×

Tips Ibu Hamil Agar Menjalani Kehamilan Tanpa Rasa Cemas

Bagikan Artikel :

Bagi Bunda yang baru menjalani kehamilan pertama kalinya, beragam perasaan seperti senang, cemas dan lain sebagainya pasti menyertai pikiran Anda, dan itu hal yang wajar kok.

Namun begitu, pemikiran tentang cemas pada ibu hamil tidak boleh sampai berlarut-larut. Mengapa? Sebab rasa cemas yang terus-menerus bisa berpengaruh pada kesehatan ibu, bahkan janin di dalam kandungan. Karena itu, sangat penting bagi Bunda dalam membekali diri lebih awal tentang informasi kehamilan, dan bagaimana menjalani kehamilan dengan tetap sehat.

Saat ibu hamil cukup informasi tentang kehamilan, maka sudah pasti ibu akan lebih tenang dalam menjalani kehmailannya. Tidak hanya itu saja, informasi yang dibutuhkan ibu hamil tentang segala sesuatunya, persiapan dan kesiapan, perawatan masa nifas hingga proses menyusui juga dapat diperoleh sebelumnya. Sehingga saat masa-masa kecemasan pada ibu hamil datang, tidak perlu sewas-was ibu-ibu muda yang belum berpengalaman.

Jika ibu hamil kekurangan zat gizi mikro seperti yang disebutkan diatas, ibu beresiko mengalami gangguan kesehatan, salah satunya adalah kelahiran bayi prematur. Jadi sebaik mungkin tetap menjaga dan memenuhi pola gizi penting untuk ibu hamil agar terhindar dari resiko-resiko yang membahayakan ibu dan janin.

Adapun cara lain yang dapat Bunda lakukan jika cemas tetap tidak dapat dihilangkan, diantaranya :

  • Bicarakan dengan pasangan.

Berbagilah tentang bagaimana perasaan dan ketakutan Bunda kepada pasangan, bahkan jika yang dicemaskan bersumber dari pasangan itu sendiri. Membicarakan tentang kegelisahan yang sedang dirasakan akan membantu Bunda merasa lebih baik. Selain itu, Anda juga bisa berbagi dan saling berdiskusi dengan para ibu hamil dengan tahap kehamilan yang sama, seperti di dalam kelas antenatal atau kelas senam ibu hamil. Bunda akan menemukan teman-teman yang mungkin memiliki perasaan yang sama, jadi Anda tidak merasa sendirian dalam kecemasan tersebut.

Sementara itu, jika Bunda ternyata lebih merasakan cemas untuk mengkhawatirkan janin di dalam kandungan, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter. Bila setelah pemeriksaan dan ternyata kondisi fisik dari bayi dan Bunda dalam kondisi baik-baik saja tapi Bunda masih merasa gelisah, mungkin Bunda perlu konseling dengan psikolog.

  • Olahraga!

Olahraga juga dapat membantu memperbaiki suasana hati Bunda dan bisa melupakan cemas yang Bunda alami. Namun olahraga untuk ibu hamil sebaiknya olahraga yang ringan-ringan saja, seperti berjalan santai selama 20 menit setiap hari, berenang, ikut kelas yoga kehamilan, dan meditasi. Jadikan olahraga sebagai kebiasaan rutin yang dilakukan setiap hari.

  • Istirahat dengan cukup.

Sebaiknya upayakan untuk tidur lebih awal Bunda, sebab tanpa disadari tubuh bekerja siang dan malam untuk menutrisi janin. Selain itu, ada baiknya jika Bunda dan bayi dapat bersantai bersama-sama. Nyanyikan sebuah lagu untuk sang buah hati di dalam kandungan sebelum tidur. Bunda juga bisa sesekali mengajaknya mengobrol karena faktanya janin dapat mendengar suara Bunda sejak berusia 23 minggu. Selain menyenangkan, kegiatan ini juga dapat membantu terbentuknya ikatan antara ibu dan anak ketika dia lahir nanti.

  • Berpikir positif.

