Sekali Anak Dibentak, Maka Ribuan Sel Akan Putus

Share Dan Tag Teman Kamu Di :

  • Setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian mampu membunuh milyaran sel otak saat itu juga. Satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan dan rangkaian otak terbentuk indah. Oleh karena itu marah terhadap anak sangat mempengaruhi perkembangan otak anak. Jika ini dilakukan secara tak terkendali, akan mengganggu struktur otak anak itu sendiri. Selain membunuh milyaran sel otak anak, memarahi anak juga akan mengganggu fungsi organ penting dalam tubuh seperti hati, jantung dan lainnya. Dampak Bentakan Pada Usia Remaja Dan Dewasa Tidak Sebesar Pada Anak Efek kerusakan pada sel-sel otak akan lebih besar pada anak-anak yang dijadikan sasaran bentakan ini. Pada remaja dan orang dewasa mengalami kerusakan yang tidak sebesar anak-anak, tapi tetap saja terjadi kerusakan. Hal ini karena anak berusia 2-5 tahun pertama kehidupan yang masih dalam pertumbuhan otak. suara keras dan membentak yang keluar dari orangtua dapat menggugurkan sel otak yang sedang tumbuh. Sehingga seringkali anak tumbuh menjadi pribadi yang mengalami stress hingga depresi dalam hidup, karena kesulitan memahami pola-pola masalah yang mereka hadapi. Semuanya akibat dari sel-sel otaknya yang aktif lebih sedikit dari yang seharusnya. Efek jangka panjang pada anak dapat dilihat pada orang-orang yang sering mengalami bentakan di masa kecilnya. Mereka lebih banyak melamun serta termasuk lambat dalam memahami sesuatu. Orang-orang ini biasanya mudah meluapkan emosi negatif seperti marah, panik atau sedih. Dampak Dari Memarahi Anak 1. Bahaya membentak anak karena memusnahkan sel otak anak Karena bentakan atau perkataan yang kasar dapat membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga. Selain itu pengaruh marah dan bentakan pada anak akan sangat mempengaruhi perkembangan sel otak anak. Akan sangan berbahaya, apabila hal tersebut dilakukan secara sering bahkan tidak terkendali, maka dapat berpotensi besar untuk mengganggu struktur otak anak itu sendiri. Kemudian juga biasanya akan mudah untuk meluapkan rasa marah, panik dan sedih. Mereka biasanya akan seringkali mengalami stress hingga depresi dalam hidup.Hal ini karena kesulitan dalam memahami pola-pola masalah yang mereka hadapi. Dan itu semua adalah akibat dari sedikitnya sel-sel otak yang aktif dari yang seharusnya. 2. Jantung anak bisa kelelahan Denyut nadi seseorang dapat berubah-ubah tergantung dari suara yang didengar. Sehingga, apabila orang tua sering membentak anak dengan nada tinggi, mengakibatkan organ jantung sang anak akan sering berdetak dengan sangat cepat (abnormal), yang menyebabkan jantung menjadi mudah kelelahan. 3. Anak akan timbul menjadi pribadi yang emosional Ketika sering dibentak, anak akan meniru hal yang diterimanya itu dalam kehidupan sehari-harinya. Anak akan tumbuh menjadi sosok yang mudah marah, sulit mengendalikan diri, emosional, dan suka teriak-teriak. Karena tindak kekerasan baik itu verbal maupun non verbal berdampak buruk pada psikologi sang anak. 4. Tingkat kepercayaan anak kepada orang tua menurun Memarahi anak di depan teman-temannya, hal ini tentu bisa mempertaruhkan harga diri sang anak ketika berada di tengah lingkungan pertemanan atau lingkungan bermainnya. Sehingga hal ini dapat mengakibatkan tingkat kepercayaan anak kepada orang tuanya menjadi turun. Alhasil segala petuah/nasehat dari orang tua nantinya hanya dianggap sebelah mata oleh sang anak. 5. Anak menjadi murung/depresi Membentak juga akan memperlihatkan anak menjadi murung/depresi dibandingkan dengan teman seumurannya yang tidak mendapatkan hal kurang baik itu. 6. Kesulitan menjadi pendengar yang baik Supaya anak nantinya tumbuh menjadi pribadi sebagai pendengar yang baik, maka sang anak perlu tumbuh di lingkungan yang membuatnya dapat berpikir positif. Ketika orang tua berbicara dengan nada tinggi atau membentak, justru dapat mengakibatkan anak terganggu perkembangannya dan mengalami gangguan pendengaran. Selain masalah pendengaran, juga masalah hati yang terluka karena sang anak menerima perlakuan buruk, alhasil anak akan kesulitan untuk tumbuh menjadi pendengat yang baik. 7. Anak kehilangan inisiatif karena takut salah Anak yang sering dibentak dan dimarahi, apalagi dimarahi secara membabi buta, maka bisa beresiko menjadi diri anak kesulitan dalam melakukan suatu inisiatif. Hal itu karena di dalam jiwa sang anak tertanam perasaan takut salah karena sering dibentak. Sehingga anak akan minim sekali dan kesulitan untuk bisa melakukan inisiatif. 