×

Cara Membersihkan Kerak Pada Kulit Kepala Bayi

Bagikan Artikel :

www.curhatbidan.com – Mungkin pada sebagian orang akan merasa kaget saat melihat kulit kepala bayi terlihat seperti ada ketombe. Tetapi hal ini tidak perlu khawatir karena kerak kepala pada bayi baru lahir memang sangat umum terjadi. Meskipun tidak berbahaya, tetapi kondisi tersebut sangat perlu ditangani dengan tepat.

Kerak kepala atau yang disebut dengan Crandle Cap adalah istilah umum dari dermatitis seboroik menurut istilah kedokteran. Menurut orang awam hal tersebut dikenalnya dengan istilah ketombe yang biasa terjadi pada anak-anak atau dewasa. Kerak ini biasanya akan terkelupas dengan sendirinya seperti serpihan ketombe. Kerak tersebut muncul karena dipengaruhi hormon sang ibu, sehingga mengakibatkan produksi minyak yang berlebih pada jaringan kulit bayi. Tidak perlu khawatir karena kondisi tersebut bersifat sementara hingga usia bayi 8-12 bulan. Adanya kerak pada kulit kepala bayi tersebut cukup membuat gatal, dan mengganggu pada pertumbuhan rambut bayi. Oleh karena itu Bunda harus rutin merawat rambut serta kulit kepala bayi dengan tepat dan baik.

Cara Membersihkan Kerak Kepala Bayi

Untuk membantu dalam mengurangi penumpukan kerak pada kulit kepala bayi, berikut ada beberapa hal yang dapat dilakukan dalam mengatasi kondisi tersebut, antara lain :

1. Gosok secara perlahan pada kulit kepala dengan menggunakan jari atau kain untuk meluruhkan serpihan kerak. Tetapi jangan sampai menggaruk kulit kepalanya. Setelah itu gunakan shampo bayi dengan formulasi yang ringan. Perlu diketahui, sebelum menggunakan shampo tersebut baca terlebih dahulu pada cara pemakaiannya sebelum menggunakannya.

2. Saat menggunakan shampo, bersihkan serpihan kerak tersebut menggunakan sisir kecil dengan sikat yang lembut, kemudian bilas dengan air.

3. Untuk menghilangkan kerak yang keras, Bunda bisa gunakan minyak zaitun, baby oil, atau minyak almond guna untuk membantu melepaskan kerak yang menempel. Setelah melakukan pemijatan dengan minyak, biarkan selama 15 menit, lalu sisir dengan lembut untuk mengeluarkan kerak-keraknya.

4. Pastikan untuk tidak meninggalkan minyak dengan terlalu lama pada kepala karena dapat menyumbat pori-pori serta akan membuat kerak menjadi sulit untuk dihilangkan.

5. Tidak dianjurkn untuk menghilangkan kerak dengan mengelupasnya menggunakan kuku karena dapat menyebabkan luka di kulit bahkan bisa terinfeksi.

Related Posts :

    Jika kerak pada kulit kepala bayi tidak kunjung membaik setelah melakukan perawatan selama beberapa minggu, dan keraknya menyebar pada area lain atau berubah menjadi warna merah, sebaiknya untuk segera konsultasikan pada dokter guna untuk mencegah penyebaran. Pastikan untuk selalu mencegahnya datang kembali. Perlu diketahui, jangan terlalu banyak memberikan shampo pada bayi, karena hal tersebut dapat merangsang kelenjar minyak. Saat memandikan bayi, bilas shampo hingga bersih sehingga pori-pori kepala tidak tertutup.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : November 15, 2017

    Pertanyaan Pengunjung :

    Melakukan hubungan suami istri di luar masa subur

  • Oleh : Vita Ratnasari
  • 10 bulan, 1 minggu yang lalu

    Halo bu bidan, nama saya Alena. Katanya kalau berhubungan intim ketika kita sedang masa subur itu bisa lebih cepat untuk mendatangkan kehamilan. Karena saya sedang menunda kehamilan dan melakukan hubungan intim saat sedang tidak subur bisa terjadi kehamilan atau tidak ya ? Terima kasih sebelumnya.

    Ejakulasi terlalu cepat

  • Oleh : Aldi Ferdian
  • 4 minggu, 1 hari yang lalu

    Bu, aku mau tanya. Umur saya 22 tahun. Bu, saya merasa kalau saya mengalami ejakulasi dini. Saya merasa kalau saya mengalami ini karena sering melakukan onani. Ingin rasanya berhenti, tapi sangat sulit.

    Baru onani sebentar, saya sudah ejakulasi dengan cepat. Yang saya khawatirkan, bila nanti saya menikah, saya takut tidak bisa melakukan hubungan seks yang lama dengan pasangan saya. Dan juga setelah saya melakukan onani, saya merasa sangat lemas sekali. Seperti ingin pingsan.

    Apakah menurut ibu, saya mengalami gangguan yang parah?

    cara mengatasi kebiasaan anak usia 5 tahun yang masih suka mengompol di tempat tidur

  • Oleh : Vita Ratnasari
  • 2 tahun, 9 bulan yang lalu

    ibu bidan, anak saya laki-laki usia 5 tahun masih suka minum susu pake botol, juga masih suka ngompol di tempat tidur, bagaimana solusinya ya?

    Mansturbasi.

  • Oleh : Arif Pratama
  • 2 minggu, 2 hari yang lalu

    Selamat malam ibu dokter. Saya mewakili teman saya ingin bertanya.
    Masalah nya temen saya hampir setiap 2 minggu sekali onani dan itu rutin . Dan dia sudah melakukan onani ini sudah dari 3 tahun yang lalu . Dan sekarang setiap menonton film porno alat kelamin nya ngga ereksi nya ga sekeras yang dulu.
    Pertanyaan nya. : apakah dampak terlalu sering onani dapat menyebabkan penurunan ereksi ?
    Dan adakah cara untuk membuat si alat kelaminya itu keras lagi seperti dulu ?
    Terima kasih dokter . . 🙏🏻

    Makanan Pemicu Keguguran

  • Oleh : Dessi Yudha Arisandy
  • 2 tahun, 9 bulan yang lalu

    Selamat pagi bu bidan, saya wanita berusia 25 tahun. Saat ini saya sedang hamil 3 bulan dan ini merupakan pengalaman pertama saya. Saya mau bertanya apakah ada pantangan makanan bagi ibu hamil muda yang memicu keguguran, takutnya saya salah makan mohin di jawab bu bidan terimakasih

  • Recent Topics

  • Baru-baru ini :

  • Follow Kami Di :

  • Tanya Bidan