×

Komplikasi pada Kehamilan dengan Infeksi Hepatitis

Bagikan Artikel :


Hepatitis merupakan satu dari banyak penyebab kematian wanita di dunia. Diantara wanita hamil, penyakit ini dapat menyebabkan defek koagulasi (proses perubahan cairan), kegagalan organ, dan peningkatan kematian ibu dan bayi baru lahir.

Hepatitis merupakan infeksi hepar yang paling sering mengenai wanita hamil. Hepatitis virus merupakan komplikasi yang mengenai 0,2 % dari seluruh kehamilan. Keguguran, IUFD (kematian janin di dalam kandungan) dan persalinan prematur merupakan komplikasi yang paling sering terjadi pada wanita hamil dengan infeksi hepatitis.

Hepatitis dapat disebabkan oleh virus, obat-obatan dan bahan kimia toksik dengan gejala klinis yang hampir sama. Sampai saat ini telah diidentifikasi 6 tipe virus hepatitis yaitu virus hepatitis A, B, C, D, E dan G. Infeksi virus hepatitis yang paling sering menimbulkan komplikasi dalam kehamilan adalah virus hepatitis B dan E.

Komplikasi pada Kehamilan dengan Infeksi Hepatitis

Pada kehamilan organ hati akan terbebani dan terluka dengan sirosis, ini dapat meningkatkan risiko ibu hamil mengalami perlemakan hati. Perlemakan hati selama kehamilan yang akut terkait kekurangan enzim yang biasanya diproduksi oleh hati yang akan membuat wanita hamil untuk memetabolisme asam lemak. Kondisi ini dapat dengan cepat menjadi parah, dan juga bisa memengaruhi bayi lahir dengan kekurangan enzim ini.

Komplikasi lain yang dapat terjadi pada ibu dengan hepatitis saat hamil adalah batu empedu, yang sering menimbulkan penyakit kuning selama kehamilan. Ini terjadi pada 6% dari semua kehamilan, sebagian karena perubahan garam empedu selama kehamilan. Selain itu, kantung empedu mengosongkan diri lebih lambat selama kehamilan, yang berarti cairan empedu menggenang lebih lama di hati dan risiko batu empedu pun naik.

Kehamilan dengan hepatitis B, diperkirakan akan lebih rentan mengalami ketuban pecah dini, diabetes gestasional, dan mengalami perdarahan berat pada akhir kehamilan. Ada juga peningkatan risiko komplikasi persalinan seperti plasenta abrupsio dan kematian bayi saat lahir.

Related Posts :

    Risiko pada Bayi Baru Lahir dari Ibu yang Terinfeksi Hepatitis

    Ada beberapa peningkatan risiko tertentu saat persalinan, seperti bayi lahir prematur, bayi lahir dengan berat rendah (BBLR), atau kelainan anatomi dan fungsi tubuh bayi (terutama pada infeksi hepatitis B kronis).

    Risiko lainnya adalah bayi Anda bisa terinfeksi saat lahir. Bayi mungkin terinfeksi hepatitis B saat lahir jika ibu positif memiliki virusnya. Biasanya, penyakit ini diteruskan ke anak yang terkena paparan darah dan cairan vagina ibu selama proses persalinan. Infeksi virus hepatitis B bisa sangat parah pada bayi. Hal itu bisa mengancam nyawa mereka. Apabila anak terinfeksi virus hepatitis B, sebagian besar kasusnya akan berlanjut menjadi kronis. Hepatitis kronis inilah yang bisa berakibat buruk pada kesehatan anak di kemudian hari, yaitu berupa kerusakan hati (sirosis) dan kadang kanker hati (terutama jika disertai infeksi virus hepatitis C).

    Di sisi lain, kecil peluangnya untuk Anda menurunkan virus hepatitis C ke bayi. Hanya 4-6% bayi yang lahir dari ibu positif hepatitis C akan terinfeksi virus. Ini berarti hampir semua bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis C tidak akan terkena virusnya. Risiko penularan hepatitis C dari ibu ke anak baru meningkat jika ibu memiliki jumlah virus (viral load) yang tinggi atau sekaligus memiliki HIV di waktu yang bersamaan.

