×

Wanita Dengan Dua Rahim Bisa Melahirkan Bayi Kembar Dari Rahim Yang Berbeda

Bagikan Artikel :

Wanita Dengan Dua Rahim Bisa Melahirkan Bayi Kembar Dari Rahim Yang Berbeda

Idelanya setiap wanita hanya memiliki satu vagina satu serviks dan satu rahim. Namun ada juga wanita yang memiliki dua vagina dan dua rahim. Hal ini disebut dengan uterus didelphys. Kasus ini bisa dialami satu dari 25000 wanita. Wanita dengan rahim didelphys bisa melahirkan dua orang anak kembar dari rahim yang berbeda. Masih pada bingung ya ?. nah pada artikel kali ini bidan Bidan Citra akan sedikit menjelaskan tentang rahim didelphys.

Penyebab Wanita Mengalami Uterus Didelphys

Pada saat perkembangan fase embrionik di masa kehamilan seorang ibu, perkembangan rahim bayi berjenis kelamin wanita dimulai dari dua tabung yang kemudian menyatu menjadi satu dan kemudian membentuk rahim. Pada kondisi uterus didelphys terdapat kesalahan pengiriman sinyal, sehingga penyatuan tabung ini tidak terjadi.

Masalah Yang Bisa Terjadi Pada Uterus Didelphys Saat Hamil

Wanita dengan dua rahim seharusnya tidak memiliki masalah untuk hamil. Namun, wanita dengan uterus didelphys ini seringkali mengalami gangguan dalam proses implantasi (proses penanaman bakal janin ke rahim) karena jaringan yang melapisi bagian dalam dinding rahim tidak terbentuk sempurna.
Selain itu bentuk rahim pada uterus didelphys seringkali berbentuk irregular, sehingga pada wanita dengan dua rahim sulit memfasilitasi peregangan rahim saat kehamilan semakin membesar. Akibatnya wanita dengan dua rahim ini memiliki risiko tinggi keguguran atau melahirkan bayi prematur.

Cara Untuk Mengetahui Kondisi Uterus Didelphys

Kebanyakan wanita tidak menyadari bahwa ia memiliki dua rahim sampai ia hamil dan menjalani pemeriksaan USG. Jika wanita dengan uterus didelphys menjalani pemeriksaan USG pada usia 8 minggu, dokter biasanya akan mendapati kondisi adanya dua rahim ini.
Namun jika pemeriksaan USG baru dilakukan setelah usia kehamilan 20 minggu, biasanya rahim yang berisi bayi akan menutupi rahim lain yang kosong tersebut. Sehingga, kondisi adanya dua rahim atau uterus didelphys bisa saja tak terdeteksi.
Itulah sekilas tentang kondisi wanita dengan dua rahim atau uterus didelphys. Pentingnya pemeriksaan sejak dini dapat membuat Anda mengetahui adanya kelainan dalam organ reproduksi. Jika menemukan keraguan terhadap kondisi rahim, segeralah berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda.

Related Posts :

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : June 25, 2019

    Pertanyaan Pengunjung :

    Darah keluar

  • Oleh : Fajar Fajar
  • 5 bulan yang lalu

    Assalamualaikum kak,
    Saya mau tnya istri sya kluar bercak darah pda selang waktu 1hari setelah berhubungan, apakah itu tnda kehamilan?

  • Oleh : Fajar Fajar
  • Kehamilan

  • Oleh : ANGGUN
  • 3 tahun, 4 bulan yang lalu

    Usia sy saat ini 36 tahun. Dan berencana utk program kehamilan. Apakah beresiko dgn usia sy sekarang? Dua kali kehamilan tidak ada masalah. Terima kasih

    Cari nama anak

  • Oleh : Henny Diastara
  • 3 tahun, 1 bulan yang lalu

    Cari nama anak muslim awalan a

    Obat pencahar untuk ibu hamil

  • Oleh : davegillison
  • 4 tahun, 5 bulan yang lalu

    Selamat pagi bu bidan, saat ini saya sedang hamil 4 bulan dan mengalami BAB yang tidak lancar. Apakah aman jika saya mengkonsumsi obat pencahar dan apakah akan ada efeknya bagi janin? trims mohon jawabannya bu bidan

    Ejakulasi terlalu cepat

  • Oleh : Aldi Ferdian
  • 2 tahun, 1 bulan yang lalu

    Bu, aku mau tanya. Umur saya 22 tahun. Bu, saya merasa kalau saya mengalami ejakulasi dini. Saya merasa kalau saya mengalami ini karena sering melakukan onani. Ingin rasanya berhenti, tapi sangat sulit.

    Baru onani sebentar, saya sudah ejakulasi dengan cepat. Yang saya khawatirkan, bila nanti saya menikah, saya takut tidak bisa melakukan hubungan seks yang lama dengan pasangan saya. Dan juga setelah saya melakukan onani, saya merasa sangat lemas sekali. Seperti ingin pingsan.

    Apakah menurut ibu, saya mengalami gangguan yang parah?

    Tanya Bidan