Ketahui Penyebab Air Ketuban Sedikit Pada Ibu Hamil

Share Dan Tag Teman Kamu Di :

  • Ketahui Penyebab Air Ketuban Sedikit Pada Ibu HamilBidan Online,- Air ketuban memiliki fungsi yang sangat penting bagi janin, salah satunya yaitu melindungi janin dalam rahim dari berbagai guncangan. Tentunya para ibu hamil tahu betul apa itu fungsi air ketuban namun tidak setiap wanita memiliki air ketuban yang normal. Ada beberapa wanita hamil yang mengalami kelebihan air ketuban bahkan ada juga beberapa wanita yang mengalami kekurangan air ketuban. Yang akan kita bahas saat ini yaitu kekurangan air ketuban pada ibu hamil, karena diketahui sekitar 4% wanita hamil mengalami penurunan air ketuban saat memasuki trimester ketiga. Tentu saja akibat dari air ketuban yang sedikit maka efeknya akan sangat berbahaya bagi ibu hamil dan janin dalam kandungan. Lalu apa saja penyebabnya? simak ulasannya berikut ini.

    Air ketuban merupakan cairan alami yang dalam kantong rahim dan akan pecah dengan sendirinya saat sudah memasuki proses persalinan. Diketahui air ketuban yang normal yaitu tidak terlalu banyak dan tidak terlalu seidikit. Jumlah air ketuban biasanya akan menyesuaikan dengan perkembangan janin dan kehamilan. Beberapa gangguan kehamilan yang berhubungan dengan air ketuban yaitu kebocoran air ketuban hingga air ketuban yang masuk kedalam paru-paru janin.

    Selain untuk melindungi janin di dalam rahim dari guncangan, ada beberapa fungsi air ketuban pada masa kehamilan yaitu:

    • Mencegah infeksi berbahaya pada janin
    • Mengendalikan suhu didalam rahim agar tetap hangat sehingga akan membuat janin lebih nyaman dan mencegah janin mengalami kedinginan
    • Membantu perkembangan paru-paru dan perncernaan janin
    • Mencegah tali pusat mengalami kekeringan yang berimbas pada terhambatnya asupan oksigen ke janin karena mengerutnya talai pusat.
    • Sumber nutrisi sementara bagi janin
    • Bagus untuk perkembangan otot dan tulang
    • Mencegah kelainan pada petumbuhan jari

    Sebenarnya volume air ketuban akan semakin bertambah seiring dengan waktu kehamilan yang bertambah. Contohnya saja saat usia kehamilan mencapai 36 minggu maka normalnya volume air ketuban yaitu 800 ml hingga 1.000 ml atau 1.4 liter sampai 1.6 liter.

    Lalu apa yang terjadi jika air ketuban pada ibu hamil terlalu sedikit? Tentunya akan sangat berbahaya apalagai jika ibu hamil sudah memasuki trimester ketiga. Diketahui jika air ketuban sedikit terjadi pada trimester pertama maka bisa menyebabkan adanya kelainan pada organ pada janin, bayi lahir cacat, keguguran, hingga janin meninggal didalam kandungan. Sedangkan air ketuban sedikit yang terjadi pada trimester kedua maka bisa menyebabkan komplikasi seperti lahir prematur, masalah tali pusat bayi, menkonium, persalinan caesar, dan beberapa komplikasi berat lainnya. Tentunya untuk mencegah hal tersebut terjadi maka sangat dianjurkan untuk secara rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan secara berkala guna meninjau kondisi kehamilan.

    Dan berikut ini beberapa penyebab air ketuban sedikit yang wajib diketahui sedini mungkin:

    • Mengkonsumsi obat-obatan tertentu
    • Adanya kerusakan pada kantong ketuban atau air ketuban bocor
    • Kelainan janin seperti kelainan genetik, petumbuhan janin yang terhambat, gangguan ginjal, hingga gangguan saluran kencing
    • Kelainan plasenta seperti plasenta yang lepas dari dinding rahim
    • Ibu hamil yang terlalu lelah
    • Dehidrasi
    • Komplikasi kehamilan
    • Hamil lebih dari 42 minggu

    Air ketuban sedikit juga sangat beresiko dialami wanita yang mengidap penyakit seperti hipertensi kronis, wanita dengan hamil kembar, hingga riwayat memiliki bayi dengan berat badan yang kurang. Air ketuban sedikit bisa juga diketahui dengan gerakan janin yang semakin sedikit. Penanganan yang tepat untuk mengatasi air ketuban sedikit, biassanya dokter akan mengecek dengan menggunakan USG jika sudah cukup usia kehamilannya maka jalan persalinan dapat dilakukan untuk mencegah komplikasi berat.

    Baca juga artikel lainnya:

    Tips Tidur Nyenyak dan Pulas Saat Hamil Trimester Tiga

    Ketahui Penyebab Keringat Berlebih Pada Ibu Hamil

    Bahaya Ibu Hamil Marah-marah Bagi Perkembangan Janin

    Ketahui 5 Alasan Yang Membuat Ibu Hamil Cepat Lelah

    Manfaat Penyangga Perut Atau Maternity Belt Untuk Ibu Hamil

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Citra Dewi Amd.Keb - August 2, 2017
    Diskusi Dari:
    Injelita Maharani

    Siang bu bidan, usia kehamilan 3 minggu, di awal kehamiln saya terkena herpes zooster di pinggang sebelah kanan dan konsumsi obat dari dokter kulit krn blm tau hamil, apakah obat yg saya konsumsi tsb berbahaya utk janin saya dan mengingat sampai skrg pinggang saya msh terasa gatal.

    Dijawab Oleh : Injelita Maharani
    Diskusi Dari:
    Santana jaya

    Assalamualaikum dok saya mau tanya,saya mengalami keluar gumpalan darah dan rasa sakit pada bagian bawah perut apakah saya mengalami keguguran atau tidak

    Dijawab Oleh : Santana jaya
    Diskusi Dari:
    hayleyfrench7

    Selamat pagi bu bidan saya mau bertanya saat ini saya sedang hamil memasuki trimester kedua akhir-akhir ini saya sering kali marah-marah dan mood saya pun gampang berubah-ubah. Apakah saat ini saya stres dan apakah ada dampaknya bagi janin dalam kandungan saya. Jika iya bagaimana cara mengatasinya mohon jawabannya

    Dijawab Oleh : hayleyfrench7
    Diskusi Dari:
    uye (wanita)

    saya hamil menginjak usia 8 bulan. saat sedang tidur posisi miring ke kanan memang tidak nyaman karena janin seperti menolak dan menendang2, bentuk perut pun jadi menggantung. tapi akhir-akhir ini miring ke kiri pun sama jadi kurang nyaman dan menggantung sedikit namun janin tidak menendang2. rasanya lebih enak untuk tidur telentang begitu, padahal kan resikonya buruk ya. tapi janin nampak nyaman juga apabila posisi tidur telentang. tapi saya berganti-ganti posisi saja kadang miring ke kiri kadang telentang. bagaimana ya solusinya?

    Dijawab Oleh : uye (wanita)
    Diskusi Dari:
    Siti Rohmah

    Bu saya mau bertanya, Sudah 3 tahun menikah saya belum diberikan keturunan, padahal dulu istri saya pernah hamil, tapi sayangnya keguguran saat usia kandungan 6 bulan. Tapi istri saya sampai saat ini masih belum memeriksakan diri ke dokter ahli. Apakah hal ini disebabkan karena adanya penyakit pada istri saya??

    Perlu Jawaban