8. Trauma Kemarahan tidak mengajarkan apa-apa terhadap perkembangan si kecil, justru membuat renggang ikatan batin antara orang tua dan anak, anak akan merasa tidak nyaman dan takut karena perilaku orang tuanya. Anak yang sering kena marah bisa mengalami trauma 9. Apatis Akibat terlalu sering dibentak dan dimarahi, anak akan menjadi bersifat apatis, sering tidak peduli terhadap suatu hal. 10. Merusak visual anak Seperti motorik dan sensorik yang akan mempengaruhi perilaku dan pola pikir mereka. Selain itu juga akan menyebabkan anak mengalami gangguan tumbuh kembang. Jika Sudah Terlanjur Memarahi Anak 1. Tarik napas dalam Segera setelah Anda kelepasan membentak atau menyakiti hati anak, tarik napas panjang paling sedikit tiga kali. Jangan berkata-kata apa pun sampai Anda sudah melakukan hal ini. Ketika Anda sedang dilanda emosi, tubuh Anda jadi lebih tegang. Napas Anda pendek, otot-otot menegang, dan jantung Anda berdebar dengan hebat. Menarik napas dalam bisa membantu tubuh lebih rileks sehingga Anda bisa berpikir lebih jernih. 2. Minta maaf dan bertanggung jawab Ajari anak bahwa melakukan kesalahan itu bukan akhir dunia dan meminta maaf itu penting. Akui kesalahan Anda dan minta maaflah pada anak dengan nada yang tenang. 3. Mulai lagi dari awal Ketika Anda membentak-bentak, anak tidak akan sepenuhnya memahami isi perkataan Anda. Jadi setelah meminta maaf, pastikan bahwa emosi Anda telah mereda dan tawari anak untuk memulai kembali percakapan Anda dari awal, tanpa luapan emosi atau bentakan. 4. Jangan memaksakan pembicaraan Apabila Anda tidak berhasil menenangkan diri, jangan memaksakan diri untuk menyelesaikan pembicaraan dengan anak saat itu juga. Ambil jeda sesaat dan tentukan waktu yang Anda butuhkan agar ketegangan antara Anda dan anak tidak berlarut-larut. Misalnya, katakan bahwa saat ini Anda sedang marah besar dan Anda ingin membereskan cucian dulu sambil menenangkan diri. Setelah itu, lanjutkan kembali pembicaraan Anda dengan anak. 5. Ingatkan anak bahwa Anda mencintai mereka Sehabis dibentak, anak Anda akan merasa kecil hati. Pada titik ini, penting bagi Anda untuk mengingatkan anak bahwa Anda mencintai mereka dan Anda hanya sedang merasa lelah dan penuh emosi. Cara Yang Baik Untuk Menghadapi Anak Yang Melakukan Kesalahan Sangat penting orang tua untuk membiasakan diri berbicara secara baik dan lembut kepada anak, termasuk ketika anak melakukan hal yang salah. Membesarkan dan mendidik anak memang tak semudah yang diucapkan. Ada kalanya emosi mendominasi kita sebagai orang tua saat berusaha mengajarkan Si Kecil dalam berbagai hal. Oleh karena itu perlu kesabaran dan kecerdasan emosi dari orang tua, terutama ketika sang anak memperlihatkan respon kurang baik dari nasehat orang tua. Jika tetap sang anak masih buruk prilakunya, maka jangan pernah menyerah, tetaplah berusaha meluruskan sang anak dari kesalahannya dengan cara yang baik. Dengan menggunakan cara lemah lembut, maka akan lebih efektif dan lebih tertuju pada hati anak. Nasehat Untuk Orang Tua Untuk itu handaknya orang tua perlu menyadari bahwa dunia anak jauh berbeda dengan orang dewasa. Jadi, yang perlu diperhatikan adalah ketika menetapkan perilaku anak yang melakukan salah, maka jangan menggunakan tolak ukur orang dewasa. Sehingga janganlah sikap orang tua terhadap anak seperti halnya polisi yang sedang menghadapi penjahat. Selain dengan memberikan nasehat yang lembut Anda juga bisa memberikan contoh yang baik, karena seorang anak juga pandai sekali untuk meniru kebiasaan orangtua. Jangan lupa untuk selalu memberi pujian tulus dan pelukan kasih sayang kepada anak-anak kita agar kelak menjadi anak yang cerdas berjiwa penuh kasih sayang

    Setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian mampu membunuh milyaran sel otak saat itu juga. Satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan dan rangkaian otak terbentuk indah.

    Oleh karena itu marah terhadap anak sangat mempengaruhi perkembangan otak anak. Jika ini dilakukan secara tak terkendali, akan mengganggu struktur otak anak itu sendiri. Selain membunuh milyaran sel otak anak, memarahi anak juga akan mengganggu fungsi organ penting dalam tubuh seperti hati, jantung dan lainnya.

    Dampak Bentakan Pada Usia Remaja Dan Dewasa Tidak Sebesar Pada Anak

    Efek kerusakan pada sel-sel otak akan lebih besar pada anak-anak yang dijadikan sasaran bentakan ini. Pada remaja dan orang dewasa mengalami kerusakan yang tidak sebesar anak-anak, tapi tetap saja terjadi kerusakan. Hal ini karena anak berusia 2-5 tahun pertama kehidupan yang masih dalam pertumbuhan otak. suara keras dan membentak yang keluar dari orangtua dapat menggugurkan sel otak yang sedang tumbuh. Sehingga seringkali anak tumbuh menjadi pribadi yang mengalami stress hingga depresi dalam hidup, karena kesulitan memahami pola-pola masalah yang mereka hadapi. Semuanya akibat dari sel-sel otaknya yang aktif lebih sedikit dari yang seharusnya.

    Efek jangka panjang pada anak dapat dilihat pada orang-orang yang sering mengalami bentakan di masa kecilnya. Mereka lebih banyak melamun serta termasuk lambat dalam memahami sesuatu. Orang-orang ini biasanya mudah meluapkan emosi negatif seperti marah, panik atau sedih.

    Dampak Dari Memarahi Anak

    1. Membunuh  sel otak anak

    Karena bentakan atau perkataan yang kasar dapat membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga. Selain itu pengaruh marah dan bentakan pada anak akan sangat mempengaruhi perkembangan sel otak anak. Akan sangan berbahaya, apabila hal tersebut dilakukan secara sering bahkan tidak terkendali, maka dapat berpotensi besar untuk mengganggu struktur otak anak itu sendiri.

    Kemudian juga biasanya akan mudah untuk meluapkan rasa marah, panik dan sedih. Mereka biasanya akan seringkali mengalami stress hingga depresi dalam hidup.Hal ini karena kesulitan dalam memahami pola-pola masalah yang mereka hadapi. Dan itu semua adalah akibat dari sedikitnya sel-sel otak yang aktif dari yang seharusnya.

    2. Jantung anak bisa kelelahan

    Denyut nadi seseorang dapat berubah-ubah tergantung dari suara yang didengar. Sehingga, apabila orang tua sering membentak anak dengan nada tinggi, mengakibatkan organ jantung sang anak akan sering berdetak dengan sangat cepat (abnormal), yang menyebabkan jantung menjadi mudah kelelahan.

    3. Anak akan timbul menjadi pribadi yang emosional

    Ketika sering dibentak, anak akan meniru hal yang diterimanya itu dalam kehidupan sehari-harinya. Anak akan tumbuh menjadi sosok yang mudah marah, sulit mengendalikan diri, emosional, dan suka teriak-teriak. Karena tindak kekerasan baik itu verbal maupun non verbal berdampak buruk pada psikologi sang anak.