Isi hari-hari santai Bunda dengan membaca buku dan mencari semua informasi tentang kehamilan. Namun selalu berpikir positif dan tidak berlebihan juga termasuk tips yang berguna untuk mengurangi kecemasan yang melanda Bunda . Tidak perlu sampai mendetail saat menggali informasi tentang risiko-risiko menyeramkan yang mungkin menimpa kehamilan. Fokuslah tentang masa kini, apa yang sedang dijalani dan bagaimana perasaan Bunda menjalaninya.

  • Bersiaplah untuk menjadi Ibu.

Pelajari tentang apa saja yang bisa terjadi selama melahirkan. Jika Bunda merencakan untuk melahirkan melalui proses caesar, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter tentang apa yang akan terjadi dan apa saja yang perlu disiapkan nantinya. Dengan mengetahuinya secara detail, Bunda bisa menjadi lebih percaya diri. Begitupun jika melahirkan normal, orang-orang terdekat pasti akan memberikan saran untuk Anda. Jadi, jangan terlalu cemas untuk menghadapinya.

Related Posts :

    Demikianlah seputar Tips Ibu Hamil Agar Menjalani Kehamilan Tanpa Rasa Cemas, semoga bermanfaat untuk Bunda dimanapun Anda berada. Salam sehat selalu untuk Anda dan buah hati.

    Salam, Curhat Bidan.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : July 7, 2017

    Pertanyaan Pengunjung :

    Telat Haid

  • Oleh : Khusnul Khotimah
  • 2 tahun, 3 bulan yang lalu

    Assalamualaikum Dok..Sata Mau Tanya Kan Saya Udah Telat Haid Selama 3 Hari Perut Bagian Bawah Rasanya Nyeri Seperti Mau Haid Tapi Nyerinya Ringan Dan Gak Lama Trus Payu Dara Saya Juga Linu Gitu Rasanya Kemarin Di Perut Bagian Bawah Seperti Ada Kedutan Tapi Cuman Berkedut 3x langsung ilang gak ada lagi…Apakah Saya Hamil Ya Dok? Tapi Saya Gk Brani Buat Tespek Takut Di PHP.in…Gimana Dong Dok?? Mohon Pencerahannya…

  • Oleh : Khusnul Khotimah
  • Bagaimana cara mengetahui usia kehamilan

  • Oleh : Mely Agustina
  • 1 tahun yang lalu

    Hai Buk Bidan. Saya Mely mau bertnya. Ini kehamilan pertama saya. Jadi saya mau tahu usia kehamilan saya sudah berapa bulan atau berpa minggu.
    HPHT sya tanggal 13-09-2021. Semoga bu bidan bersedia menjawab pertanyaan saya. Terimakasih

  • Oleh : Mely Agustina
  • Infertilitas sekunder

  • Oleh : Aisyah Putri Setiawan
  • 4 tahun, 2 bulan yang lalu

    Hallo bu bidan.. usia saya 35 thn dan sudah memiliki anak berusia 10 tahun yang lahir di tahun 2006, pada tahun 2008 saya hamil kembali tapi janin tidak berkembang dan harus kuret. Setelah kuret saya langsung pakai KB spiral selma 6 tahun. Dan sudah 2 tahun berjalan saya sudah lepas KB nya. Pertanyaan saya bu bidan, apakah saya termasuk kategori infertilitas sekunder karna sampai saat ini kehamilan belum terjadi kembali bu bidan. Terima kasih

    Lepas KB udah 2 tahun

  • Oleh : Ratna Ayuningsih
  • 1 tahun yang lalu

    Ass..
    Saya udah lepas KB suntik 3bulan sekali selama 2tahun. Nah pas lepas pada tgl 20 oktober 2019 setelah sampai bulan desember 2020 tidak haid. Maka di bulan januari 2021 saya haid sampe bulan febaruari, nah maretnya ga haid april haid mei ga haid juni haid juli sampai september haid nah oktober tgl 26 haid. Apa masa kesuburan saya normal?

  • Oleh : Ratna Ayuningsih
  • kesehatan

  • Oleh : Dian Poenya Raizo
  • 4 tahun, 8 bulan yang lalu

    Assalamu’alaikum Bidan saya mau tanya dalam istilah medis ada kata SADARI apa perlu kita mendatangi Bidan di kota kita dan dokter kandungan? bagaimana maksudnya?mohon dibalas.

    Tanya Bidan