×

Dampak Dari Wanita Yang Mengalami Alergi Sperma

Bagikan Artikel :

Dampak Dari Wanita Yang Mengalami Alergi Sperma

Tidak selamanya sperma bisa diterima dengan baik pada tubuh wanita. Hal ini karena sperma merupakan antigen yang mengandung polisakarida yang bisa ditolak oleh tubuh wanita. Maka secara alami, kekebalan tubuh manusia akan merespon benda asing atau antigen yang masuk.

Jika vagina mengalami merah-merah, sensasi panas dan bengkak, maka itu adalah tanda dari penolakan tubuh perempuan terhadap sperma yang masuk, itulah yang disebut alergi. Alergi sperma atau seminal plasma hypersensitivity terjadi karena sistem kekebalan atau antibodi bertemu dengan antigen sperma sehingga secara otomatis tubuh memproduksi antibodi terhadap sperma, sehingga ditolak untuk membuahi sel telur.

Perempuan yang mengalami alergi sperma, harus menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual. Penggunaan kondom tentu mengakibatkan tidak terjadinya pembuahan. Karena tidak terjadi pembuahan atas sel telur, maka tidak memungkinkan terjadinya kehamilan. Pasangan yang mengalami kondisi ini biasanya akan sulit memiliki anak.

Penyebab Alergi Sperma

Adanya alergi sperma pada tubuh wanita disebabkan karena sel-sel darah putih keliru mengidentifikasi protein dalam sperma sebagai penyerang berbahaya, seperti bakteri atau virus, dan melancarkan serangan terhadap sperma. Sehingga tubuh akan menunjukkan respons alergi terhadap protein atau bahan kimia tertentu yang ada dalam air mani pasangan Anda. Alergi pada cairan mani terjadi karena glikoprotein, yang disekresikan oleh kelenjar prostat.

Gejala Alergi Sperma

Meskipun gejala alergi sperma dilokalisasi, air mani mungkin menyebar ke seluruh tubuh. Selain itu, gejalanya mulai muncul sekitar sepuluh sampai dua puluh menit setelah tubuh bersentuhan dengan sperma setelah melakukan hubungan seksual. Tanda-tanda alergi sperma tidak terbatas pada area vagina itu sendiri, tapi bisa juga terjadi pada bagian tubuh lainnya, jika air mani bersentuhan dengan bagian tubuh yang lainya.

Cara Mendapatkan Kehamilan pada Wanita dengan Alergi Sperma

1. Terapi steroid

Caranya dengan menekan antibodi menggunakan obat-obatan. Terapi ini bisa dilakukan dengan terapi oral, mengonsumsi tablet atau suntikan. Sehingga tidak perlu lagi menggunakan kondom agar menghindari sperma dan pertemuan sel telur dengan sel sperma kemungkinan besar bisa terjadi. Namun terapi ini tidak selamanya berhasil 100%

2. Pencucian sperma

Pencucian sperma biasanya dilakukan untuk terapi inseminasi. Terapi ini dilakukan bila kualitas sperma kurang baik. Caranya sperma suami akan ditampung, dan dilakukan pencucian di laboratorium. Setelah itu, sperma yang baik dimasukkan ke dalam rahim, sehingga sperma tersebut akan mencari sendiri sel telurnya.

3. Teknologi reproduksi

Cara yang dilakukan adalah menyuntikkan sperma lagsung pada sel telur. Sel telur istri diambil dengan laparoskopi, kemudian sel sperma suami yang bergerak/hidup, langsung dimasukkan ke dalam sel telur di laboratorium. Setelah itu sel telur yang telah dibuahi sperma disuntikkan ke dalam rahim.

Beberapa Gejala Alergi Sperma

1. Gatal-gatal pada bagian vagina dan bagian tubuh yang lain yang terkena sperma
2. Terasa panas
3. Sesak di dada
4. Ketidaksadaran (pingsan) terjadi dalam kasus ekstrem yang mungkin terbukti
5. Suara napas terdengar keras
6. Pusing
7. Pembengkakan
8. Kesulitan bernapas
9. Sakit saat kencing
10. Kulit kering
11. Anafilaksis alergi berat

Related Posts :

    Mendiagnosis Alergi Sperma

    1. Pengujian Intradermal

    Dokter akan menggunakan teknik yang disebut tes intradermal untuk membuktikan alergi sperma. Biasanya, sebagian kecil sperma pasangan Anda disuntikkan di bawah kulit Anda untuk mengatahui alergi sperma atau tidak.

    2. Penggunaan kondom

    Cara termudah untuk menentukan apakah Anda menderita alergi sperma atau tidak. Jika gejala hipersensitivitas air mani tidak muncul setelah seks menggunakan kondom, maka Anda kemungkinan alergi terhadap sperma pasangan Anda.

