Tips Jitu Ajarkan Anak Menggosok Gigi Sejak Dini

Share Dan Tag Teman Kamu Di :

  • Menggosok gigi adalah salah satu kebiasaan sehat yang perlu di lakukan untuk menjaga kebersihan mulut dan juga gigi. Kebiasaan sehat ini juga sebaiknya mulai di tanamkan sejak dini pada anak-anak, sehingga mereka dapat melakukan kebiasaan sehat ini hingga kelak mereka tumbuh dewasa. Pentingnya menjaga kesehatan gigi sering kali sangat di kaitkan erat dengan tumbuh kembang anak. Sebab, jika gigi dan mulut anak bersih maka proses pengolahan makanan akan berlangsung dengan baik sehingga penyerapan nutrisi oleh tubuh pun akan optimal.

    Selain itu, kebiasaan menggosok gigi pada anak sejak dinipun mampu mencegah timbulnya permasalahan kesehatan gigi di kemuian hari. Karena semakin anak berkembang, anak juga akan semakin banyak mengonsumsi berbagai jenis makanan, yang jika mana sisa-sisa makanan tersebut tidak segera di  bersihkan dengan cara menggosok gigi, maka akan menimbulkan masalah kesehatan gigi yang menyiksa di kemudian hari.

    Menyikat gigi bukanlah perkara yang sulit. Namun pada sebagian anak, mereka enggan untuk melakukan kebiasaan sehat ini. Tidak sedikit pula orang tua terlebih bunda yang sering kali menjadi senewen lantaran anaknya sangat sulit untuk di ajak menggosok gigi, bahkan menolak dengan cara menangis ataupun menutup mulutnya rapat-rapat. Maka dari itu, para orang tua memerlukan teknik khusus dan kesabaran yang tinggi dalam menghadapinya.

    Adapun untuk mempermudah bunda dalam mengajarkan anak menggosok gigi yang baik, berikut tim curhat bidan akan paparkan beberapa tips jitu ajarkan anak sikat gigi sejak dini, yang bisa bunda praktekan sekarang juga. Dan berikut ulasannya.

    Ajarkan anak gosok gigi sejak dini

    Membiasakan menggosok gigi pada anak akan lebih mudah jika anda melakukannya sejak usia dini. Anda dapat melakukannya saat anak masih bayi dan belum memiliki gigi. Anda dapat membasuh gusi-gusinya yang lembut dengan menggunakan tisu basah atau pun menggunakan kain lembut saat anak selesai makan atau menyusu. Pada usia tersebut, anda tidak di perkenankan memberikan pasta gigi kepadanya. Anda baru bisa memberikan pasta gigi pada saat anak mulai memasuki usia 2 tahun. Dan pada saat usia itu pula, anda patut mengajarkan secara rutin pentingnya menggosok gigi pada anak.

    Biarkan anak untuk memilih sikat dan pasta gigi sendiri

    Agar minat anak untuk menyikat gigi semakin besar, maka biasrkan anak untuk menentukan sikat gigi dan pasta gigi seperti apa yang mereka inginkan. Pada saat ini banyak sekali sikat gigi dengan bentuk dan warna-warna yang cantik di supermarket, dan ajaklah anak untuk memilih salah satu yang mereka inginkan. Dengan demikian mereka akan lebih bersemangat untuk menggosok gigi.

    Buat menggosok gigi menjadi acara yang menyenangkan bagi anak

    Tips jitu mengajarkan gosok gigi pada anak yang selanjutnya adalah dengan membuat gosok gigi menjadi acara yang menyenagkan untuk anak. Anda dapat membuat hal ini menjadi lebih menarik dengan memberikan cerita-cerita menarik seputar gigi ataupun menggambar gigi yang di rusak oleh monster (bakteri) jika tidak segera di bersihkan. Selain itu, jelaskan pula pentingnya menggosok gigi untuk membasmi monster atau kumpulan plak pada gigi yang dapat menimbulakn keruksakan pada gigi. Maka dengan begitu anak akan semain tertarik dan tidak susah lagi untuk di ajak menggosok gigi dan merawat kebersihan giginya secara teratur.

    Menggosok gigi bersama

    Menurut para ahli, salah satu dari metode untuk mendidik anak adalah ‘modeling’, yaitu memberi contoh termasuk dalam mengajari sikat gigi pada anak. Cara ini di katakan leboh berhasil  di bandingkan dengan orang tua yang hanya menyuruh dan tidak mendampingi anak untuk gosok gigi. Momen ini juga dapat di manfaatkan oleh ayah atau bunda untuk mengevaluasi sedikit tentang cara menggosok gigi yang baik dan benar pada anak. Yang mana untuk kedepannya anak dapat menggosok gigi secara tepat.

    Nah, itulah tips jitu ajarkan anak menggosok gigi sejak dini. Semoga tips tersebut dapat mempermudah bunda atau ayah untuk mengajarkan gosok gigi pada anak.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Citra Dewi Amd.Keb - October 18, 2016
    Diskusi Dari:
    Mocil Ngocol

    Cara mengatasi disentri dok

    Dijawab Oleh : Mocil Ngocol
    Diskusi Dari:
    tickanevianti

    selamat siang, saya mau tanya sekarang saya memasuki umur kehamilan 30w berdasar hasil USG terakhir berat badan janin saya 1,04 kg apa berat tersebut kurang? dan jika saya berpuasa ramadhan apa di perbolehkan/ tidak karena faktor berat badan janin tersebut

    Dijawab Oleh : tickanevianti
    Diskusi Dari:
    ii ihah

    Selamat pagi bu, saya mau konsultasi nih saat ini anak saya baru saja menginjak usia 6 bulan dan saya sudah berniat mau puasa. Apakah ada dampaknya jika saya puasa sama produksi ASI saya dan apa ada tips bagi ibu menyusui yang berpuasa? mohon penjelasannya trims

    Dijawab Oleh : ii ihah
    Diskusi Dari:
    Aryanto Id

    assalamu’alaikum
    bu bidan, saya ingin tanya dong kemaren anak saya berumur 4 bulan katanya harus diberikan vaksin DPT namun kemaren pas jadwal imunisasi lagi demam jadi saya telat memberikan vaksin nya. apakah itu tidak berbahaya ? apakah masih bisa diberikan imunisasi DPT tersebut ? terima kasih sebelumnya

    Perlu Jawaban

    Selamat pagi Bu Bidan,

    Saya aneu, 25 tahun. Saat ini saya sedang hamil usia kandungan 2 bulan, tapi tidak ada tanda-tanda seperti payudara sakit dan membengkak, mual-mual di pagi hari seperti contoh tanda kehamilan umumnya. Apakah kehamilan saya normal?

    Dijawab Oleh : Ribka Veronika Tatengkeng