruh pada kehidupan anak sampai dewasa nanti. Karena memang dasar watak anak diasah sejak kecil. Anak yang dimanja sejak dini, ketika dewasa pola pikirnya akan tidak jauh berbeda dan akan masih kekanak-kanakan.

    10. Anak bisa saja terlibat kenakalan remaja
    Karena yang menjadi salah satu faktor penyebab kenakalan masa remaja ialah karena memanjakan anak secara berlebihan, orang tua hanya memenuhi kebutuhan fisik anak tanpa memperhatikan kebutuhan moral. Apabila dalam rumah ia berbuat sesuai keinginannya, maka di luar rumah pun akan bertindak demikian, ia akan melakukan yang menurutnya menyenangkan.

    Itulah dampak memanjakan anak. Anak-anak yang manja seringkali tidak mempunyai kesensitivan yang diperlukan untuk mengenali kebutuhan orang lain yang ada disekitarnya, sering mengalami marah dan sering kesulitan menunda kegembiraan atau kepuasan. Dan hasilnya anak-anak yang ada di sekitar anak manja merasa tidak nyaman, sehingga anak yang manja cenderung berubah menjadi sosok yang kesepian dan tidak bahagia.

    Jadi bagaimana bunda? masih mau memanjakan anak? Manja pada anak boleh, asal disesuaikan dengan usia anak yah bunda. Juga tidak boleh terlalu berlebihan karena bisa saja berdampak seperti di atas. Terimakasih Semoga Bermanfaat 🙂

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Citra Dewi Amd.Keb - February 18, 2017
    Diskusi Dari:
    Jenni

    Selamat siang dok, saya mau bertanya. Saat ini usia pernikahan saya menginjak 2 minggu. Saat saya melakukan hubungan intim dengan suami saya pertama kalinya, tiba tiba saya merasakan gatal di bagian vagina yang tidak tertahankan. Selain itu, dari bagian vagina saya juga keluar cairan putih yang di sertai dengan kepingan putih seperti susu. Selain itu, saya juga sering merasakan gatal, perih dan juga sakit yang begitu dasyat ketika melakukan hubungan. Apakah ini merupakan hal yang serius bagi kesehatan?

    Dijawab Oleh : Jenni
    Diskusi Dari:
    erin dianawati

    bu bidan, saya ingin menanyakan tentang bagaimana cara membangkitkan nafsu makan pada ibu hamil muda,

    Dijawab Oleh : erin dianawati
    Diskusi Dari:
    Khansa Adeline

    Selamat siang bu bidan, saya mau tanya nih, apakah anak remaja yang sama sekali belum pernah melakukan hubungan seksual bisa terserang penyakit radang panggul? jika bisa, bagaimana solusi dan pencegahannya? Terimakasih bu bidan…

    Dijawab Oleh : Khansa Adeline
    Diskusi Dari:
    Dinda vika

    Dok saya mau bertanya, terakhir istri saya kan haid pada tanggal 8 februari hingga tanggal 14 februari. Namun setelah 1 minggu bersih dari haid, kemudian pada tanggal 20, 21, 22 istri saya mengeluarkan darah yang memang terbilang kecil hanya sebesar cendol tapi bergumpal. Namun, setiap hari hanya ada 1 gumpalan saja yang keluar ini. Yang saya mau tanyakan, ini kira kira kenapa ya dok dengan kondisi istri saya? berbahaya tidak dok, mohon penjelasannya, terimakasih.

    Dijawab Oleh : Dinda vika
    Diskusi Dari:
    Tania

    maaf sebelumnya. saya mau tanya.
    istri saya melahirkan anak pertama dengan operasi cesar. sebab air ketuban sudah pecah pada bukaan 2. dan sekarang sudah hamil yg kedua, kata dokter kemungkinan besar harus di cesar. karena yg pertama cesar dan tidak boleh persalinan dibawa ke bidan karena tidak diperbolehkan suntik pacu. sampai sekarang bekas cesar masih terasa nyeri. padahal sudah 5 tahun. dan dokter menyarankan cesar sebelum waktu kontraksi. dikarenakan posisi bayi sampai minggu ke 37 masih belum turun.
    apakah cara seperti ini baik menurut islam? atau sebaiknya saya tunggu sampai kontraksi, kemudian dibawa kerumah sakit dan tunggu keputusan dari dokter di RS? apakah memang tindakan harus cesar atau normal.
    terimakasih

    Dijawab Oleh : Tania