    3. Uji sperma terisolasi

    Tes ini juga disebut tes suntik kulit. Dalam tes ini, ahli kesehatan akan menyuntikkan beberapa sperma yang terisolasi ke dalam tubuh wanita dan beberapa cairan mani. Jika wanita tersebut menderita alergi sperma, tubuhnya akan menunjukkan respons alergi yang kuat.

    Pengaruh Alergi Sperma Terhadap Kesuburan

    Hipersensitivitas terhadap air mani tidak menyebabkan infertilitas (ketidaksuburan) pada wanita. Tapi, jika sensitivitasnya terlalu tinggi maka dokter tidak akan merekomendasikan Anda untuk menjalani konsepsi (kehamilan) alami melalui hubungan seksual. Dalam kasus tersebut, bantuan medis dengan teknologi reproduksi berbantu sangat dianjurkan.

    Dampak Alergi Sperma

    Terlepas dari ketidaknyamanan fisik, alergi sperma juga mempengaruhi hubungan suami dan istri. Wanita biasanya menjauhkan diri dari keintiman karena masalah fisiologis. Ketiadaan keakraban semacam itu bisa menimbulkan dampak drastis terhadap hubungan dan pernikahan. Dengan demikian, Anda dan pasangan Anda harus saling berkomunikasi dan juga berkonsultasi dengan ahli atau psikolog untuk menghilangkan perbedaan tersebut.

    Cara Mengobati Alergi Sperma

    0Intravaginal seminal graded challenge yaitu penyuntikkan sedikit air mani ke tubuh Anda pada interval waktu yang teratur. Pengobatan berlanjut selama beberapa jam. Metode pengobatan alergi sperma ini mirip dengan pengobatan racun lebah atau tawon dimana dosis kecil racun diberikan kepada pasien untuk membantu mengembangkan kekebalan terhadap racun. Tapi, untuk meningkatkan tingkat keberhasilan metode ini, dokter akan menyarankan agar Anda melakukan hubungan seksual secara teratur dengan pasangan Anda selama beberapa hari.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : July 18, 2018

    Pertanyaan Pengunjung :

    Kehamilan

  • Oleh : Isti Rahmawati
  • 2 tahun, 3 bulan yang lalu

    Selamat siang,
    Saya mau menanyakan usia kehamilan saya 6 minggu. Saya sempat terkena batuk kering sampai menekan di perut bahkan sampai keluar keputihan saat batuk. Saat hari ke 4 saya terjadi flek. Saya langsung periksa k dr kandungan. Saat di usg terdapat kantung janin tapi janin belum terlihat lalu dokter memeriksa menggunakan alat langsung dr dlm kandungan. Dan janin terlihat. Tapi detak jantung belum terlihat. Dr mengatakan bahwa resiko besar keguguran. Sehingga saya di minta bedrest dan diberi obat penguat. Yang saya tanyakan, apakah mungkin terdapat janin tapi tidak berkembang? Dan seberapa besar resiko bisa berkembang dengan normal? Dan apa yang harus saya lakukan selain bedrest? Mohon informasinya

    Kanker ovarium pada wanita remaja

  • Oleh : Rhiyad Suhpriatin
  • 11 bulan, 1 minggu yang lalu

    Selamat sore bu bidan, saya mau tanya Apakah kanker ovarium ini bisa menyerang wanita atau remaja berusia 20 tahunan? Sebab beberapa dari gejalanya dialami? Terimkasih.

    Makanan Pendamping ASI

  • Oleh : Putri Kintamani
  • 2 tahun, 9 bulan yang lalu

    Selamat sore, saya mau tanya bu bidan. Apa yang bisa menjadi menu paling tepat sebagai makanan pengganti ASI untuk si kecil ? Mohon dijawab, Terimakasih

  • Oleh : Putri Kintamani
  • Haid Tidak Teratur

  • Oleh : Dinda vika
  • 12 bulan yang lalu

    Dok saya mau bertanya, terakhir istri saya kan haid pada tanggal 8 februari hingga tanggal 14 februari. Namun setelah 1 minggu bersih dari haid, kemudian pada tanggal 20, 21, 22 istri saya mengeluarkan darah yang memang terbilang kecil hanya sebesar cendol tapi bergumpal. Namun, setiap hari hanya ada 1 gumpalan saja yang keluar ini. Yang saya mau tanyakan, ini kira kira kenapa ya dok dengan kondisi istri saya? berbahaya tidak dok, mohon penjelasannya, terimakasih.

    Herpes zooster

  • Oleh : Injelita Maharani
  • 2 tahun, 1 bulan yang lalu

    Siang bu bidan, usia kehamilan 3 minggu, di awal kehamiln saya terkena herpes zooster di pinggang sebelah kanan dan konsumsi obat dari dokter kulit krn blm tau hamil, apakah obat yg saya konsumsi tsb berbahaya utk janin saya dan mengingat sampai skrg pinggang saya msh terasa gatal.

  • Recent Topics

  • Baru-baru ini :

  • Follow Kami Di :

  • Tanya Bidan