×

Faktor Risiko Kanker Prostat

Bagikan Artikel :


Kanker prostat adalah penyakit keganasan sistem reproduksi dan perkemihan yang merupakan salah satu penyebab terbanyak kematian pada populasi pria. Penyakit ini hanya terdapat pada pria karena pada wanita tidak memiliki kelenjar prostat. Tumor prostat ganas berkembang secara perlahan, tanpa gejala klinis yang jelas pada stadium awal. Akibatnya, cukup banyak pasien yang baru menyadari penyakit ini saat sudah mencapai stadium menengah hingga stadium lanjut, sehingga memengaruhi hasil pengobatan yang dilakukan.

Beberapa faktor risiko yang diduga terkait dengan kanker prostat adalah pekerjaan sebagai petani dan pekerjaan yang memungkinkan terpapar pestisida serta kadmium. Pada penelitian di Prancis, risiko kanker prostat meningkat 2 kali pada peternak dan petani yang terpapar pestisida. Pekerja yang terpapar kadmium juga berisiko kanker prostat karena kadmium merupakan karsinogen.

Prostat merupakan kelenjar seukuran buah kenari yang terdapat di dalam sistem reproduksi pria, yang terletak di antara leher kandung kemih dan saluran kemih (uretra). Prostat mengeluarkan cairan berwarna putih yang memberi nutrisi dan mengangkut sperma, yang disebut sebagai semen.

Letak dan Fungsi Prostat

a. Prostat sehat berukuran sedikit lebih besar dari buah kenari

b. Terletak di bagian depan anus, tepat di bawah kandung kemih tempat urin ditampung, dan mengelilingi saluran kemih (uretra) yang mengeluarkan air kemih dari dalam tubuh

c. Kelenjar prostat berperan sebagai bagian dari sistem reproduksi pria dengan memproduksi cairan putih yang mengandung sperma

d. Prostat juga terdiri dari otot polos yang membantu mengeluarkan sperma sewaktu ejakulasi. Dengan demikian, masalah usmh terjadi pada prostat dapat menyebabkan impotensi

Faktor Risiko Kanker Prostat

1. Usia di atas 50 tahun

Sebetulnya kanker prostat bisa terjadi pada usia muda, namun frekuensinya masih sangat sedikit dibanding degna usai lanjut

2. Keturunan/gen

Pria dengan riwayat keluarga yang pernah mengalami kanker prostat memiliki faktor risiko yang lebih tinggi

3. Diet

Asupan makanan dengan kandungan kalori dan lemak yang tinggi secara berkepanjangan

4. Merokok dan mengonsumsi alkohol

5. Kelebihan berat badan

6. Paparan bahan kimiawi.

7. Penyakit menular seksual, seperti gonorea atau klamidia

8. Peradangan prostat.

Beberapa studi menyebutkan bahwa peradangan prostat berhubungan dengan meningkatnya risiko kanker prostat.

Cara Mencegah Kanker Prostat

1. Batasi asupan lemak dan daging hewani

2. Konsumsi lebih banyak kacang-kacangan dan produk terkait lainnya

3. Konsumsi lebih banyak sayuran dan buah-buahan segar.

4. Asupan air mineral yang mencukupi

5. Melakukan hubungan seksual yang aman dengan tidak bergonta-ganti pasangan atau menggunakan kondom

6. Hindari paparan zat kimia

Gejala Kanker Prostat

a) Penurunan berat badan

b) Kehilangan selera makan

c) Rasa sakit pada tulang terutama punggung bagian bawah, paha dan pinggul

d) Mual dan muntah

e) Konstipasi (kesulitan BAB)

f) Merasa sakit atau kaku pada bagian panggul, punggung bawah, paha atas, atau pada tulang di sekitarnya

g) Kelemahan atau kelumpuhan pada tubuh bagian bawah

Cara Mendiagnosis Kanker Prostat

Untuk mendiagnosa kanker prostat, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti :

1. Pemeriksaan colok dubur

Dokter akan mengenakan sarung tangan dan memasukkan jarinya ke dalam rektum pasien untuk memeriksa pembesaran atau pengerasan yang bersifat tidak normal.