    Cara Penularan Hepatitis pada Bayi

    1. Melewati placenta

    2. Kontaminasi dengan darah dan tinja Ibu pada waktu persalinan

    3. Kontak langsung bayi baru lahir dengan Ibunya

    4. Melewati Air Susu Ibu, pada masa laktasi.

    Cara Mengatasi Hepatitis pada Kehamilan

    Ketika Anda pergi ke dokter untuk kunjungan prenatal pertama Anda, Anda akan menjalani serangkaian tes darah rutin, termasuk untuk memeriksa virus hepatitis B (HBV). Jika hasil tes Anda negatif HBV dan belum menerima vaksin hepatitis B, dokter mungkin menyarankan agar Anda diimunisasi, terutama jika Anda berisiko tinggi tertular penyakit ini.

    Jika Anda baru terpapar hepatitis selama kehamilan, perlu ditangani dengan obat antivirus yang disebut tenofovir, yang dapat menurunkan risiko perpindahan HBV ke bayi Anda.

    Jika Anda positif hepatitis C, Anda tidak akan bisa mendapatkan obat standar yang digunakan untuk mengobati hepatitis C saat Anda hamil. Obat-obatan untuk infeksi hepatitis C tidak aman untuk bayi Anda yang belum lahir. Pengobatan utamanya adalah kombinasi dua obat yang disebut pegylated interferon dan ribavirin. Obat lain terkadang bisa ditambahkan: baik boceprevir atau telaprevir. Namun, tidak satupun obat ini terbukti aman selama kehamilan dan ribavirin dapat menyebabkan cacat lahir yang serius, atau bahkan kematian bayi yang belum lahir.

    Persalinan Ibu Hamil dengan Hepatitis

    Penentuan jenis persalinan ibu hamil dengan hepatitis akan ditentukan oleh dokter. Pada ibu hamil dengan titer virus hepatitis rendah, dapat melahirkan normal dengan syarat persalinan jangan dibiarkan lama yaitu lebih dari 16 jam. Jika persalinan berlangsung lebih dari waktu tersebut maka harus segera dilakukan seksio sesarea. Sama halnya pada ibu hamil dengan titer hepatitis yang tinggi ( lebih dari 3,5 pg/mol), lebih baik persalinan dilakukan dengan operasi.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : July 20, 2018

    Pertanyaan Pengunjung :

    Belum Haid Setelah Melakukan Kuret

  • Oleh : emilia
  • 2 tahun, 7 bulan yang lalu

    Selamat sore bu bidan, saya merasa khawatir dan tidak tau kenapa akhir akhir ini haid saya tak kunjung datang juga. Semenjak saya melakukan kuret terhitung sekitar 5 bulan saya belum haid. Apakah tidak berbahya bu bidan ? Mohon penjelasananya

    Telat Menstrulasi

  • Oleh : Pipit Winartii
  • 2 tahun, 8 bulan yang lalu

    Selamat siang dok…
    Saya mau bertanya. Saat ini saya sudah berusia 33 tahun dan sudah telat menstrulasi selama 2 bulan, dan sering merasakan mual layaknya orang hamil, khusunya di pagi dan malam hari. Namun ketika saya mengecek dengan menggunakan test pack hasilnya justru negatif. Yang saya mau tanyakan apakan ada kemungkinan saya hamil sedangkan hasil test peck menunjukan negatif?

  • Oleh : Pipit Winartii
  • pre-eklampsia

  • Oleh : rina
  • 9 bulan, 1 minggu yang lalu

    pre-eklampsia pada ibu hamil itu berbahaya ga ya bu bidan?

    Menstruasi Setelah Melakukan Hubungan Suami Istri

  • Oleh : ALif AL Maun Yoyox
  • 2 tahun, 7 bulan yang lalu

    Assalamualaikum Bu Bidan, Melakukan hubungan pasangan suami istri sebelum masa menstruasi itu apakah termasuk pada masa subur ? Tapi kalau setelah berhubungan intim lalu terdapat darah haid bagaimana, apa kemungkinan bulan besoknya saya bisa hamil atau harus melakan hubungan pasangan suami istri lagi bu ? Terima kasih sebelumnya.

  • Oleh : ALif AL Maun Yoyox
  • Nyeri saat buang ari kecil

  • Oleh : Iszmy Mukhayarin
  • 1 tahun, 9 bulan yang lalu

    Selamat pagi bu saya mau bertanya akhir-akhir ini saya sering mengalami sakit saat buang air kecil seperti tersendat-sendat kira2 itu penyakit apa ya bu? mohon penjelasannya trims

  • Recent Topics

  • Baru-baru ini :

  • Follow Kami Di :

  • Tanya Bidan