    4. Tingkat kepercayaan anak kepada orang tua menurun

    Memarahi anak di depan teman-temannya, hal ini tentu bisa mempertaruhkan harga diri sang anak ketika berada di tengah lingkungan pertemanan atau lingkungan bermainnya.

    Sehingga hal ini dapat mengakibatkan tingkat kepercayaan anak kepada orang tuanya menjadi turun. Alhasil segala petuah/nasehat dari orang tua nantinya hanya dianggap sebelah mata oleh sang anak.

    5. Anak menjadi murung/depresi

    Membentak juga akan memperlihatkan anak menjadi murung/depresi dibandingkan dengan teman seumurannya yang tidak mendapatkan hal kurang baik itu.

    6. Kesulitan menjadi pendengar yang baik

    Supaya anak nantinya tumbuh menjadi pribadi sebagai pendengar yang baik, maka sang anak perlu tumbuh di lingkungan yang membuatnya dapat berpikir positif. Ketika orang tua berbicara dengan nada tinggi atau membentak, justru dapat mengakibatkan anak terganggu perkembangannya dan mengalami gangguan pendengaran. Selain masalah pendengaran, juga masalah hati yang terluka karena sang anak menerima perlakuan buruk, alhasil anak akan kesulitan untuk tumbuh menjadi pendengat yang baik.

    7. Anak kehilangan inisiatif karena takut salah

    Anak yang sering dibentak dan dimarahi, apalagi dimarahi secara membabi buta, maka bisa beresiko menjadi diri anak kesulitan dalam melakukan suatu inisiatif.

    Hal itu karena di dalam jiwa sang anak tertanam perasaan takut salah karena sering dibentak. Sehingga anak akan minim sekali dan kesulitan untuk bisa melakukan inisiatif.

    8. Trauma

    Kemarahan tidak mengajarkan apa-apa terhadap perkembangan si kecil, justru membuat renggang ikatan batin antara orang tua dan anak, anak akan merasa tidak nyaman dan takut karena perilaku orang tuanya. Anak yang sering kena marah bisa mengalami trauma

    9. Apatis

    Akibat terlalu sering dibentak dan dimarahi, anak akan menjadi bersifat apatis, sering tidak peduli terhadap suatu hal.

    10. Merusak visual anak

    Seperti motorik dan sensorik yang akan mempengaruhi perilaku dan pola pikir mereka. Selain itu juga akan menyebabkan anak mengalami gangguan tumbuh kembang.

    Jika Sudah Terlanjur Memarahi Anak

    1. Tarik napas dalam

    Segera setelah Anda tidak sengaja membentak atau menyakiti hati anak, tarik napas panjang paling sedikit tiga kali. Jangan berkata-kata apa pun sampai Anda sudah melakukan hal ini. Ketika Anda sedang dilanda emosi, tubuh Anda jadi lebih tegang. Napas Anda pendek, otot-otot menegang, dan jantung Anda berdebar dengan hebat. Menarik napas dalam bisa membantu tubuh lebih rileks sehingga Anda bisa berpikir lebih jernih.

    2. Minta maaf dan bertanggung jawab

    Ajari anak bahwa melakukan kesalahan itu harus dipertanggung jawabkan dan meminta maaf itu penting. Akui kesalahan Anda dan minta maaflah pada anak dengan nada yang tenang.

    3. Mulai lagi dari awal

    Ketika Anda membentak-bentak, anak tidak akan sepenuhnya memahami isi perkataan Anda. Jadi setelah meminta maaf, pastikan bahwa emosi Anda telah mereda dan tawari anak untuk memulai kembali percakapan Anda dari awal, tanpa luapan emosi atau bentakan.

    4. Jangan memaksakan pembicaraan

    Apabila Anda tidak berhasil menenangkan diri, jangan memaksakan diri untuk menyelesaikan pembicaraan dengan anak saat itu juga. Ambil jeda sesaat dan tentukan waktu yang Anda butuhkan agar ketegangan antara Anda dan anak tidak berlarut-larut. Misalnya, katakan bahwa saat ini Anda sedang marah besar dan Anda ingin membereskan cucian dulu sambil menenangkan diri. Setelah itu, lanjutkan kembali pembicaraan Anda dengan anak.

    5. Ingatkan anak bahwa Anda mencintai mereka

    Sehabis dibentak, anak Anda akan merasa kecil hati. Pada titik ini, penting bagi Anda untuk mengingatkan anak bahwa Anda mencintai mereka dan Anda hanya sedang merasa lelah dan penuh emosi.