2. Tes darah

Pasien yang menderita kanker prostat, radang prostat atau pembesaran prostat jinak memiliki kadar antigen spesifik prostat (PSA) yang lebih tinggi.

3. Pemindaian ultrasonografi dan biopsi

Probe USG berukuran kecil akan dimasukkan ke dalam rektum untuk mengukur dan mendeteksi kelainan pada prostat. Sampel jaringan juga bisa diperoleh melalui biopsi jarum untuk pemeriksaan mikroskopis lebih lanjut.

4. Pemeriksaan endoskopi kandung kemih

5. Sinar X dan/atau pemindaian tulang

6. Pemindaian tomografi komputer (CT) di panggul atau pemindaian citra resonansi magnetik (MRI)

Pengobatan Kanker Prostat

Jika seorang pasien didiagnosis menderita kanker prostat, pilihan perawatannya akan tergantung pada estimasi laju pertumbuhan tumor, luasnya jangkauan penyakit, usia, dan kondisi medis. Ada beberapa cara pengobatan kanker prostat, salah satunya yaitu :

1. Kanker prostat stadium awal

Tumor lokal kecil, tidak menyerang jaringan di sekitarnya. Prostat dan kelenjar getah bening di sekitarnya akan diangkat dengan tindakan operasi (prostektomi). Setelah tindakan operasi, penderita kanker prostat akan mengalami inkontinensia urin (tidak bisa mengendalikan BAK) dan impotensi (disfungsi ereksi). Selain itu, radioterapi eksternal dan radioterapi internal merupakan alternatif tindakan pengobatan yang bisa dilakukan dengan efek hasil pengobatan yang sama dengan operasi pada stadium awal. Kanker prostat stadium menengah

2. Kanker prostat stadium dua

Pada penderita kanker prostat yang lebih luas dengan invasi ke jaringan sekitarnya tindakan pengobatan yang biasa dilakukan adalah dengan radioterapi eksternal, biasanya digunakan bersama dengan terapi hormonal untuk meningkatkan hasil dari efek pengobatan.

3. Kanker prostat stadium lanjut

Sel kanker telah menyebar ke tulang atau organ jauh lainnya. Tindakan utama yang dilakukan adalah dengan terapi hormonal (untuk menekan androgen), baik dengan operasi pengangkatan testis atau dengan konsumsi obat-obatan. Tindakan ini dilakukan untuk mengendalikan pertumbuhan kanker prostat dengan menekan kadar hormon pria. Tindakan pengobatan ini bisa mengendalikan pertumbuhan sel kanker selama beberapa tahun dan meringankan rasa tidak nyaman dan rasa sakit. Kemoterapi paliatif bisa dipertimbangkan untuk digunakan pada tumor yang sudah tidak memberikan respons positif terhadap terapi hormon.

Komplikasi dari Kanker Prostat

Jika kanker prostat tidak dikendalikan dengan baik, kondisinya bisa bertambah parah dan mengakibatkan kondisi kesehatan yang lain seperti :

1. Menyebar ke organ-organ tubuh

Kanker prostat bisa menyebar di sepanjang pembuluh limfatik ke kelenjar getah bening di sekitarnya, hingga mencapai tulang atau organ jauh lainnya.