    Cara Yang Baik Untuk Menghadapi Anak Yang Melakukan Kesalahan

    Sangat penting orang tua untuk membiasakan diri berbicara secara baik dan lembut kepada anak, termasuk ketika anak melakukan hal yang salah. Membesarkan dan mendidik anak memang tak semudah yang diucapkan. Ada kalanya emosi mendominasi kita sebagai orang tua saat berusaha mengajarkan Si Kecil dalam berbagai hal. Oleh karena itu perlu kesabaran dan kecerdasan emosi dari orang tua, terutama ketika sang anak memperlihatkan respon kurang baik dari nasehat orang tua.
    Jika tetap sang anak masih buruk prilakunya, maka jangan pernah menyerah, tetaplah berusaha meluruskan sang anak dari kesalahannya dengan cara yang baik. Dengan menggunakan cara lemah lembut, maka akan lebih efektif dan lebih tertuju pada hati anak.

    Nasehat Untuk Orang Tua

    Untuk itu handaknya orang tua perlu menyadari bahwa dunia anak jauh berbeda dengan orang dewasa. Jadi, yang perlu diperhatikan adalah ketika menetapkan perilaku anak yang melakukan salah, maka jangan menggunakan tolak ukur orang dewasa. Sehingga janganlah sikap orang tua terhadap anak seperti halnya polisi yang sedang menghadapi penjahat. Selain dengan memberikan nasehat yang lembut Anda juga bisa memberikan contoh yang baik, karena seorang anak juga pandai sekali untuk meniru kebiasaan orangtua.

    Jangan lupa untuk selalu memberi pujian tulus dan pelukan kasih sayang kepada anak-anak kita agar kelak menjadi anak yang cerdas berjiwa penuh kasih sayang

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Citra Dewi Amd.Keb - October 15, 2018
    Diskusi Dari:
    Dian Poenya Raizo

    Selamat sore, bidan saya mau tanya lagi, mengapa saya menstruasi terlalu lama. biasanya saya mens hanya 5-7 hari, namun sehabis menjalani treatment bekam saya menjadi mens terlalu lama bisa sampai 14 hari lebih, dan biasanya darah yang keluar setelah 7 hari berwarna merah kehitaman. saya takut karena katanya kalau lebih dari 14 hari itu darah penyakit. padahal 2 bulan lalu saya bekam sebelum haid. mohon penjelasannya terimakasih

    Dijawab Oleh : Dian Poenya Raizo
    Diskusi Dari:
    Dian Poenya Raizo

    Selamat siang bu bidan, saya mau tanya nih. Saya punya anak laki-laki yang baru masuk SD kelas 1. Waktu di TK dulu ia rajin belajar dan selalu nurut sama orang tua. Tapi sekarang beda bu bidan, ia jadi malas belajar di rumah, pengennya main terus. Saya jadi sedikit frustasi juga.

    Bagaimana yah bu caranya supaya anak saya mau belajar kembali di rumah ? kasihan juga guru les nya udah dateng ke rumah, dia nya gak mau belajar. Mohon solusinya bu bidan, Terimakasih

    Perlu Jawaban
    Diskusi Dari:
    Day

    Persalinan pertama saya mengalami gangguan medis yang mengharuskan saya operasi caesar, dan yang mau saya tanyakan adakah resiko bagi saya yang sebelumnya melakukan operasi caesar, dan lantas dikehamilan kedua saya ingin memlih jalan persalinan normal ? Mohon penjelasannya bu bidan

    Dijawab Oleh : Day
    Diskusi Dari:
    Vita Ratnasari

    ibu bidan, anak saya laki-laki usia 5 tahun masih suka minum susu pake botol, juga masih suka ngompol di tempat tidur, bagaimana solusinya ya?

    Dijawab Oleh : Vita Ratnasari
    Diskusi Dari:
    Dwickadeck Doen

    Saya mau tanya nih bu bidan seputar rambut bayi, anak saya berumur 1,5 tahun tapi pertumbuhan rambut nya kok sedikit sekali yah. Kira-kira penyeba nya apa saja yah ? saya lihat teman sebayanya rambutnya bagus semua bu bidan. saya khawatir sekali terlebih anak saya itu perempuan.

    Dijawab Oleh : Dwickadeck Doen