Related Posts :

    2. Rasa nyeri

    Jika sel-sel kanker menyerang tulang, pasien akan mengalami rasa sakit yang teramat parah. Pasien kanker prostat juga bisa menderita komplikasi berikut yang diakibatkan oleh tindakan pengobatan:

    3. Inkontinensia urin (tidak dapat mengontrol buang air kecil)

    4. Impotensi (ketidakmampuan ereksi dan mempertahankan ereksi untuk melakukan hubungan seksual yang memuaskan) tindakan pembedahan, radioterapi atau terapi hormonal bisa menyebabkan impotensi pada beberapa pasien

    5. Perdarahan rektum (anus) atau ulkus (luka terbuka pada permukaan kulit atau selaput lendir). Biasanya disebabkan oleh radioterapi

    Cara Perawatan Penderita Kanker Prostat

    Penderita kanker prostat harus memperhatikan berbagai aspek sebelum dan setelah tindakan pengobatan serta selama masa pemulihan. Memperhatikan perkembangannya akan membantu penderita kanker prostat mengatasi penyakit ini dengan cara yang positif seperti

    1. Mengatur asupan nutrisi

    Seperti mengurangi asupan lemak, mengonsumsi sayur dan buah-buahan. Hindari junk food dll

    2. Olahraga sedang

    Olahraga sedang/moderat setiap hari bisa membantu mempertahankan kondisi tubuh yang sehat Pengendalian berat badan. Pasien yang menerima terapi hormonal memiliki kecenderungan pertambahan berat badan dan gangguan pada pengendalian gula darah dan lemak mereka

    3. Mempertahankan

    kontak seksual dengan pasangan. Pasien yang menderita impotensi bisa mengekspresikan diri mereka dengan merangkul dan menyentuh pasangannya. Obat-obatan juga bisa meningkatkan fungsi ereksi pada beberapa pasien.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : July 19, 2018

    Pertanyaan Pengunjung :

    Kapan masa subur pria?

  • Oleh : Riza
  • 4 tahun, 3 bulan yang lalu

    Selamat pagi bu bidan, saya penasaran nih apakah pria juga memiliki masa subur? Saya hanya tahu wanita saja yang memiliki masa subur. Mohon jawabannya bu bidan

    Masalah Pencernaan, Susah BAB saat hamil

  • Oleh : Mbak aty
  • 4 tahun, 4 bulan yang lalu

    Selamat pagi,
    Saat ini saya tengah hamil dan memasuki trimester ketiga. Namun, saya mengalami masalah pada pencernaan yang membuat saya susah BAB atau sembelit. Mau minum obat, takutnya kenapa-kenapa. Adakah solusi lain yang bisa mengatasi masalah pencernaan saya selama masa kehamilan?

    Aisyah Putri Setiawan

  • Oleh : Bunga Handayani
  • 2 tahun, 6 bulan yang lalu

    Siang Dok, Saya wanita berusia 22 Tahun mau bertanya tentang flek yang keluar seperti menstrulasi. Saat ini, saya sering kali haid yang tidak teratur yang sering kali mundur dan maju setidaknya 6 bahkan 10 hari dari tanggal bulan kemarin. Saat ini tubuh saya sering merasakan gejala gejala akan datangnya haid, namun tidak kunjung datang juga bahkan hanya keluar flek hitam sedikit saat cebok setelah buang air kecil. Sampai saat ini saya mersakan nyeri di bagian punggung dan kram dibagian perut seperti haid namun tak kunjung juga. Apakah ini kondisi yang normal dirasakan?

    Tentang alat vagina

  • Oleh : Grace Dina
  • 3 hari, 9 jam yang lalu

    Bu, saya kan sudah lama tidak datang bulan, tiba2 vagina saya gatal sekali , keputihan, dan saya baru menyadari bahwa di lubang vagina saya ada benjolan .dan itu terasa perih..

  • Oleh : Grace Dina
  • Hubungan intim

  • Oleh : Ilham Dwi
  • 5 bulan, 4 minggu yang lalu

    Bidan mau tanya, teman saya sering melakukan hubungan intim dengan pacarnya, kadang sminggu sehari kadang bisa 4 kali hubungan intim, sring hubungan intim, penis teman saya tidak ereksi tapi keluarin sperma warna kuning dan agak tebal, itu kenapa ya

  • Oleh : Ilham Dwi
  • Tanya Bidan